Kunjungan dan Koordinasi Dewan SDA Nasional ke Sumatera Selatan

Palembang - Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWS Sumatera VIII) mendapat kunjungan dari tamu istimewa yang berasal dari Dewan Sumberdaya Air Nasional (Dewan SDA), kunjungan yang berlangsung dari tanggal 18 sampai 19 September 2019 tersebut terkait dengan pelaksanaan agenda kerja Dewan SDA tahun 2019 tentang Pengelolaan Lahan Basah/Rawa/Gambut  untuk kegiatan Konservasi dan Pendayagunaan SDA. dalam kegiatan ini terdapat 2 (dua) kegiatan yang dilaksanakan yaitu kunjungan lapangan ke Daerah Irigasi Rawa di Provinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh BBWS Sumatera VIII yaitu Daerah Rawa Telang II dan Daerah Rawa Ogan Keramasa, kegiatan lainnya yang dilakukan oleh Dewan SDA Nasional adalah Rapat Koordinasi dan Pembahasan Permasalahan Pengelolaan Lahan Basah/Rawa/Gambut untuk Konservasi dan Pendayagunaan SDA.

Jumlah anggota dewan SDA yang hadir adalah sebanyak 35 (tigapuluh lima) orang berasal dari Kemenko Perekonomian, Kemenko Kemaritiman, Bappenas, Kementerian PUPR serta lintas Kementerian/Lembaga, selain itu dari kelompok masyarakat seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan sebagainya. untuk kegiatan rapat koordinasi turut hadir pula Dr. Irwan Nusyirwan Diar, Dipl. HE dan Dr. Ir. Purba Robert M. Sianipar, Msc EE yang bertindak sebagai narasumber.

Berdasarkan hasil dari kunjungan lapangan dan diskusi dalam Rapat Koordinasi Teknis terdapat 3 topik utama yang akan dibahas yaitu alih fungsi dari lahan pertanian padi/palawija menjadi lahan untuk komoditas perkebunan seperti sawit dan sebagainya serta bagaimana penerapannya di daerah rawa Sumatera Selatan, topik kedua yaitu  upaya/inovasi yang harus dilakukan untuk mendayagunaan lahan rawa sehingga dapat menunjang kehidupan petani terutama pengembangan kemitraan antara petani dengan perusahaan pemasaran hasil pertanian. Hal ini didapat dari kunjungan Dewan SDA ke Daerah Rawa Ogan Keramasan yang sebagian besar dikelola oleh perusahaan swasta. Topik terakhir adalah mengintensifkan koordinasi antara Kementerian PUPR dengan Kementerian Pertanian terutama dalam program-program pengelolaan rawa karena kegiatan pengelolaan rawa oleh kementerian pertanian seperti program Serasi (Selamatkan Rawa Selamatkan Petani) tidak sesuai dengan program pengembangan rawa yang dilakukan oleh Kementerian PUPR.

Dewan SDA adalah Tim Koordinasi Pengelolaan Sumberdaya Air (TKPSDA) di tingkat  Nasional yang bertugas membantu Presiden dalam merumuskan kebijakan nasional sumber daya air dan berbagai perangkat kebijakan lain yang diperlukan dalam bidang sumberdaya air sedangkan fungsinya adalah untuk melakukan konsultasi internal maupun eksternal dengan semua pihak baik pemerintah maupun non-pemerintah dalam rangka keterpaduan kebijakan dan pencegahan konflik antar sector dan antar wilayah dalam pengelolan sumber daya air.

Mengembalikan Fungsi Sungai dengan Penetapan Sempadan Sungai Musi

Palembang - Sempadan Sungai perlu ditetapkan sebagai upaya untuk melakukan kegiatan konservasi, pendayagunaan dan pengendalian atas sumberdaya air sungai. Hal ini menjadi tujuan diadakannya Sosialisasi Kajian Sempadan Sungai Musi Kota Palembang yang dilangsungkan pada tanggal 3 September 2019 bertempat di Hotel Emilia Palembang, seperti yang disampaikan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS Sumatera VIII)  Bapak Medya Ramdhan, ST.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BBWS Sumatera VIII, Bapak Ir. Birendrajana, MT, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Palembang, Ir. A. Bastari, MT, Kepala Bappeda Litbang Kota Palembang, Ir. Harrey Hadi, MS, Para Camat yang ada di Kota Palembang dan juga para narasumber yang berasal dari Direktorat Sungai dan Pantai serta widyaiswara Kementerian PUPR. Kegiatan yang dihadiri oleh 48 peserta yang berasal dari 19 peserta perwakilan dari Pemerintah Kota Palembang, 20 peserta dari BBWS Sumatera VIII dan 9 orang dari tamu undangan.

