Publikasi

Berita Balai

Sosialisasi SOP dan Pembekalan PPPK dalam Peningkatan Tata Kelola Layanan di Lingkungan BBWS Cimanuk Cisanggarung
Balai Berita
30 Nov 2025

Sosialisasi SOP dan Pembekalan PPPK dalam Peningkatan Tata Kelola Layanan di Lingkungan BBWS Cimanuk Cisanggarung

Pelaksanaan Sosialisasi Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Pembekalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung menjadi bagian dari upaya penguatan tata kelola kerja di satuan kerja sumber daya air. Kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai ketentuan operasional yang berlaku serta memastikan seluruh pegawai PPPK memahami arah kebijakan organisasi dalam penyelenggaraan tugas layanan publik di bidang sumber daya air. Dalam proses penyampaian materi, peserta menerima penjelasan teknis mengenai alur SOP yang digunakan pada berbagai unit kerja, termasuk mekanisme pelayanan administrasi, koordinasi kegiatan lapangan, prosedur pelaporan, serta standar mutu pekerjaan konstruksi dan non-konstruksi. Setiap penjelasan dirancang agar mudah dipahami, sehingga pegawai PPPK dapat mengaplikasikan ketentuan tersebut secara konsisten dalam pelaksanaan tugas harian. Selain itu, penyampaian materi juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap ketentuan internal agar kualitas pelayanan dapat terjaga dengan baik. Data kebutuhan sumber daya manusia di sektor pekerjaan umum menunjukkan bahwa penguatan kapasitas aparatur merupakan unsur penting dalam peningkatan layanan publik. Berdasarkan laporan Kementerian Pekerjaan Umum tahun 2024, penguatan kompetensi pegawai kontraktual di lingkungan instansi teknis berkontribusi pada percepatan administrasi kegiatan dan peningkatan efektivitas program infrastruktur. Dengan dukungan pembekalan yang tepat, diharapkan kinerja operasional BBWS Cimanuk Cisanggarung dapat menunjukkan peningkatan yang terukur. Manfaat langsung dari kegiatan ini diharapkan tercermin pada peningkatan kedisiplinan kerja, kualitas pelayanan, serta ketepatan waktu penyelesaian tugas. Kemampuan pegawai PPPK dalam memahami alur kerja dan standar mutu menjadi faktor penting dalam mendukung kegiatan operasional, mulai dari pekerjaan administrasi perkantoran hingga dukungan teknis kegiatan lapangan. Peningkatan kapasitas aparatur juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem manajemen kinerja organisasi sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif. Dari aspek regulasi, penyelenggaraan sosialisasi dan pembekalan ini berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, yang menegaskan bahwa PPPK memiliki hak atas pengembangan kompetensi dan pembekalan teknis sesuai bidang tugasnya. Selain itu, ketentuan ini sejalan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum tentang penerapan SOP di lingkungan kementerian yang mengamanatkan pentingnya standarisasi tata kelola kerja di setiap satuan kerja. Melalui kegiatan sosialisasi dan pembekalan ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan publik yang efisien dan dapat dipertanggungjawabkan. Pembekalan PPPK menjadi fondasi penting dalam memperkuat sistem kerja organisasi, memastikan pelaksanaan tugas berjalan sesuai ketentuan, serta mendukung tercapainya pelayanan yang berorientasi pada peningkatan kualitas penyelenggaraan infrastruktur sumber daya air di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Monitoring Program Inpres 02/2025 pada Pembangunan Saluran Tersier B.Ta.10 Ka 1 di Kabupaten Indramayu
Balai Berita
30 Nov 2025

Monitoring Program Inpres 02/2025 pada Pembangunan Saluran Tersier B.Ta.10 Ka 1 di Kabupaten Indramayu

