Publikasi

Berita Balai

Palm Ekor Tupai (Wodyetia bifurcata W.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Palm Ekor Tupai (Wodyetia bifurcata W.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Filum : Streptophyta Kelas : Equisetopsida Subkelas : Magnoliidae Ordo : Arecales Famili : Arecaceae Genus : Wodyetia Spesies : Wodyetia bifurcata W.    (KEW) Status Konservasi IUCN Lower Risk / Conservation Dependent Deskripsi Pohon palem ekor tupai merupakan tanaman endemik di sebagian kecil wilayah Australia, awalnya menghiasi perbukitan berkerikil yang dipenuhi batu-batu besar di kawasan Cape Melville, di dalam Taman Nasional Cape Melville. Di Australia, penyebutannya lebih di kenal dengan nama palem ekor runah (Foxtail Palm). Palem ekor tupai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, tanah subur bahkan tanah kering. Persebarannya tidak hanya di daerah tropis  dan subtropis, tetapi juga di dataran rendah dan dataran tinggi (iNaturalist).  Daun palem ekor tupai berwarna hijau muda sampai hijau tua dan berbentuk mirip dengan ekor tupai.Buah palem ekor tupai berukuran 2 inci dan berwarna hijau zaitun pada tahap awal yang selanjutnya berubah menjadi oranye sampai merah bila matang. Batang palem ekor tupai tumbuh tunggal, ganda, atau rangkap tiga yang berbentuk agak silindris dan mencapai ketinggian sekitar 10 m. Batangnya juga memiliki warna abu-abu tua hingga abu-abu terang yang bercincin rapat, yang perlahan berubah menjadi putih. Batang pada area tajuknya berwarna hijau muda sampai terang (iNaturalist). Palm Ekor Tupai memiliki manfaat estetika yang besar sebagai tanaman hias. Daunnya yang berbentuk seperti ekor tupai menjadi keunikan tersendiri sebagai tanaman penghias taman, taman kota, area perkantoran dan jalan.   Pustaka     iNaturalist https://www.inaturalist.org/taxa/135348-Wodyetia-bifurcata Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:903383-1 The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/38733/10146773