 

Dalam sambutannya, Ir. Birendrajana, MT menyampaikan bahwa kajian penetapan sempadan merupakan amanat dari Peraturan Menteri PUPR No. 28 Tahun 2015 tentang Penetapan Garis Sempadan Sungai dan Garis Sempadan Danau, oleh karena itulah BBWS Sumatera VIII mengajak pihak terkait khususnya Pemerintah Kota untuk sama-sama menetapkan sempadan sungai dan secara bertahap untuk melakukan pembebasan garis sempadan agar fungsi sungai sebagai sarana konservasi, dan penunjang kegiatan sosial ekonomi penduduk dapat dikembalikan sebagaimana mestinya.

 

Dari hasil kajian tim konsultan BBWS Sumatera VIII, maka sempadan sungai Musi di Kota Palembang ditetapkan 15 meter untuk sungai yang memiliki kedalaman palung 20 meter  dan 30 meter untuk sungai yang memiliki kedalaman palung lebih dari 20 meter. terdapat 9 kecamatan dengan total 26 kelurahan yang berada di kawasan sempadan, sedangkan total bangunan yang berada di kawasan sempadan adalah sebanyak 738 unit yaitu 699 unit rumah, 25 dermaga kecil, 12 unit pabrik dengan total luas bangunan 89.194 m2 dan luas tanah total kurang lebih 330.100 m2.

 

 

Mewujudkan SDM Unggul Indonesia Maju

Palembang, – Sebagai wujud tanda syukur atas kemerdekaan Indonesia Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII (BBWSS 8) melaksanakan upacara HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 pada tanggal 17 Agustus 2019 bertempat di halaman belakang yang diikuti oleh seluruh karyawan dan karyawati BBWSS 8 dengan mengenakan seragam adat dari seluruh daerah di Indonesia.

Upacara dipimpin langsung oleh Komandan Upacara Bapak Lukman Hakim, ST, MT. Pembacaan Doa oleh Slamet Zulkarnain. Petugas pengibar bendera sebagai penggerek 1 adalah Herbanu Danur, ST dan penggerek 2 Marzul Nofitra, ST serta pemegang bendera adalah Priseyola A. Prima, ST.

Kepala BBWSS 8 Bapak Ir. Birendrajana, MT yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan sambutan Menteri PUPR dimana tema HUT Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 kali ini adalah “SDM Unggul Indonesia Maju” Kementerian PUPR terus berkomitmen dalam mengembangkan dan mencetak SDM PUPR yang berkompeten, pelaksanaan program pengembangan kompetensi SDM dirancang secara sistematis mulai dari gap kompetensi dan kinerja untuk merumuskan program-program diklat yang dibutuhkan oleh unit-unit kerja. Selain itu Menteri PUPR melalui Kepala BBWSS 8 juga menyampaikan ASN PUPR harus mampu beralih dari comford zone menuju competitive zone, wajib menguasai teknologi informasi dan dunia digital, dan adaptif terhadap perubahan. Pengembangan kompetensi ASN harus disesuaikan untuk dapat mencetak SDM ASN yang ahli berstandar internasional sehingga dapat bersaing secara global.

Memperkenalkan Potensi Wisata Danau Ranau Melalui Festival Ranau XXIII

Muaradua – Memperkenalkan potensi wisata alam dan program-program unggulan milik Kabupaten OKU Selatan serta untuk meningkatkan kinjungan dari wisatawan guna memacu perkembangan ekonomi daerah dan mempromosikan pesona dari bumi Serasan Seadaan merupakan tujuan dari Festival Danau Ranau ke XXIII yang dipusatkan di Kec. Banding Agung mulai tanggal 03 sampai 07 Juli 2019.