BBWS Cimanuk Cisanggarung melalui Bidang Operasi dan Pemeliharaan melaksanakan kegiatan monitoring lanjutan Program Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 di Kabupaten Indramayu. Peninjauan kali ini berfokus pada progres pembangunan saluran tersier B.Ta.10 Ka 1 yang berlokasi di Desa Pawidean, Kecamatan Jatibarang. Kegiatan monitoring dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi lapangan, termasuk kesesuaian metode kerja, kesinambungan penyediaan material, serta ketepatan dokumentasi teknis yang menjadi bagian dari standar pelaksanaan kegiatan. Secara teknis, saluran tersier B.Ta.10 Ka 1 dibangun dengan panjang 500 meter untuk meningkatkan kesinambungan distribusi air irigasi dari jaringan sekunder menuju petak-petak sawah di wilayah layanan. Jenis konstruksi yang digunakan meliputi pasangan beton pada dasar dan dinding saluran dengan ketebalan yang telah disesuaikan berdasarkan perhitungan debit rencana. Tahapan pekerjaan yang ditinjau mencakup pemasangan bekisting, pengecoran, pemadatan tanah dasar, serta pengaturan elevasi agar aliran air dapat bergerak stabil dan merata menuju seluruh area layanan. Berdasarkan data lapangan, saluran ini direncanakan melayani area irigasi seluas 106 hektare lahan pertanian di Desa Pawidean. Luas layanan tersebut mengacu pada data penggunaan lahan pertanian Kecamatan Jatibarang yang tercatat dalam publikasi BPS Kabupaten Indramayu Indramayu dalam Angka 2024. Dengan cakupan tersebut, keberadaan saluran tersier ini diharapkan memberikan dukungan signifikan terhadap kelancaran suplai air pada masa tanam utama dan masa tanam kedua, terutama pada periode musim kemarau ketika kebutuhan irigasi meningkat. Sampai dengan pelaksanaan monitoring, progres pembangunan telah mencapai sekitar 65 persen. Angka ini merupakan hasil penghitungan tim teknis di lapangan dan masih bersifat estimasi berdasarkan kesesuaian progres fisik dengan volume pekerjaan yang tercantum pada kontrak. Progres tersebut mencerminkan bahwa pengerjaan konstruksi berjalan sesuai rencana, baik dari segi durasi pekerjaan maupun mutu material yang digunakan. Dengan capaian ini, peluang penyelesaian pekerjaan tepat waktu semakin kuat sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat. Pelaksanaan monitoring merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2015 mengenai Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi. Kedua regulasi tersebut menjadi dasar dalam mengatur tata kelola pembangunan, pemeliharaan, dan pengawasan jaringan irigasi, termasuk di tingkat tersier. Kehadiran BBWS Cimanuk Cisanggarung dan Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait menjadi bagian penting dari pelaksanaan amanat regulasi tersebut. Melalui kegiatan monitoring yang konsisten, pembangunan saluran tersier B.Ta.10 Ka 1 diharapkan dapat selesai sesuai ketentuan dan memberikan manfaat optimal bagi petani Desa Pawidean. Peningkatan kelancaran distribusi air irigasi diharapkan mampu mendorong produktivitas pertanian Indramayu yang dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Dengan dukungan infrastruktur yang tertata, keberlanjutan pertanian dan peningkatan kesejahteraan petani menjadi tujuan yang terus diupayakan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Breakwater Pantai Dadap sebagai Infrastruktur Pengaman Pesisir di Kabupaten Indramayu
Balai Berita
30 Nov 2025

Breakwater Pantai Dadap sebagai Infrastruktur Pengaman Pesisir di Kabupaten Indramayu