Pinus (Pinus merkusii Jungh. & Vriese ex Vriese)
Balai Berita
21 Nov 2025

Pinus (Pinus merkusii Jungh. & Vriese ex Vriese)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Coniferophyta Kelas : Pinopsida Subkelas : - Ordo : Pinales Famili : Pinaceae Spreng. Ex Rudolphi Genus : Pinus L. Spesies : Pinus merkusii Jungh. & Vriese ex Vriese (USDA) Status Konservasi IUCN VU- Vulnerable Deskripsi Pinus merupakan tanaman yang dapat ditemukan di Indonesia dan Filipina. Pinus di Indonesia dibatasi untuk Sumatera terdapat tiga sub populasi yaitu Aceh. Tapanuli dan Kerinci. Sub populasi terbesar berada di Aceh. Pada tahun 1960-an diperkirakan mencakup sekitar 200.000 ha. Subpopulasi Tapanuli mencakup sekitar 3.500 ha pada awal tahun 1990-an. Sub populasi Kerinci diperkirakan mencakup kurang lebih dari 500 ha. Ketiga sub populasi tersebut diperkirakan mengalami penurunan luasan dikarenakan konversi logging dan hutan (IUCN).  Pinus merkusii atau tusam termasuk tanaman yang memiliki peranan penting di Indonesia yang dimanfaatkan bagian kayu maupun getahnya. Pinus termasuk dalam kayu kelas kuat V dan kelas awet IV. Pinus dimanfaatkan oleh masyarakat maupun diperjualbelikan bahkan diekspor untuk bahan furniture (meubel), bahkan dapat digunakan sebagai bahan bangunan. Tumbuhan pinus di alam mampu tumbuh di ketinggian 400 - 1.500 mdpl, namun adapun di daerah rendah (kurang lebih 90 mdpl), dan di pegunungan (kurang lebih 2.000 mdpl) (Sadili, A., 2015). Pinus termasuk kategori tanaman cepat tumbuh (fast growing species). Pinus dapat memiliki tinggi mencapai 40 meter. Akar pinus berbentuk akar tunggang yang juga memiliki banyak cabang. Akarnya berwarna coklat dan mampu mencengkeram tanah dengan sangat kuat. Struktur perakarannya sangat bagus, sehingga mampu mengikat tanah disekitarnya atau bahkan mengurangi kemungkinan erosi. Batang pohon pinus memiliki bentuk silinder yang kokoh dengan berukuran maksimal 40 meter, batangnya keras dan tegak lurus serta bagian bawahnya lebih besar. Batang pohon pinus memiliki guratan dalam dengan tekstur putaran yang teratur. Percabangan batang monopodial yaitu taerdapat satu batang utama yang tumbuh tanpa terganggu kemudian terdapat cabang di bagian atas tetapi tidak terlalu banyak. Warna luar batangnya coklat dan bertekstur kasar karena kulitnya yang tebal dan tidak mudah mengelupas. Pohon pinus memiliki bentuk tajuk kerucut atau limas segitiga yang menjulang ke atas. Daun pinus termasuk daun majemuk. Panjang daun pinus maksimal 20 cm. Bagian pangkal daun pinus diselubungi sisik berupa selaput tipis. Daun pohon pinus berbentuk jarum. Bunga pinus memiliki kelamin tunggal (unisexualis). Bunga pohon pinus terdiri dari dua jenis yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan berbentuk silindris dan memiliki ukuran panjang kira-kira 2-4 cm. Bunga jantan menyebar di bagian pohon. Bentuk bunga betina cenderung mengarah ke bentuk kerucut dengan ujung yang runcing. Pada bagian luar bunga memiliki sisik dengan sayap-sayap disetiap bakal bijinya dan berwarna coklat tua. Bunga betina dapat dijumpai pada bagian atas tajuk utama. Bentuk biji yang dimiliki tanaman pinus berbentuk pipih bulat yang cenderung lebih ke bentuk oval. Bijinya memiliki sayap yang berasal dari dasar bunga atau sisik buah. Warna biji pinus putih sedikit kekuningan. Buah pinus yang memiliki bentuk kerucut, namun adapun yang berbentuk silindris menyerupai bentuk pohon natal tetapi ukurannya kecil dengan panjang 5-10 cm serta 2-4 cm. Warna buahnya coklat dan termasuk ke dalam buah semu karena tidak bisa dikonsumsi. Pustaka Lindungihutan https://lindungihutan.com/blog/pohon-pinus-ciri-ciri-jenis-manfaat-pinus/  Sadili, A. (2015). Autekologi pertumbuhan pinus (Pinus merkusii Junghuhn Et De Vriese) paska erupsi di Gunung Galunggung, Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Berita Biologi, 14(3), 241-248. The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/32624/2822050  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=PIME2

Sikat Botol (Callistemon viminalis (Sol. Ex Gaerthn.) Cheel)
Balai Berita
21 Nov 2025

Sikat Botol (Callistemon viminalis (Sol. Ex Gaerthn.) Cheel)

Klasifikasi Kingdom : Plantae  Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliopsida Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Juss. Genus : Callistemon R. Br Spesies : Callistemon viminalis (Sol. Ex Gaertn.) Cheel (USDA) Sinonim : - Melaleuca viminalis (Sol. Ex Gaertn.) Byrnes                 - Metrosideros viminalis Sol. Ex Gaertn. (Kew) Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Sikat botol merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari New South Wales dan Queensland. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai negara seperti Florida, India, Kenya, Tanzania, dan California (Kew). Tanaman sikat botol dapat tumbuh baik di tempat yang memiliki drainase baik, tidak mengandung banyak kapur, lembab, dan terkena sinar matahari penuh. Sikat botol dapat tumbuh tinggi hingga 4,5 m dan termasuk dalam kelompok tanaman yang selalu hijau atau evergreen (PFAF). Sikat botol memiliki kulit batang yang berwarna gelap dan berkerut. Daunnya berbentuk elips dengan panjang 3 – 7 cm dan lebar 3 – 7 mm serta memiliki ujung lancip (PlantNET). Bunga sikat botol termasuk dalam golongan bunga tunggal yang tersusun dalam paku-paku yang kompak dengan panjang 7 – 8 cm, sedangkan mahkota bunganya berwarna merah dengan panjang 4 – 6 mm. Buahnya memiliki biji yang kecil dengan panjang 1,0 – 1,5 mm (Australian Tropical Rainforest Plants). Tanaman ini memiliki fungsi ekologis sebagai tanaman pelindung tanah dari erosi tanah dan kabut asap (Australian National Botanic Gardens). Batang tanaman sikat botol dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Tanaman sikat botol juga memiliki potensi aktivitas antioksidan, antibakteri, dan repelan. Di Cina, tanaman ini digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati wasir. Selain itu, sikat botol juga dimanfaatkan sebagai pengendali gulma dan dijadikan sebagai bioindikator lingkungan. Pustaka   Australian Tropical Rainforest Plants https://apps.lucidcentral.org/rainforest/text/entities/melaleuca_viminalis.htm  Australian National Botanic Gardens https://www.anbg.gov.au/gnp/gnp12/callistemon-viminalis.html  Oyedeji, O. O., Lawal, O. A., Shode, F. O., & Oyedeji, A. O. (2009). Chemical composition and antibacterial activity of the essential oils of Callistemon citrinus and Callistemon viminalis from South Africa. Molecules, 14(6), 1990-1998. https://www.mdpi.com/1420-3049/14/6/1990  PlantNET  https://plantnet.rbgsyd.nsw.gov.au/cgi-bin/NSWfl.pl?page=nswfl&lvl=sp&name=Callistemon~viminalis  Plant For A Future https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Callistemon  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:914221-1#synonyms  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/177374672/177374674  United States Department of Agriculture (USDA)  https://plants.usda.gov/plant-profile/CAVI23

Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg)
Balai Berita
21 Nov 2025

Sukun (Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Hamamelididae Ordo : Urticales Famili : Moraceae Gaudich Genus : Artocarpus J.R. Forst. & G. Forst Spesies :Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg (USDA) Status Konservasi IUCN   Deskripsi Artocarpus altilis (Parkinson) Fosberg atau yang dikenal dengan “Sukun” merupakan tumbuhan yang banyak terdapat di kawasan tropika seperti Malaysia dan Indonesia. Penyebaran tanaman sukun di Indonesia sangat luas yang tersebar mulai dari Aceh sampai Papua. Ketinggian tanaman ini bisa mencapai 20 meter (Mustafa, A.M., 1998). Di pulau Jawa tanaman ini dijadikan tanaman budidaya oleh masyarakat. Buahnya berbentuk dari keseluruhan kelopak bunganya, berbentuk bulat atau sedikit bujur dan digunakan sebagai bahan makanan alternatif (Heyne K., 1987). Sukun bukan buah bermusim meskipun biasanya berbunga dan berbuah dua kali dalam setahun. Kulit buahnya berwarna hijau kekuningan dan terdapat segmen-segmen petak berbentuk poligonal. Segmen poligonal ini dapat menentukan tahap kematangan buah sukun (Mustafa, A.M., 1998). Tanaman sukun memiliki kemampuan beradaptasi yang baik termasuk pada lahan marginal/ lahan kritis. Sukun juga cocok dengan agroekosistem yang banyak mendapatkan sinar matahari dan dapat berkembang pada ketinggian sampai sekitar 700 meter di atas permukaan laut. Tanaman sukun dapat berkembang meskipun curah hujan relatif kurang. Buah sukun mengandung niasin, vitamin C, riboflavin, karbohidrat, kalium, thiamin, natrium, kalsium dan besi (Mustafa, A.M., 1998). Pada kulit kayunya ditemukan senyawa turunan flavonoid yang terprenilasi, yaitu artonol B dan sikloartobilosanton. Kayu yang dihasilkan dari tanaman sukun bersih dan berwarna kuning, baik untuk digergaji menjadi papan kotak, dapat digunakan sebagai bahan bangunan meskipun tidak begitu baik. Kulit kayunya dapat digunakan sebagai salah satu bagian minuman di Ambon kepada wanita setelah melahirkan (Heyne K., 1987).   Pustaka Al Ifah, A. (2021). Kajian Morfologi Buah Sukun (Artocarpus altilis Park. Fosberg) di Kabupaten Sleman Bagian Utara DI Yogyakarta: Study Of Breadfruit Morphology (Artocarpus altilis Park. Fosberg) In North Sleman DI Yogyakarta. HUTAN TROPIKA, 16(2), 158-163. Heyne, K., 1987, Tumbuhan Berguna Indonesia Jilid II, Badan Litbang Kehutanan, Jakarta Mustafa, A.M., 1998, Isi Kandungan Artocarpus communis, Food Science, 9:23 Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:582598-1  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=ARAL7

