Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
12 October 2021
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Dr. Ir. Agus Rudyanto, M.Tech, berkoordinasi dengan Bupati Klaten, Sri Mulyani, Komandan Korem (Danrem) 074 Warastratama, Kolonel Inf Rudy Saladin, M.A, dan Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo di Markas Kodim (Makodim) 0723/Klaten, Selasa (12/10/2021). Koordinasi kali ini bertujuan untuk berdiskusi tentang proyek revitalisasi Rawa Jombor, yang dilaksanakan dengan tetap menaati protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Setelah melakukan koordinasi, BBWSBS melakukan kegiatan monitoring di Rawa Jombor dipimpin Kepala Bidang (Kabid) Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Danau, Situ dan Embung (DSE), Yoga Darmawan Diparindra, S.T., M.T, beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo. Fungsi utama Rawa Jombor adalah sebagai sumber irigasi serta penampung air hujan untuk mencegah banjir. Selain itu, Rawa Jombor selama ini dimanfaatkan untuk aktivitas warga sekitar seperti budi daya ikan menggunakan karamba, warung apung, serta belakangan digunakan untuk wisata perahu. Kabid Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA), Naryo Widodo, S.T., M.T, menuturkan ada kegiatan penataan dan revitalisasi yang sudah berjalan, seperti pembuatan pagar pengamanan serta pembuatan jogging track keliling rawa. Namun, baru dibangun sekitar 2 km. Sementara, kegiatan pengerukan sedimentasi ditargetkan tetap berjalan pada 2021. “Saya berharap Rawa Jombor dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan semoga revitalisasi ini dapat berjalan lancar sesuai target, sehingga lahan di kawasan setempat yang tadinya hanya mengharap air hujan, kedepannya dapat diairi dan menjadi lebih produktif,” katanya. (BBWSBS/Tamara)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
09 June 2022
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo melakukan Penandatanganan Kontrak Paket Pekerjaan di lingkungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo di Kantor BBWS Bengawan Solo, Pabelan, Sukoharjo, Rabu (08/06/2022). Acara penandatanganan tersebut dihadiri oleh Kepala BBWS Bengawan Solo, Maryadi Utama, S.T, M.Si., Kepala SNVT PJSA Bengawan Solo, R. Panji Satrio, S.T., M.T., MDM, serta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Dalam kesempatan ini, BBWS Bengawan Solo diwakili oleh PPK Sungai dan Pantai III menandatangani paket pekerjaan Pengendalian Banjir Kali Pepe Hulu dan Anak Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta dengan penyedia jasa PT. Bangkit Berkah Perkasa senilai Rp. 70.020.560.759,63 dan paket pekerjaan Supervisi Pengendalian Banjir Kali Pepe Hulu dan Anak Sungai Bengawan Solo di Kota Surakarta dengan penyedia jasa PT. Rayakonsult KSO PT. Brahma Seta Indonesia – PT. Manggalakarya Bangun Sarana senilai Rp. 3.490.982.000,00 dengan jangka waktu pelaksanaan 540 hari kalender. Dalam arahannya, Maryadi Utama, S.T, M.Si., menyampaikan bahwa setelah tanda tangan kontrak berarti tanggung jawab yang harus diimplementasikan akan dimulai, sehingga diharapkan semua dapat berproses dan terselesaikan dengan baik. “Kami berharap semua pihak terkait dapat benar-benar berkomitmen untuk menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik. Serta tentunya dapat bekerja secara profesional dan tepat mutu,” katanya. (BBWSBS/Safira)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 March 2021
Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS) menyelenggarakan acara Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Penertiban Pelanggaran Pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) di Wilayah Sungai Bengawan Solo yang dilaksanakan secara daring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19 di Kantor BBWSBS, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (16/03/2021). Dalam rakor tersebut dibahas beberapa permasalahan terkait akibat dan dampak pelanggaran SDA. Sebagai contoh, pengambilan air tanpa izin, baik secara langsung maupun dengan menggunakan pompa apabila secara terus-menerus tanpa terkendali, tentunya akan mengakibatkan kerusakan lingkungan juga infrastruktur SDA, seperti longsor (sliding) tebing sungai, sliding bantaran sungai, sliding tanggul, sliding revetment, dan lain sebagainya. Hadir sebagai narasumber diskusi, Subkoordinator Perizinan dan Pemantauan