Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Maryadi Utama, S.T., M.Si., beserta tim melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi paket pekerjaan di wilayah Madiun, Jawa Timur, Rabu (15/06/2022). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Lokasi pertama yang dikunjungi oleh rombongan tim BBWBS yakni Paket Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) yang merupakan anak Kali Madiun. Untuk realisasi progres fisik per 12 Juni 2022 telah mencapai 7,94%. Lokasi pekerjaan proyek tersebut berada di lokasi Kecamatan Balerejo yakni Desa Balerejo, Desa Bulakrejo, Desa Kedungjati, Desa Babadan Lor, Desa Sumberbening, Kecamatan Wonoasri yakni Desa Buduran, dan Kecamatan Pilangkenceng yakni Desa Purworejo. Penanganan Banjir Kali Jeroan Kab. Madiun (Tahap II) ini bertujuan untuk mengurangi resiko genangan banjir seluas 200 Ha, dan juga mengurangi resiko genangan banjir di Jalan Nasional Madiun – Surabaya dan Jalan Tol Ngawi – Kertosono di KM +603 – KM +604. Di sela kegiatan, Maryadi juga menyampaikan agar pengerjaan proyek tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat waktu nantinya. “Untuk penyedia jasa, kami berharap agar tetap memahami dan menjalankan pekerjaan sesuai kontrak yang tertuang, dan tak lupa agar tetap berkoordinasi secara intensif guna menunjang keberhasilan proyek,” imbuhnya. Monitoring dilanjutkan ke proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP). Proyek yang dikerjakan pada T.A. 2020-2022 tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan produksi padi di daerah Prov. Jawa Timur, khususnya di daerah irigasi SIM dengan jalan rehabilitasi daerah irigasi. Suplesi Irigasi D.I SIM didapat dari Sungai Madiun, yang dibendung di Bendung Jati (Dam Jati) Kec. Nguntoro Kab. Magetan. Adapun progres fisik Pekerjaan Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. SIM di Kabupaten Madiun (IPDMIP) per 14 Juni 2022 telah mencapai 100%. (BBWSBS/Ferri)
Author :
Tags :