Publikasi
Berita Balai
Black Sapote (Diospyros nigra (J.F.Gmel.) Perr.)
Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingkom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Dilleniidae Ordo : Ebenales Famili : Ebenaceae Gürke. Genus : Diospyros L. Spesies : Diospyros digyna Jacq. (USDA, t.t.) Sinonim (IUCN) : Diospyros nigra (J.F.Gmel.) Perr. Diospyros edulis Lodd. ex Sweet Diospyros obtusifolia Willd. Diospyros obtusifolia Kunth Diospyros revoluta Poir. Diospyros sapotanigera DC. Diospyros tliltzapotl Sessé & Moç. Sapota nigra J.F.Gmel. Status Konservasi IUCN LC - Least Concern Deskripsi Black sapote atau dikenal sebagai kesemek hitam, buah puding cokelat, dan sawo hitam, merupakan tanaman berbuah yang berasal dari Belize, Colombia, Costa Rica, El Savador, Guatemala, Honduras, Meksiko, Nikaragua, dan Panama. Jenis ini kemudian menyebar ke berbagai negara seperti Florida, India, Indonesia, dan Texas. Black sapote dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 20–1.600 m dpl (Royal Botanic Gardens, Kew, t.t.). Black sapote tumbuh dengan baik di tempat dengan suhu udara rata-rata 20–27 °C, curah hujan 1.000–2.400 mm/tahun, dan pH tanah berkisar antara 6–7. Pohon black sapote dapat tumbuh tinggi mencapai 25 m dan diameter batang mencapai 45 cm dengan kulit batang berwarna hitam. Tajuknya berbentuk bulat dengan daun berwarna hijau (Plant For A Future, t.t). Daunnya memiliki panjang 10–30 cm, berbentuk lonjong hingga lanset, dan tersusun secara selang seling (duduk daun berseling). Bunga black sapote berwarna putih, terletak di ketiak daun, dan memiliki diameter 1–1,6 cm (National Parks Board, 2025). Buah black sapote dapat dikonsumsi langsung ketika sudah matang. Daging buah yang sudah matang berwarna cokelat tua, cokelat, sampai hitam dengan rasa agak manis. Buah yang belum matang juga dapat diolah dengan cara direbus. Kulit kayu dan daun black sapote digunakan sebagai obat dalam pengobatan demam dan berbagai penyakit kulit. Kayunya juga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan kabinet (Plant For A Future, t.t.). Pustaka Botanic Gardens Conservation International (BGCI) & IUCN SSC Global Tree Specialist Group. (2019). Diospyros nigra. The IUCN Red List of Threatened Species 2019: e.T173620A146792255. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T173620A146792255.en. Diakses pada 3 November 2025. National Parks Board. (2025). Diospyros nigra (J.F.Gmel.) Perr. National Parks Board. Diambil dari https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/7/0/7090. Diakses pada 3 November 2025. Plant For A Future. (t.t.). Diospyros digyna - Jacq. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Diospyros+digyna. Diakses pada 3 November 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Diospyros digyna Jacq. The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/DIDI15. Diakses pada 3 November 2025.
Bougainville (Bougainvillea glabra Choisy)
Klasifikasi Kingdom : Plantae Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Caryophyllidae Ordo : Caryophyllales Famili : Nyctaginaceae Genus : Bougainvillea Comm. ex Juss. Spesies : Bougainvillea glabra Choisy (USDA) Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Bugenvil atau bunga kertas merupakan jenis tanaman berbunga yang berasal Brazil bagian selatan, tenggara, dan timur laut. Bugenvil sering digunakan sebagai tanaman hias di berbagai sektor wilayah dikarenakan variasi warna bunganya yang banyak. Bugenvil termasuk kelompok liana berduri (Thorn Lianas). Memiliki pertulangan daun menyirip,daunnya lebar, bulat telur, memanjang dengan ujung meruncing. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan dikotil dan memiliki sistem perakaran tunggang. Memiliki bunga yang berwarna-warni yang sebenarnya merupakan helaian daun yang telah mengalami modifikasi yang disebut seludang bunga (spatha). Bunga yang asli atau bunga sejatinya berbentuk tabung memanjang, berwarna putih yang muncul disela-sela atau berada di tengah-tengah helaian daun yang telah mengalami modifikasi tersebut. Pustaka Noerrian, Ardhina Okta. 2019. Pencandraan dan Pendataan Tumbuhan Liana pada Ekosistem Hutan di Kawasan Sukma Elang Arjasa sebagai Sumber Belajar Biologi. Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Jember. Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:35444-2 The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/149207944/149207946 United States Department of Agriculture : Natural Resources Conservation Service https://plants.sc.egov.usda.gov/plant-profile/BOGL4
Ceri (Prunus cerasus L.)
Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingkom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Rosales Famili : Rosaceae Juss.. Genus : Prunus L. Spesies : Prunus cerasus L. (USDA, t.t.) Sinonim (IUCN) : Cerasus avium (L.) Moench. Status Konservasi IUCN LC - Least Concern Deskripsi Ceri atau dalam Bahasa Inggris disebut Sweet Cherry, Bird Cherry, Gean, Mazzard Cherry, dan Wild Cherry merupakan jenis tanaman yang berasal dari berbagai negara seperti Albania, Algeria, Austria, Perancis, Hungaria, Italia, Rusia, Turki, Portugal, dan Ukraina. Ceri dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 0–2.000 m dpl (Rivers, 2017). Ceri dapat tumbuh tinggi hingga 6 m dengan banyak cabang dan tajuk yang lebar. Pohon ceri memiliki bunga hermaprodit, di mana dalam satu bunga terdapat organ reproduksi jantan dan betina (Plant For A Future, t.t.). Buah ceri memiliki bentuk bulat dengan diameter sekitar 18 mm dan mengandung 1 biji. Buahnya berwarna kuning saat muda dan berubah menjadi merah dan agak hitam saat tua (Kurniawan, 2024). Dalam satu pohon ceri dapat menghasilkan hingga lebih dari 7.000 buah. Buah ceri mengandung antosianin, kalium, dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan (Lomban, 2020). Berdasarkan penelitian yang dilakukan Cásedas et al. (2016), jus ceri memiliki kandungan antioksidan. Selain itu, kandungan polifenol utamanya dikenal sebagai asam klorogenat yang berperan yang mampu menghambat monoamine oksidase A dan tirosinase serta enzim yang terlibat dalam memicu penyakit diabetes. Pustaka Cásedas, G., Les, F., Gómez-Serranillos, M. P., Smith, C., & López, V. (2016). Bioactive and functional properties of sour cherry juice (Prunus cerasus). Food & function, 7(11), 4675–4682. Kurniawan, I. (2024). Mengenal Buah-Buahan. Nuansa Cendekia. Lomban, C. A. (2020). Pohon Ceri Peneduh Jalan ITERA. Biodiversity Warriors. Diambil dari https://biodiversitywarriors.kehati.or.id/artikel/pohon-ceri-peneduh-jalan-itera/. Diakses pada 4 November 2025. Plant For A Future. (t.t.). Prunus cerasus - L. Plant For A Future. Diambil dari https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Prunus+cerasus. Diakses pada 4 November 2025. Rivers, M.C. (2017). Prunus avium. The IUCN Red List of Threatened Species 2017: e.T172064A50673544. https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2017-3.RLTS.T172064A50673544.en. Diakses pada 4 November 2025. United States Department of Agriculture (USDA), Natural Resources Conservation Service. (t.t.). Prunus cerasus L. The PLANTS Database. Diambil dari https://plants.usda.gov/plant-profile/PRCE. Diakses pada 4 November 2025.
Lamtoro (Leucaena leucocephala L.)
Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Fabales Famili : Fabaceae Lindl. Genus : Leucaena Benth. Spesies : Leucaena leucocephala L. (USDA) Status Konservasi IUCN (Tidak ada data) Deskripsi Lamtoro berasal dari negara di Amerika Tengah seperti Belize, El Salvador, Guatemala, Honduras, hingga Mexico. Lamtoro banyak dikenalkan luas di seluruh penjuru dunia mencakup negara-negara di benua Asia, Afrika, Australia, hingga sebagian negara di benua Eropa. Tanaman ini tergolong ke dalam spesies yang tidak terancam, dibuktikan dengan tidak adanya data spesies ini pada IUCN red list. Lamtoro dapat tumbuh dengan optimal pada ketinggian 0-2200 meter di atas permukaan air laut (Kew). Tanaman ini banyak digunakan sebagai tanaman penghijauan dan pencegah erosi, lamtoro sudah dikenalkan ke Indonesia sejak ratusan tahun lalu untuk kepentingan pertanian dan kehutanan. Lamtoro atau petai cina merupakan tanaman cepat tumbuh yang dapat mencapai tinggi 13-18 meter dalam waktu tiga hingga lima tahun, spesies ini banyak digunakan sebagai pohon peneduh, pencegah erosi, sumber kayu bakar, hingga hijauan pakan ternak (Perhutani). Pustaka Perum Perhutani (Perhutani) https://www.perhutani.co.id/lamtoro-bukan-hanya-sekadar-tanaman-pelindung/ Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:138955-2/general-information United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=LELE10
Rasamala (Altingia excelsa Noronha)
Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Saxifraganae Ordo : Saxifragales Famili : Altingiaceae Genus : Altingia Spesies : Altingia excelsa Noronha (Plantamor) Status Konservasi IUCN LC- Least Concern Deskripsi Rasamala merupakan spesies yang dapat ditemukan di seluruh Asia, dari India hingga Indonesia. Persebaran jenis ii bermula dari Himalaya menuju wilayah lembab di Myanmar hingga Semenanjung Malaysia, Sumatera dan Jawa. Penyebaran pohon ini secara alami di wilayah Indonesia meliputi Sumatera Utara, Sumatera Barat, bengkulu hingga Jawa Barat. Rasamala memiliki habitat di kawasan hutan hujan tropis serta pegunungan/ bukit lembab. Rasamala tergolong spesies pionir dan dianggap dominan di hutan alam di India. Menurut penelitian Wisnubudi (2009) tentang penggunaan strata vegetasi oleh burung, bahwa rasamala paling tinggi dimanfaatkan sebagai habitat dari 32 jenis burung. Begitu pula dalam penelitian Oktaviani (2009), pohon rasamala menjadi pohon dominan yang dipilih Owa Jawa sebagai lokasi melakukan aktivitas bersuara. Pohon rasamala akan tumbuh baik pada ketinggian sekitar 500 - 1500 m dpl di daerah-daerah yang memiliki musim kering, basah ataupun sedang. Kriteria tempat tumbuh yang dapat di tumbuhi pohon jenis ini adalah tanah vulkanik yang subur dan selalu lembab pada daerah dengan curah hujan lebih dari 100mm/bulan. Batang pohon rasamala menjulang tinggi hingga mencapapi 60 meter dan bisa memiliki diameter hingga 80-150 cm. Tinggi bebas cabang pohon Rasamala ini mencapai 20 - 35 meter. Kulit luar yang dimiliki pohon ini berwarna coklat muda hingga kelabu merah. Kulit luar yang dimiliki memiliki karakteristik sedikit mengelupas. Kulit batangnya memiliki tebal hingga kurang lebih 1 cm, tergolong agak rapuh, licin serta keras dengan warna abu-abu hingga abu-abu kuning/ abu-abu coklat. Kulit batang yang mengelupas memiliki bentuk potongan-potongan panjang, retak-retak melintang dan tipis. Kulit bayang yang mengelupas memiliki warna merah coklat atau coklat kuning. Apabila kayu pohon ini dalam keadaan segar akan berbau seperti asam dan mengandung sedikit damar dan saat dibakar mengeluarkan bau harum Pohon ini memiliki bentuk kanopi seperti bentuk kembang kol apabila dilihat dari kejauhan. Pohon rasamala yang masih muda memiliki tajuk yang rapat dan umumnya berbentuk piramid, sedangkan pada umur yang lebih tua menjadi gepeng dan jarang serta beberapa hari sebelum berbunga akan gundul. Daun rasamala memiliki ciri khas yaitu tepi daun bergerigi halus serta berbentuk lonjong dengan panjang berkisar antara 6 - 12 cm dan lebar 2,5 - 5,5 cm. Daun rasamala jika diremas akan mengeluarkan bau yang khas. Rasamala berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Pohon ini memiliki buah berwarna coklat seperti kapsul dengan ukuran buah sekitar 1,2 - 2,5 cm dan terdiri dari 4 ruang. Setiap ruang pada buah terdiri dari 35 benih yang tidak dibuahi dan 1-2 benih yang telah dibuahi. Bentuk dari benih adalah pipih serta dikelilingi sayap yang memiliki bau aromatik. Rasamala dimanfaatkan untuk konstruksi, seperti pembuatan kapal dan bantalan rel kereta api. Ada perkebunan ekstensif spesies ini untuk perdagangan kayu. Getah resi digunakan dalam pengobatan Ayurveda di India. Daunnya bisa dimakan mentah atau dimasak dan bijinya dijadikan makanan monyet dan burung. Spesies ini merupakan kayu paling berharga di Jawa Barat dan juga ditanam reboisasi di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Kayunya sangat tahan lama dan dapat digunakan untuk tiang telegraf. Dapat digunakan untuk veneer. Kayunya tidak diekspor dan hanya dimanfaatkan secara lokal (IUCN). Pustaka Foresteract https://foresteract.com/pohon-rasamala/ Oktaviani, R. (2009). Studi Perilaku Bersuara Owa Jawa (Hylobates Moloch Audebert, 1798) Di Taman Nasional Gunung Halimun Salak, Provinsi Jawa Barat. Plantamor https://plantamor.com/species/info/altingia/excelsa#gsc.tab=0 The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/60761029/60761083 Wisnubudi, G. (2009). Penggunaan strata vegetasi oleh burung di kawasan wisata Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Vis Vitalis, 2(2), 41-49.
Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp)
Klasifikasi Kingdom : Plantae Phylum : Streptophyta Class : Equisetopsida Subclass : Magnoliidae Order : Myrtales Family : Myrtaceae Genus : Syzygium Species : Syzygium polyanthum (Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew)) Status Konservasi IUCN Deskripsi Tanaman salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tanaman yang tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ketinggian 1800 m dpl. Tanaman salam ini tersebar mulai dari Birma sampai pulau Jawa. Persebarannya diantaranya Pulau Andaman, Kalimantan, Kamboja, Jawa, Laos, Pulau Sunda Kecil, Malaya, Myanmar, Pulau Nicobar, Filipina, Sumatera, Thailand dan Vietnam. Di Jawa tanaman salam dapat tumbuh pada ketinggian 5 meter hingga 1000 meter dpl. Salam merupakan tanaman yang telah banyak dikenal oleh masyarakat dan banyak dimanfaatkan. Bagian tanaman salam yang sering dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bagian daunnya. Daunnya digunakan sebagai bumbu dapur atau rempah-rempah penyedap masakan karena memiliki aroma yang khas. Selain itu, daun salam sering dimanfaatkan masyarakat untuk pengobatan alternatif karena tumbuhan ini banyak terdapat di masyarakat dan mudah didapatkan. Daun salam memiliki bentuk daun yang lonjong sampai elip atau bundar telur sungsang dengan pangkal lancip, sedangkan ujungnya lancip sampai tumpul, tanaman salam memiliki daun tunggal yang letaknya berhadapan. Permukaan daunnya licin dan berwarna hijau muda dan jika diremas berbau harum. Daun salam memiliki kandungan senyawa steroid, fenolik, saponin, flavonoid dan alkaloid. Senyawa utama yang terkandung di dalam daun salam adalah flavonoid. Flavonoid adalah senyawa polifenol yang memiliki manfaat sebagai antivirus, antimikroba, antialerjik, antiplatelet, antiinflamasi, antitumor dan antioksidan sebagai sistem pertahanan tubuh. Flavonoid yang terkandung dalam daun salam yaitu kuersetin dan fluoretin. Kedua kandungan senyawa kimia tersebut sering digunakan untuk mengobati penyakit gastritis, diare, tekanan darah tinggi dan kolesterol. Pustaka Alam, F. S. N. (2022). Identifikasi Morfologi Tanaman Salam (Syzygium polyanthum (Wight.) Walp.) Di Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar (Doctoral dissertation, UPN Veteran Jawa Timur). Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:602097-1#distributions