Dukung dan Sukseskan Asian Games 2018 di Palembang

Kompleks Jakabaring Sport City di Palembang akan menjadi tuan rumah untuk acara olahraga lainnya. Beberapa rencana telah diajukan untuk menambah dan meningkatkan fasilitas di dalam kompleks ini, termasuk peningkatan kapasitas Stadion Gelora Sriwijaya dari 36.000 menjadi 60.000 kursi yang kemudian dibatalkan, namun malah menurunkan kapasitas menjadi 27.000 setelah memasang kursi di semua tribun bersama dengan promosi dan peningkatan fasilitas lainnya di stadion. Tempat baru di Jakabaring Sport City adalah arena bowling dengan 40 lintasan yang selesai pada akhir Mei 2018. Delapan lapangan tenis tambahan dibangun di kompleks untuk ajang ini. Panjang tempat mendayung dan kano di Danau Jakabaring diperpanjang hingga 2.300 meter bersama dengan fasilitas dayung dan tribun yang dibangun di tepi danau.

 

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Pesta_Olahraga_Asia_2018

MENDIRIKAN BANGUNAN DIATAS SUNGAI MENURUT SUDUT PANDANG AGAMA ISLAM

Ketika hukum islam mulai dibentuk dengan diutusnya Rasullullah SAW, masalah yang berkaitan dengan muamalah masih sangat sederhana karena memang pada saat itu jumlah umat manusia masih belum begitu banyak seperti sekarang ini. Hukum masih dapat menjawab dengan rinci, disamping itu ummat islam dapat bertanya langsung kepada Baginda Rasullullah SAW tentang hukum masalah tersebut.

Namun saat ini perkembangan budaya masyarakat diawal pembentukan hukum islam dengan masa sekarang sudah jauh berbeda, sehingga mengakibatkan muncul kejadian-kejadian yang belum atau berada diluar jangkauan hukum sebagai yang terkodifikasi dalam fiqih-fiqih terdahulu. Salah satu persoalan itu adalah masalah membangun bangunan diatas sungai. Hukum membangun bangunan diatas sungai memang belum termuat didalam kitab-kitab fiqih. Kalaupun ada baru pada tahap anjungan untuk memelihara sungai.

SUNGAI DAN FUNGSINYA Definisi sungai secara umum adalah tempat mengalihnya air dari sumber air menuju ketempat yang lebih rendah (laut) dan biasanya terbentuk secara alami. Dari definisi ini terlihat jenis bahwa fungsi sungai sangat terkait erat dengaan air, karena itu antara sungai dengan air tidak dapat dipisahkan.

Air yang merupakan sumber penghidupan bagi setiap mahluk hidup memiliki fungsi yang dimensional, air berfungsi untuk minum, mandi, mencuci, alat bersuci, menyiram tanaman dan lain sebagainya, melihat kenyataan fungsi air tersebut, maka sungai sebagai salah satu bentuk wadah air berfungsi antara lain sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat yang ada disalam Kitab Suci Al-Qur;an, seperti :

  1. Surat Al Baqorah Ayat 249, sungai berfungsi sebagai sumber air minum yang merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup.
  2. Surat Ibrahim Ayat 32, yang intinya bahwa sungai berfungsi sbagai sarana transportasi untuk kapal-kapal berlayar yang dapat mengangkut orang berpergian ketempat yang dituju.
  3. Surat Al Isra Ayat 91, Surat Al Kahfi Ayat 32 dan Surat Nuh Ayat 12 , sungai berfungsi sebagai sumber kehidupan seperti untuk menyiram tanaman yang ada dikebun dan tempat pertanian lainnya yang sangat bermanfaat bagi manusia.
  4. Surat An Nahl Ayat 15, sungai berfungsi sebagai petunjuk jalan, baik dihulu maupun dihilir sungai tersebut. Kalau kita telusuri sungai maka kita akan sampai ketempat yang akan dituju.
  5. Surat An Naml Ayat 61, Surat Ar Ra’du Ayat 3, sungai difungsikan sebagai kelengkapan sempurnanya lingkungan hidup karena sungai berfungsi sebagai ekosistem yang dapat menjadikan kehidupan terus berjalan secara baik yang sekaligus menunjukan kebesaran Allah SWT sebagai Sang pencipta dan yang harus kita sukuri.

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa : pertama sungai merupakan sumber kehidupan yaitu untuk menampung air minum dan menyirami tanaman; kedua sungai merupakan sarana transportasi dan yang ketiga untuk terjaminnya kelangsungan ekosistem.

 

PENDAPAT ULAMA TENTANG MEMBANGUN BANGUNAN DI SUNGAI dalam kitab Fiqih hanya dibicarakan tentang memelihara sungai, tetapi jarang ditemukan secara langsung hukum tentang membangun diatas sungai. Dimulai dengan keharusan menghidupkan tanah / bumi yang tidak terpakai atau dalam istilah fiqih sering disebut dengan ihya’ulardli al mawan, bahwa dibolehkan menggarap tanah yang tidak terpakai digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat. Tetapi dalam pelaksanaannya apabila ditemukan sungai atau sumur, maka ulama sepakay untuk memelihara sungai atau sumur tersebut agar tetap pada kedudukan dan fungsinya semula.

Memelihara sungai yaitu membuang atau membersihkan apa yang ada atau keluar dari sungai itu berupa endapan, untuk kepentingan pemeliharaan ini, maka bangunan yang ada diatasnya harus digusur meskipun bangunan itu berupa mesjid atau sekolah. Dalam Mazhab Syafi’i dijelaskan bahwa yang dimaksud memelihara sungai adalah membuang tanah dan segala endapannya serta ditimbun ditempat yang cocok. Beberapa pendapat ulama tentang kewajiban memelihara sungai ini menunjukan bahwa membangun bangunan di sungai, dibantaran sungai atau di tepi sungai adalah perbuatan terlarang.

 

HUKUM MENDIRIKAN ANGUNAN DISUNGAI JIKA DIKAITKAN DENGAN KONDISI DITANAH AIR munculnya bangunan diatas atau dibantaran sungai dilatar belakangi oleh beberapa faktor, yaitu :

  1. Meingkatnya jumlah penduduk yang memerlukan lahan sebagai tempat tinggal, sementara ketersediaan tempat tinggal terbatas.
  2. Lemahnya kontrol yang ada, tindakan lebih sering dilakukan setelah bangunan tersebut berdiri dan jika terasa sudah sangat mengganggu, dari pada tindakan pencegahan sebelum bangunan tersebut berdiri.
  3. Lemahnya pemahaman dan kesadaran hukum dimasyarakat, baik terhadap hukum positif maupun hukum islam walaupun mayoritas penduduk kita beragama islam.

Agar hukum membangun diatas sungai lebih terarah, perlu kita tinjau dalam beberapa aspek :

  1. Aspek hak milik dan hak pakai. Ditinjau dari fungsinya, kepemilikan sungai adalah milik umum, tidak mungkin dimiliki secara perorangan, hal ini dilandasi oleh hadis rasullullah SAW, yang artinya dari Abi Kharasy ia berkata ; Rasullullah SAW bersabda “ Orang islam itu bersarikat dalam tiga hal, yaitu air, rumput dan api (hadis Riwayat Ahmad). Hadis ini menjelaskan bahwa air menjadi benda yang harus dimiliki secara bersama, artinya bahwa sumber air tersebut sungai atau sumur/danau secara bersama merupakan suatu keharusan.

Karena sungai dimanfaatkan secara umum atau seluruh individu, maka sungai berada dalam kategori hak milik umum. Menurut ibnu Talmiah “ anugrah alam seperti air, rumput dan api adalah milik bersama atau sosial. Alasannya karena semua itu diberikan oleh Allah SWT secara gratis dan agar semua orang tidak mengalami kesulitan untuk menggunakannya.

Dengan demikian, sungai merupakan milik bersama, menganggap sungai seperti milik pribadi adalah tidak sah karena ada halangan syara’ dan hukumnya haram. Apabila kepemilikan itu dianggap tidak sah, maka membangun bangunan diatasnya sama dengan  membangun bangunan diatas tanah yang bukan miliknya dan perbuatan ini hukumnya haram.

Kalau membangun itu sebagai hak al-manfaah (hak pakai0, akan berhadapan dengan kaidah fiqih, yaitu mendahulukan kepentingan umum ketimbang kepentingan pribadi. Dengan membangun bangunan diatas sungai ada banyak ke maslahatan umum yang terabaikan.

 

Menurut Sopa, ada lima kaidah yang menentukan dilarang atau diperbolehkannya menggunakan hak pakai, yaitu :

  1. Tidak akan mendatangkan kerugian pada orang lain.
  2. Tidak bertentangan dengan tujuan syara’, seperti menghalalkan yang haram atau menghalalkan yang halal.
  3. Tidak menimbulkan bahaya atau kerugian yang lebih besar dari maslahatnya.
  4. Sesuai dengan kelaziman dan tidak menimbulkan kerugian pada orang lain.
  5. Dilakukan dengan hati-hati dan tidak ceroboh yang akan menimbulkan kerugian bagi orang lain meskipun kerugian itu tidak dikehendaki.

