Ketika Saluran Irigasi Cikumpeni Deras, Rezeki Petani Cikutamahi Lancar


Kategori :

Monday, 13 October 2025


Ketika Saluran Irigasi Cikumpeni Deras, Rezeki Petani Cikutamahi Lancar


Pagi itu suasana di persawahan Desa Cikutamahi, Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor terasa ramai. Di tengah hamparan sawah hijau yang memanjang, tampak para petani sibuk membenahi saluran Daerah Irigasi Cikumpeni 

Suara cangkul, percikan air, canda tawa petani, dan hangatnya sinar mentari bercampur menjadi pemandangan khas suasana pedesaan yang hidup. Di sanalah Kang Nur berdiri, seorang buruh tani yang kini merasakan perubahan nyata di tempat ia mencari penghasilan. 

“Nama saya Kang Nur,” begitu ia memperkenalkan diri disela-sela kesibukannya memoles dinding semen saluran irigasi pada Rabu (17/9).  

Sebagai buruh tani anggota Kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Satya Mandiri, ia mengingat betul masa-masa sulit sebelum adanya saluran irigasi yang hanya mengandalkan pekerjaan musiman. Baginya, Program P3TGAI inimembantu penghasilan kami yang biasanya serabutan, selalu menunggu musim bajak itu untuk mendapatkan kerjaan,” terangnya. 

Dengan senyum penuh harapan, Kang Nur menyambut hangat adanya pembangunan saluran irigasi pada program Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) melalui Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Kementerian Pekerjaan Umum, yang digulirkan dalam program swasembada pangan dari Presiden Prabowo.  

Ia merasakan manfaat yang nyata. Sebanyak 25 (dua puluh lima) buruh tani dalam kelompok P3A Satya Mandiri yang biasanya serabutan kini punya pekerjaan rutin. “Sekarang alhamdulillah terbantu dengan adanya program iniujar Kang Nur. 

Saluran irigasi yang dibangun itu telah mengalirkan air dari hulu ke hilir di Daerah Irigasi Cikumpeni. Tanah yang dulunya retak kini menjadi basah dan siap untuk ditanami. Senada dengan Kang Nur, Saifudin, Ketua P3A Satya Mandiri itu mengucap penuh syukur, sebelum dibangun irigasi ini, paling banyak disini mengairi 14 (empat belas) hektar sampai 15 (lima belas) hektar. Tapi dengan adanya dibangun ini, lebih dari 20 (dua puluh) hektar yang terairi. 

Kepastian air yang mengalir untuk setiap petak sawah dapat membuat kualitas padi meningkat dan mengikuti pola tanam. Jika dahulu hasil panen hanya sekitar 4 (empat) ton per hektar, kini panen "rata-rata 5 (lima) sampai 6 (enam) ton. Alhamdulillah ada yang capai sampai 7 (tujuh) ton per hektar," jelas Saifudin. 

Perubahan besar ini tidak lepas dari keberadaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) sebagai motor penggerak. Melalui P3A Satya Mandiri, para petani Desa Cikutamahi terlibat langsung dalam membangun, memperbaiki, dan meningkatkan jaringan Daerah Irigasi Cikumpeni. Secara langsung hal ini berpengaruh pada pada peningkatan perekonomian petani di desa tersebut. 

Di Desa Cikutamahi, proyek peningkatan Daerah Irigasi Cikumpeni bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025. Bagi warga, anggaran itu bukan sekadar nominal. Ia menjelma menjadi saluran yang mengalirkan air dan harapan, menumbuhkan padi dan kesejahteraan dalam ketahanan pangan. 

Saluran irigasi ini dibuat untuk rakyat dan oleh rakyat demi kesejahteraan bersama. Apa yang sudah terbangun diharapkan dapat terjaga keberlangsungannya.