28 December 2025
Bencana akibat daya rusak air, seperti banjir, banjir bandang, erosi, sedimentasi, dan tanah ambles, merupakan ancaman yang dapat terjadi kapan saja. Risiko tersebut semakin nyata pada wilayah dengan dinamika sungai yang tinggi, seperti Sungai Bengawan Solo. Pemahaman terhadap karakteristik setiap jenis bencana menjadi langkah penting agar upaya mitigasi dapat dilakukan secara tepat dan responsif.
Banjir terjadi ketika debit air sungai melampaui kapasitas tampungnya. Pemicunya beragam, antara lain curah hujan tinggi, kondisi daerah aliran sungai, aliran permukaan, serta keberadaan sedimen dan sampah yang mengurangi kapasitas sungai. Sementara itu, erosi dan sedimentasi yang pada kondisi normal merupakan proses alami, dapat berkembang menjadi bencana sedimen massa apabila material dalam jumlah besar bergerak cepat, seperti pada aliran debris atau banjir lahar dingin.
Tanah ambles juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai. Fenomena ini terjadi akibat penurunan muka tanah yang dipicu oleh berkurangnya air tanah. Pada tanah berbutir lepas, penurunan dapat berlangsung relatif cepat sehingga berpotensi membahayakan permukiman dan infrastruktur di sekitarnya.
BBWS Bengawan Solo terus berkomitmen dalam pengelolaan sumber daya air secara terpadu melalui pemantauan kondisi sungai, pengurangan risiko bencana, serta peningkatan kesiapsiagaan masyarakat. Sinergi, kolaborasi, dan kewaspadaan bersama menjadi kunci untuk menjaga Wilayah Sungai Bengawan Solo tetap aman dan tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana.
Author : BBWS/Kompu BBWS Bengawan Solo
Tags : #SigapMembangunNegeriUntukRakyat #MengelolaAirUntukNegeri #IrigasiUntukSwasembadaPangan #SetahunBerdampak #BBWSBS
Postingan Lainnya
25 October 2023
BBWS Bengawan Solo Menjunjung TIngga Etika dan Adabs
Baca Selengkapnya
09 April 2021
Rakor Percepatan Pembangunan Infrastruktur SDA untuk Penanganan Banjir Kabupaten Tuban
Baca Selengkapnya