Publikasi

Berita Balai

Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Rutaceae Juss. Genus : Murraya J. Koenig ex L. Spesies : Murraya paniculata (L.) Jack. (USDA) Status Konservasi IUCN (Tidak ditemukannya data) Deskripsi Kemuning merupakan perdu yang banyak digunakan sebagai tanaman hias. Kemuning merupakan tanaman yang ditemukan asli di berbagai negara di Asia hingga Australia bagian barat. Sekarang tanaman ini sudah banyak dikenalkan di negara-negara yang ada di Amerika Selatan. Spesies ini banyak tumbuh di daerah dengan kondisi iklim tropis basah, spesies ini banyak digunakan sebagai obat-obatan dan makanan bagi hewan-hewan invertebrate (Kew). Daun kemuning berwarna hijau mengkilap dengan struktur daun majemuk yang terdiri dari 3-7 anak daun, daun kemuning menghasilkan aroma yang khas ketika dihancurkan, bunganya kecil berwarna putih yang sangat harum, buah kemuning berwarna merah atau oranye yang beracun ketika dimakan. Kemuning merupakan tanaman yang memiliki pertumbuhan cepat dan dapat tumbuh hingga mencapai tinggi meter sehingga banyak digunakan sebagai pagar hidup sebuah rumah. Selain sebagai tanaman hias dan pagar hidup, kemuning memiliki manfaat lain seperti digunakan sebagai bahan baku pembuatan parfum, daun dan akar kemuning dapat digunakan sebagai obat tradisional untuk meredakan penyakit seperti demam, batuk, dan sakit perut, selain itu banyak bagian tanaman ini yang digunakan sebagai bahan riasan atau hiasan dalam upacara pernikahan, upacara agama, atau acara adat lainnya (LH).   Pustaka Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew)  https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:774441-1/general-information Lindungi Hutan (LH) https://lindungihutan.com/blog/serba-serbi-tanaman-kemuning/ United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=MUEX2

Khaya (Khaya anthotheca (Welw.) C. DC.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Khaya (Khaya anthotheca (Welw.) C. DC.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Sapindales Famili : Meliaceae Juss. Genus : Khaya A. Juss Spesies : Khaya anthotheca (Welw.) C. DC. (USDA) Status Konservasi IUCN VU - Vulnerable Deskripsi Khaya anthotheca atau dapat juga disebut sebagai pohon Mahoni Afrika (East African Mahogany) atau Nyasaland Mahogany merupakan tanaman yang berasal dari Afrika Tengah (Angola dan Kongo), Afrika Timur (Burundi dan Uganda), Afrika Barat (Guinea), dan Afrika Utara (Sudan). Tanaman ini dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 120 - 1.525 mdpl (Kew). Tanaman ini dapat tumbuh di tempat dengan curah hujan 600 -1.600 mm/tahun dan suhu udara 14 - 36 °C serta pH tanah 5 - 7 (PFAF). Tinggi tanaman mencapai 60 m, dengan kulit batang halus namun terkelupas (Kew), sedangkan diameter tanaman mencapai 120 cm  (PFAF). Daun pohon mahoni afrika berbentuk bulat telur hingga elips atau elips dengan ukuran 17 x 7 cm namun dapat juga mencapai 30 cm, ujung meruncing, pangkal tumpul, dan panjang tangkai daun 0,5 - 1,5 cm. Termasuk dalam bunga majemuk, tipe perbungaan pohon mahoni afrika adalah tipe malai yang terletak di ketiak daun dengan panjang 25 cm. Kelopak bunga berukuran 0,1 - 0,15 cm, sedangkan mahkota bunga berbentuk elips dengan 0,6 x 0,3 cm. Buah mahoni afrika berbentuk kapsul dengan ukuran 4 - 6 cm dan pecah dengan 4 - 5 katup. Jumlah biji pada tiap lokus yaitu 6 - 12 dengan ukuran biji 1,0 - 2,0 x 1,5 - 3,0 cm (Kew). Kayu pohon mahoni afrika ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan veneer, furniture, dan arang. Kulit kayu pohon mahoni afrika memiliki rasa yang pahit dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional. Ekstrak kulit kayu digunakan untuk mengobati demam, flu, radang paru-paru, dan sakit perut. Minyak dari biji mahoni afrika dapat dioleskan ke rambut sebagai obat kutu rambut. Rebusan akar mahoni afrika dapat diminum untuk mengobati anemia, disentri, dan prolaps rektum (PFAF).   Pustaka Plants for A Future (PFAF) https://pfaf.org/user/Plant.aspx?LatinName=Khaya+anthotheca  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:578847-1   The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/32235/9690061  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=KHAN

