Berita SDA


Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

BBWS Bengawan Solo Menghadiri Halal Bihalal DWP Ditjen SDA Kementrian PUPR

15 June 2021

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo menghadiri Halal Bihalal Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ditjen Sumber Daya Air (SDA) Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui video conference. Halal bihalal dengan tema Menjaga Indahnya Taqwa digelar guna menjalin silaturahmi sesama istri pegawai di lingkungaan DWP Ditjen SDA Kementrian PUPR. Meskipun digelar melalui video conference, kegiatan Halal Bihalal yang diselenggarakan pada Selasa, (15/06/2021) sebelumnya tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19. Halal Bihalal yang mengusung tema Menjaga Indahnya Taqwa ini juga berlanjut dengan kegiatan Serah Terima Ketua Paguyuban Tirta Asih. Dalam sambutannya, ketua Paguyuban Tirta Asih, Niena R Jarot mengapresiasi acara Halal Bihalal yang rutin digelar tersebut dan turut mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 H serta permohonan maaf lahir dan batin. “Terima kasih atas serah terima jabatannya, inshaAllah kami akan melanjutkan semuanya. Terima kasih kepada seluruh keluarga besar DWP Ditjen SDA yang telah berupaya sehingga Halal Bihalal ini bisa terwujud. Kami segenap pengurus Paguyuban Tirta Asih menghaturkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Taqaballahu Minna Wa Minkum. Mohon maaf lahir dan batin,” paparnya. Setelah sambutan acara Halal Bihalal DWP Ditjen SDA Kementrian PUPR tersebut, kegiatan diisi dengan pembacaan ayat suci Alquran dan Saritilawah. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama dan doa yang bertujuan untuk meningkatkan iman dan taqwa selepas Idul Fitri. Kegiatan Halal Bihalal pun diakhiri dengan penampilan marawis dan saling bertegur sapa melalui video conference. (BBWSBS/Fira)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Training of Trainer (TOT) Tenaga Pendamping Masyarakat P3TGAI Wilayah Jawa Tengah

31 March 2021

Dalam rangka mendukung kedaulatan pangan Nasional sebagai perwujudan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik sebagaimana termuat dalam program nawa cita ketujuh melalui pemberdayaan masyarakat petani, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menggelar acara Training of Trainer (TOT) Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran (T.A.) 2021 di Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu-Kamis (31/03-01/04/2021), dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan salah satu program dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA) dengan maksud menumbuhkan partisipasi masyarakat petani dalam kegiatan rehabilitasi, peningkatan dan pembangunan jaringan irigasi sesuai dengan kebutuhan yang berdasarkan prinsip kemandirian. Hal ini dimaksud untuk mendukung program kedaulatan pangan dan upaya peningkatan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat. Untuk BBWS Bengawan Solo jumlah desa penerima P3TGAI sebanyak 550 desa yang meliputi 164 desa di wilayah Jawa Tengah dan 386 desa di wilayah Jawa Timur.Dan pada kesempatan kali ini, dilaksanakan Pelatihan TPM Kegiatan P3TGAI untuk Wilayah Jawa Tengah pada lingkungan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan (OP) SDA II. Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 78 orang yang telah lulus dalam seleksi dan dinyatakan lolos sebagai TPM. Kepala Bidang (Kabid) OP SDA Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T. M.Si., menyampaikan bahwa Peran Tenaga Pendamping Masyarakat sangat penting karena sebagai ujung tombak pelaksanaan P3TGAI di tingkat desa dan langsung berhubungan dengan Perkumpulan Petani Pemakai Air/Induk Perkumpulan Petani Pemakai Air/ Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/IP3A/GP3A) yang menerima P3TGAI. “TPM diharapkan mampu membangkitkan peran serta masyarakat sebagai bagian satu sistem pengelolaan daerah irigasi sehingga dana yang disalurkan melaui P3TGAi ini dapat dimanfaatkan maksimal sesuai dengan sasaran kerja yang ditetapkan bersama dalam Rencana Kerja Kelompok Penerima P3TGAI (RKKP3-TGAI). Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan teknis, administrasi maupun komunikasi yang baik sebagai bekal untuk mendampingi P3A/IP3A/GP3A,” paparnya. Kepala Satker OP SDA Bengawan Solo, Surendro Andi Wibowo S.T., M.P.S.D.A., juga berpesan bahwa melalui penyelenggaraan pelatihan TPM ini diharapkan seluruh peserta dapat memperoleh pengetahuan, diskusi dan komunikasi antar TPM dengan serta menumbuhkan prakarsa di bidang pendampingan masyarakat dalam menjalankan tugas di wilayah kerja masing-masing. Dalam acara pelatihan TPM P3TGAI T.A. 2021 tersebut juga disampaikan materi untuk dilanjutkan diskusi, yang dipaparkan oleh narasumber dari Konsultan Manajemen Balai pada PPK OP SDA II BBWSBS, yakni Sigit Budi Widigdyo, S.T., dan Samsi, S.T. Diharapkan nantinya setelah kegiatan pelatihan berakhir, rekan-rekan TPM sudah mempunyai pedoman pelaksanaan, siap dan mampu untuk menghadapi tantangan di lapangan serta menjalankan tugas sekaligus kewajibannya dalam melaksanakan salah satu program negara sesuai target kinerja yang telah ditetapkan. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Operasi dan Pemeliharaan Bendungan