Festival ini dibuka oleh Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru, dalam sambutannya, Herman Deru mengatakan bahwa dengan diadakannya festival ini menunjukkan bahwa bahwa Kab. OKU Selatan kondusif, aman dan nyaman untuk dikunjungi. Turut hadir pula dalam acara ini para pejabat dari unsur muspida Provinsi Sumatera Selatan dan juga Kabupaten OKU Selatan.

Acara ini diikuti oleh peserta yang berasal dari kecamatan di Kab. OKU Selatan dan perwakilan dari masing-masing kabupaten kota di sumatera selatan. Festival ini memiliki kegiatan antara lain karnaval budaya alam (Gemesir), pergelaran sastra (Tutur Adi-Adi), pergelaran lagu daerah dan lomba fashion show anak-anak.

Penyelesaian Pemanfaatan Air D.I Kelingi Tugumulyo.

Musi Rawas – D.I Kelingi Tugumulyo adalah Daerah Irigasi Kewenangan Pusat yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII dengan Luas Baku 10.163 Ha, terletak di Wilayah Administratif Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Musi Rawas. Daerah Irigasi Kelingi Tugu Mulyo terletak di 7 (Tujuh) kecamatan di Kabupaten Musi Rawas dan Kota Lubuk Linggau Provinsi Sumatera Selatan. Kecamatan yang berada dalam cakupan Daerah Irigasi Tugu Mulyo antara lain kecamatan Lubuk Linggau Selatan II (Kota Lubuk Linggau), Kecamatan Megang Sakti , Kecamatan Muara Beliti, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Suku Tengah Lakitan Ulu, Kecamatan Sumber Harta dan Kecamatan Tugu Mulyo yang masuk ke dalam wilayah Kabupaten Musi Rawas.

Saat ini D.I Kelingi Tugumulyo adalah salah satu daerah penghasil komoditi beras terbesar di sumsel dengan hasil + 4-5 ton gabah kering/ha dengan 2 kali musim tanam per tahun. Namun dibalik keberhasilan tersebut masih terjadi konflik pemakaian air di Daerah Irigasi ini, yaitu antara petani padi dan Petani Ikan. Konflik pemakaian air ini terjadi pada musim kemarau atau pada musim kering. Air dari saluran irigasi yang masuk ke kolam air deras dan kolam air tenang tidak semuanya kembali ke saluran irigasi, sehingga debit saluran irigasi menuju ke hilir terjadi penurunan sehingga petani padi mengalami kesulitan air.

Berdasarkan hasil dari One Map Policy (Kebijakan Satu Peta) Luas fungsional yang berupa sawah di D.I Kelingi Tugumulyo adalah +6.689 Ha dan berdasarkan hasil survey kolam ikan (kolam air deras dan Air tenang) yang dilaksanakan oleh PT. Widya Graha Asana (KSO) PT. Mitra Karya Sanjaya di D.I Kelingi Tugumulyo melalui program IPDMIP adalah sebanyak 285 kolam atau seluas 336,18 Ha dengan debit ± 4,03 m³/det. Dari 285 kolam ikan tersebut hanya terdapat 4 kolam yang memiliki Surat Izin Pemakaian Air (SIPA).

Untuk menyikapi dan menindaklanjuti permasalahan yang terjadi di D.I Kelingi Tugumulyo yaitu konflik kolam air tenang dan pertanian, Direktorat Irigasi dan Rawa Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII melaksanakan Rapat Lanjutan Penyelesaian Masalah Pemanfaatan Air Pada D.I Kelingi Tugumulyo dengan yang dihadiri oleh Direktur Irigasi dan Rawa Ir. Mazid, MT, Kepala BBWS Sumatera VIII Ir. Birendrajana, MT, Para Pejabat dari Pemkab Musi Rawas dan Pemkot Lubu Linggau, serta masyarakat Petani Padi dan Petani Ikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Graha Atmani Wedhana Polres Musi Rawas Kabupaten Musi Rawas pada tanggal 27 Juni 2019,

Dalam sambutannya Direktur IRWA, Bpk. Mazid mengatakan saat ini sedang disiapkan dokumen teknis berupa dokumen perencanaan yang sifatnya konfrehensif untuk 10. 163 Ha dan akan ditindaklanjuti program konstruksinya pada tahun 2020. Ia menambahkan diharapkan kepada petani ikan yang belum memiliki izin agar segera mengurus perizinan pemakaian air kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air melalui Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII dengan melengkapi persyaratan-persyaratan teknisnya.