Dari kelima rambu-rambu itu hampir seluruhnya termasuk pelanggaran apabila dilakukan pembangunan diatas sungai karena semuanya akan bermuara pada terjadinya kerugian. Membangun diatas sungai dapat menyebabkan penyempitan badan sungai sehingga aliran air akan terhambat, akibatnya akan terjadi banjir, tercemarnya kualitas air disungai akibat limbah rumah tangga dan industri, terjadinya pengendapan disekitar bangunan tersebut yang menyebabkan terhalangnya aliran air sungai. Selain itu rusaknya keindahan alam karena dengan adanya bangunan tersebut akan menimbulkan nuansa kumuh disekitarnya. Dengan melihat banyaknya kerugian yang telah disebutkan diatas, maka membangun bangunan diatas sungai sebagai wujud haq al manfaah adalah tidak sah kalau tetap dilakukan maka hukumnya adalah haram.

  1. Aspek hak murur (hak untuk lewat). Sungai juga berfungsi sebagai sarana lalu lintas yang sangat penting untuk kapal berlayar dari muara sampai ke udik, seperti dikalimanta juga sebagian di Sumatera dimana transportasi air masih bnyak dipakai oleh masyarakat setempat. Jika diatas sungai dibangun bangunan, maka sungai akan menyempit dan terjadi pendangkalan, sehingga transportasi air menjadi terhambat, berarti menghalangi hak murur. Perbuatan ini tentu akan merugikan kepentingan umum, jika ini dilakukan makahukumnya adalah haram.
  2. Aspek sungai sebagai sumber air. Sungai juga berfungsi sebagai sumber air, sedangkan air adalah sumber kehidupan bagi semua makhluk hidup. Air yang mengalir disungai dapat dimanfaatkan untuk air minum, menyiram tanaman dan sebagi habitat berbagai jenis hewan air. Hewan air seperti ikan merupakan sumber makanan bagi manusia, selain itu kehidupan hewan ini membentuk keseimbangan ekosistem bagi alam.

Apabila diatas sungai dibangun akan berakibat terjadinya pencemaran limbah rumah tangga, air akan menjadi kotor dan tidak sehat untuk dikosumsi. Selain itu juga meracuni kehidupan hewan air sekaligus merusak ekosistem alam dan lingkungan. Melihat merugikan tersebut maka membangun bangunan diatas sungai hukumnya adalah haram karena kepentingan pribadi mengalahkan kepentingan umum. Sedangkan membangun dibantaran sungai untuk kepentingan umum dan untuk kepentingan memeliharaan sungai, hukumnya boleh. Karena itu dibolehkan membangun dermaga, jembatan sebagai sarana transportasi umum. Membangun rumah pintu untuk memompa air ketempat-tempat yang memerlukan, tetapi bangunan dan segala aktivitasnya tersebut tidak boleh mencemari air sungai dan kelancaran air yang mengalir disungai dan ini sesuai juga dengan hukum positif yang ada dinegara kita.

Terkait dengan pencemaran air sungai, maka perlu dilakukan pencegahan terhadap hal-hal berikut ini :

  1. Jangan membuang kotoran, bangkai, sampah kesungai, oleh karena itu dilarang membuat WC diatas sungai;
  2. Jangan menebang pohon-pohon yang ada dihulu sungai dan disepanjang aliran sungai;
  3. Jangan membuang limbah industri baik dalam bentuk cair maupun padat yang belum diolah yang akan mengakibatkan terjadinya pencemaran air sungai.

Jika masih dilakukan kegiatan tersebut diatas, berarti telah membuat kerusakan, hal ini tidak sesuai dengan peringatan Allah SWT dalam Surat Al-Qashas ayat 77 yang artinya sebagai berikut “Dan carilah apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”. Ayat ini secara jelas melarang orang untuk melakukan perbuatan merusak dalam bentuk apapun dipermukaan bumi ini. Kenyataan yang ada bahwa mendirikan bangunan diatas sungai atau ditepi sungai selalu menimbulkan kerusakan pada fungsi sungai tersebut baik oleh karena bangunan  itu secara langsung termasuk aktivitas dari orang yang berada dibangunan itu. Karena itu mendirikan bangunan diatas sungai bertentangan dengan ayat tersebut dan hukumnya adalah haram, oleh karna itu mengingat mayoritas penduduk dinegara kita beragama islam dan sangat berkepentingan dengan keberadaan sungai yang bersih dan sehat, mungkin perlu ada fatwa dari para ulama atau paling tidak disampaikan pada saat khotbah dimesjid agar masyarakat dapat menjaga sungai-sungai yang berada disekitarnya (disari dari berbagai sumber).

