Kampanye Biopori untuk Generasi Muda

Palembang - Salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi banjir  adalah dengan membuat lubang biopori. Dengan adanya lubang biopori yang diisi dengan sampah organik maka daya resap air akan meningkat. metode inilah yang diedukan oleh BBWS Sumatera VIII kepada anak-anak Sekolah Dasar Negeri 243 Keluarahan Alang-Alang Lebar Palembang.

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke XXVII diikuti oleh Para Pajabat dan Staf BBWS Sumatera VIII. Tujuan dilakukan kegiatan ini diharapkan kepada anak didik untuk bisa diterapkan bukan hanya di sekolahan akan tetapi mereka bisa menerapkannya ditempat lain dan bisa membagikan pembelajaran ini kepada yang lain.

 

Hari Air Dunia ke XXVIII pertama kali ditetapkan dalam Sidang Umum PBB tanggal 22 Maret 1992 pada tahun ini memiliki tema "Leaving No One Behind" dan diadopsi oleh Kementerian PUPR Dirjen SDA menjadi "Semua Harus Mendapat Akses Air" yang mengandung pengertian bahwa semua harus mendapatkan akses air bersih tanpa terkecuali. Untuk BBWS Sumatera VIII telah dilaksanakan rangkaian kegiatan seperti Seminar Nasional Hari Air, Bersih-bersih Sungai dan puncaknya pada hari minggu (29 April 2019) dengan Pembagian Bibit Tanaman yang dilaksanakan di Kambang Iwak Kota Palembang.

Pasar Murah HAD 2019 Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441

Palembang – Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke XXVII dan menyambut hadirnya bulan Ramadhan 1441 Ha serta hari Kartini tahun 2019, Paguyuban Ibu-Ibu Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII mengadakan pasar murah yang ditujukan untuk karyawan dan karyawati BBWS Sumatera VIII yang berlangsung di Halaman Belakang BBWS Sumayera VIII.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BBWS Sumatera VIII Ir. Birendrajana, MT. yang didampingi oleh Kabag TU Ir. Mahipal, MM beserta para pejabat lainnya. Dalam penjelasannya Ketua Panitia, Ibu  Rosidah Ali Cahyadi mejelaskan bahwa tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk membantu PNS BBWS Sumatera VIII khususnya golongan I dan II serta Non PNS dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan serta meningkatkan tali silahturahmi antar pegawai.

 

Dalam acara ini dibagikan 350 paket untuk pegawai yang terdiri dari sembako seperti, beras, gula, minyak goreng dan sebagainya. dalam kegiatan ini juga terdapat stand yang menjual produk-produk khas daerah yang menjadi wilayah kerja BBWS Sumatera VIII serta stand produk lainnya.

Kepala BBWS Sumatera VIII Apresiasi Juru Jaringan Irigasi Rawa Teladan 2018

Palembang – Pada hari Selasa, 29 Januari 2018 Kepala BBWS Sumatera VIII Ir. Suparji, S.ST, MT menerima dan menyerahkan hadiah kepada pemenang Juru Jaringan Irigasi Rawa Teladan yang telah mengikuti Lomba OP Tingkat Nasional pada tahun 2018. Untuk BBWS Sumatera VIII, pemenang tersebut diperoleh oleh Bpk. M. Ilyas yang berhasil meraih juara ke 3 mengungguli 9 provinsi lain yang mengikuti Juru Jaringan Irigasi Rawa Teladan. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Bpk. Media Ramadhan, ST, MT (Kepala Bidang OP BBWS Sumatera VIII), Ibu Florentina (Kepala Satker OP), Ibu Nenny Rochaenita (Kepala Seksi Pelaksanaan OP) dan para staf lainnya. Selain Bpk. M. Ilyas, Kepala BBWS Sumatera VIII juga beraudiensi dengan Tim Delta Telang (Wilayah Pengamat III) yang juga mengikuti lomba selain bpk. M. Ilyas yaitu Bpk. Ahmad Fauzi (Pengamat III), Bapak. Khalid Mahmudi (Juru Perairan ) dan Bpk. Suyoto (Juru Perairan). Pada tahun 2017 Bpk. Ahmad Fauzi menjadi Juara I dalam lomba Pengamat Jaringan Rawa, sehingga dengan pencapaian selama 2 tahun ini pihak BBWS Sumatera VIII merasa bersyukur sekaligus bangga.

Dalam kata sambutannya, Bpk. Suparji menyampaikan kebanggaannya kepada Tim Delta Telang yang telah berhasil meraih juara dalam 2 tahun berturut-turut. Meskipun tahun ini  belum berhasil meraih juara pertama, tetapi dengan pengalaman yang telah diperoleh, kemauan untuk memberbaiki diri dan tidak cepat puas dengan pencapaian tahun ini maka menjadi juara I untuk tahun 2019 ini akan sangat mungkin untuk diraih.

Sebagai bagian dari balai, pengelola irigasi akan dibina dalam bentuk lembaga PTGA atau Penyuluhan Tataguna Air. Dalam PTGA pengelola irigasi seperti pengamat dan juru perairan akan dibina dan ditingkatkan kualitasnya sehingga kedepannya dapat melakukan pengelolaan irigasi secara efektif dan efisien. Hasil akhir yang diharapkan tentu saja berupa peningkatan produktifitas pertanian yang menjadi program pemerintah untuk saat ini.

Menyinggung masalah mekanisasi pertanian seperti adanya pompanisasi di saluran-saluran irigasi, Kepada BBWS Sumatera VIII menyampaikan pada prinsipnya hal tersebut boleh-boleh saja dengan syarat tidak merubah dimensi saluran yang telah dibuat oleh balai. Tetapi Kepala BBWS Sumatera VIII menyatakan pendapatnya bahwa mekanisasi akan berakibat pada tingginya biaya operasional, yang lebih baik adalah irigasi yang berbasiskan gravitasi yang tentu saja sangat efisien.

Harapan dari Bpk. Suparji adalah agar para pemenang untuk tidak berpuas diri, sehingga tahun depan dapat menjadi juara I, kemudian untuk selalu guyub dan rukun dalam lingkungan serta membina kerjasama antar anggota dan pengelola baik dari PUPR ataupun dari pertanian agar dapat mewujudkan peningkatan produksi pertanian yang akan mensejahterakan masyarakat.

Bapak M. Ilyas sebagai pemenang Juru Pengamat Irigasi Teladan menyampaikan bahwa beliau sudah mengikuti lomba ini sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2017 dan 2018. Untuk tahun 2018, beliau menyatakan bahwa awalnya dia kecewa karena pada saat penilaian presentasi yang dilakukan di Kupang tanggal 20 Juli 2018 timnya hanya menempati urutan kelima, padahal mereka merasa bahwa apa yang mereka paparkan sudah sangat baik dan berada diatas peserta lain. Melihat kondisi itu, Pak Ilyas dan tim berusaha memperbaiki nilai mereka saat dilakukan penilaian lapangan oleh para juri. Hal tersebut dapat terbukti dengan membaiknya peringkat mereka dari peringkat lima menjadi juara ketiga. Atas keberhasilan tersebut, bapak Ilyas mengucapkan terima kasih kepada pihak BBWS Sumatera VIII atas dukungan yang telah diberikan baik moril dan materiil.

Atas keberhasilan Bpk. M. Ilyas, Direktorat Bina OP selaku penyelenggara lomba melalui BBWS Sumatera VIII mengapresiasi kemenangannya dengan memberikan 1 (satu) unit motor trail 150cc untuk digunakan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Lomba OP tingkat Nasional diselenggarakan oleh Direktorat Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumberdaya Air ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap insan pengelola sumber daya air dalam melaksanakan kegiatan OP, mendorong peningkatan pelayanan, meningkatkan pemahaman, perhatian dan komitmen pimpinan terhadap pelaksanaan kegiatan OP. Selain itu lomba ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada masyarakat, khususnya komunitas peduli sungai untuk terus bersama-sama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menjaga lingkungan sungai dan sekitarnya.

Lomba yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya ini terdiri dari beberapa kategori, yaitu (1) Lomba/Pemilihan OP Daerah Irigasi (Permukaan); (2) OP Jaringan Irigasi Permukaan & Irigasi Rawa Teladan; (3) OP Irigasi Partisipatif P3A; (4) Komunitas Peduli Sungai. Juga kategori (5) Pemilihan Unit Pengelola Bendungan, dan (6) Petugas OP Bendungan Teladan. (SISDA BBWSS 8)

Peningkatan Akses Air Bersih Masyarakat dengan Air Baku Lubuk Raja

Baturaja – Meningkatkan kualitas hidup manusia adalah bagian dari Nawacita yang dicanangkan oleh Pemerintah, Salah satu wujud peningkatan kualitas hidup adalah meningkatnya akses air bersih kepada masyarakat, Hal inilah yang dilakukan Kementerian PUPR dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera 8 (BBWSS 8) bersama pemerintah daerah dalam upaya penyediaan akses air bersih kepada masyarakat.

 

Bertempat di Desa Lekis Pajo Kec. Lubuk Raja Kab. OKU Prov. Sumsel pada hari Senin (21 Januari 2018) telah dilakukan peresmian Sarana Air Baku Lubuk Raja yang dilakukan oleh Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs. H. Kuryana Azis, Kepala BBWSS 8 Bapak Ir. Suparji, S.ST, MT, Kapolres Kab. OKU, AKBP Dra. Ni Ketut W. Sulandari, dan Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bpk. Bayu Pramesti, SH. Turut hadir pula dalam peresmian tersebut yaitu Sekretaris Daerah Kab. OKU Bpk. Dr. Ahmad Tarmizi, MT, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJPA Lukman Hakim, ST. MT, Kasarker SPAM Prov. Sumsel Sopan ST. MT dan PPK Air Baku Agus Saputra, ST.

 

Dalam sambutannya, Ir. Suparji S.ST. MT mengatakan bahwa air bersih merupakan salah satu sektor pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Pemerintah berupaya untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat terutama didaerah pedesaan. BBWS Sumatera VIII bekerjasama dengan instansi terkait terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih. Kepala BBWSS 8 mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Bupati OKU dan para jajarannya dikarenakan bantuan dari pemerintah Kabupaten maka kegiatan pembangunan Air Baku Lubuk Raja dapat terlaksana dengan baik dan diselesaikan sesuai waktunya.

 

Sarana Air Baku Lubuk Raja dibangun oleh Kementerian PUPR melalui BBWS Sumatera VIII dengan dana APBN sebesar Rp. 13,08 milyar. Sarana Air Baku ini berupa 1 (satu) unit intake dengan menggunakan pompa submersible sebanyak 2 unit. Kapasitas air baku tersebut sebesar 60 l/detik dengan sumber air berasal dari Sungai Ogan. BBWSS 8 membangun intake dan pipa transmisi sepanjang 5.568 meter, pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Satker PSPAM Ditjen Cipta Karya dengan membangun IPA dan pipa distribusi utama. Pemkab. OKU kemudian membangun pipa distribusi kepada masyarakat untuk 5.000 SR. (SISDA BBWSS8)

Komisi 3 DPRD Bangka Tengah Mengunjungi BBWS Sumatera VIII

Palembang – Kepualuan Bangka Belitung terkenal sebagai penghasil timah potensi wisata dengan keindahan pantai pasir putih. Salah satu pantainya adalah Pantai Penyak berlokasi di Kabupaten Bangka Tengah. Pantai Penyak berada persis ditepi jalan nasional menuju Kota Koba Kabupaten Bangka, hempasan ombak dan pantai dapat mengikis ruas jalan serta pemukiman masyarakat setempat. Dalam hal ini, BBWS Sumatera VIII mendapat kunjungan kerja dari KOmisi III DPRD Bangka Tengah guna menyelesaikan masalah yang ada.

Pada Hari Jumat, 25 Januari 2018, BBWS Sumatera VIII mendapat kunjungan dari Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Tengah. Maksud dan tujuan kunjungan kerja mereka terkait permasalahan yang ada di Pantai Penyak. Masyarakat menyampaikan kepada BBWS SUmatera VIII bahwa pengaman pantai di Pantai Penyak belum seluruhnya selesai masih ada sekitar 15 km sampai ke desa terentang. Masyarakat khawatir jika tidak dibangun pengaman pantai kembali akan berdampak ke permukiman dan fasilitas umum yang ada disekitar dikarenakan ombak laut sering menghepas ruas jalan dan sewaktu-waktu bisa merusak permukiman masyarakat setempat.

Menanggapi permintaan tersebut,  Kepala BBWS Sumatera VIII menyampaikan bahwa memang pengaman pantai yang dibangun pada tahun 2017-2018 telah selesai pembangunannya secara keseluruhan akan tetapi untuk tahun ini prioritas pembangunan diarahkan untuk menunjang ketahanan pangan antara lain pembangunan bendungan untuk irigasi, pengembangan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan ini.

Tahun ini Pembangunan Pengaman Pantai Penyak (lanjutan) sementara tidak dikerjakan karena kita prioritaskan pembangunan pada penjelasan diatas. mungkin tahun depan bisa kita lanjutkan karena Detail Desainnya (DED) sudah ada akan tetapi realisasi pembangunan pengaman pantai penyak akan dikerjakan tahun depan, mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan kita wujudkan tahun depan. (SISDA BBWSS8)

 

 

Pemberian Tanda Jasa, Penghargaan untuk Purnakarya dan Pengelola BMN Terbaik BBWS Sumatera 8