Siaga Pompa Bendung Antisipasi Banjir Kota Palembang

Palembang – Melihat kondisi musim hujan yang masih berlangsung selama bulan maret-april 2020, Kepala BBWS Sumatera VIII Bapak Birendrajana, MT pada hari Rabu, 15 April 2020 melakukan peninjauan ke Pompa Bendung di kota Palembang. Kunjungan itu bertepatan dengan curah hujan tinggi yang berlangsung di kota palembang dan menyebabkan banyaknya genangan di kota ini.

Dalam kunjungannya, Kepala BBWS Sumatera VIII didampingi oleh Kepala Satuan Kerja PJSA Sumsel Bpk. Ir. Lufiandi dan PPK Sungai Bapk. Heru Gunawan, ST. tujuan dari kunjungannya adalah melakukan pengecekan kondisi genangan di sepanjang SUB DAS Bendung, melihat kondisi Pompa Bendung baik kesiapan peralatan maupun personil di lapangan.

Ka. BBWS Sumatera VIII Siaga bersama jajarannya

Pompa Pengendali Banjir Sub DAS Bendung Kota Palembang yang selesai pembangunannya pada Bulan Desember Tahun 2019 memiliki tujuan untuk mengurangi banjir di Kota Palembang khususnya di SUB DAS Bendung. Sistem Pengendali Banjir Kota Palembang ini dilengkapi dengan kolam retensi dengan tampungan sebesar 50.000 m3dan pintu air otomatis. Pompanya sendiri memiliki spesifikasi tipe pompa submersible drainage pump dengan kapasitas 6.000 ltr/det sehingga dapat mengurangi genangan sebesar 245 Ha.

Tantangan Pengurus Baru HATHI Sumsel

Palembang - Pada hari Selasa, 18 Februari 2020 bertempat di Hotel Novotel Palembang, dilakukan pelantikan untuk 60 orang yang akan mengemban jabatan sebagai pengurus Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) cabang Sumatra Selatan periode 2019-2022. Pelantikan ini diikuti dengan serah terima jabatan antara Bapak Ir. Suparji, MT yang saat ini menjabat sebagai Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (Makassar) kepada Ir. Birendrajana, MT (Kepala BBWS Sumatera VIII) yang dipimpin oleh Ketua Umum HATHI Bapak. Dr. Imam Santoso, M.Sc.,PU-SDA

Dalam sambutannya, Birendrajana mengatakan pihaknya siap membantu pemerintah daerah memberikan masukan untuk pengelolaan sumber daya air, pengembangan irigasi, dan pengendalian banjir di Sumsel. Menurutnya, saat ini pemerintah pusat dan daerah sudah membangun infrastruktur dalam penanganan banjir yang kerap melanda Sumsel seperti pompa pengendali banjir Sub DAS Bendung Kota Palembang dan juga Bendungan Tiga Dihaji di Kab. OKU Selatan yang ditargetkan selesai pada tahun 2023. Kepengurusan HATHI Cab. Sumsel pada tahun ini juga diberi amanah untuk menyelenggarakan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) HATHI ke 37 untuk itu dibutuhkan dukungan baik dari kepengurusan maupun pemerintah daerah yaitu Provisnsi Sumatera Selatan dan Kota Palembang agar acara PIT HATHI dapat terselenggaran dengan baik.

Ketua Umum HATHI Bpk. Imam Santoso menyampaikan bahwa saat ini HATHI menghadapi banyak tantangan terutama dalam regenerasi anggota serta peningkatan capacity building untuk menyongsong era industri 4.0. Untuk itu pengurus HATHI terus melakukan perekrutan serta sertifikasi untuk para anggota HATHI dengan sasaran para praktisi serta akademisi yang berasal dari perguruan tinggi negeri dan swasta (dosen dan mahasiswa). Pengurus juga melakukan kerjasama dalam bidang riset dan pelatihan dengan pihak luar negeri seperti Asia Water Council dimana HATHI menjadi anggotanya serta Smart Water Grid dan juga pertukaran antar ahli Tehnik Hidraulik yang berasal dari negara-neraga seperti Korea dan Jepang. Harapannya keberadaan HATHI dapat memberikan masukan terkait pengelolaan SDA secara terpadu dan menyeluruh untuk wilayah Provinsi Sumatera-Selatan.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemprov Sumsel, Dr. Ir. Yohanes L. Toruan, M.Sc yang pernah menjadi pengurus HATHI Periode 2000-2002 mengatakan HATHI khususnya cabang Sumsel berperan dalam pembangunan yang dalam pengelolaan sumber daya air di Sumsel. Jika pengelolaan tersebut tidak benar maka akan timbul masalah seperti banjir, kekeringan dan pencemaran kualitas air saat kemarau, selain itu HATHI juga dituntuk untuk mencari solusi yang tepat dalam menghadapi perubahan iklim global. Solusi dari permasalahan tersebut maka diperlukan kesadaran dan kepedulian masyarakat bersama dari seluruh komponen, pemerintah swasta‚ perguruan tinggi, asosiasi profesi untuk melestarikan sumber daya air baik secara sipil teknis maupun vegetatif.

