Tantangan Pengurus Baru HATHI Sumsel

Palembang - Pada hari Selasa, 18 Februari 2020 bertempat di Hotel Novotel Palembang, dilakukan pelantikan untuk 60 orang yang akan mengemban jabatan sebagai pengurus Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) cabang Sumatra Selatan periode 2019-2022. Pelantikan ini diikuti dengan serah terima jabatan antara Bapak Ir. Suparji, MT yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (Makassar) kepada Ir. Birendrajana, MT (Kepala BBWS Sumatera VIII) yang dipimpin oleh Ketua Umum HATHI Bapak. Dr. Imam Santoso, M.Sc.,PU-SDA

Dalam sambutannya, Birendrajana mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah daerah memberikan masukan untuk pengelolaan sumber daya air, pengembangan irigasi, dan pengendalian banjir di Sumsel. Menurutnya, saat ini pemerintah pusat dan daerah sudah membangun infrastruktur dalam penanganan banjir yang kerap melanda Sumsel seperti pompa pengendali banjir Sub DAS Bendung Kota Palembang dan juga Bendungan Tiga Dihaji di Kab. OKU Selatan yang ditargetkan selesai pada tahun 2023. Kepengurusan HATHI Cab. Sumsel pada tahun ini juga diberi amanah untuk menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATHI ke 37 untuk itu dibutuhkan dukungan baik dari kepengurusan maupun pemerintah daerah yaitu Provisnsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang agar acara PIT HATHI dapat terselenggaran dengan baik.

Ketua Umum HATHI Bpk. Imam Santoso menyampaikan bahwa saat ini HATHI menghadapi banyak tantangan terutama dalam regenerasi anggota serta peningkatan capacity building untuk menyongsong era industri 4.0. Untuk itu pengurus HATHI terus melakukan perekrutan serta sertifikasi untuk para anggota HATHI dengan sasaran para praktisi serta akademisi yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta (dosen dan mahasiswa). Pengurus juga melakukan kerjasama dalam bidang riset dan pelatihan dengan pihak luar negeri seperti Asia Water Council dimana HATHI menjadi anggotanya serta Smart Water Grid dan juga pertukaran antar ahli Tehnik Hidraulik yang berasal dari negara-neraga seperti Korea dan Jepang. Harapannya keberadaan HATHI dapat memberikan masukan terkait pengelolaan SDA secara terpadu dan menyeluruh untuk wilayah Provinsi Sumatera-Selatan.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Dr. Ir. Yohanes L. Toruan, M.Sc yang pernah menjadi pengurus HATHI Periode 2000-2002 mengatakan HATHI khususnya cabang Sumsel berperan dalam pembangunan yang dalam pengelolaan sumber daya air di Sumsel. Jika pengelolaan tersebut tidak benar maka akan timbul masalah seperti banjir, kekeringan dan pencemaran kualitas air saat kemarau, selain itu HATHI juga dituntuk untuk mencari solusi yang tepat dalam menghadapi perubahan iklim global. Solusi dari permasalahan tersebut maka diperlukan kesadaran dan kepedulian masyarakat bersama dari seluruh komponen, pemerintah swasta‚ perguruan tinggi, asosiasi profesi untuk melestarikan sumber daya air baik secara sipil teknis maupun vegetatif.

Write a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *