Seputar BBWS Citarum
Belajar dan Peduli Air Bersama Sahabat Air melalui SDA Goes to School BBWS Citarum
Kategori :
Thursday, 30 October 2025
Tak seperti biasanya, suasana pagi hari Kamis
(23/9) di Sekolah Dasar Islam Terpadu Al Fitrah, Bandung, itu dipenuhi tawa dan
antusiasme siswa kelas IV. Para siswa hadir bukan hanya sebagai peserta biasa,
tetapi juga sebagai “Sahabat Air”, generasi muda yang belajar sejak dini untuk
peduli pada kelestarian air dan lingkungan. Gelar istimewa ini menjadi simbol
tanggung jawab mereka untuk menjaga sumber kehidupan yang begitu penting ini.
Sejak berbaris sampai memasuki ruang kelas,
anak-anak itu sudah bersemangat menyambut rangkaian kegiatan hari itu.
Sorak-sorai mereka menjadi bukti bahwa belajar sambil bermain bisa menumbuhkan
rasa kepedulian terhadap air dan lingkungan.
Video yang bertajuk “Hidup Tanpa Air” dan “Hemat
Air” sebagai pembuka kegiatan berhasil menarik perhatian anak-anak, menampilkan
betapa pentingnya air bagi kehidupan sehari-hari dan bagaimana perilaku
sederhana seperti menghemat air bisa membuat perbedaan besar. Mata mereka
terpaku pada layar, seolah menyadari sendiri bahwa air bukan hanya sumber
kehidupan, tapi juga tanggung jawab yang harus dijaga.
Para siswa juga disuguhkan video “Perjalanan
Jenderal Air” yang menceritakan bagaimana air menjadi kotor dan banjir terjadi
karena hutan ditebang sembarangan dan pabrik membuang limbah ke sungai. Mereka
riang gembira sembari mengamati penuh perhatian pada video animasi menyenangkan
yang ditayangkan itu. Video itu membuat
mereka memahami keterkaitan antara perilaku manusia dan kelestarian air.
Selain pemahaman terkait air terhadap
lingkungan, BBWS Citarum juga menayangkan video tentang bagaimana proses padi
menjadi nasi yang dimakan sehari-hari oleh para siswa. Dengannya mereka dapat memahami
bahwa air berperan penting dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari mengairi
sawah hingga menghasilkan makanan yang mereka santap setiap harinya.
Para siswa juga diajak bermain dan belajar
interaktif melalui berbagai games edukatif. Salah satu momen yang ditunggu
dengan penuh antusiasme mereka adalah pertandingan cerdas cermat. Yang
menakjubkan, hampir semua jawaban mereka benar. Ketika ditanyai mengapa banjir
terjadi, dengan penuh percaya diri mereka menjawab bahwa penebangan pohon
sembarangan dan pembuangan limbah pabrik ke sungai bisa membuat banjir terjadi.
Ini menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan benar-benar terserap dan membuat
mereka aktif berpikir.
Setiap rangkaian kegiatan dalam “SDA Goes to
School” dirancang agar siswa tidak hanya menghafal, tetapi memahami peran
mereka sebagai generasi muda dalam menjaga sumber daya air dan lingkungan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata bahwa edukasi kreatif dan menyenangkan bisa
membentuk kesadaran lingkungan yang kokoh, sekaligus menumbuhkan kecintaan
anak-anak pada air sebagai sumber kehidupan.
Keberhasilan
kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi sejak usia dini sangat penting. Dengan
menanamkan nilai-nilai peduli air dan lingkungan sejak sekolah dasar, generasi
muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan, mengembangkan kebiasaan hemat
air, serta peduli terhadap kebersihan dan kelestarian sumber daya air di
sekitarnya.
Para siswa yang
kini berstatus “Sahabat Air” diharapkan terus membawa semangat ini ke
lingkungan mereka, menjadi pelopor perlindungan sumber daya air dan menjaga
keberlanjutan alam bagi masa depan.