Menanam Pohon untuk Masa Depan

Palembang – Banyaknya manfaat dari menanam pohon diantaranya untuk konservasi air dan mengurangi resiko bencana seperti banjir dan longsor menjadikan kegiatan Hari Menanam Pohon Sedunia di Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII menjadi hari yang istimewa. Hal ini disampaikan oleh Kepala BBWS Sumatera VIII Ir. Birendrajana MT dalam kegiatan yang diselenggarakan pada hari Selasa kemarin (10/12/2019) bertempat di Venue Ski Air Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Dalam kegiatan ini, pihak BBWS Sumatera VIII melakukan penanaman pohon di Komplek JSC bersama-sama dengan para mitra kerja yang berasal dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V Palembang, Balai Pengelola DAerah Aliran Sungai (BPDAS) Musi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan, Dinas PUTR Kota Palembang, Kelompok Gerakan Nasional Komunitas Pencinta Air (GN-KPA) Provinsi Sumatera Selatan, Akademisi dan generasi muda yang diwakili oleh para mahasiswa.

Total pohon yang ditanam pada kegiatan ini sebanyak 200 (dua ratus) batang pohon yang terdiri dari tanaman berbatang keras seperti mahoni, ketapang kencana, pulai dan juga tanaman buah buahan seperti mangga dan jambu air. secara simbolik, Kepala BBWS Sumatera VIII menyerahkan bibit pohon kepada para mitra kerja untuk ditanamam atau dilakukan kegiatan serupa di tempat lain.

Dalam sambutannya, Bpk. Ir. Birendrajana MT menyampaikan bahwa kegiatan ini dimaksudkan pula sebagai edukasi kepada generasi muda khususnya civitas akademika bahwa menanam pohon manfaatnya tidak hanya didapat pada pada saat ini tetapi untuk di masa depan juga, harapannya adalah masyarakat dapat mengikuti kegiatan ini dengan menanam pohon di tempat masing-masing.

Kampanye Biopori untuk Generasi Muda

Palembang - Salah satu metode yang digunakan untuk mengurangi banjir  adalah dengan membuat lubang biopori. Dengan adanya lubang biopori yang diisi dengan sampah organik maka daya resap air akan meningkat. metode inilah yang diedukan oleh BBWS Sumatera VIII kepada anak-anak Sekolah Dasar Negeri 243 Keluarahan Alang-Alang Lebar Palembang.

 

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke XXVII diikuti oleh Para Pajabat dan Staf BBWS Sumatera VIII. Tujuan dilakukan kegiatan ini diharapkan kepada anak didik untuk bisa diterapkan bukan hanya di sekolahan akan tetapi mereka bisa menerapkannya ditempat lain dan bisa membagikan pembelajaran ini kepada yang lain.

 

Hari Air Dunia ke XXVIII pertama kali ditetapkan dalam Sidang Umum PBB tanggal 22 Maret 1992 pada tahun ini memiliki tema "Leaving No One Behind" dan diadopsi oleh Kementerian PUPR Dirjen SDA menjadi "Semua Harus Mendapat Akses Air" yang mengandung pengertian bahwa semua harus mendapatkan akses air bersih tanpa terkecuali. Untuk BBWS Sumatera VIII telah dilaksanakan rangkaian kegiatan seperti Seminar Nasional Hari Air, Bersih-bersih Sungai dan puncaknya pada hari minggu (29 April 2019) dengan Pembagian Bibit Tanaman yang dilaksanakan di Kambang Iwak Kota Palembang.

Pasar Murah HAD 2019 Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1441

Palembang – Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia ke XXVII dan menyambut hadirnya bulan Ramadhan 1441 Ha serta hari Kartini tahun 2019, Paguyuban Ibu-Ibu Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII mengadakan pasar murah yang ditujukan untuk karyawan dan karyawati BBWS Sumatera VIII yang berlangsung di Halaman Belakang BBWS Sumayera VIII.

 

Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala BBWS Sumatera VIII Ir. Birendrajana, MT. yang didampingi oleh Kabag TU Ir. Mahipal, MM beserta para pejabat lainnya. Dalam penjelasannya Ketua Panitia, Ibu  Rosidah Ali Cahyadi mejelaskan bahwa tujuan dilaksanakan acara ini adalah untuk membantu PNS BBWS Sumatera VIII khususnya golongan I dan II serta Non PNS dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadhan serta meningkatkan tali silahturahmi antar pegawai.

 

Dalam acara ini dibagikan 350 paket untuk pegawai yang terdiri dari sembako seperti, beras, gula, minyak goreng dan sebagainya. dalam kegiatan ini juga terdapat stand yang menjual produk-produk khas daerah yang menjadi wilayah kerja BBWS Sumatera VIII serta stand produk lainnya.

Kepala BBWS Sumatera VIII Apresiasi Juru Jaringan Irigasi Rawa Teladan 2018

Palembang – Pada hari Selasa, 29 Januari 2018 Kepala BBWS Sumatera VIII Ir. Suparji, S.ST, MT menerima dan menyerahkan hadiah kepada pemenang Juru Jaringan Irigasi Rawa Teladan yang telah mengikuti Lomba OP Tingkat Nasional pada tahun 2018. Untuk BBWS Sumatera VIII, pemenang tersebut diperoleh oleh Bpk. M. Ilyas yang berhasil meraih juara ke 3 mengungguli 9 provinsi lain yang mengikuti Juru Jaringan Irigasi Rawa Teladan. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Bpk. Media Ramadhan, ST, MT (Kepala Bidang OP BBWS Sumatera VIII), Ibu Florentina (Kepala Satker OP), Ibu Nenny Rochaenita (Kepala Seksi Pelaksanaan OP) dan para staf lainnya. Selain Bpk. M. Ilyas, Kepala BBWS Sumatera VIII juga beraudiensi dengan Tim Delta Telang (Wilayah Pengamat III) yang juga mengikuti lomba selain bpk. M. Ilyas yaitu Bpk. Ahmad Fauzi (Pengamat III), Bapak. Khalid Mahmudi (Juru Perairan ) dan Bpk. Suyoto (Juru Perairan). Pada tahun 2017 Bpk. Ahmad Fauzi menjadi Juara I dalam lomba Pengamat Jaringan Rawa, sehingga dengan pencapaian selama 2 tahun ini pihak BBWS Sumatera VIII merasa bersyukur sekaligus bangga.

Dalam kata sambutannya, Bpk. Suparji menyampaikan kebanggaannya kepada Tim Delta Telang yang telah berhasil meraih juara dalam 2 tahun berturut-turut. Meskipun tahun ini  belum berhasil meraih juara pertama, tetapi dengan pengalaman yang telah diperoleh, kemauan untuk memberbaiki diri dan tidak cepat puas dengan pencapaian tahun ini maka menjadi juara I untuk tahun 2019 ini akan sangat mungkin untuk diraih.

Sebagai bagian dari balai, pengelola irigasi akan dibina dalam bentuk lembaga PTGA atau Penyuluhan Tataguna Air. Dalam PTGA pengelola irigasi seperti pengamat dan juru perairan akan dibina dan ditingkatkan kualitasnya sehingga kedepannya dapat melakukan pengelolaan irigasi secara efektif dan efisien. Hasil akhir yang diharapkan tentu saja berupa peningkatan produktifitas pertanian yang menjadi program pemerintah untuk saat ini.

Menyinggung masalah mekanisasi pertanian seperti adanya pompanisasi di saluran-saluran irigasi, Kepada BBWS Sumatera VIII menyampaikan pada prinsipnya hal tersebut boleh-boleh saja dengan syarat tidak merubah dimensi saluran yang telah dibuat oleh balai. Tetapi Kepala BBWS Sumatera VIII menyatakan pendapatnya bahwa mekanisasi akan berakibat pada tingginya biaya operasional, yang lebih baik adalah irigasi yang berbasiskan gravitasi yang tentu saja sangat efisien.

Harapan dari Bpk. Suparji adalah agar para pemenang untuk tidak berpuas diri, sehingga tahun depan dapat menjadi juara I, kemudian untuk selalu guyub dan rukun dalam lingkungan serta membina kerjasama antar anggota dan pengelola baik dari PUPR ataupun dari pertanian agar dapat mewujudkan peningkatan produksi pertanian yang akan mensejahterakan masyarakat.

Bapak M. Ilyas sebagai pemenang Juru Pengamat Irigasi Teladan menyampaikan bahwa beliau sudah mengikuti lomba ini sebanyak dua kali yaitu pada tahun 2017 dan 2018. Untuk tahun 2018, beliau menyatakan bahwa awalnya dia kecewa karena pada saat penilaian presentasi yang dilakukan di Kupang tanggal 20 Juli 2018 timnya hanya menempati urutan kelima, padahal mereka merasa bahwa apa yang mereka paparkan sudah sangat baik dan berada diatas peserta lain. Melihat kondisi itu, Pak Ilyas dan tim berusaha memperbaiki nilai mereka saat dilakukan penilaian lapangan oleh para juri. Hal tersebut dapat terbukti dengan membaiknya peringkat mereka dari peringkat lima menjadi juara ketiga. Atas keberhasilan tersebut, bapak Ilyas mengucapkan terima kasih kepada pihak BBWS Sumatera VIII atas dukungan yang telah diberikan baik moril dan materiil.

Atas keberhasilan Bpk. M. Ilyas, Direktorat Bina OP selaku penyelenggara lomba melalui BBWS Sumatera VIII mengapresiasi kemenangannya dengan memberikan 1 (satu) unit motor trail 150cc untuk digunakan dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Lomba OP tingkat Nasional diselenggarakan oleh Direktorat Operasi dan Pemeliharaan Direktorat Jenderal Sumberdaya Air ini bertujuan untuk memberikan apresiasi terhadap insan pengelola sumber daya air dalam melaksanakan kegiatan OP, mendorong peningkatan pelayanan, meningkatkan pemahaman, perhatian dan komitmen pimpinan terhadap pelaksanaan kegiatan OP. Selain itu lomba ini juga bertujuan untuk memberikan apresiasi dan motivasi kepada masyarakat, khususnya komunitas peduli sungai untuk terus bersama-sama dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menjaga lingkungan sungai dan sekitarnya.

Lomba yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya ini terdiri dari beberapa kategori, yaitu (1) Lomba/Pemilihan OP Daerah Irigasi (Permukaan); (2) OP Jaringan Irigasi Permukaan & Irigasi Rawa Teladan; (3) OP Irigasi Partisipatif P3A; (4) Komunitas Peduli Sungai. Juga kategori (5) Pemilihan Unit Pengelola Bendungan, dan (6) Petugas OP Bendungan Teladan. (SISDA BBWSS 8)

Peningkatan Akses Air Bersih Masyarakat dengan Air Baku Lubuk Raja

Baturaja – Meningkatkan kualitas hidup manusia adalah bagian dari Nawacita yang dicanangkan oleh Pemerintah, Salah satu wujud peningkatan kualitas hidup adalah meningkatnya akses air bersih kepada masyarakat, Hal inilah yang dilakukan Kementerian PUPR dalam hal ini Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera 8 (BBWSS 8) bersama pemerintah daerah dalam upaya penyediaan akses air bersih kepada masyarakat.

 

Bertempat di Desa Lekis Pajo Kec. Lubuk Raja Kab. OKU Prov. Sumsel pada hari Senin (21 Januari 2018) telah dilakukan peresmian Sarana Air Baku Lubuk Raja yang dilakukan oleh Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Drs. H. Kuryana Azis, Kepala BBWSS 8 Bapak Ir. Suparji, S.ST, MT, Kapolres Kab. OKU, AKBP Dra. Ni Ketut W. Sulandari, dan Kepala Kejaksaan Negeri OKU Bpk. Bayu Pramesti, SH. Turut hadir pula dalam peresmian tersebut yaitu Sekretaris Daerah Kab. OKU Bpk. Dr. Ahmad Tarmizi, MT, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJPA Lukman Hakim, ST. MT, Kasarker SPAM Prov. Sumsel Sopan ST. MT dan PPK Air Baku Agus Saputra, ST.