MONITORING RENCANA PEMBANGUNAN PLTM BENDUNG PERJAYA

Bendung Perjaya yang terletak di desa perjaya Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan merupakan salah satu bendung terindah di indonesia. Berada pada posisi 104020’ Bujur Timur – 104055’ Bujur Timur dan 3055’ Lintang Selatan – 4020’ Lintang Selatan, jarak dari Kota Palembang sekitar 200 km atau dapat ditempuh dengan jaran darat sekitar 5-6 jam.

Bendung Perjaya merupakan bagian dari prasarana daerah irigasi komering, Sungai Komering yang merupakan anak Sungai Musi dibendung sehingga airnya dapat mengairi Derah Komering, Daerah Macak, Daerah Belitang, Daerah Bahuga, Daerah Mucak Kabau, Daerah Lempuing di Provinsi Sumatera Selatan dan Daerah Tulang Bawang di Provinsi Lampung. Total luas daerah irigasi yang dapat dibuka nantinya mencapai sekitar 120.000 ha, saat ini yang baru dibuka sekitar 70.000 ha. Daerah ini juga merupakan  salah satu pendukung lumbung pangan di Provinsi Sumatera Selatan selain daerah rawa dipantai timur provinsi tersebut, sehingga Provinsi Sumatera Selatan mendapat predikat lumbung pangan nasional ke-lima di-Indonesia.

Selain untuk irigasi, Bendung Perjaya belakangan ini juga dimanfaatkan untuk tujuan rekreasi baik dari luar maupn dalam kota, terlebih pada saat hari-hari libur nasional. Lokasinya masih sejuk dan asri, bisa memandang alamnya yang indah sambil memancing ikan. Disekitar lokasi bendung juga sudah bnyak pedagang yang menjual aneka buah-buahan, demikian juga dengan pedagang ikan yang menjual ikan segar dari sungai, seperti gabus, seluang, patin, dan sebaginya.

Bendung Perjaya beserta prasarana irigasinya ternyata juga punya potensi untuk energi listrik terbarukan dengan pemanfaatan daya air yang ada. Pada saluran sekundernya dalam waktu dekat ini akan dibangun PLTM dengan daya listrik sebesar 1,4 MW oleh pihak swasta. Bahkan Bendung Perjaya termasuk salah satu pilot project yang didanai oleh Pemerintah Austria berupa kegiatan Perjaya Low Head Utilisation Pilot Project. Baru-baru ini dimulai dari tanggal 7-9 Juni 2017 telah berkunjung kelokasi  Bendung Perjaya lintas instansi terkait untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, seperti dari  Kemenko Ekonomi, Bappenas, Kemen PUPR, Kemen ESDM dan Andrits Hydro untuk melakukan kegiatan Monitoring Rencana Pembangunan PLTM Bendung Perjaya. Setelah semua administrasi terpenuhi seperti pembuatan kerangka acuan, struktur kerja dan financial prosedure telah disepakati akan dilanjutkan dengan kegiatan Pre-Feasibility Study, sehingga dapat dihasilkan kesimpulan apakah kegiatan ini dapat dilanjutkan atau tidak. Dari hasil kajian yang telah dilakukan, diperkirakan potensi energi yang akan dihasilkan nantinya sebesar 5 MW.

KENAPA KEKUATAN MESIN MEMAKAI ISTILAH TENAGA KUDA ?

Hourse Power (HP) atau disebut juga Tenaga Kuda biasanya digunakan dalam satuan ukuran industri otomotif. Kenapa dipakai istilah Tenaga Kusa, pada hal masih binatang lain yang tampilan fisiknya lebih kekar/kuat dari pada kuda? Tenaga Kuda menjadi acuan seberapa besar tenaga yang dihasilkan oleh satu unit mesin.

Pernah dengar istilah Watt (W) ? Ya, Watt juga merupakan salah satu satuan daya. Daya Kuda atau tenaga kuda adalah salah satu unit pengukuran dayayang pada umumnya setara dengan 735,5 hingga 745,7 Watt. Umumnya penggunaan satuan daya yang paling populer menggunakan Watt. Hampir disetiap barang elektronik dan pompa menggunakan satuan Watt untuk menunjukan daya input dan outputnya.

Pemakaian tenaga kuda bermula dari penemuan mesin uap oleh James Watt pada tahun 1763. Ia pertama kali memperkenalkan mesin uap tahun 1777, setelah itu ia mulai mengembangkan teknologi mesin uap agar lebih mudah dikenal masyarakat. Saat itu kuda (horse) merupakan hewan pengangkut dan menjadi alat transportasi utama, hal ini lah yang mendasari terciptanya sebutan Tenaga Kuda atau kadang disebut juga dengan Daya Kuda. Masalahnya kuda memiliki fisik yang terbatas dan mesin uap diciptakan bertujuan untuk menciptakan Kuda tersebut.

Perkembangan mesin uap menjadikan alasan untuk membandingkan kemampuan mesin uap dan kuda, sumber daya tarik yang biasa digunakan pada waktu itu. Watt setuju untuk mendapatkan royalty sepertiga dari penghematan batu bara sebagai akibat penggantian mesin uap Newcomen yang lama dengan mesin uapnya yang baru. Skema royalty ini tidak bisa digunakan pada konsumen yang tidak menggunakan mesin uap melainkan Kuda. Kemudian James Watt menciptakan formulasi khusus untuk menghitung tenaga mesin tunggal untuk dibandingkan dengan Kuda. Hasilnya ia menemukan bahwa seekor kuda mampu memutar alat penggiling sebanyak 144 kali dalam satu jam atau 2,4 kali dalam satu menit. Radius dari roda yang berputar adalah 12 kaki, sehingga kuda bergerak sejauh 2,4 x 2pi x 12 kakidalam satu menit. Watt yakin bahwa seekor kuda mampu menarik dengan gaya 180 pound, sehingga : Daya = Usaha/Waktu = (Gaya X Jarak) / Waktu = (140 lbf)(2,4 X 2  X12 ft) / 1 min = 32,572 ft. Lbf/menit, dibulatkan nilainya mrnjadi 33.000 kaki pound per menit.

James Watt melalui eksperimennya pada kuda yang bekerja ditempat pembuatan bir, menemukan bahwa kuda mampu menghasilkan 32.400 kaki pound per menit. Demikian sekilas tentang penamaan satuan ukuran daya.

PESONA PEMANDANGAN ALAM DANAU RANAU

Bersama dengan adanya pertemuan rembug bareng Pengelolaan dan Penyelamatan Danau Ranau, tim redaksi kami berkesempatan ikut serta field day mengelilingi dabau tersebut. Menurut sejarah yang ada, danau ini tercipta karena adanya gempa besar dan letusan gunung berapi yang membuat cekungan besar. Danau yang terletak tidak jauh dari Pegunungan Bukit Barisan ini berada pada koordinat 4051’45’’ LS dan 103055’50’’ BT. Danau Ranau merupakan danau terbesar kedua setelah Danau Toba di Sumatera Utara. Danau ini terletak diperbatasan antara Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Lampung, tepatnya diperbatasan antara Kabupaten OKU Selatan dan Kabupaten Lampung Barat.

Danau Ranau merupakan danau tektonik/danau vulkanik, Aliran utama berasal dari Sungai Warkuk dan aliran keluar menuju Sungai Selabung yang merupakan salah satu dari anak sungai Komering. Dari aliran sungai ini lah sumber utama untuk mengairi Daerah Irigasi Komering yang terletak di Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Way Kanan Provinsi Lampung. Luas permukaan danau ini 125,9 km2 dengan kedalaman rata-rata 174 m serta kedalaman maksimum 229 m. Volume air yang ada sekitar 21,95 km3, letaknya 540 m diatas permukaan laut. Secara geografis topografi Danau Ranau adalah merupakan perbukitan yang berlembah, hal ini menjadikan udara disekitar danau ini terasa sejuk dan segar.

Danau Ranau tidak hanya untuk kebutuhan air irigasi saja, namun berpotensi untuk kegiatan pariwisata alam karena pemandangan disekitarnya sangat indah, luas dan udaranya yang menyejukan cocok untuk menghilangkan kepenatan di Kota akibat beban pekerjaan sehari-hari. Banyak objek wisata disekitar danau ini, selain kita dapat menikmati indahnya pemandangan alam Gunung Seminung dan birunya air danau juga ada tempat wisata lainnya seperti Pulau Mariza yang berada ditengah danau, pemandian air panas yang mengandung belerang dan air terjun Subik Tuha. Masyarakat setempat percaya mandi ditempat ini bisa menyembuhkan penyakit, terutama penyakit kulit. Selain pemandangan alam, juga dapat dilihat hamparan sawah yang luasdan menghijau serta kebun kopi milik rakyat. Untuk menuju pulau tersebut tersedia transportasi berupa perahu motor melalui Dermaga Banding Agung atau Dermaga PT. Pusri dengan harga tiket yang cukup murah dan dapat dijangkau.

