Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
19 November 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Bupati Klaten, Sri Mulyani melaksanakan kegiatan Revitalisasi Pengurangan Risiko Bencana melalui Gotong Royong Serentak dengan aksi pembersihan Kawasan Bendungan Jombor yang biasa dikenal masyarakat dengan Rawa Jombor di Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Klaten, Jumat (19/11/2021). Kegiatan yang dipimpin Bupati Klaten dan turut dihadiri Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo tersebut telah menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Perlu diingat kembali bahwa keberlanjutan Sumber Daya Air (SDA) bergantung pada ekosistem alami. Alamlah yang menyaring polutan, menangkal banjir dan badai, serta mengelola ketersediaan air. Menjaga air dari sisi kualitas dan kuantitas menjadi kunci untuk keberlangsungan kehidupan. Memang aksi yang dilakukan oleh peserta dari OPD, Camat, Kepala Desa, Mahasiswa, dan relawan dengan total peserta 200 orang tersebut belum bisa membersihkan semua sampah di Rowo Jombor yang sangat luas. Namun, setidaknya mereka peduli akan kebersihan lingkungan, dan diharapkan bisa menginspirasi masyarakat. Bupati Klaten, Sri Mulyani mengatakan jika kegiatan ini merupakan Gerakan Masyarakat Pengurangan Risiko Bencana sekaligus Peresmian Forum Pengurangan Risiko Bencana Kabupaten Klaten. Sri Mulyani juga berharap agar kegiatan ini dapat menggugah semangat dalam menghadapi bencana Hidrometeorologi yang akan terjadi. “Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat kesadaran kita semua dalam menghindari bencana dan nantinya semua akan siap siaga. Kami berharap setelah kegiatan ini masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya untuk mengindari bencana banjir hingga tanah longsor. Karena BMKG sudah mengingatkan musim penghujan yang harus diwaspadai, oleh karenanya kita harus selalu siap dan berkihtiar agar dihindarkan dari bahaya bencana,” paparnya. Kepala BBWS Bengawan Solo menyampaikan bahwa aksi pembersihan Kawasan Rowo Jombor tersebut sebagai wujud kepedulian dan bertujuan untuk menginspirasi sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dan sumber air. Sebagai informasi, Kawasan Rowo Jombor saat ini sedang direvitalisasi untuk mengembalikan fungsi utama rawa tersebut sebagai daerah tangkapan air sekaligus sumber irigasi. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 March 2021
Air merupakan kebutuhan pokok manusia dan untuk makhluk hidup lainnya. Tidak ada kehidupan tanpa air, ironisnya saat ini masalah lingkungan sekitar menjadi masalah utama. Salah satu permasalahan adalah berkurangnya daerah tangkapan air yang mengakibatkan sumber mata air berkurang pula debitnya. Salah satu faktornya adalah berkurangnya vegetasi berupa pohon-pohon yang mampu menyimpan air tanah. Dalam rangka memperingati Hari Air Dunia (HAD) ke-29 Tahun 2021 Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara penanaman bibit pohon dan benih ikan di kawasan Bendungan Ketro, Tanon, Sragen, Jawa Tengah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, Senin (22/03/2021). Valuing Water menjadi tema besar dalam peringatan Hari Air Dunia XXIX tahun 2021 ini, yang kemudian diaplikasikan ke dalam tema Nasional yaitu Mengelola Air Menjaga Kehidupan. Dan, rangkaian kegiatan HAD ke-29 yang dilaksanakan oleh BBWSBS meliputi acara penanaman 400 bibit pohon bernilai ekonomis yang dilaksanakan di empat lokasi bendungan, yaitu area sabuk hijau (greenbelt) Bendungan Ketro di Sragen, Bendungan Pacal di Bojonegoro, Bendungan Cengklik di Boyolali, dan Bendungan Delingan di Karanganyar. Selain itu, juga dilakukan penebaran sebanyak 35.000 benih ikan air tawar yang disebar di Bendungan Ketro, Bendungan Pacal, dan Bendungan Cengklik. BBWSBS juga mengumumkan juara Lomba Acara Aksi Bersih Daerah yang meliputi lomba kebersihan lingkungan kantor Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bendungan, di 31 bendungan di wilayah Sungai Bengawan Solo dan lomba kebersihan lingkungan kantor OP Irigasi daerah irigasi (D.I.) Colo dan Semen Krinjo wilayah Sungai Bengawan. Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Jhon Wempi Wetipo, mewakili sekaligus menyampaikan sambutan Menteri PUPR, M. Basuki Hadi Moeljono secara virtual, bahwa peringatan HAD ke-29 ini merupakan upaya bersama untuk meningkatkan perhatian publik dan masyarakat internasional akan pentingnya air bagi kehidupan untuk selanjutnya bersamasama melindungi pengelolaan sumber daya air secara berkelanjutan. “Masyarakat perlu diberikan pemahaman dan kesadaran bahwa mereka tidak hanya memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga bertanggung jawab serta wajib memberikan konstribusi dalam memelihara alam dan lingkungan yang menjadi sumber air,” pesannya. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., juga menyampaikan bahwa penanaman pohon adalah salah satu upaya dalam rangka mempertahankan kondisi tampungan air waduk khususnya di Bendungan Ketro. “Melalui aksi nyata ini, kami berharap agar dapat terbentuk pemahaman pada masyarakat bahwa tidak hanya mereka memiliki hak sebagai pengguna air, tetapi juga memiliki tanggung jawab dan kewajiban untuk memberikan kontribusi dalam mengelola sumber air, serta meningkatkan kelestarian lingkungan. Sehingga permasalahan terkait air dapat dipecahkan bersama melalui solusi yang efektif dan tepat sasaran,” jelasnya. Sebagai informasi, Bendungan Ketro dibangun mulai tahun 1975 dan selesai pada tahun 1984. Rehabilitasi terakhir Bendungan Ketro dilaksanakan pada tahun 2017 yang kemudian dilakukan pengerukan kembali pada tahun 2019 sehingga mengalami peningkatan tampungan sebesar 700.000 M3 menjadi 2,885 juta M3, agar tidak mengalami penurunan kembali. Selain itu, dengan adanya kegiatan penanaman pohon ini, nantinya diharapkan mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat sekitar. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
21 February 2022
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo bersama dengan Solo Media Group mengadakan Focus Group Discussion (FGD) melalui Zoom Cloud Meetings pada Jumat, (19/02/2022). Kegiatan FGD secara virtual yang bertajuk “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”diselenggarakan dalam rangka mengembangkan Waduk atau yang biasa disebut Bendungan Pidekso sebagai destinasi wisata air unggulan di Kabupaten Wonogiri. Berdasarkan tema “Mewujudkan Ambisi Wisata Air di Waduk Pidekso”, FGD tersebut bertujuan untuk menyampaikan usulan dan berbagi sudut pandang tentang bagaimana cara untuk mengelola wisata air di Bendungan Pidekso. Narasumber lain yang turut hadir sebagai pembicara untuk memberikan materi dalam FGD virtual tersebut adalah Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Wonogiri, Heru Utomo, Vice President Tourism Indonesia Marketing Association (IMA) Chapter Solo, Mirza Ananda, dan Praktisi Pariwisata/Ketua Yayasan Pendidikan Widya Nusantara, Astrid Widayani, yang menyampaikan tentang tanggapan mereka terkait keberlangsungan wisata air di Bendungan Pidekso. Selaku moderator pada webinar adalah Pemimpin Redaksi Solopos Media Group, Rini Yustiningsih. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M. Tech dalam paparannya menyampaikan konsep desain pembangunan Bendungan Pidekso terkait detail bangunan yang meliputi Tugu Ireng, rumah ibadah dengan ciri khas rumah joglo, dan gapura yang membentuk keris dengan ornamen batik Wonogiri. “Kesimpulannya BBWSBS berkewajiban mengamankan fungsi Sumber Daya Air (SDA) di Bendungan Pidekso. Nantinya untuk pemanfaatan wisata kami serahkan kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri dengan persyaratan-persyaratan hingga izin kepada Menteri,” paparnya. Dipaparkan pula kondisi terkini di Bendungan Pidekso dimana sore hari banyak berdatangan warga yang ingin menikmati matahari tenggelam di Bendungan Pidekso dengan latar belakang Pegunungan Sewu. Kepala BBWS Bengawan Solo turut menyebut rencana ke depan dalam membuat zona yang bagus di lingkungan Bendungan Pidekso agar nantinya masyarakat bisa menikmati fasilitas Bendungan Pidekso. (BBWSBS/Fira).
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
31 October 2025
<div>Kepala BBWSBS, Gatut Bayuadji melakukan koordinasi lapangan bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian, Supardiyanto, Direktur Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian, Dhani Gartina, serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, Bagas Widaryanto dalam rangka penyampaian progres pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 di Desa Sugihan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah pada Kamis (9/10/2025).<br><br>Kegiatan yang berlangsung di Kabupaten Sukoharjo tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan peningkatan infrastruktur irigasi pertanian, guna mendukung ketahanan pangan nasional.<br><br>Dalam forum tersebut, dibahas berbagai capaian dan tantangan teknis di lapangan, termasuk peran strategis BBWSBS dalam mendukung ketersediaan air irigasi melalui pengelolaan sumber daya air yang terintegrasi dan berkelanjutan.<br><br>Kunjungan ini menjadi langkah penting untuk memastikan pelaksanaan Inpres berjalan tepat sasaran, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan swasembada pangan melalui kolaborasi antara sektor pertanian dan sumber daya air.</div>
Baca Selengkapnya