Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo (BBWSBS) menerima kunjungan kerja dari BBWS Serayu Opak di Kantor BBWS Bengawan Solo, di Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (22/10/2021). Kunjungan kerja dalam rangka Koordinasi Kegiatan Hidrologi, SISDA, dan RBO-PB, bertujuan untuk mengembangkan cakrawala maupun menambah wawasan baru antar balai di bawah Direktorat Jenderal SDA sekaligus mempererat tali silaturahmi, yang tentunya dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Kepala Bidang (Kabid) KPI Sumber Daya Air (SDA), Ali Rahmat, S.T., M.T., bersama Kabid Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., Kabid PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., dan Kabid PJSA, Naryo Widodo, S.T., M.T., yang dalam hal ini mewakili Kepala BBWS Bengawan Solo, menyambut hangat kedatangan rombongan tim, yang dipimpin oleh Kabid KPI SDA BBWS Serayu Opak, Zulyana Tandju, S.T., M.T. Dalam kegiatan tersebut Ali juga menyampaikan bahwa kami terus berusaha memaksimalkan dan mengembangkan program pelayanan publik seperti website resmi balai, Layanan Informasi dan Data SDA (LISDA), E-Rekomtek, One Stop Service (OSS), serta beberapa sistem informasi seperti Sistem Informasi Hidrologi dan Kualitas Air, Sistem Informasi Air Tanah dan Air Baku, Sistem Informasi Sumur Air Tanah untuk Kekeringan, Sistem Informasi Sungai, serta Sistem Informasi Bendungan. “Kami juga memiliki timeline setiap tahunnya yang diiringi dengan komitmen bersama tim, sebagai upaya mewujudkan rencana-rencana yang sudah disusun. Untuk itu, kita harus memotivasi tim agar dapat bekerja dengan ikhlas dan menyajikan data yang akurat, sebagai bentu pelayanan kepada publik,” sambung Ali. Secara umum tugas bidang KPI SDA yakni melaksanakan penyusunan keterpaduan pola, program dan rencana kegiatan pengelolaan SDA, analisis dan evaluasi kelayakan program dan kegiatan pengelolaan SDA, analisis dampak lingkungan, penyusunan perjanjian kinerja dan laporan kinerja Balai, koordinasi dan fasilitasi penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, fasilitasi pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan koordinasi terkait pengadaan tanah, pelaksanaan pemberdayaan masyarakat di bidang program dan perencanaan umum pengelolaan SDA, pengelolaan sistem hidrologi, sistem informasi dan data SDA, serta pelaksanaan koordinasi terkait pengadaan tanah. Kabid KPI SDA BBWS Serayu Opak, Zulyana Tandju, S.T., M.T., turut menyampaikan rasa terimakasih atas kesempatan yang diberikan untuk dapat berkunjung. “Dari pertemuan pada hari ini, tidak salah kami berkunjung ke BBWS Bengawan Solo. Karena dapat menjadi bahan pembelajaram bagi kami. Kedepannya, kami berharap sekaligus menunggu kunjungan balasan BBWS Bengawan Solo di Jogja, agar dapat bertukar informasi sekaligus mengembangkan kapasitas dan kinerja sumber daya manusia (SDM) yang ada. Melalui kunjungan ini pula, kami dapat belajar terkait hal apa saja yang selama ini sudah berjalan dan dilaksanakan di BBWS Bengawan Solo,” ujar Zulyana. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
28 December 2021
Presiden Joko Widodo meresmikan Bendungan Pidekso yang berada di Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti, Selasa (28/12/2021). Hadir dalam acara peresmian tersebut diantaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Bahli Lahadalia. Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Bendungan Pidekso merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Pidekso yang terletak di Provinsi Jawa Tengah, tepatnya Desa Pidekso, Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri. Bendungan Pidekso nantinya akan memberikan manfaat untuk pemenuhan kebutuhan air untuk irigasi seluas 1.500 Ha, penyediaan air baku sebesar 300 lt/detik dan dapat mereduksi banjir sebesar 322,60 m3/detik, meningkatkan indeks pertanian di kabupaten wonogiri dari 133% ke 240%. Pemenuhan kebutuhan air tersebut dapat dipenuhi dari tampungan Bendungan Pidekso sebesar 25 juta m3 yang berada di area genangan