Danau Ranau dapat dicapai dari kota muara dua ibukota Kabupaten OKU Selatan melalui jalan darat sekitar 1,5 jam atau dari Kota Palembang sekitar 8 jam. Juga dapat dicapai melalui jalan darat dari kota Liwa ibukota Kabupaten Lampung Barat sekitar 1 jam atau dari Bandar Lampung sekitar 6 jam. Walaupun cukup jauh, tetapi akses jalan menuju lokasi tersebut cukup bagus. Bagi yang ingin bermalam disana juga tersedia penginapan yang representatif seperti Villa PT. Pusri yang terletak persis ditepi Danau Ranau, untuk mendapatkan view yang bagus dapat memesan kamar type cottage. Selain itu juga terdapat Mess air terjun serta beberapa hotel dan penginapan lainnya sekelas bintang dua dengan sewa kamar yang masih bisa dijangkau, juga tersedia kuliner yang nikmat dan lezat. Memang belum ada sarana transportasi udara disaerah ini, namun di Desa Banding Agung di Kabupaten OKU Selatan sudah terdapat bandara perintis tetapi masih dalam kajian instansi terkait untuk perpanjangan landasan pacuannya/runway menjadi 1600 meter agar dapat didarati leh pesawat sejenis ATR, demikian pula Bandara Taufik Kiemas di Liwa Kabupaten Lampung Barat. Setiap liburan akhir tahun atau hari libur nasional Kawansan Wisata Danau Ranau banyak dikunjungi oleh wisatawan, karena keindahan alamnya yang luar biasa dan tidak ada didaerah wisata lainnya.

Didesa Lumbok Siminung juga telah dibangun tourism center oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat, ditempat ini terdapat gardu pandang yang dapat melihat keadaan Danau Ranau sejauh mata memandang. Tidak jauh dari tmpat ini kita dapat menyaksikan peternakan ikan yang diusahakan oleh penduduk setempat. Selain itu bagi yang hobi olahraga air, didanau ini juga sangat cocok untuk melampiaskan kegemarannya tersebut. Demikian juga yang hobby outbond kawasandisekitar Danau Ranau sangat strategis. Selamat menikmati semoga berkesan.

JK DAN BASUKI TINJAU JALAN TOL DAN KOLAM JAKABARING

Wakil Presiden Yusuf Kalla beberapa bulan yang lalu melakukan kunjungan kerja ke proyek strategis nasional di Kota Palembang, kunjungan dimaksud adalah dalam rangka melihat langsung kemajuan proyek tersebut seperti pembangunan Light Rapid Transit (LRT) yang menghubungkan ruas dari Bandara Sultan Macmud Badaruddin II ke OPI Mall Jakabaring, pembangunan jalan tol yang menghubungkan Palembang-Indralaya sepanjang 22 km serta peningkatan Kolam Dayung Jakabaring.

Semua proyek-proyek termasuk akan diperuntukan untuk menunjang kelancaran event olahraga Asian Games Ke XVIII yang rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2018 mendatang. Dalam kunjungan tersebut Wakil Presiden didampingi oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin beserta pejabat terkait lainnya. Sementara itu menteri Pekerja Umum Dan Perumahan Rakyat (PUPR) Muhammad Basuki Hadimulyono sepanjang Rabu tanggal 24 mei 2017 bersama Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga meninjau sejumlah proyek infrastruktur di kota Palembang, Sumatera Selatan. Selain memantau perkembangan kegiatan di Komplek Olahraga Jakabaring seperti perluasan kolam dayung yang akan berstandar internasional untuk dipakai pada Asian Games 2018 mendatang, juga meninjau proyek jalan tol Plaembang – Indralaya (Palindra), KayuAgung-Palembang Betung (Kapal Betung) dan proyek kereta ringan (LRT). Pada edisi ke-dua majalah ini beberapa bulan lalu kami telah membahas secara panjang lebar proyek LRT ini dimana ada ruas sepanjang 445 meter nantinya akan melayang melintas diatas sungai musi disamping Timur dari Jembatan Ampera.

Untuk proyek jalan tol Palembang – Indralaya (Palindra) sepanjang 22 km sebagian diantaranya sudah bisa dilalui bagi pengendara yang akan menggunakan jalan lintas timur Sumatera dari arah Lampung menuju Jambi atau sebaliknya. Layaknya seperti jalan tol yang ada, saat ini disejumlah titik sudah mulai dipasang rambu-rambu lalu lintas. Dijalan pangkal tersebut juga sudah berdiri gerbang tol yang cukup megah. Menteri Basuki memastikan pengerjaan jalan tol Palembang-Indralaya (Palindra) terus mengalami kemajuan. Pada saat arus mudik lebaran beberapa waktu lalu, seksi 1 yang meliputi ruas Palembang – Pemulutan sepanjang 8,5 km sudah bisa dilalui oleh Pemudik dilintas timur Sumatera. Sedangkan secara keseluruhan proyek ini meliputi 3 seksi akan tuntas pengerjaannya pada bulan November 2017 nanti.

