Siaga Personil dan Peralatan Menghadapi Bencana

Palembang - Menghadapi musim hujan pada awal tahun 2020, pada tanggal 14 Januari 2020, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII mengikuti Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Penanggulangan Bencana Banjir, Tanah Longsor dan Angin Puting Beliung bertempat di halaman Griya Agung (Rumah Dinas Gubernur Provinsi Sumatera Selatan). Acara ini dihadiri oleh TNI yang berasalah dari Komando Daerah Militer (Kodam ) II Sriwijaya, Kesatuan TNI Angkatan Darat (TNI AD) Batalyon Pembekalan dan Pengangkutan (Yon Bekang), Yon Raider TNI AD, TNI Angkatan Laut, Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel, Taruna Siaga Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Sumsel) yang bertindak sebagai Koordinator/Panitia Pelaksana, Instansi PU Provinsi Sumsel, dan intansi lainnya, dengan total 1.000 (Seribu) peserta.

Dalam Laporannya, Ketua BPBD Sumatera Selatan Bpk. H. Iriansyah, S.Sos, SKM, M.Kes. menyampaikan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan kemampuan baik personil maupun peralatan dalam menghadapi musim hujan yang identik dengan bencana dan juga mengoptimalkan peran dan fungsi serta rasa tanggungjawab dari para pimpinan daerah baik dari Sipil, Kepolisian, militer maupun dari mahasisiwa dan komunitas agar selalu siaga dan tanggap dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Dalam amanahnya Wakil Gubernur Sumatera Selatan Bpk. H. Muwardi Yahya sebagai pemimpin apel menyampaikan bahwa pada tahun 2019, Provinsi Sumsel menghadapi bencana Asap yang diakibatkan oleh kebakaran hutan dan lahan yang menghabiskan banyak sumberdaya dan dana dalam penanggulangannya dan juga memakan korban jiwa. Pada awal tahun 2020 ini beberapa daerah di provinsi Sumsel telah menghadapi bencana banjir dan tanah longsor seperti yang terjadi di Kabupaten Lahat. Kejadian bencana seperti banjir dan tanah longsor memang tidak lepas dari kondisi geografis sumsel yang memang berbukit dan sebagian besarnya dataran rendah serta adanya pengrusakan alam secara masif yang diakibatkan oleh pembalakan hutan serta penambangan pasir di sungai sehingga sungai mengalami pendangkalan di satu sisi yang akan berakibat luapan air sungai dan banjir untuk permukiman di sekitarnya serta penggerusan tebing sungai yang berakibat pada erosi sungai. Kedepannya, Gubernur Sumsel akan mulai menertibkan izin-izin untuk penambangan dan penggalian golongan C yang ada di sungai serta memberantas pembalakan liar, harapannya adalah melalui apel ini para personil selalu siap dan peralatan juga dalam kondisi baik dan siap dimobilisasi di daerah terjadinya bencana.

Dalam menghadapi musim hujan di Provinsi Sumatera Selatan, BBWS Sumatera VIII ikut menyiagakan 6 (enam) unit pompa di Sungai Bendung Kota Palembang yang akan mengurangi genangan banjir sebesar 240 Ha, selain itu disiagakan pula 1 (satu) unit Mobile Pump dan peralalatan seperti Bronjong dan Karung pasir.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *