Berita Balai,
07 December 2025
<div>Halo Konco Bengawan! <br>Dalam rangka memperingati Hari Bakti PU ke-80, Kementerian Pekerjaan Umum menyelenggarakan Sutami Awards 2025 sebagai bentuk penghargaan bagi para pihak yang berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur nasional. Pada tahun ini, P3A dan KPS binaan BBWSBS berhasil meraih prestasi membanggakan di ajang tersebut.<br> <br>P3A Dharma Tirta Tirtokusumo berhasil meraih Peringkat 1 Kategori P3A dengan Kinerja Terbaik tahun 2025. Capaian ini menjadi bukti komitmen para petani dalam memperkuat kelembagaan dan meningkatkan efektivitas pengelolaan irigasi di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br>Sementara itu, KPS Sibat Sewu meraih Peringkat 3 Kategori KPS dengan Kinerja Terbaik tahun 2025, yang menunjukkan konsistensi komunitas dalam menjaga kelestarian sungai serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan.<br> <br>BBWSBS memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada P3A dan KPS tersebut. Semoga capaian ini menjadi pendorong untuk terus memperkuat kolaborasi dan meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
27 October 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan kegiatan Serah Terima Hasil Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahap I Tahun Anggaran 2021 di Wilayah Jawa Timur, Selasa – Rabu (26-27/10/2021) di Hotel Aston Madiun, Jawa Timur. Kegiatan yang turut dihadiri oleh Anggota DPR RI Komisi V Hj Sri Wahyuni S,Sos, Kepala BBWSBS dan para pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo ini telah menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. P3TGAI merupakan program perbaikan, rehabilitasi atau peningkatan jaringan irigasi dengan berbasis peran serta masyarakat petani yang dilaksanakan oleh Perkumpulan Petani Pemakai Air (HIPPA), Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) atau lnduk Perkumpulan. Selain untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, melalui P3TGAI dapat meningkatkan kemampuan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat khususnya petani. Program tersebut juga bermanfaat untuk memperkuat sekaligus meningkatkan kemandirian masyarakat petani dalam kegiatan pengelolaan jaringan irigasi. Alokasi penerima P3TGAI di wilayah kerja PPK OP SDA III pada Tahap I sejumlah 271 desa yang tersebar di 5 Kabupaten yaitu Madiun, Magetan, Ngawi, Pacitan dan Ponorogo. Penerima alokasi P3TGAI Tahap II sejumlah 42 desa yang tersebar Madiun, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., dalam sambutannya menyampaikan pelaksanaan P3TGAI untuk wilayah kerja PPK OP SDA III terbagi menjadi dua tahapan. Tahap I pada periode April sampai dengan Agustus ada sebanyak 271 desa yang mendapatkan alokasi sedangkan tahap II pada periode Agustus sampai dengan Desember ada sebanyak 42 desa. “Pelaksanaan P3TGAI tahun ini telah banyak berkontribusi baik dalam membuka lapangan pekerjaan di wilayah kerja PPK OP SDA III, khususnya pada Tahap I telah menyerap tenaga kerja sebanyak 246.280 HOK yang tebagi di 271 Desa di 5 Kabupaten. Pekerjaan fisik yang telah terselesaikan diharapkan berfungsi secara optimal, sehingga bisa meningkatkan produktifitas dari petani di 271 desa penerima program. Pada kesempatan ini kami menitipkan bangunan yang telah dilaksanakan untuk dipelihara oleh HIPPA/P3A, agar hasil pertanian yang diperoleh semakin meningkat dan dapat mensejahterakan masyarakat sekitar,” katanya. Agus Rudyanto juga berharap nantinya kegiatan tersebut dapat mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah lokasi pekerjaan. “Progres pelaksanaan fisik maupun keuangan untuk Tahap I telah mencapai 100%. Saya mengucapkan terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam program P3TGAI di wilayah kerja PPK OP SDA III, berdasarkan hasil evaluasi kami secara keseluruhan pelaksanaan P3TGAI berjalan dengan baik, diharapkan untuk kedepannya akan lebih baik lagi dalam hal pendampingan dan pemberdayaan dalam kegiatan Padat Karya,” ujarnya. Anggota DPR RI Komisi V Hj. Sri Wahyuni, S.Sos., mengharapkan kerjasama dari pihak BBWS Bengawan Solo selalu terjalin demi tercapainya percepatan pembangunan infrastruktur SDA di wilayah ker PPK OP SDA III. “ Melalui program ini harapannya semakin banyak sawah di Jawa Timur yang teraliri air. Artinya, sektor pertanian di wilayah Jawa Timur bisa terus dikembangkan karena air tercukupi. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
16 December 2025
<div><br>Bendungan Cengklik yang berada di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, merupakan salah satu bendungan yang dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1923–1931 sebagai upaya memperkuat penyediaan air di wilayah sekitar.<br> <br>Memanfaatkan aliran Sungai Pepe, Bendungan Cengklik memiliki kawasan genangan yang cukup luas dan menjadi sumber air penting bagi masyarakat. Perannya sangat besar dalam mendukung pertanian dan kebutuhan sehari-hari warga di sekitarnya.<br> <br>Salah satu manfaat utama Bendungan Cengklik adalah penyediaan air irigasi untuk lahan pertanian seluas 1.460 hektar. Ketersediaan air dari bendungan ini membantu menjaga keberlanjutan produksi pertanian di Boyolali dan daerah sekitarnya.<br> <br>BBWSBS berkomitmen memastikan bendungan Cengklik tetap berfungsi optimal untuk mendukung kesejahteraan dan ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.<br> <br><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Manfaat untuk irigasi seluas 1,460 Ha<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah Homogen dengan Material Inti Lempung Kelanauan</div><div>Luas Genangan : 3,311,352 m²</div><div>Volume Total : 12,782,030 m<strong>³<br></strong><br></div><div><br><br></div>
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
12 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyambut kunjungan kerja (kunker) Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa, Rahmat Suria Lubis, S.T., M.T., di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (12/03/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kunker tersebut juga dilakukan pembahasan terkait Program Pengembangan Irigasi sesuai Perpres 79 dan 80 Tahun 2019, pembahasan usulan Kegiatan Proyek Strategis Nasional (PSN) Irigasi Premium Daerah Irigasi (D.I.) Pidekso di Wonogiri, kemudian D.I. Bengawan Jero, D.I. Gondang, D.I. Karangnongko, D.I. Pondok di Ngawi, D.I. SIM di Madiun, D.I. Sungkur, serta usulan Kegiatan Irigasi dan Rawa Tahun Anggaran (T.A.) 2022. Sebagai informasi, D.I. Pidekso merupakan daerah layanan dari Bendungan Pidekso yang sebelumnya belum terdapat jaringan irigasi baik sederhana maupun teknis sehingga hanya mengandalkan tadah hujan dengan pola tanam padi-palawija-bero. Rencana pengembangan dan peningkatan D.I. Pidekso adalah membuat saluran hantar kanan dengan luas 645,84 Ha dan saluran hantar kiri dengan luas 820,98 Ha meliputi Kec. Giriwoyo meliputi Desa Tawangharjo, Sendangagung, dan Sirnoboyo, dan Kec. Baturetno meliputi Desa Balepanjang, Gambiranom, Watuagung, Glesungrejo, dan Baturetno. Kebutuhan air dengan pola tanam padi-padi-palawija adalah 1,78 liter/detik/Ha sementara ketersediaan airnya adalah 2,745 M3/detik. “Sesuai arahan dari Pak Menteri, kami berharap tidak ada proyek yang mangkrak, sehingga percepatan untuk proyek pembangunan maupun rehabilitasi dalam hal ini jaringan irigasi di lingkungan BBWSBS ini dapat terselesaikan dan tuntas pada tahun 2023 mendatang,” kata Kasubdit Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa, Rahmat Suria Lubis, S.T., M.T., Kepala Bidang (Kabid) PJPA Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, S.T., M.T., juga menyampaikan bahwa BBWSBS tengah bekerja keras untuk menyelesaikan proyek jaringan irigasi yang sedang berjalan. (BBWSBS/Ferri)
Baca Selengkapnya