Secara keseluruhan realisasi tol Palindra mencapai sekitar 52% lebih, berdasarkan data yang kami peroleh per tanggal 20 mei 2017 seksi 1 mengalami kemajuan pesat sebesar 88,12%, sekai 2 pemulutan- KTM sebesar 4,74% dan seksi 3 (KTM-Indralaya) sebesar 63,2%. Sebagaimana dijelaskan oleh kontraktor PT. Waskito Karya pengerjaan proyek jalan tol ini dalam pelaksanaannya dilapangan mengalami berbagai hambatan, seperti : persoalan ganti rugi lahan dan kondisi hujan yang terus menerus turun akhir-akhir ini. Hambatan lainnya adalah jalur tol yang sebagian besar berada diatas tanah rawa gambut dalam dan dangkal. Ruas tol Palindra adalah bagian dari Trans Sumatera, saat ini juga sedang dikerjakannya tol Pelabuhan Bakauheni, toll Medan-Binjai dan tol Medan-Kualanamu dan Tebing Tinggi. Jika semua sudah selesai nanti, Palembang-Bandar Lampung dapat ditempuh Pulang pergi  pada hari yang sama demikian juga dengan Palembang Jambi.

MENGUKUHKAN PREDIKAT SEBAGAI LUMBUNG PANGAN NASIONAL

Sebagai salah satu Provinsi yang mengandung predikat sebagai lumbung pangan nasional ke lima, Provinsi Sumatera Selatan terus berpacu untuk membangun infrastruktur di bidang sumber daya air. Oleh karena itu Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII sebagai institusi yang diberi tugas dalam membangun infrastruktur sumber daya air bertekad untuk terus mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mencapai tujuan tersebut. Provinsi Sumatera Selatan dengan luas sekitar 87.017,41 km2 dan total jumlah penduduk sekitar 10.675.862 jiwa ini, terdiri dari 17 kabupaten/kota saat ini terus berkembang dan memacu pertumbuhan ekonomi yang meningkat dari tahun ketahun, pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi sebesar 5,03 % meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang hanya sebesar 4,42 %.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Selatan Ir. Erwin Noor Wibowo yang kami peroleh dari berita nasional, produksi padi ditahun 2016 diperkiraka mencapai 5,4 juta ton gkg atau melampaui target yang ditetapkan sebesar 4,8 juta ton gkg, ini akan menuju surplus beras sebesar 2,5 juta ton. Dikatakan daerah yang menjadi sentra produksi beras di Provinsi Sumatera Selatan antara lain Kabupaten Banyuasin, OKU Timur, OKI dan Kabupaten Musi Rawas.

Luas lahan sawah yang perlu dikembang kan dan dipertahankan  di Provinsi Sumatera Selatan untuk mendukung Program Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan seluas 752.150 ha. Seluas 238.974 ha merupakan lahan yang sementara ini tidak diusahakan dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sawah baru, sedangkan pada lahan yang baru satu kali tanam (IP 100) seluas 399.521 ha, yang dapat dikembangkan menjadi dua kali tanam (IP 200) seluas 155.322 ha.

Selain itu untuk mendukung program 1 juta pembangunan daerah irigasi baru dan 3 juta rehabilitasi daerah irigasi, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII juga akan membangun beberapa daerah irigasi, seperti DI. Komering di kabupaten OKU Timur; DI. Air Lakitan di Kabupaten Musi Rawas serta DI. Lematang di Kota Pagaralam. Sedang untuk rehabilitasi daerah irigasi menyebar di beberapa kabupaten serta daerah-daerah rawa di pantai timur Provinsi Sumatera Selatan.

JEMBATAN LRT MELINTASI SUNGAI MUSI

Karena Kota Palembang dibelah Oleh Sungai Musi sehingga pembangunan jalur LRT pun harus melintasi sungai tersebut. posisi jembatan ini persis berada disisi timur Jembatan Ampera yang menghubungkan Kampung 7 Ulu dan Kampung 16 Ilir. menurut kepala proyek Pembangunan Jembatan LRT Sungai Musi Ir. Asmo Budi M Progres pembangunannya saat ini baru mencapai 20%. Jeembatan LRT ini panjangnya sekitar 445 meter, terdapat delapan pilar penyanggah jembatan empat diantaranya berada di Sungai Musi.