Diakhir acara dibacakan Berita Acara Kesepakatan Hasil Rapat oleh Ka. BBWS Sumatera VIII Bpk. Ir. Birendrajana, MT yang berisikan kesepakatan dan Rencana Tindak Lanjut yaitu:

  1. Kesepakatan Bersama tanggal 14 September 2017 tentang Kesepakatan Bersama Tindak Nyata/Implementasi Kegiatan Penyelamatan dan Optimalisasi Irigasi Kelingi Tugumulyo merupakan bagian tidak terpisahkan. (terlampir)
  2. Mengembalikan fungsi jaringan irigasi D.I. Kelingi Tugumulyo untuk irigasi pertanian dengan memperhatikan kebutuhan air untuk kolam ikan.
  3. Untuk mengatasi permasalahan pemanfaatan air di D.I. Kelingi Tugumulyo diusulkan penyelesaian antara lain:
    • Solusi Teknis yaitu SID (Survei Investigasi dan Desain) Jaringan Irigasi, serta pelaksanaan rehabilitasi jaringan irigasi.
    • Solusi Sosial Komprehensif yaitu perhitungan neraca air serta kesepakatan alokasi dan pemanfaatan air.
    • Solusi Administrasi yaitu penertiban izin kolam, kesepakatan peran dalam penyelesaian masalah, serta penerapan penindakan dan sanksi.
  4. Berdasarkan inventarisasi dan analisa dari BBWS Sumatera VIII maka pengambilan air untuk kolam ikan sebesar 4,03 m3/dt seluas 336,18 Ha.
  5. Pengambilan air untuk kolam mempertimbangkan jumlah, luasan kolam, lokasi dan kondisi topografi di mana kolam tersebut berlokasi, sehingga dimungkinkan air yang dipakai untuk kolam kembali ke jaringan.
  6. Alokasi air diutamakan untuk kolam ikan yang memiliki izin yang sah dan masih berlaku.
  7. Untuk kolam ikan yang mengambil air dari jaringan irigasi yang tidak berizin akan diberikan jangka waktu 6 (enam) bulan setelah pelaksanaan Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) terkait hasil desain yang dijadwalkan pada Oktober 2019 untuk mengurus izin pemanfaatan air.
  8. Proses permohonan izin pemanfaatan air irigasi untuk kolam dan pendirian bangunan di atas jaringan irigasi mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 01/PRT/M/2016 Tentang Tata Cara Perizinan Pengusahaan Sumber Daya Air Dan Penggunaan Sumber Daya Air, serta bisa berkoordinasi dengan BBWS Sumatera VIII dan Direktorat Bina Penatagunaan Sumber Daya Air dengan mempertimbangkan kapasitas daya dukung jaringan irigasi yang ada. Dalam hal belum ada izin, BBWS Sumatera VIII tetap memiliki kewenangan untuk melakukan pengaturan pembagian dan pengambilan air.
  9. BBWS Sumatera VIII akan menyiapkan Desain Rehabilitasi Konstruksi D.I. Kelingi Tugumulyo pada TA 2019 dan pada TA 2020 akan dilanjutkan tahap konstruksinya. Dalam pelaksanaan survei kolam ikan untuk penyusunan desain rehabilitasi agar dapat didukung oleh pemilik kolam dan masyarakat.

Rencana Tindak Lanjut dari hasil kesepakatan antara lain:

  1. Untuk keperluan operasi jaringan irigasi BBWS Sumatera VIII akan menyiapkan pola operasi dan perangkat/petugas OP-nya serta berkoordinasi dengan Direktorat Bina OP dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Selatan.
  2. Pelaksanaan monitoring dan evaluasi terkait realisasi pengurusan izin pemanfaatan air oleh BBWS Sumatera VIII.

Setelah itu kesepakatan kemudian ditandatangani oleh para peserta rapat untuk dipatuhi bersama.

Pembinaan Kelembagaan Petugas OP Irigasi Rawa

Palembang - Rawa merupakan primadona baru dalam peningkatan produksi pertanian padi untuk itu perlu penguatan dalam tenaga pengelola irigasi rawa mulai dari pengamat, juru sampai penjaga pintu air. Hal inilah yang diungkapkan oleh Drs. Erwin Rivaie, M.Sc dalam acara Pembinaan Kelembagaan Petugas OP Irigasi Rawa yang diselenggarakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII tanggal 3-5 Juli 2019 bertempat di Horison Ultima Hotel Palembang.

Acara yang semula akan dibuka oleh Kepala BBWS Sumatera VIII ini dibuka oleh Kepala Bidang OP SDA BBWS SUmatera VIII Bpk. Medya Ramdhan, ST dan diisi oleh 2 (dua) orang narasumber yang berkompeten di bidang rawa yaitu Drs. Erwin Rivaie, M.Sc dan Drs. Andras Tony Pakpahan. Kegiatan ini dihadiri 100 (seratus) orang peserta yang terdiri dari pengamat, juru dan petugas pintu air.

Diharapkan dari kegiatan ini para pengelola irigasi rawa memiliki pengetahuan mulai dari kebijakan, pengelolaan (operasi/pemeliharaan), teknis pembiayaan OP dan penyusunan Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan Rawa (AKNOP) sehingga irigasi rawa dapat meningkat produktivitasnya.

Kegiatan Santunan Anak Yatim di BBWS Sumatera VIII

Palembang - Bulan Ramadhan 1440 H bulan sebagai bulan untuk berlomba-lomba mencari kebaikan dan amalan yanakan segera berakhir, begitu pula BBWS Sumatera VIII yang tidak hanya sigap untuk menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi seluruh masyarakat seperti Bendungan Tiga Dihaji, Irigasi Komering, Bendung Lakitan dan Lematang, Pompa Banjir Sungai Bendung dan sebagainya juga menyelenggarakan kegiatan santunan bagi 20 orang anak yatim yang berada di lingkungan BBWS Sumatera VIII. Pemberian santunan ini dilakukan oleh Kepala BBWSS VIII Bpk. Ir. Birendrajana, MT dan Kabag TU BBWS Sumatera VIII Ir. Mahipal MM.

Dua Puluh anak yatim yang mendapat santunan tersebut berasal dari Panti Asuhan Al Hafidz Kecamatan Kebun Bunga Kota Palembang dibawah asuhan Ibu Annisa. Dalam sambutannya Ka. BBWSS VII menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh BBWSS VIII, dan semangat Ramadhan pada tahun ini adapat terus ada di dalam setiap karyawan BBWSS VIII. Kegiatan Santunan kemudian dilanjutkan dengan Taushiah dari Ustadz Dencik, buka puasa bersama dan salat tarawih berjamaah. Kegiatan ini dihadiri juga oleh para pejabat struktural dan fungsional BBWS Sumatera VIII.

Kegiatan Ramadhan di BBWS Sumatera VIII diisi dengan kegiatan santunan anak yatim, buka puasa bersama, dan juga taushiah mingguan setiap kamis di musholla BBWS Sumatera VIII. 

Rapat Komisi dan Sidang Pleno TKPSDA W.S. Bangka

Pangkalpinang - Pada tanggal 10 April 2018 bertempat di Hotel Santika Pangkalpinang berlangsung acara Rapat Komisi dan Sidang Pleno TKPSDA untuk wilayah Provinsi Bangka Belitung (WS Bangka). Turut hadir dalam acara ini Kepala BBWS Sumatera VIII (Ir. Birendrajana, MT), Walikota Pangkalpinang Bpk. Maulan Aklil, Bpk. Fadhillah Sabri, ST, M.Eng (Ketua Forum DAS Bangka Belitung), para pejabat dan staf serta para anggota TKPSDA WS Bangka.

Dalam sambutannnya, Kabalai BBWS Sumatera VIII Bpk. Birendrajana menyampaikan bahwa bertujuan untuk membahas isu-isu strategis terkait alokasi air, penanganan banjir kota pangkalpinang, dan penataan kawasan bangunan sungai Rangkui. Harapannya adalah dengan dilaksanakannya acara ini dapat berlanjut dan diimplementasikan dalam bentuk nyata sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat serta adanya kerjasama dari semua stakeholder agar mencapai hasil yang lebih optimal.

Resolusi Konflik D.I. Kelingi Tugumulyo

Palembang - Pada hari Selasa, 7 Meil 2019 bertempat di Ruang Rapat BBWS Sumatera VIII dilaksanakan rapat koordinasi penyelesaian masalah pemanfaatan D.I. Kelingi Tugu Mulyo yang areanya berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Musi Rawas sebagai daerah hilir dan kota Lubuklinggau sebagai daerah hulunya.

Rapat ini dimoderasi oleh Direktur Irigasi dan Rawa Dirjen SDA Bapak Ir. Muh. Mazid, ST, Sp.1. ikut hadir dalam acara ini antara lain Kepala BBWS Sumatera VIII sebagai pengelola D.I. Kelingi Tugumulyo, Kolonel Arh. Sonny Setiono, SE (Komandan Rayon Militer 044/Garuda Dempo), Kompol Rahmad Sihotang (Kepolisian Daerah Sumsel), Saiful A. Ibnu (Asisten II Sekretaris Daerah Musi Rawas) dan para pajabat perwakilan dari instansi terkait (Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Dinas PU) dari kedua wilayah tersebut.

Permasalahan pemanfaatan DI Kelingi Tugumulyo timbul akibat konflik antara petani sawah dibagian hilir yang tidak mendapatkan air karena dibagian hulunya air irigasi dimanfaatkan untuk budidaya ikan air deras. Dari kejadian ini timbul berbagai konflik seperti konflik teknis, sosial, lingkungan maupun administrasi.

Permasalahan-permasalahan tersebut berdasarkan rapat akan diselesaikan melalui tindakan-tindakan nyata seperti sosialisasi dari pihak BBWS Sumatera VIII maupun pemerintah daerah, koordinasi bersama antara BBWS Sumatera VIII dan Dinas  misalnya dalam pembuatan peraturan peraturan terkait pemanfaatan D.I Kelingi Tugumulyo, serta koordinasi dengan pihak keamanan terkait agar dapat mencegah meluasnya konflik.

Download BERITA ACARA KESEPAKATAN disini

Kampanye Biopori untuk Generasi Muda

Palembang - Salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi banjir  adalah dengan membuat lubang biopori. Dengan adanya lubang biopori yang diisi dengan sampah organik maka daya resap air akan meningkat. metode inilah yang diedukan oleh BBWS Sumatera VIII kepada anak-anak Sekolah Dasar Negeri 243 Keluarahan Alang-Alang Lebar Palembang.

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke XXVII diikuti oleh Para Pajabat dan Staf BBWS Sumatera VIII. Tujuan dilakukan kegiatan ini diharapkan kepada anak didik untuk bisa diterapkan bukan hanya di sekolahan akan tetapi mereka bisa menerapkannya ditempat lain dan bisa membagikan pembelajaran ini kepada yang lain.

 

Hari Air Dunia ke XXVIII pertama kali ditetapkan dalam Sidang Umum PBB tanggal 22 Maret 1992 pada tahun ini memiliki tema "Leaving No One Behind" dan diadopsi oleh Kementerian PUPR Dirjen SDA menjadi "Semua Harus Mendapat Akses Air" yang mengandung pengertian bahwa semua harus mendapatkan akses air bersih tanpa terkecuali. Untuk BBWS Sumatera VIII telah dilaksanakan rangkaian kegiatan seperti Seminar Nasional Hari Air, Bersih-bersih Sungai dan puncaknya pada hari minggu (29 April 2019) dengan Pembagian Bibit Tanaman yang dilaksanakan di Kambang Iwak Kota Palembang.