seluas 232 Ha. Selain irigasi, juga sebagai pengendali banjir dan lahan konservasi sekaligus pariwisata sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Jokowi mengatakan pada hari ini dua bendungan telah diresmikan yakni Bendungan Ladongi di Kabupaten Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara dan Bendungan Pidekso di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah. Nantinya dua bendungan ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan nasional. “Dengan mengucap bismillahirahmanirahim Bendungan Pidekso yang berada di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah pada siang hari ini saya nyatakan diresmikan,” ujar Presiden. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, pembangunan Bendungan Pidekso telah diinisiasi sejak tahun 2014, dan berjalan hingga 2018 untuk pembebasan lahan. Dilanjutkan pada tahun 2018-2021 untuk konstruksi. “Untuk konstruksinya ini lebih cepat dari rencana target sesuai kontrak yang harusnya selesai pada 2022 akhir,” katanya. Jarot mengatakan, fungsi utama Bendungan Pidekso untuk mengairi irigasi lahan pertanian seluas 1.500 ha, sehingga diharapkan akan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari sekali dalam setahun, bisa menjadi tiga kali setahun dengan pola tanam padi, padi, dan palawija. “Bendungan multifungsi ini juga untuk memenuhi kebutuhan air baku warga Wonogiri dengan kapasitas 300 liter/detik. Ditargetkan untuk pembangunan fasilitas pengolahan air bakunya akan selesai 2023," ujar Jarot. Selanjutnya dikatakan Jarot, bendungan tersebut juga untuk mereduksi debit banjir, sekitar 11%. Menurutnya bendungan yang berada di hulu Sungai Bengawan Solo ini merupakan satu kesatuan pengelolaan sungai yang terhubung ke Waduk Serba Guna Kabupaten Wonogiri atau dikenal dengan sebutan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri dibangun dari tahun 1976 sampai dengan tahun 1981 tepat di bagian hilir. “Bendungan ini juga memiliki potensi destinasi pariwisata baru, yang pengembangannya akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Wonogiri sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” tutur Jarot. Kepala BBWS Bengawan Solo Agus Rudyanto mengatakan dengan selesainya konstruksi bendungan yang merupakan salah satu Program Strategis Nasional (PSN) ini juga akan mendukung peningkatan irigasi premium yakni irigasi yang sumber airnya dari bendungan. “Selanjutnya jaringan irigasi premiumnya akan dibangun tahun 2022 hingga 2023, dan segera difungsikan pada 2024 sepanjang 36 km,” ujar Agus. Agus menyatakan, pembangunan bendungan yang dilaksanakan kontraktor PT. PP, dengan konsultan supervisi PT. Virama Karya dilaksanakan dengan mengadopsi kearifan lokal dalam desain fasilitas umumnya. “Kita gunakan desain bentuk watu item/watu ireng yang kita aplikasikan di bangunan gedungnya, rumah dinas, dan gardu pandang,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
22 June 2022
Solo - Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) - I Review Rencana Pengelolaan Sumber Daya Air (RPSDA)di Swiss Belinn - Saripetojo, Solo, Rabu (22/06/2022). Acara tersebut digelar dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Pemanfaatan sumber daya air untuk berbagai keperluan terus meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sebagai dampak pertumbuhan penduduk dan pengembangan aktivitasnya. Padahal di lain pihak ketersediaan sumber daya air semakin terbatas, bahkan cenderung semakin langka, terutama akibat penurunan kualitas lingkungan dan penurunan kualitas air akibat pencemaran. RPSDA merupakan hasil perencanaan secara menyeluruh dan terpadu yang diperlukan dalam merencanakan, melaksanakan, memantau, dan mengevaluasi kegiatan konservasi sumber daya air (SDA), pendayagunaan SDA, dan pengendalian daya rusak air pada wilayah sungai. Untuk itu, guna memenuhi kebutuhan air yang terus meningkat diperlukan suatu perencanaan terpadu yang berbasis wilayah sungai guna menentukan langkah dan tindakan yang harus dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut dengan mengoptimalkan potensi pengembangan sumber daya air, melindungi/melestarikan serta meningkatkan nilai sumber daya air dan lahan. Dalam sambutannya, Kepala BBWSBS, Maryadi Utama, S.T., M.Si., yang disampaikan oleh Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPI SDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, S.T., M.T., mengatakan bahwa kegiatan PKM ini merupakan salah satu wujud keterbukaan Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dengan melibatkan berbagai pihak pemangku kepentingan dalam penyusunan Review RPSDA Wilayah Sungai Bengawan Solo yang diharapkan menjadi moment yang tepat untuk menghasilkan suatu konsep atau model pengelolaan SDA berbasis wilayah sungai yang sesuai untuk wilayah Sungai Bengawan Solo ini. "Harapan kami setiap pemikiran konstruktif yang disampaikan para peserta akan menjadi masukan berharga demi kesempurnaan Studi Penyusunan Review RPSDA WS Bengawan Solo, sehingga terjaganya kelestarian sumber daya air untuk mendukung pembangunan di WS Bengawan Solo," pesannya. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
26 November 2021
Proyek strategis nasional (PSN) Bendungan Gongseng yang berada di Desa Kedungsari, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur ditargetkan selesai tahun ini dan bisa diresmikan pada Desember 2021. Saat ini progres pembangunan waduk sudah mencapai hampir 97%. Hal itu disampaikan oleh Direktur Bendungan dan Danau, Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Airlangga Mardjono, S.T., M.T., Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Krisno Yuwono, S.T., M.T dalam kunjungannya ke Kabupaten Bojonegoro, Jumat (26/11/2021). Airlangga Mardjono mengatakan Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari 61 bendungan atau waduk yang harus selesai pembangunannya maksimal 2024. Dari jumlah itu, sebanyak 13 bendungan ditargetkan selesai pada 2021. “Nah, Bendungan Gongseng masuk dalam prioritas 13 bendungan yang selesai pada 2021. Ditargetkan pada Desember 2021 tahun ini Bendungan Gongseng bisa diresmikan,” kata dia. Kunjungannya bersama Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo ke Bendungan Gongseng, menurut , Airlangga Mardjono, untuk mengecek kesiapan untuk menyelesaikan Bendungan Gongseng hingga akhir 2021. Sehingga pada Desember 2021 nanti bisa diresmikan. “Selama ini tidak ada masalah dalam pembanguan fisik waduk. Pekerjaan pembangunan yang berat sudah selesai. Penyelesaian pembangunan waduk ini harus terbangun solidaritas antar stakeholder di jajaran pemerintah pusat, pemerintah daerah, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo dan Badan Pertanahan Nasional. Kalau enggak kompak susah,” kata dia. Kepala BBWS Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech mengatakan impounding atau pengisian awal sebagai syarat penyelesaian proyek waduk telah dilakukan pada 22 September 2021. Pengisian Bendungan Gongseng dilaksanakan secara bertahap agar dapat memantau perilaku bendungan secara intensif. Selama pelaksanaan yang membutuhkan waktu 63 hari, air tetap dialirkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di bagian hilir bendungan. “Menurut data Per 25 November progres pembangunan pembangunan Bendungan Gongseng sudah mencapai mencapai 97,027%. Bendungan Gongseng ini diperkirakan akan diresmikan pada Desember 2021 mendatang,” ujarnya. Bendungan Gongseng merupakan salah satu dari PSN yang bertujuan menambah kapasitas tampungan air sehingga keberlanjutan suplai air irigasi ke sawah terjaga. Kehadiran waduk ini juga memiliki potensi air baku, energi, pengendalian banjir, dan pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. Bendungan Gongseng ini dirancang memiliki kapasitas 22,43 juta meter kubik dan memiliki lima potensi manfaat yakni untuk irigasi seluas 6.191 hektare, penyediaan air baku 300 liter/detik, konservasi pariwisata, reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik/detik serta sebagai pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya