Publikasi

Berita Balai

Kupres (Cupressus lusitanica Mill.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Kupres (Cupressus lusitanica Mill.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Coniferophyta Kelas : Pinopsis Subkelas :  Ordo :Pinales Famili : Cupressaceae Genus : Cupressus / Hesperocyparis Bartel & R.A. Price Spesies : Cupressus lusitanica Mill. / Hesperocyparis lusitanica (Mill) Bartel (Plantamor dan USDA) Status Konservasi IUCN LC- Least Concern Deskripsi Cupressus lusitanica Mill atau yang dikenal dengan Kupres. Jenis ini merupakan anggota suku Cupressaceae (keluarga tumbuhan runjung). Kupres pada awalnya tersebar di sekitar utara dan Amerika Selatan kemudian ke seluruh dunia. Julukan “lusitanica” (dari Portugal) mengacu pada pohon budidaya yang menyediakan spesimen tipe. Pohon ini berasal dari Meksiko. Kupres merupakan tumbuhan yang dapat hidup pada ketinggian 1000 - 4000 m dpl. Tumbuhan ini mampu berkembang mencapai usia 60 tahun dengan ketinggian mencapai 30 meter dan diameter 70 cm. Kupres tergolong tegakan yang murni dan padat atau tersebar di hutan campuran pegunungan konifer atau hutan pinus. Kupres mampu tumbuh di berbagai tanah berbatu yang biasanya miskin nutrisi di atas batu kapur atau berbagai batuan beku dan menyebar di semak belukar di lereng berbatu atau tebing di ngarai. Kupres merupakan pohon kayu berharga yang tumbuh tinggi dan lurus, namun tidak digunakan secara luas di daerah asalnya. Tanaman ini ditanam sebagai “pohon desa” di seluruh Meksiko dan Guatemala. Tanaman ini diperkenalkan di banyak negara terutama di Andes Amerika Selatan dan Afrika Timur serta di Asia Tenggara sebagai pohon hutan tanaman. Budidaya Kupres masih sangat jarang dilakukan karena jenis ini memiliki biji ortodoks dan cukup sulit disemai. Kesulitan penyemaian dikarenakan pembentukan akar kupres yang lambat. Jenis akar yang dimiliki Kupres adalah akar tunggang cenderung dalam, sehingga penyerapan unsur hara dan air dari dalam tanah relatif baik saat tua. Pustaka Kebun Raya Bali https://kebunraya.id/bali/conservation/hjWseH88eA6yc3EnHZvz  Planamor https://plantamor.com/species/info/cupressus/lusitanica#gsc.tab=0  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/42221/2962663  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=HELU

Macadamia (Macadamia integrifolia F. Muell)
Balai Berita
21 Nov 2025

Macadamia (Macadamia integrifolia F. Muell)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Proteales Famili : Proteaceae Juss. Genus : Macadamia F. Muell Spesies : Macadamia integrifolia F. Muell (USDA) Status Konservasi IUCN VU - Vulnerable Deskripsi Macadamia merupakan tanaman yang berhabitat asli dari Queensland, Australia. Tanaman ini dapat tumbuh pada ketinggian 5 hingga 600 meter di atas permukaan air laut. Tanaman ini tergolong dalam tanaman yang sudah rentan punah dengan status konservasi IUCN Vulnerable (terancam), menurut data milik IUCN yang dipublikasikan tahun 2020, hanya terdapat kurang dari 1000 individu dewasa yang ada di dunia. Spesies ini dapat tumbuh pada semua jenis topografi termasuk punggung bukit, lereng berbatu, lereng kaki gunung, parit, bangku, dan teras sungai. Kondisi tanah tempat spesies ini tumbuh umumnya merupakan tanah alluvial atau tanah vulkanik, berdrainase baik, yang seringkali ditemukan pecahan bebatuan di permukaan tanahnya, dengan kemiringan lahan yang bervariasi. Buahnya berbentuk kacang besar seperti kacang kenari, buah berwarna hijau yang ketika matang akan berwarna coklat. Spesies ini tergolong dalam pohon besar yang tumbuh dalam habitat hutan hingga dataran rendah tropis maupun subtropis yang lembab. Macadamia dikonservasi setidaknya di empat kawasan konservasi di bagian tenggara Queensland yaitu di Nicholls Scrub National Park, Triunia National Park, Mt Cooroy Conservation Park, dan Mount Bauple National Park (IUCN).   Pustaka The International Union for Conservation of Nature (IUCN)  https://www.iucnredlist.org/species/113180064/113310165 United States Department of Agriculture (USDA)  https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=MAIN8