 

Dalam sambutannya, Ir. Suparji S.ST. MT mengatakan bahwa air bersih merupakan salah satu sektor pelayanan publik yang mempunyai kaitan erat dengan pengentasan kemiskinan. Pemerintah berupaya untuk menyediakan air bersih bagi masyarakat terutama didaerah pedesaan. BBWS Sumatera VIII bekerjasama dengan instansi terkait terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih. Kepala BBWSS 8 mengucapkan terima kasih secara khusus kepada Bupati OKU dan para jajarannya dikarenakan bantuan dari pemerintah Kabupaten maka kegiatan pembangunan Air Baku Lubuk Raja dapat terlaksana dengan baik dan diselesaikan sesuai waktunya.

 

Sarana Air Baku Lubuk Raja dibangun oleh Kementerian PUPR melalui BBWS Sumatera VIII dengan dana APBN sebesar Rp. 13,08 milyar. Sarana Air Baku ini berupa 1 (satu) unit intake dengan menggunakan pompa submersible sebanyak 2 unit. Kapasitas air baku tersebut sebesar 60 l/detik dengan sumber air berasal dari Sungai Ogan. BBWSS 8 membangun intake dan pipa transmisi sepanjang 5.568 meter, pembangunan kemudian dilanjutkan oleh Satker PSPAM Ditjen Cipta Karya dengan membangun IPA dan pipa distribusi utama. Pemkab. OKU kemudian membangun pipa distribusi kepada masyarakat untuk 5.000 SR. (SISDA BBWSS8)

Komisi 3 DPRD Bangka Tengah Mengunjungi BBWS Sumatera VIII

Palembang – Kepualuan Bangka Belitung terkenal sebagai penghasil timah potensi wisata dengan keindahan pantai pasir putih. Salah satu pantainya adalah Pantai Penyak berlokasi di Kabupaten Bangka Tengah. Pantai Penyak berada persis ditepi jalan nasional menuju Kota Koba Kabupaten Bangka, hempasan ombak dan pantai dapat mengikis ruas jalan serta pemukiman masyarakat setempat. Dalam hal ini, BBWS Sumatera VIII mendapat kunjungan kerja dari KOmisi III DPRD Bangka Tengah guna menyelesaikan masalah yang ada.

Pada Hari Jumat, 25 Januari 2018, BBWS Sumatera VIII mendapat kunjungan dari Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Tengah. Maksud dan tujuan kunjungan kerja mereka terkait permasalahan yang ada di Pantai Penyak. Masyarakat menyampaikan kepada BBWS SUmatera VIII bahwa pengaman pantai di Pantai Penyak belum seluruhnya selesai masih ada sekitar 15 km sampai ke desa terentang. Masyarakat khawatir jika tidak dibangun pengaman pantai kembali akan berdampak ke permukiman dan fasilitas umum yang ada disekitar dikarenakan ombak laut sering menghepas ruas jalan dan sewaktu-waktu bisa merusak permukiman masyarakat setempat.

Menanggapi permintaan tersebut,  Kepala BBWS Sumatera VIII menyampaikan bahwa memang pengaman pantai yang dibangun pada tahun 2017-2018 telah selesai pembangunannya secara keseluruhan akan tetapi untuk tahun ini prioritas pembangunan diarahkan untuk menunjang ketahanan pangan antara lain pembangunan bendungan untuk irigasi, pengembangan jaringan irigasi baru dan rehabilitasi jaringan ini.

Tahun ini Pembangunan Pengaman Pantai Penyak (lanjutan) sementara tidak dikerjakan karena kita prioritaskan pembangunan pada penjelasan diatas. mungkin tahun depan bisa kita lanjutkan karena Detail Desainnya (DED) sudah ada akan tetapi realisasi pembangunan pengaman pantai penyak akan dikerjakan tahun depan, mudah-mudahan apa yang menjadi aspirasi masyarakat akan kita wujudkan tahun depan. (SISDA BBWSS8)

 

 

Pemberian Tanda Jasa, Penghargaan untuk Purnakarya dan Pengelola BMN Terbaik BBWS Sumatera 8