KONTRIBUSI LRT UNTUK MENGATASI KEMACETAN DI KOTA PALEMBANG

Dngan adanya LRT nanti diharapkan dapat mengurangi volume kendaraan yang beredar dikota Palembang.  Buruknya layanan transportasi umum membuat masyarakat memilih menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini disebabkan karena rendahnya tingkat kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu dan kedisiplinan berkendaran. Diharapkan dengan adanya LRT nanti hal tersebut diatas dapat dihilangkan, sehingga masyarakat tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi bila kenyamanan layanan sudah berkualitas tinggi sementara harga yang dibayarkan lebih ekonomis. LRT akan mengubah banyak hal di Kota Palembang, seperti perubahan budaya bertransportasi,perubahan gaya hidup,  munculnya sentra ekonomi baru. Mudah-mudahan pembangunan LRT ini dapat selesai lebih cepat sehingga kemacetan yang selama ini dirasakan oleh masyarakat Kota Palembang segera sirna dan visi untuk menjadikan Kota Palembang sebagai kota internasional segera terwujud.

PEMBANGUNAN LRT KOTA PALEMBANG

Dalam rangka menyambut Asian Games XVIII tahun 2018 mendatang di kota Palembang, saat ini sedang dibangun Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan yang akan menghubungkan Bandar Udara Sultan Mahmud Badarudin II dengan Komplek Olahraga Jakabaring atau sepanjag 24,5 km. Semula yang akan dibangun adalah monorel, karena dianggap kurang ekonomis maka dipilihlah LRT. Selain itu LRT juga dibangun sebagai alternatif transportasi umum untuk mengatasi terjadinya kemacetaan total kendaraan bermotor yang diperkirakan akan terjadi pada tahun 2019 sebagai mana dikemukakan oleh Gubernur Sumatera Selatan Alex Nurdin didepan Tim dari Bappenas beberapa waktu yang lalu.

Presiden joko widodo telah mengeluarkan Perpres Nomor 116 Tahun 2015 Tentang Percepatan penyelenggaraan kereta api ringan di Sumatera Selatan  tanggal 20 Oktober 2015. Menurut Perpres tersebut, Pemerintah menugaskan kepada PT. Waskita Karya Tbk untuk membangun prasarana LRT termasuk kontruksi jalur layang, stasiun dan fasilitas operasi.

Ada 13 stasiun dan satu depo pada jalur LRT ini, yaitu : Stasiun Bandra SMB II; Asrama Haji; Talang Buruk; RSUP; Simpang Polda; Demang Lebar Daun ; Palembang Icon; Dishub; Pasar Cinde; Ampera; Pltabes; Jakabaring dan OPI Mall serta Depo LRT.

Pelaksanaan pemasangan tiang pancang telah dimulai pada akhir November 2015 yang lalu. Dari informasi yang ada, kegiatan ini sempat terkendala karena sebagian besar material harus didatangkan dari pulau jawa terutama batu pecah, karena disekitar Kota Palembang tidak terdapat bukit yang mengandung batuan yang ada hanya semen. Namun dengan kerjasama berbagai pihak kendala tersebut dapat diatasi, diharapkan pada tahun 2018 mendatang LRT ini sudah bisa beroperasi. Untuk ukuran Kota Palembang, LRT ini adalah proyek yang prestisius karena belum ada kota lain di Indonesia yang terbukti sukses memiliki LRT.

LRT sebenarnya bukan moda transportasi baru, negara tetangga seperti Singapura saat ini sudah terdapat tiga rute LRT sedang Kuala Lumpur sudah ada lima rute LRT. Secara kasat mata LRT sama dengan moda transportasi lain berbasis rel, seperti MRT arau KRL karena digerakkan oleh aliran listrik dari bagian atas. Perbedaannya dari sisi daya angkut, kapasitas LRT lebih kecil dari MRT ataupun KRL. Rangkai gerbong LRT maksimal tiga kereta dengan daya angkut per rangkaian sekitar 600 orang penumpang sedang MRT adalah kereta dengan maksimal rangkainan enam gerbong dengan angkut per rangkaian sekitar 1900 orang. Kapasitas angkut terbanyak adalah KRL dengan rangkaian 8 hingga 10 kereta serta dapat mengangkut sekitar 2000 penumpang per rangkaian. Perbedaan lainnya adalah soal perlintasan, Kalau KRL melaju diatas lintasan, kalau KRL melaju diatas tanah, jalur MRT melaju didalam tanah sedang LRT melaju dijalur layang.