Ki Sirem (Eugenia glabrata (Sw.) DC.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Ki Sirem (Eugenia glabrata (Sw.) DC.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae  Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Rosidae Ordo : Myrtales  Famili : Myrtaceae Juss. Genus : Eugenia L. Spesies : Eugenia glabrata (Sw.) DC. (USDA) Sinonim : - Syzigium glabratum (DC.) Veldkamp Clavimyrtus glabrata (DC.) Blume Jambosa glabrata DC Myrtus glabrata Blume. (Kew) Status Konservasi IUCN - Deskripsi Ki sirem merupakan salah satu jenis tanaman yang berasal dari Indonesia (Kalimantan, Jawa, dan Sumatera), Malaysia, dan Filipina (Kew). Ki sirem tumbuh sebagai pohon kecil yang selalu hijau (evergreen). Ki sirem tumbuh optimal di tempat lembab pada tanah berpasir dan gembur di hutan dataran rendah hingga hutan pegunungan sampai ketinggian tempat 1.900 mdpl. Batang pohon dapat tumbuh tinggi mencapai 9 m dengan cabang berwarna cokelat kehijauan, dan daun berwarna kuning kecokelatan. Daun ki sirem bersilang berhadapan dengan bentuk menjorong dan berukuran 5 – 15 cm x 2,6 – 5,5 cm. Ki sirem memiliki perbungaan yang terletak di ujung dan ketiak daun dengan panjang 10 cm, tunggal atau berkelompok 3 – 5 di ujung ranting. Buah ki sirem berbentuk bulat, berwarna hijau saat muda, dan hijau kekuningan saat tua (Green Indonesia). Ki sirem dapat dimanfaatkan kayunya sebagai bahan bangunan. Kayu terasnya berwarna cokelat keemasan, cokelat keabu-abuan, atau cokelat cokelat, dan memiliki kilau merah muda atau keunguan. Tekstur kayau bergelombang atau tidak beraturan. Kayu ki sirem cukup berat, cukup keras, dan cukup tahan terhadap jamur, namun tidak tahan terhadap penggerek. Kayunya juga dapat digunakan sebagai bahan alat-alat musik, gagang perkakas, komponen furniture, pembuatan kapal, pertukangan, dan lantai. Kulit kayunya dapat digunakan sebagai bahan pewarna untuk mewarnai kain (Useful Tropical Plants). Pustaka   Green Indonesia https://greenindonesia.co/syzygium-glabratum-keluarga-jambu-penghias-taman/  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:50426099-2  Useful Tropical Plants  https://tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Syzygium+glabratum  United States Department of Agriculture (USDA)  https://plants.usda.gov/plant-profile/EUGL6

Kiara Bunut (Ficus infectoria Roxb.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Kiara Bunut (Ficus infectoria Roxb.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae  Subkingdom : Tracheobionta Superdivisi : Spermatophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Hamamelididae Ordo : Urticales Famili : Moraceae  Genus : Ficus Spesies : Ficus lacor (Plantamor) Sinonim : Ficus infectoria Roxb. (Kew) Status Konservasi IUCN - Deskripsi Kiara bunut merupakan salah satu jenis tanaman keluarga beringin yang berasal dari Bangladesh, Kamboja, India, Laos, Myanmar, Nepal, dan Vietnam. Tanaman ini kemudian menyebar ke berbagai negara (Kew). Pohon kiara bunut merupakan jenis tanaman yang cukup adaptif di berbagai jenis tanah, sehingga dapat digunakan sebagai tanaman untuk rehabilitasi dan reboisasi.  Kiara bunut dapat tumbuh optimal di lingkungan dengan sinar matahari penuh dan tanah dengan drainase yang baik. Kiara bunut merupakan golongan pohon yang selalu hijau (evergreen) yang dapat tumbuh mencapai 15 m. Tajuk pohon cukup lebat, sehingga dapat digunakan sebagai pohon peneduh. Tajuk yang rapat dan rindang membuat kiara bunut memiliki sisi estetis tersendiri untuk dijadikan sebagai pohon taman. Daun pohon kiara bunut berwarna hijau tua dan mengkilap. Buah kiara bunut berbentuk bulat dengan warna hijau hingga kuning ketika muda dan merah saat tua/masak (NBATAT).  Pustaka   NBATAT https://www.nbatat.com/ficus-infectoria/  Plantamor https://plantamor.com/species/profile/ficus/lacor#gsc.tab=0  Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:853069-1

