Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
11 March 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo menerima kunjungan kerja Deputi Kerja Sama Investasi Pemerintah dan Badan Usaha dan Staff Pendukung Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan di Kantor BBWS Bengawan Solo, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (11/03/2022). Kunjungan ini dimaksudkan dalam rangka bertukar pikiran tentang permasalahan guna percepatan pembangunan Jabung Ring Dyke dan Pemenuhan Kebutuhan Air yang disambut oleh Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWS Bengawan Solo, Bambang, S.E., S.T., M.T., dan PPK Pengadaan Tanah BBWS Bengawan Solo, Anisa Hayu Widwiasih, S.E, dan Ketua Tim Hukum dan Komunikasi Publik, Novia Ana Lestari, S.H. Bambang, S.E., S.T., M.T., dalam kegiatan tersebut menyambut hangat kedatangan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan di Kantor BBWS Bengawan Solo. Kabag TU BBWS Bengawan Solo berharap selepas kegiatan ini dapat mendatangkan penyelesaian dan jalan terbaik dalam pembangunan Jabung Ring Dyke dan Pemenuhan Kebutuhan Air. “Semoga setelah ini kita dapat medapatkan jalan terbaik dan secepatnya bisa dilaksanakan pembangunan Jabung Ring Dyke dan pemenuhan kebutuhan air. Serta nantinya penyelesaiannya bisa lebih cepat dan permasalahan-permasalahan juga bisa terselesaikan,” paparnya. Dalam kegiatan tersebut, PPK Pengadaan Tanah menjelaskan progress Pengadaan Tanah Pembangunan Jabung Ring Dyke. Sebagai informasi, Jabung Ring Dyke berada di Kecamatan Widang, Tuban, Jawa Timur dengan luas waduk sebesar 1.400 Ha dengan panjang tanggul sekitar 24,4 Km. Dalam kegiatan diskusi tersebut dijelaskan pula rencana pengadaan tanah dan rencana konstruksi di tahun 2023. (BBWSBS/Fira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
18 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) mengikuti rangkaian kegiatan kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur (Jatim) di wilayah Magetan, Jawa Timur, Kamis (18/03/2021). Kegiatan tersebut berjalan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Gubernur Jatim, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bersama Bupati Magetan, Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, dan Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech., meninjau langsung wilayah yang diterjang banjir di Magetan pada beberapa waktu lalu. Rombongan mengunjungi Jembatan Bogem, Jembatan Ngunut, dan Desa Pojok. Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Gubernur Jatim, Dra. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., meminta jajarannya untuk memprioritaskan perbaikan Jembatan Ngunut, di Kecamatan Kawedanan, yang menghubungkan wilayah Magetan dan Ponorogo tersebut. “Kami sudah koordinasi dengan Bupati Magetan dan pihak BBWSBS. Kita undang dulu pakar yang bisa melakukan proses assessment di titik tertentu untuk penguatan. Jadi ada beberapa item yang akan dilakukan. Dan langkah perbaikan yang pertama akan dilakukan yakni pemasangan bronjong dari Pemprov, Pemkab dan BBWSBS yang segera dipasang di pinggir aliran sungai,” terangnya. Sebagai informasi, banjir menerjang Magetan pada Selasa (16/3/2021). Ada tujuh desa di tiga kecamatan yang kebanjiran. Tiga kecamatan tersebut, yakni Kawedanan, Ngariboyo, dan Parang. Bupati Magetan, Dr. Drs. Suprawoto, SH, M.Si, juga menerangkan bahwa beberapa fasilitas umum mengalami kerusakan karena tingginya intensitas hujan yang begitu deras akhir-akhir ini. Beberapa jembatan di daerah Kabupaten Magetan mengalami kerusakan yang cukup parah. Dan yang menjadi prioritas saat ini adalah memulihkan kembali jembatan yang roboh. “Kami sudah berkoordinasi tadi dengan Gubernur Jatim dan Bupati Magetan, semoga dengan sinergitas yang baik, permasalahan akibat banjir di Magetan dapat segera ditangani bersama-sama,” pesan Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
