Detail Berita


Direktur Irwa Tinjau Proyek Tanggap Darurat Bendung Kedungbanteng

Berita Balai, Berita SDA, Berita KemenPUPR
19 November 2021

Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Suparji.,SST., MT , Kepala Subdirektorat Perencanaan Teknis Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Rahmat Suria Lubis, ST, MT didampingi Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Bengawan Solo, Heriantono Waluyadi, ST.,MT beserta pejabat di lingkungan BBWS Bengawan Solo dan Perwakilan DPU Kabupaten Madiun meninjau langsung proyek tanggap darurat Bendung Kedungbanteng yang jebol akibat curah hujan yang tinggi di wilayah hulu Bendung Kedungbanteng, Madiun, Jawa Timur, Jumat (19/11/2021). Kegiatan ini tetap menerapkan protokol kesehatan Covid 19. Bendung Kedungbanteng berada di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun, Jawa Timur Bedung Kedungbanteng yang dibangun pada tahun 1970. Bendung Kedungbanteng pernah dilakukan rehabilitasi pada tahun 1985/1986. Direktur Irigasi dan Rawa Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Suparji.,SST., MT mengatakan hasil tinjauan ini sebagai dasar merumuskan desain perbaikan Bendung. “Nanti dibuatkan desain perbaikannya. Yang namanya musibah kan tidak bisa diprediksi. Tapi bila terjadi hal yang tidak kita inginkan, itu sudah ada prosedur penanganannya,” katanya. Suparji mengatakan, pihaknya berusaha meningkatkan monitoring evaluasi waduk untuk mengantisipasi banjir. “Kami sebisa mungkin mengantisipasi banjir dan selalu meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada. Diperlukan koordinasi yang baik, secara internal maupun eksternal. Saya mengingatkan seluruh satuan kerja untuk memperhatikan pekerjaan yang ditanganinya. Jangan sampai salah dalam mengambil keputusan. Perlu adanya kesiapsiagaan apabila terjadi bencana,” katanya. Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air (KPISDA) Bengawan Solo, Ali Rahmat, ST, MT, mengatakan Kerusakan Bendung Kedungbanteng berada pada dinding penahan, sayap hulu dan hilir, serta erosi lahan penduduk akibat curah hujan tinggi di wilayah hulu Bendung Kedungbanteng pada 14 November 2021 lalu. “Sambil menunggu perbaikan, diperlukan langkah penanganan darurat supaya tidak terjadi kerusakan yang makin parah. BBWS Bengawan Solo sudah melakukan penanganan darurat dengan bronjong dan timbunan secara bertahap sejak bulan Mei 2021. Untuk penangan BBWS Bengawan Solo sudah koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Madiun,” ujarnya. (BBWSBS/Tamara)

Author :

Tags :

Postingan Lainnya

05 February 2021

Penandatanganan Kontrak Bersama Paket-paket di Lingkungan BBWSBS

Baca Selengkapnya

05 March 2021

Peningkatan Kapasitas SDM Untuk Operasi dan Pemeliharaan Bendungan

Baca Selengkapnya

05 March 2021

Perkenalan Kepala SNVT Air Tanah dan Air Baku

Baca Selengkapnya