Pembangunan breakwater di Pantai Dadap, Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, merupakan salah satu infrastruktur pengaman pantai yang berfungsi mengurangi dampak gelombang timur laut yang kerap terjadi pada periode angin musiman. Struktur pemecah gelombang ini menjadi elemen penting dalam menjaga stabilitas garis pantai sekaligus mendukung aktivitas masyarakat pesisir yang bergantung pada perairan setempat. Secara teknis, breakwater Pantai Dadap dibangun dengan panjang sekitar 1,9 kilometer dan dirancang untuk menghambat energi gelombang sebelum mencapai garis pantai. Konsep peredaman gelombang dilakukan melalui struktur batu ganda yang disusun berlapis sehingga mampu menahan gaya gelombang dan mengurangi laju transportasi sedimen. Dengan permukaan perairan yang lebih tenang, kawasan pesisir dapat berfungsi lebih optimal untuk kegiatan nelayan dan akses masyarakat lainnya. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah pesisir Indramayu kerap mengalami gelombang timur laut dengan tinggi berkisar 1,25–2,5 meter pada puncak musim angin, sehingga diperlukan infrastruktur yang mampu memberikan perlindungan bagi masyarakat. Selain itu, data dari Kementerian Kelautan dan Perikanan menunjukkan bahwa abrasi di beberapa pesisir utara Jawa mencapai rata-rata 1–3 meter per tahun, sehingga keberadaan breakwater menjadi salah satu upaya pengendalian yang diperlukan. Angka tersebut bersifat perkiraan berdasarkan kajian teknis kawasan pesisir utara Jawa. Dari sisi manfaat, keberadaan breakwater Pantai Dadap memberikan perlindungan bagi permukiman pesisir, fasilitas umum, dan area aktivitas masyarakat yang berada di sekitar garis pantai. Perairan yang lebih tenang juga mendukung peningkatan keselamatan kapal nelayan serta membantu menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir yang rentan terhadap perubahan dinamika gelombang. Stabilitas garis pantai yang terjaga turut memperkuat keberlanjutan ekonomi lokal berbasis perikanan dan pesisir. Pembangunan breakwater ini dilaksanakan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, serta Rencana Induk Pengelolaan Wilayah Pesisir dari Kementerian Pekerjaan Umum sebagai pedoman penataan dan pengamanan wilayah pesisir. Landasan regulasi tersebut memastikan setiap tahapan pembangunan dijalankan sesuai ketentuan teknis pengelolaan sumber daya air dan perlindungan pesisir. Melalui penyelesaian breakwater Pantai Dadap, BBWS Cimanuk Cisanggarung mendorong penguatan infrastruktur pengaman pantai yang mendukung keberlanjutan wilayah pesisir Kabupaten Indramayu. Diharapkan, struktur ini dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang untuk menjaga garis pantai, memperkuat ketahanan wilayah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang bergantung pada perairan pesisir.

Mawar (Rosa hybrida L.)
Balai Berita
28 Nov 2025

Mawar (Rosa hybrida L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae  Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta  Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Rosales Famili : Rosaceae. Genus : Rosa L. Spesies : Rosa hybrida L. (USDA) Status Konservasi IUCN Tidak terdata Deskripsi Mawar (Rosa hybrida) merupakan tanaman hias yang berasal dari dataran China Selatan, dan menyebar luas di berbagai belahan dunia. Di Indonesia, bunga Mawar dinikmati sebagai bunga potong atau digunakan untuk upacara adat dan sebagai bunga tabur. Tanaman mawar merupakan tanaman berhabitus perdu dengan batang yang berduri dengan tinggi tanaman antara 0,3 sampai 0,5 meter. Akar mawar tunggang dengan banyak cabang akar seperti serat dan akar rambut yang menyerupai benang. Daun mawar merupakan daun majemuk dengan jumlah 3 atau 5 berselang dan bersirip ganjil. Bunga mawar sebagian tunggal dan ada juga yang tersusun indah dalam bentuk payung dengan perhiasan bunga setiap lingkaran 4-5 helai. Warna bunga bervariasi dari putih, merah, merah muda dan ungu muda. Pustaka     Syarifah, Siti  R., 2018. Pengaruh Berbagai Jenis Larutan Germisida dan Sukrosa Terhadap Kesegaran Bunga Potong Mawar (Rosa hybrida). Universitas Muhammadiyah Yogyakarta URL : http://repository.umy.ac.id/handle/123456789/21369 United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=SPCA2