Manglid (Manglietia glauca Bl.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Manglid (Manglietia glauca Bl.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Magnoliales Famili : Magnoliaceae Genus : Magnolia Spesies : Magnolia sumatrana var. glauca   Manglietia glauca Bl. (KEW) Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Manglid (Manglietia glauca Bl.) merupakan tanaman yang tersebar secara alami di Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sulawesi. Manglid memiliki beberapa sebutkan lokal seperti Baros, Manglid (Sunda), Cempaka Bulus (Jawa), Cempaka, Kepelan (Bali), Jatuh (Karo), Medang Limpaung, dan Sitibai (Minangkabau). Manglid memiliki tinggi mencapai 25-40 m dengan bebas cabang 25 m dan diameter mencapai 150 cm, tersebar di ketinggian 1.000-1.500 mdpl. Hidupnya berkelompok dan di tempat yang lembap. Tajuknya membulat, lebat, percabangannya berbentuk garpu yang dimulai jauh dari atas tanah, Daunnya tunggal berbentuk elips memanjang atau elips melebar, kebanyakan bulat telur memanjang dengan ukuran 13-25 cm. Ujung dan pangkal daun runcing, tangkai daun panjang. Bunganya terminal, soliter, besar, tangkai panjang 2,5-4 cm, berwarna kuning muda, harum, kelopak 9-13 tersusun dalam 3 lingkaran, benang sari banyak dan tersusun spiral, tangkai benang sari panjang atau pendek. Buahnya majemuk, berbentuk kerucut dengan panjang 6-8 cm, pada permukaan berwarna hijau dengan titik-titik putih, kemudian menjadi coklat hitam. Bijinya berwarna merah berjumlah 2-6, kadang sampai 12.Tanaman manglid dapat diperbanyak menggunakan biji, namun kulit buah serta seludung bijinya berwarna merah liat sehingga sulit utuk dikecambahkan dan perlu perlakuan awal (pre-treatment) untuk ekstraksi buah sebelum disemaikan. Manglid juga dapat diperbanyak secara vegetatif seperti cangkok dan lain-lain (UPTPTH JATIM).   Kayu pohon manglid memiliki struktur yang padat, halus, ringan dan kuat sehingga sering digunakan untuk bahan baku jembatan, perkakas rumah, ukiran, dan lain-lain. Selain itu, manglid juga dapat dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis (bakteri antagonis yang banyak digunakan dalam pengendalian patogen tular tanah) serta jamur Alternaria solani (patogen penyakit) dan Sclerotium oryzae (penyakit busuk batang)(UPTPTH JATIM). Di Jawa Barat dan Bali kayu jenis ini sangat disukai karena selain kayunya mengkilat, strukturnya padat, halus, ringan dan kuat. Kekuatan kayunya digolongkan dalam kelas III dan keawetanya kelas II. Adapun keuntungan dari kayu Manglid tersebut karena ringan yaitu dengan berat jenis 0,41 sehingga mudah dikerjakan, dan karena kekuatan dan keawetannya jenis kayu tersebut sering dijadikan bahan baku pembuatan jembatan, perkakas rumah, dan barang-barang. Pengeringan kayu dibutuhkan 4 bulan dengan cara kering angin dengan ketebalan papan 40 mm dan mencapai 320-580 kg/m³ dengan kadar air 15%. (Djam’an, 2006) Pustaka   Djam'an, D. F. 2006. Mengenal manglid Baros (Manglietia glauca Bl.) Manfaat dan Permasalahan. Flora and Fauna Web National Parks https://www.nparks.gov.sg/florafaunaweb/flora/2/8/2806 Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:77115201-1 The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/66772941/66772945 UPT Perbenihan Tanaman Hutan DisHut Prov Jawa Timur https://uptpth.dishut.jatimprov.go.id/manglid-manglietia-glauca/

Melaleuca alternifolia
Balai Berita
21 Nov 2025

Melaleuca alternifolia

Klasifikasi Kingdom : Plantae Superdivisi : Spermstophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Genus : Melaleuca Spesies : Melaleuca alternifolia (USDA)     Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Melaleuca alternifolia atau yang sering disebut dengan nama Tea tree merupakan jenis pohon kecil atau semak yang berasal dari wilayah Australia bagian timur yakni New South Wales dan Queensland. Spesies ini dapat tumbuh sampai tinggi 7 m dan di kenal karena minyak esensialnya yang memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan. M. alternifolia memiliki daun sempit, linear, dan berukuran kecil, dengan panjang sekitar 1 hingga 2 cm dan lebar 1 hingga 2 mm. Warna daunnya hijau gelap dengan tepi bergerigi dan permukaan yang sedikit berbulu. Bunga berbentuk spike atau cluster yang padat dan berwarna putih atau krem. Bunga terdiri dari banyak stamen panjang yang memberikan tampilan berbulu pada bunga. Buahnya berbentuk kapsul berbiji banyak, bulat, berkayu dengan diameter 2-3 mm. Kulit batangnya tipis dan berwarna abu-abu kecoklatan yang mengelupas dalam lapisan tipis. M. alternifolia ditumkan tumbuh di pantai timur Australia yang hangat dan basah, sering kali di daerah rawa di semak belukar yang lebat dan tidak dapat ditembus. Spesies ini dapat tumbuh baik pada tanah dengan rentang pH 4,5 – 7. Suhu rata-rata berkisar antara 17 – 31 derajat C tergantung musim. Curah hujan tahunan rata-rata berkisar antara 1000 – 1600 mm. Kandungan minyak daun paling tinggi di bulan-bulan yang lebih hangat.  Minyak esesnsial dari M. alternifolia memiliki sifat antiseptik, antimikroba, dan antiinflamasi, sehingga bermanfaat untuk mengatasi jerawat, infeksi kulit, dan luka kecil.dan sering diminati dalam industri parfum, karena dapat berpadu dengan baik dengan minyak lain sekaligus memberikan aroma khasnya sendiri pada sabun, deodoran, dan parfum.   Pustaka   Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:597833-1 Taksonomi id https://taksonomi.id/Melaleuca_alternifolia The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/61986013/61986016 United States Department of Agriculture : Natural Resources Conservation Service https://plants.sc.egov.usda.gov/plant-profile/MELI7