Kayu Putih (Melaleuca leucadendron L.)
Balai Berita
20 Nov 2025

Kayu Putih (Melaleuca leucadendron L.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Myrtales Famili : Myrtaceae Juss. Genus : Melaleuca L. Spesies : Melaleuca leucadendron L. (USDA) Status Konservasi IUCN DD – Data Deficient (2021) Deskripsi Kayu putih merupakan tanaman yang berasal dari Australia, Indonesia, dan Papua Nugini. Spesies ini dapat tumbuh hingga 30 m dengan cabang yang menggantung. Kayu putih memiliki distribusi yang sangat luas, memiliki populasi yang besar, dan tidak memiliki ancaman berarti yang mengancam kepunahan (IUCN). Di Indonesia tanaman ini tersebar banyak di daerah Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tenggara, Bali, dan Papua dalam bentuk hutan alam. Sementara di Pulau Jawa banyak terdapat hutan tanaman kayu putih di provinsi Jawa barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kayu putih banyak dimanfaatkan untuk hasil hutan non kayu berupa atsirinya yang digunakan sebagai bahan baku Minyak Kayu Putih. Atsiri dihasilkan dari penyulingan daun kayu putih. Kayu putih memiliki kulit batang berlapis-lapis, berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan yang tidak beraturan dan kasar. Daun kayu putih merupakan daun tunggal berbentuk lonjong hingga lanset dengan ukuran panjang 4,5 – 15 cm dan lebar 0,75 – 4 cm, memiliki permukaan daun yang berbulu, berwarna hijau hingga hijau tua dan jika daunnya diremas akan menghasilkan bau minyak kayu putih. Bunga kayu putih merupakan bunga majemuk berbentuk bulir dengan bentuk seperti lonceng, mahkota bunga berwarna putih dengan kepala putik berwarna kekuningan. Buah kayu putih berbentuk bulat kecil yang muncul bergerombol dalam satu tangkai yang memanjang. Secara umum kayu putih tumbuh pada ketinggian 5-400 meter di atas permukaan air laut dengan curah hujan 1.300-1.750 mm/tahun serta zona iklim yang lembab tapi panas. Tanaman ini dapat tumbuh baik di lahan marjinal, lahan tandus, maupun lahan yang kurang subur. Minyak kayu putih banyak digunakan sebagai oabt-obatan herbal untuk meredakan berbagai masalah pernapasan, selain itu dapat juga digunakan sebagai minyak oles pada kulit yang memberikan sensasi hangat dan dapat mengurangi rasa sakit pada permukaan kulit. Selain daunnya yang diekstrak menjadi minyak kayu putih, batang kayu putih juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku berbagai kerajinan kayu (LH). Pustaka The International Union for Conservation of Nature (IUCN)  https://www.iucnredlist.org/species/61917032/146619694 United States Department of Agriculture (USDA)  https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=MELAL Lindungi Hutan (LH) https://lindungihutan.com/blog/serba-serbi-tanaman-kayu-putih/

Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.)
Balai Berita
20 Nov 2025

Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Sapindaceae Genus : Dimocarpus Lour. Spesies : Dimocarpus longan Lour. (USDA) Status Konservasi IUCN DD – Data Deficient Deskripsi Kelengkeng berasal dari India (Kepulauan Andaman), Assam, Bangladesh, Indonesia (Kalimantan, Maluku, Sulawesi, dan Sumatera), Kamboja, China, Laos, Sri Lanka, Thailand, dan Vietnam. Kelengkeng telah diperkenalkan dan dibudidayakan di berbagai wilayah, seperti Florida, Papua Nugini, dan Taiwan (Kew). Kelengkeng dapat tumbuh hingga 40 m, namun juga dapat tumbuh dalam bentuk perdu. Pohon kelengkeng memiliki daun majemuk menyirip berwarna hijau. Bunga pohon kelengkeng berbentuk malai besar. Buahnya berwarna hijau dan berubah menjadi kecokelatan ketika masak. Buah kelengkeng berukuran 3 – 5 cm yang berisi satu biji (Lithanatudom et al., 2017). Pohon kelengkeng dapat tumbuh di dataran rendah tropis dan subtropis. Pohon kelengkeng banyak dimanfaatkan buahnya sebagai bahan makanan, minuman, dan obat. Selain itu, pohon kelengkeng juga dapat dimanfaatkan kayunya (IUCN). Pustaka Lithanatudom, S. K., Chaowasku, T., Nantarat, N., Jaroenkit, T., Smith, D. R., & Lithanatudom, P. (2017). A first phylogeny of the genus Dimocarpus and suggestions for revision of some taxa based on molecular and morphological evidence. Scientific reports, 7(1), 6716. https://www.nature.com/articles/s41598-017-07045-7.pdf  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:782795-1  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/32399/67808402  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=DILO7