05 April 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Pelatihan Petugas Pos Hidrologi BBWSBS wilayah Hulu di Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (05/04/2021). Acara pelatihan yang bertajuk Capacity Building Petugas Pos Hidrologi BBWSBS ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan kompetensi Petugas Pos Hidrologi di wilayah sungai Bengawan Solo. Pelatihan yang diikuti oleh 36 peserta tersebut dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 melalui serangkaian Rapid Test Antigen dengan hasil keseluruhan negatif. Kepala BBWSBS, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech. dalam sambutannya menyampaikan bahwa Petugas Pos Hidrologi adalah kepanjangan tangan BBWSBS dalam melaksanakan pencatatan dan pelaporan data hidrologi di lapangan serta di dalam pelaksanaan operasi dan pemeliharaan (OP) Pos Hidrologi. “Kepada Petugas Pos Hidrologi BBWSBS, melalui pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang ada saat ini, sehingga nantinya dalam pencatatan dan pelaporan data hidrologi serta OP peralatan di lapangan, dapat lebih akurat sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) khususnya di wilayah Sungai Bengawan Solo. Ali Rahmat, S.T., M.T. selaku Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur (KPI), turut memaparkan, bahwa kondisi dan kinerja alat telemetri untuk Pos Curah Hujan (PCH) menyampaikan kepada peserta bahwa kondisi dan kinerja alat telemetri Pos Curah Hujan (PCH) berjumlah total 63 pos, karena Pos Hujan Ngadipiro belum terdapat alat telemetri dan 62 PCH dengan kondisi baik/aktif serta satu PCH (Kedung Brubus) tidak aktif dikarenakan kondisi lapangan yang sulit mendapatkan sinyal. Sedangkan kondisi dan kinerja alat telemetri Pos Duga Air (PDA) jumlah totalnya 38 pos, dengan rincian 28 PDA kondisi baik/aktif, serta enam PDA yang rencananya akan direlokasi sesuai dengan hasil Studi Rasionalisasi Pos Hidrologi, dan empat PDA (Ngadipiro, Karangnongko, Sumberejo, dan Floodway) kondisinya rusak/tidak aktif yang rencana akan dilakukan perbaikan. “Untuk kinerja Petugas PDA, yang ditentukan berdasarkan kiriman data pembacaan manual oleh petugas melalui website atau sms gateway tercatat bahwa presentase kinerja Petugas PCH tahun 2020, yakni presentase kiriman datanya yang baik (>95%) sebesar 81% dan meningkat pada tahun 2021 yakni menjadi 88%, sedangkan kriteria baik kinerja petugas pos klimatologi pada tahun 2021 sebesar 83%, namun presentase kinerja petugas PDA dengan kiriman data yang baik pada tahun 2021 justru menurun menjadi 78% dari sebelumnya di tahun 2020 yakni 81%. Oleh karena itu, kami berharap melalui pelatihan ini nantinya Petugas Pos Hidrologi BBWSBS dapat melaksanakan tugas dalam pencatatan dan pelaporan yang tepat dan akurat,” pesannya. Turut disampaikan pula motivasi oleh Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS), Akhmad Ramdon, S.Sos, M.A., yang bertujuan untuk membekali Petugas Pos Hidrologi BBWSBS dengan semangat yang lebih baik lagi kedepannya sekaligus kinerja yang dihasilkan juga meningkat. Selain itu, pelatihan petugas pos Hidrologi BBWSBS juga meliputi praktek Standard Operating Procedure (SOP) dan pemeliharaan alat serta pengisian blanko Quality Control (QC) untuk peralatan PCH dan Klimatologi dan peralatan PDA. Dalam acara tersebut juga diserahkan penghargaan bagi Petugas Hidrologi Terbaik 2021 dengan kategorisasi, yakni Petugas Pos Curah Hujan dan Klimatologi wilayah Hulu Terbaik 2021, diberikan kepada Petugas Pos Curah Hujan Klaten, Agus Santoso, dan kategori Petugas Pos Duga Air Terbaik wilayah Hulu, diraih oleh Petugas Pos Duga Air Ngadipiro, atas nama Kasimo. (BBWSBS/Ferri/Fira)
Baca Selengkapnya
Berita Balai,
06 January 2026
<div>Bendungan Jlantah merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air yang berada di Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar. Bendungan ini dibangun sebagai tampungan air buatan yang berfungsi menjaga ketersediaan air bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya.<br><br></div><div>Keberadaan bendungan ini memberikan manfaat penting, terutama untuk mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, serta membantu mengurangi potensi banjir. Dengan pengelolaan yang baik, bendungan menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara kebutuhan air dan kelestarian lingkungan.<br><br></div><div>Selain manfaatnya, Bendungan Jlantah juga memiliki peran strategis dalam konservasi sumber daya air. Tampungan air yang tersedia membantu menahan air saat musim hujan dan menyediakannya kembali saat musim kemarau.<br><br></div><div>BBWSBS terus berkomitmen mengelola dan memelihara Bendungan Jlantah agar dapat berfungsi optimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung ketahanan air di Wilayah Sungai Bengawan Solo.</div><div><br></div><div><strong>Manfaat Bendungan</strong></div><div>Irigasi 1,494 Ha</div><div>Penyediaan Air Baku 0.15 liter/detik</div><div>Reduksi Bajir 70.36 m³/detik<br><br></div><div><strong>Data Teknis</strong></div><div>Tipe Bendungan : Urugan Tanah</div><div>Luas Genangan : 535,000 m²</div><div>Volume Total : 11,960,000 m³<br><br></div><div> </div>
Baca Selengkapnya