05 March 2021

Dalam rangka peningkatan kemampuan dan pengetahuan teknis terkait Operasi dan Pemeliharaan Bendungan dan Embung di Wilayah Sungai Bengawan Solo, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas SDM untuk OP Bendungan, Embung BPA (Bangunan Penampung Air), dan Embung Air Baku dengan tetap menerapakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Hotel Syariah, Sukoharjo, Kamis-Jumat (4-5/03/2021). Materi dalam pelatihan kali ini terdiri dari Konsepsi Keamanan Bendungan, Pemeriksaan dan Evaluasi Keamanan Bendungan, Penyusunan Risk Score serta Penilaian Kinerja dan AKNOP (Bendungan & Embung) oleh Ir. Joko Mulyono, M.E; Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Dokumen RTD, Mekanisme Koordinasi Penerapan RTD Bendungan oleh Anissa Mayangsari, ST., MPSDA; Dasar Hukum Pengelolaan Bendungan, Mekanisme dan Organisasi Pengelolaan Bendungan, Hubungan/Koordinasi Antar Pemangku Kepentingan Dalam Pengelolaan Bendungan oleh Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA; Metodologi Pengelolaan Bendungan , Pemberdayaan Masyarakat di Lingkungan Bendungan oleh Elroy Koyari, ST., MT. Kepala BBWS Bengawan Solo Dr. Ir. Rudyanto, M.Tech menyampaikan tentunya dengan acara ini bisa memberi manfaat untuk kita semua serta menambah wawasan kita bila terjadi masalah di bendungan. Dan saya berharap kegiatan seperti ini secara periodik bisa dilaksanakan agar bisa menambah pengetahuan petugas OP dilapangan. Ir. Lilik Retno Cahyadiningsih, MA selaku Direktur Bina Operasi dan pemeilharaan (OP) Sumber Daya Air (SDA) mengatakan bahwa kita itu tidak tahu sekarang jadi apa, besuk jadi apa, dan tugas kita apa. Sehingga apapun itu pada saat bekerja disitu yang paling penting adalah niat. Ini temen-temen UPB yang ada diujung tombaknya bendungan, jadi apapun laporan dari teman-teman itu menjadi dasar penentuan kita untuk kegiatan yang akan dilakukan di bendungan itu. Jadi tolong itu yang harus ditanamkan pada diri teman-teman, harus betul-betul mengenal, memahami karakteristik dan perilaku bendungan tersebut. “Dalam melakukan pekerjaan yang pertama harus mempunyai niat, kedua adalah semangat memperbaiki diri maupun memperbaiki kinerja BBWS masing-masing terutama dalam hal pengelolaan bendungan,” tutupnya. Pelatihan ini diikuti oleh 46 Petugas Operasi dan Pemeliharaan BBWS Bengawan Solo, semoga dengan diadakannya kegiatan ini, seluruh Petugas Operasi dan Pemeliharaan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang baru dan lebih baik lagi(BBWSBS/charis).

Baca Selengkapnya

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR

Rencana Tindak Lanjut Pengendalian Banjir Kali Lamong

24 March 2021

Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menghadiri acara rapat koordinasi bersama Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., di Ruang Putri Cempo, kompleks Kantor Bupati Gresik, Jawa Timur, Selasa (23/03/2021). Acara rakor tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam rakor, turut membahas rencana tindak lanjut pengendalian banjir Kali Lamong. Disampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mengebut normalisasi sungai dengan luas DAS total sekitar 720 Km2 tersebut. Namun, dalam pengerjaan terbentur aturan serta kewenangan daerah yang hanya meliputi pembebasan lahan. Padahal, pembebasan tersebut dinilai memperlambat penanganan. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, S.E., menyampaikan bahwa untuk percepatan pengerjaan Pemkab Gresik meminta pembagian tugas kepada BBWSBS yang nantinya akan disepakati dalam bentuk memorandum of understanding (MoU). “ Kami berharap segera dilakukan penandatanganan MoU, agar kami bisa segera bergerak dan membantu menurunkan alat berat guna melakukan pengerukan sedimentasi Kali Lamong, dan inisiatif dari kami ini juga memiliki payung hukum yang jelas. Sebab saat musim hujan luapan Kali Lamong tidak hanya terjadi pada induk sungai saja tetapi juga anak sungainya,” terangnya. Sementara itu, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., selaku Kepala BBWSBS menegaskan, pihak BBWSBS siap dengan pendanaan normalisasi Kali Lamong, asalkan lahannya pun sudah siap. Sehingga, dana yang dikucurkan pada tahun 2021 ini, ini bisa terserap sepenuhnya. “Kalau lahan siap, dananya bisa terserap semua. Kita tinggal mengikuti daerah saja, kami dari BBWSBS siap menganggarkan kalau tanahnya juga sudah siap. Tergantung dari Pemkab Gresik, mudah-mudahan sudah siap semua jadi tinggal menunggu," terangnya. Terkait kewenangan Pemkab Gresik dalam pembebasan lahan, rencananya akan dilakukan mulai April 2021 mendatang. Tanah tersebut ada yang berstatus milik warga, sehingga harus dibebaskan untuk melakukan proyek normalisasi Kali Lamong. Adapun untuk rencana prioritas proyek pengendalian banjir Kali Lamong yang akan dilakukan oleh BBWSBS meliputi rencana konstruksi parapet beton dan tanggul tanah di Desa Jono, rencana konstruksi parapet beton di Desa Tambak Beras pada titik jebolan tanggul non teknis yang mengakibatkan banjir. Selanjutnya, rencana tanggul-tanggul yang belum tersambung dan normalisasi sungai pada area-area yang kritis. (BBWSBS/Ferri)

Baca Selengkapnya