Kopi Liberika (Coffea liberica W. Bull ex Hiern.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Kopi Liberika (Coffea liberica W. Bull ex Hiern.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae  Subkingdom : Tracheobionta  Superdivisi : Spermatophyta  Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsidae Subkelas : Asteridae Ordo : Rubiales Famili : Rubiaceae Juss. Genus : Coffea L. Spesies : Coffea liberica W. Bull ex Hiern.  (USDA) Status Konservasi IUCN LC- Least Concern Deskripsi Kopi liberika merupakan salah satu jenis kopi yang berasal dari Angola, Benin, Kamerun, Kongo, Gabon, Ghana, Liberia, Nigeria, Sudan, Togo, Uganda, dan Zaire. Kopi liberika kemudian menyebar dan dibudiayakan di berbagai negara seperti Indonesia, Brazil, Kolombia, El Savador, Jamaika, Panama, dan Venezuela. Tanaman ini dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 1.300 – 1.500 mdpl. Kopi liberika dapat tumbuh sebagai pohon dengan tinggi mencapai 20 m, namun juga sering ditemukan dalam bentuk perdu setinggi 3 – 8 m dengan tujuan budidaya. Kopi liberika memiliki banyak cabang dengan kulit kayu berwarna coklat muda mengkilat. Daun kopi liberika berbentuk bulat telur hingga elips dengan panjang 14 – 38 cm dan lebar 5,5 – 20,5 cm. Ujung daun lebar, bulat, tumpul, membulat, kemudian runcing atau lancip. Tangkai daun sepanjang 0,8 – 2,0 cm, berbentuk segitiga hingga bulat telur. Bunga kopi liberika terletak secara lateral atau di ketiak daun. Buah kopi liberika berwarna merah atau mergaris-garis, berbenttuk lonjong atau elips dengan panjang 1,2 – 2,2 cm dan lebar 0,9 – 1,6 cm. Biji kopi liberika berwarna hijau kekuningan dengan panjang 0,7 – 1,5 cm dan lebar 0,6 – 1,0 cm. Kopi liberika dibudidayakan dan dipasarkan sebagai bahan baku minuman dan bahan campuran makanan (Kew). Pustaka   Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew)  https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:747169-1  The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/18537594/18539526  United States Department of Agriculture (USDA) https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=COLI8

Kunto Bimo (Kigelia africana (Lam.) Benth.)
Balai Berita
21 Nov 2025

Kunto Bimo (Kigelia africana (Lam.) Benth.)

Klasifikasi Kingdom : Plantae Superdivisi : Spermstophyta Divisi : Magnoliophyta Kelas : Magnoliopsida Subkelas : Asteridae Ordo : Scrophulariales Famili : Bignoniaceae Juss. Genus : Kigelia DC. Spesies : Kigelia africana (Lam.) Benth. (USDA)     Status Konservasi IUCN LC – Least Concern Deskripsi Kunto bimo atau yang biasanya di kenal dengan nama pohon sosis merupakan spesies berhabitus pohon yang berasal dari daerah tropis afrika dan sebagian daerah afrika selatan. (KEW) Pohonnya dapat tumbuh hingga setinggi 20 m atau lebih. Pohonnya bersifat evergreen pada daerah dengan curah hujan yang tinggi sepanjang tahun, tetapi akan berganti daun ketika terjadi musim kemarau yang panjang. Kulitnya berwarna abu-abu dan bertekstur halus pada awalnya yang kemudian mengelupas pada pohon yang lebih tua. Kulitnya dapat mencapai 6 mm pada cabang 15 cm. Kayunya berwarna cokelat pucat atau kekuningan, tidak berdiferensiasi dan tidak mudah retak. Daunnya nerukuran panjang 30 - 50 cm, menyirip, dengan enam hingga sepuluh anak daun berbentuk oval hingga 20 cm dan lebar 6 cm. Bunganya berbentuk lonceng (mirip dengan bunga tulip Afrika tetapi lebih gelap dan lebih berlilin), berwarna oranye hingga hijau kemerahan atau ungu dan lebar sekitar 10 cm. Buahnya adalah buah beri berkayu dengan panjang 30 - 100 cm dan lebar hingga 18 cm; beratnya antara 5 - 10 kg, tergantung pada tangkai panjang seperti tali (Joffe, 2003). Bijinya berbentuk bulat telur, sekitar 10 mm x 7 mm dengan kulit yang bertekstur seperti bahan kulit, tertanam dalam daging buah berserat (Grace dkk, 2002). Kunto bimo tumbuh di tepi sungai, hutan terbuka, sabana dengan curah hujan tinggi, semak belukar, dan di hutan hujan. Tumbuh di tanah liat merah lempung, terkadang berbatu, lembap, atau gambut, dari permukaan laut hingga ketinggian yang sangat tinggi (Grace dkk, 2002). Kunto biimo memiliki berbagai macam bentuk pemanfaatan yaitu antara lain, bahan kosmetik, bahan dasar sabun, dan pemanfaatan dalam dunia kesehatan yaitu sebagai antiinflamasi, analgesik, antibakteri, dan antijamur (Lindungi Hutan). Pustaka   Gabriel, O. A., & Olubunmi, A. .2009. Comprehensive scientific demystification of Kigelia africana: A review. African Journal of Pure and Applied Chemistry, 3(9), 158-164. Grace OM, Light ME, Lindsey KL, Moholland DA, Staden JV, Jager AK .2002. Antibacterial activity and isolation of antibacterial compouds from fruit of the traditional African Medicinal plant, Kigelia africana. S. Afr. J. Bot. 68: 220-222. Joffe P. 2003. Kigelia Africana (Lam) Benth. Pretoria National Botanical Garden  Lindungi Hutan https://lindungihutan.com/blog/mengenal-pohon-sosis/ Plants of the World Online Royal Botanic Gardens Kew (Kew) https://powo.science.kew.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:109874-1 The International Union for Conservation of Nature (IUCN) https://www.iucnredlist.org/species/61986013/61986016 United States Department of Agriculture : Natural Resources Conservation Service https://plants.usda.gov/home/plantProfile?symbol=KIAF