Mindi (Melia azedarach L.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Mindi (Melia azedarach L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Meliaceae Juss. Genus : Melia L. Spesies : Melia azedarach L. (USDA) Status Konservasi IUCN LC- Least Concern Deskripsi Persebaran asli mindi terbentang di daerah tropis dan subtropis Asia hingga Australia bagian utara dan timur, mindi merupakan pohon yang umumnya tumbuh pada daerah dengan iklim tropis yang kering, mindi dapat dimanfaatkan sebagai makanan bagi hewan, obat-obatan, dan penggunaan jasa lingkungannya (Kew). Mindi tumbuh pada elevasi 500 hingga 2.100 meter di atas permukaan air laut. Mindi biasa ditemukan dengan ukuran beragam mulai dari pohon kecil hingga besar, tingginya berkisar antara 10-12 meter namun dapat mencapai tinggi hingga 40 meter. Spesies ini dapat ditemui di hutan dataran tinggi Himalaya hingga hutan dataran rendah dan hutan hujan tropis di Australia. Mindi dapat ditemukan di daerah sepadan sungai, pinggir jalan, dan tepi hutan. Mindi mencapai usia dewasa setelah 6-10 tahun, setelah mencapai usia ini, mindi memiliki ketahanan terhadap iklim dingin. Spesies ini memiliki toleransi yang tinggi terhadap kondisi tanah dan lingkungan. Kemampuan ini yang menyebabkan mindi memiliki persebaran yang sangat luas, hal ini juga didukung dengan kemampuan pertumbuhan mindi yang cepat. Kayu pohon ini banyak digunakan sebagai bahan baku pembuatan furnitur, ekstrak daun dan buahnya dapat digunakan sebagai insektisida, mindi juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit seperti rematik, demam, dan luka bakar, namun penggunaan mindi perlu dilakukan dengan hati-hati karena mindi juga dapat beracun bagi manusia (IUCN).   Pustaka Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew)  https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:578949-1/general-information The International Union for Conservation of Nature (IUCN)  https://www.iucnredlist.org/species/61801956/61801958 United States Department of Agriculture (USDA)  https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=MEAZ

Nangka (Artocarpus heretophyllus L.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Nangka (Artocarpus heretophyllus L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Hamamelididae Ordo : Urticales Famili : Moraceae Gaudich. Genus : Artocarpus J.R. Forst. & G. Forst. Spesies : Artocarpus heretophyllus L. (USDA) Status Konservasi IUCN (Tidak ada data) Deskripsi Nangka merupakan tanaman asli dataran India, nangka sudah banyak dikenalkan ke negara-negara yang ada di dunia termasuk ke negara di benua Asia, Amerika Selatan, dan beberapa negara di benua Afrika. Tanaman ini merupakan pohon yang biasa tumbuh pada daerah dengan kondisi iklim tropis basah. Nangka banyak dikonsumsi di berbagai negara di dunia (Kew). Nangka dapat tumbuh dengan optimal pada ketinggia 0-800 meter di atas permukaan air laut dengan curah hujan rata-rata 1500-2500 mm/tahun. Spesies ini dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 10-20 meter. Nangka memiliki banyak manfaat seperti buahnya yang dapat dikonsumsi ketika matang, buah nangka muda juga banyak digunakan sebagai bahan memasak sayuran, salah satu sayur dari buah nangka adalah gudeg yang merupakan salah satu makanan khas dari Yogyakarta, kayu pohon nangka dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan mebel, perkakas, dan alat musik, daun nangka muda juga banyak digunakan sebagai pakan ternak, daun nangka dipercaya dapat digunakan sebagai obat anti diabetes, bijinya juga dipercaya sebagai obat batuk dan tonik. Nangka banyak dibudidayakan di negara-negara yang banyak memanfaatkan nangka, salah satunya adalah Indonesia. Budidaya nangka dapat dilakukan dengan pembibitan yang berasal dari biji maupun cangkokan (Himaba FKT). Pustaka Himpunan Mahasiswa Budidaya Hutan FKT UGM (Himaba FKT) https://himaba.fkt.ugm.ac.id/2019/03/04/nangka-artocarphus-heterophyllus/ Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew)  https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:850389-1/general-information United States Department of Agriculture (USDA)  https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=ARHE2