I Direktorat Bina OP, Andi Widyanto, S.T., MPSDA., yang menyampaikan bahwa air merupakan elemen yang sangat penting untuk kehidupan dan harus terjaga. “Kami berharap agar SDA senantiasa dimanfaatkan semestinya. Kelak anak cucu kita juga akan merasakan manfaatnya. Mari kita kelola dengan baik SDA yang ada, sehingga tetap lestari,” pesannya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Kementerian PUPR , pasal 5 disebutkan bahwa salah satu tugas BBWS adalah menyelenggarakan fungsi pelaksanakaan pemantauan dan pengawasan penggunaan SDA dan penyidikan tindak pidana bidang SDA. Oleh karena itu, mulai tahun 2020 lalu, dibentuk Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemantauan dan Pengawasan Pengelolaan SDA (PSDA). Kepala Bidang (Kabid) Operasi dan Pemeliharaan (OP) Bengawan Solo, Sri Wahyu Kusumastuti, S.T., M.Si., juga menyampaikan bahwa data indikasi pelanggaran PSDA di lingkungan wilayah sungai Bengawan Solo diperoleh dari Tim Satgas maupun unit-unit di BBWSBS, seperti Unit Irigasi, Unit Sungai, dan Unit Pengelola Bendungan, serta laporan atas pelanggaran lainnya di lapangan. “Indikasi pelanggaran pengelolaan SDA yang terjadi dan ditemukan, meliputi pemanfaatan air tanpa izin dari sungai dan mata air, baik dengan pompa maupun pengambilan langsung, penyalahgunaan dalam pemanfataan sempadan sungai dan irigasi, bantaran sungai, tanggul daerah genangan maupun sabuk hijau waduk. Lalu, penutupan saluran irigasi, pengrusakan tanggul, juga penambangan liar di sungai. Untuk itu, dalam penanganan pelanggaran pengelolaan SDA ini, diperlukan kerjasama yang solid antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” paparnya. Ambar Puspitosari, S.T., MDM., selaku Subkoordinator Pelaksana Tugas Perencanaan OP SDA Bengawan Solo, juga menggarisbawahi bahwa sesuai tugas dan fungsinya, BBWSBS telah menyampaikan surat teguran kepada para pelanggar, yang ditembuskan kepada Bupati, perangkat desa, dan pihak kepolisian setempat. Namun, surat teguran yang dilayangkan belum memberikan efek jera kepada pelanggar, sehingga diharapakan dapat terjalin koordinasi dan sinergitas antar stakeholders melalui rakor ini, agar dapat dilakukan upaya penertiban. (BBWSBS/Ferri)
Baca SelengkapnyaBerita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
16 August 2021
Dalam upaya membantu para tenaga kesehatan (nakes) dalam meningkatkan kekebalan tubuh dalam rangka penanganan pandemi Covid-19, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dan Balai Teknik Sungai (BTS) menyalurkan 60 paket sembako untuk tenaga medis atau tenaga kesehatan (nakes) Rumah Sakit Ortopedi dr. Soeharso, di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (16/08/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 Kepala Bagian (Kabag) Umum dan Tata Usaha (TU) BBWSBS, Bambang, S.E., S.T., M.T., mengaku merasa terpanggil untuk ikut berperan dalam mengatasi Covid-19 dengan memberikan perhatian secara khusus kepada para nakes yang bekerja siang dan malam untuk menangani dan merawat pasien yang terpapar Covid-19. “Dalam rangka memperingati HUT ke-76 Republik Indonesia di Kementerian Pekerjakan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] dan sebagai wujud terima kasih kami atas peran nakes di Rumah Sakit Ortopedi dr. Soeharso yang telah membantu BBWS Bengawan Solo dalam pelaksanaan vaksinasi. Dalam rangka Donasi PUPR Peduli ini kami berikan 60 paket sembako dan vitamin untuk para nakes di Rumah Sakit Ortopedi dr. Soeharso,” katanya. Tiap paket berisi beras premium 5 kg, 2 liter minyak goreng, 10 bungkus mie instan, masker, hand sanitizer dan multivitamin. “Semoga bantuan ini bisa menambah semangat para nakes yang bertugas. Biar imunitasnya meningkat,” ujar Bambang. Kepala Balai Teknik Sungai, Marasi Deon Joubert, ST, MPSDA sangat mengapresiasi kinerja nakes di Rumah Sakit Ortopedi dr. Soeharso dalam ikut serta menangani Pandemi Covid-19. Menurutnya, situasi pandemi ini tidak bisa diselesaikan secara sendirian namun dibutuhkan semangat kegotongroyongan dari seluruh elemen masyarakat. “Saya berharap dukungan seluruh komponen dan elemen masyarakat untuk bersama dan bekerja sama mendukung program pemerintah dalam hal percepatan penanganan pandemi. Saat ini para nakes membutuhkan dukungan dan semangat supaya mereka merasa tidak sendirian,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)
Baca Selengkapnya