BWS Sumatera IV Sosialisasi RTD Bendungan Sei Harapan, Sei Ladi dan Nongsa

January 22 2019

Batam, 22 Januari 2019 – BWS Sumatera IV menyelenggarakan acara Sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Sei Harapan, Sei Ladi dan Nongsa di Hotel Best Western Premier Panbil, Jl. Ahmad Yani, Muka Kuning, Sei Beduk Kota Batam. Pada kesempatan ini juga sekaligus penandatanganan kesepakatan menjalankan Rencana Tindak Darurat (RTD) antara penanggung jawab kegiatan UPB BP Batam, Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV dan Walikota Batam.

Bendungan sebagai sebuah infrastruktur yang sangat bermanfaat menunjang peningkatan status sosial ekonomi masyarakat, infrastruktur yang sangat menunjang pemenuhan swasembada pangan nasional serta sebagai bagian dari upaya konservasi lahan dan air disatu sisi, disisi lain bendungan mempunyai potensi bahaya yang cukup besar apabila tidak dikelola secara bijaksana, khususnya apabila tidak dipersiapkan sistem antisipasi penanggulangan bencana yang memungkinkan terjadi. Sesuai dengan peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 72/PRT/1997 tentang Keamanan Bendungan, dimana setiap Pemilik/Pengelolaan Bendungan diwajibkan melakukan tindakan darurat/Rencana Tindak Darurat (RTD) pada keadaan yang diperkirakan akan mempengaruhi keamanan bendungan guna melindungi jiwa manusia dan harta benda apabila terjadi keruntuhan bendungan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Dr. Ismail Widadi, ST., M.Sc. Dalam Pembukaannya, Ismail Widadi menyampaikan bahwa pilar ke tiga dari konsepsi keamanan bendungan adalah kesiapan tindak darurat (Pasal 2 Permen PUPR No 27/PRT/M/2015, tentang bendungan). Dalam rangka kesiapsiagaan tindak darurat, pemilik bendungan memiliki beberapa kewajiban, salah satunya adalah penyusunan Rencana Tindak Darurat (RTD). Maka setiap bendungan harus dilengkapi dengan Rencana Tindak Darurat (RTD).

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Walikota Batam yang di wakili oleh Sekretaris Daerah Kota Batam Drs. Jefridin, Mpd yang menyampaikan Sei Harapan, Sei Ladi dan Nongsa selain mempunyai manfaat yang besar tetapi sebenernya juga mengandung potensi bahaya yang cukup besar jika bendungan mengalami kegagalan fungsinya. Untuk meminimalkan dan memperkecil resiko jatuhnya korban jiwa dan harta benda, maka perlu disusun Rencana Tindak Darurat (RTD)  Bendungan Sei Harapan, Sei Ladi dan Nongsa. Sosialisasi ini bukan berarti Bendungan Sei Harapan, Sei Ladi dan Nongsa akan mengalami kegagalan fungsi, tetapi sebagai langkah/panduan kita semua jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. (humas)