Ampelas (Ficus ampelos Burm.f.)
Balai Berita
27 Nov 2025

Ampelas (Ficus ampelos Burm.f.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Rosales Famili : Moraceae Genus : Ficus Spesies : Ficus ampelos Burm.f. (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.) Status Konservasi IUCN  LC – Least Concern Deskripsi Ampelas atau Amplas memiliki nama lati Ficus ampelos, namun juga sering disebut sebagai Ficus ampelas. Ampelas memiliki beberapa nama lokal seperti Hampelas (Sunda) dan Rempelas (Jawa). Ampelas berasal dari Indonesia, Jepang, Papua Nugini, Filipina, Taiwan, dan China. Ampelas dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 50–2.400 m dpl (Energy Development Corporation, 2024).  Ampelas dapat tumbuh sebagai pohon yang memiliki tinggi 15–20 m. Kulit batangnya halus, berwarna keabu-abuan hingga cokelat. Daunnya berbentuk elips sempit dengan panjang 4–15 cm dan lebar 1,5–5 cm, pangkal daun berbentuk baji (cuneate), ujungnya runcing (acute) atau meruncing panjang (acuminate), dan memiliki tepi rata. Daun ampelas memiliki 3–6 pasang tulang daun lateral, bertekstur kasar, dan memiliki daun penumpu (stipula) sepanjang 8 mm. Buah ara (bunga majemuk yang tertutup, dasar bunga menyatu) pohon ampelas tumbuh di ketiak daun secara bergerombol. Buahnya memiliki tangkai (stipitate), berbentuk hampir bulat (subglobose), diameter 7–10 mm, dengan permukaan sedikit kasar. Ketika matang, buahnya berwarna merah atau ungu (Rojo et al., 1999). Pohon ampelas memiliki manfaat ekologis, yaitu sebagai habitat binatang seperti berbagai jenis burung, serangga, dan hewan-hewan kecil. Pohon ampelas juga dapat dimanfaatkan kayunya untuk keperluan konstruksi ringan (DLHK Kabupaten Sumedang, 2022). Getah pohon ampelas dapat diminum sebagai obat tradisional untuk mengobati diare. Di Indonesia, tanaman ini juga digunakan sebagai diuretik yang berfungsi membantu membersihkan ginjal atau menurunkan tekanan darah. Di Papua Nugini, getah daun muda ampelas dicampurkan dengan air dan digunakan sebagai obat oles untuk mengobati sariawan atau luka di mulut bayi.  Daunnya yang kasar juga dapat digunakan untuk menghaluskan kayu atau permukaan lain (Rojo et al., 1999). Pustaka DLHK Kabupaten Sumedang. (2022). Zona Koleksi: Pohon Ampelas (Ficus ampelas). Diambil dari https://dlhk.sumedangkab.go.id/berita/view_detail/eyJpdiI6InhSN0Z6RDdHTkxpREVHSTA2MTVNREE9PSIsInZhbHVlIjoiWE4xNVZHaGFZb1NRMUMwZGhXSUdBZz09IiwibWFjIjoiNTcyZWE0ZjNhNTJkYTI2M2QxNTc4Mzg3YzI5NTFkOTJmNTA3ZjgwZTA0MTEzMzk1ZWM2YzJlNjhhOTliMGY2NCIsInRhZyI6IiJ9. Diakses pada 5 November 2025.  Energy Development Corporation (EDC). (2024). Ficus ampelos. The IUCN Red List of Threatened Species 2024: e.T198111238A203234076. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2024-2.RLTS.T198111238A203234076.en. Diakses pada 4 November 2025. Rojo, J. P., Pitargue, F. C., & Sosef, M. S. M. (1999). Ficus ampelas Burm.f. Dalam L. S. de Padua, N. Bunyapraphatsara, & R. H. M. J. Lemmens (Eds.), Plant resources of South-East Asia No 12(1): Medicinal and poisonous plants 1. PROSEA Foundation. Database record: prota4u.org/prosea. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Ficus ampelos Burm.f. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:852377-1. Diakses pada 5 November 2025.

Anggur Brazil/Anggur Batang (Plinia cauliflora (Mart.) Kausel)
Balai Berita
27 Nov 2025

Anggur Brazil/Anggur Batang (Plinia cauliflora (Mart.) Kausel)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Genus : Plinia Spesies : Plinia cauliflora (Mart.) Kausel (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.) Status Konservasi IUCN  LC – Least Concern Deskripsi Anggur Brazil atau Anggur Batang merupakan jenis tanaman penghasil buah yang berasal dari Brazil dan menyebar ke berbagai negara. Tanaman ini berhabitus pohon dengan habitat pada kawasan bioma tropis yang kering secara musiman (Royal Botanic Gardens, t.t.). Pohon anggur brazil dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian hingga 1.700 m dpl, suhu udara rata-rata 22–28 °C, curah hujan rata-rata 900–1.500 mm/tahun. Anggur batang dapat tumbuh subur pada tempat dengan tanah yang subur, solum dalam, memiliki drainase yang baik, kaya humus, dan agak asam. Anggur brazil termasuk dalam tumbuhan dengan pertumbuhan yang lambat (slow growing species). Pohon ini memiliki tinggi 5–13 m dengan diameter batang mencapai 20 cm. Tajuknya berbentuk bulat, rapat, dan lebar. Daun anggur brazil berwarna hijau tua, berukuran kecil, dengan duduk daun berlawanan. Bunganya berwarna putih dengan ukuran kecil. Buah anggur brazil berwarna ungu, berbentuk seperti bola, memiliki kulit buah yang tebal dengan daging buah yang transparan dan mengandung banyak air. Buahnya kaya vitamin C dan dapat dikonsumsi secara langsung (Plant For A Future, t.t.). Berdasarkan penelitian, anggur brazil mengandung senyawa yang kaya antioksidan, anti-inflamasi, dan antikanker yang dapat digunakan dalam pencegahan dan pengobatan kanker payudara (Reguengo et al., 2022). Selain itu, ditemukan komponen kimia hasil ekstrak kulit batang yang memiliki sifat astringen, sehingga mampu mengatasi diare dan gangguan pencernaan lainnya. Dalam ekstrak buah dan daun tanaman anggur brazil ditemukan kandungan asam galat, asam elagat, dan turunan flavonoid yang mampu melawan beberapa aktivitas bakteri Enterococcus faecalis, Escherichia coli, Salmonella sp., dan Shigella sp. (Souza-Moreira et al., 2022).  Pustaka Botanic Gardens Conservation International (BGCI), IUCN SSC Global Tree Specialist Group & Canteiro, C. (2019). Plinia cauliflora. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T148756263A148756265. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-3.RLTS.T148756263A148756265.en.  Diakses pada 2 November 2025. Plant For A Future. (t.t.). Plinia cauliflora - (Mart.) Kausel. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Plinia+cauliflora. Diakses pada 2 November 2025. Reguengo, L. M., do Nascimento, R. D. P., da Fonseca Machado, A. P., & Junior, M. R. M. (2022). Signaling pathways and the potential anticarcinogenic effect of native Brazilian fruits on breast cancer. Food Research International, 155, 111117. Royal Botanic Gardens, Kew. (t.t.). Plinia cauliflora (Mart.) Kausel. Plants of the World Online. Diambil dari https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:427190-1. Diakses pada 2 November 2025. Souza-Moreira, T. M., Severi, J. A., Santos, E., Silva, V. Y., Vilegas, W., Salgado, H. R., & Pietro, R. C. (2011). Chemical and antidiarrheal studies of Plinia cauliflora. Journal of medicinal food, 14(12), 1590–1596.