Seputar BBWS Citarum
Bendung Walahar: Warisan Satu Abad Penopang Ketahanan Pangan Bangsa
Kategori :
Monday, 27 October 2025
Pagi itu, matahari menembus kabut tipis di
atas Bendung Walahar. Air Sungai Citarum mengalir deras, melewati melewati
pintu-pintu air yang kokoh, menghasilkan gemericik yang menenangkan. Sawah
hijau membentang di sekitar, hidup berkat jaringan irigasi yang berasal dari
bendung ini. Keberadaan Bendung Walahar begitu penting bagi warga Karawang dan
sekitarnya.
Bendung Walahar merupakan warisan nusantara
yang berdiri megah hampir seabad lamanya. Bendung yang selesai dibangun pada
tahun 1925 era kolonial Belanda ini memiliki pintu-pintu air dari beton tebal
dengan tuas besi orisinal, jembatan penghubung dengan pola balustrade klasik,
dan ruang mesin dengan dinding lengkung yang menjadi saksi teknologi saat itu
untuk mengelola aliran air. Semua elemen ini bukan hanya berfungsi, tetapi juga
menyimpan nilai sejarah dan estetika yang khas.
Bendung adalah salah satu infrastruktur
sumber daya air yang memiliki peran penting bagi ketahanan pangan kita, dibuat
untuk mengatur aliran air, khususnya untuk irigasi. Berbeda dengan infrastruktur
bendungan yang mampu menahan dan menyimpan air dalam skala besar, bendung umumnya
lebih sederhana dan berskala lebih kecil. Bentuknya berupa bangunan melintang
di sungai yang menahan sebagian aliran, sehingga air bisa dialirkan ke saluran
irigasi tanpa mengganggu aliran sungai utama.
Kebermanfaatan Bendung Walahar terasa nyata setiap
harinya. Bendung ini mengairi kurang lebih 87.396 (delapan puluh tujuh ribu
tiga ratus sembilan puluh enam) hektar sawah, sehingga kerap disebut sebagai
lumbung padi Jawa Barat. Air yang dialirkan mendukung swasembada pangan,
mengendalikan aliran Sungai Citarum, dan menjaga panen tetap stabil.
Tak hanya sebagai penopang ketahanan pangan
bangsa, dengan keestetikaannya itu Bendung Walahar mempu menarik wisatawan. Setiap hari libur, banyak pengunjung datang
untuk memancing atau sekadar melepas penat sambil menikmati deburan air.
Keberadaannya itu telah menggerakan perekonomian masyarakat sekitar. Deretan
rumah makan khas Walahar yang menyajikan pepes ikan jambal menjadi wujud roda
pergerakan ekonomi lokal yang riuh dan ramai.
Lebih dari sekadar infrastruktur, warisan
berusia satu abad ini menjaga sawah tetap hijau, mendukung swasembada pangan,
dan menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan harmonis antara manusia dan
alam. Kehadirannya juga menghadirkan keriuhan dan kehangatan di sekitar bendung,
di mana masyarakat bisa menikmati alam sambil merasakan denyut aktivitas
sehari-hari.
Pengelolaan dan perawatan bendung ini saat
ini dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, yang memastikan
infrastruktur tetap berfungsi optimal dalam mendukung irigasi dan ketahanan
pangan di Karawang. Meski begitu, sebagai bagian dari masyarakat dan generasi
penerus, kita memiliki tanggung jawab untuk merawat dan menjaga Bendung
Walahar, agar warisan bersejarah ini tetap lestari dan bermanfaat bagi generasi
mendatang.