Koordinasi Solid BBWS Citarum bersama Pemprov Jabar dan Pemkab Karawang dalam Menangani Banjir


Kategori :

Thursday, 20 November 2025


Koordinasi Solid BBWS Citarum bersama Pemprov Jabar dan Pemkab Karawang dalam Menangani Banjir

Banjir di Sungai Cibeet serta Saluran Pembuangan (SP) Cidawolong dan Kedunghurang sering terjadi secara berulangterutama ketika musim hujanUntuk mengatasinya, BBWS Citarum bekerja sama dengan pemerintah provinsi (pemprovJawa Barat danpemerintah kabupaten (pemkabKarawang dalam menangani banjir dengan melakukan normalisasi SP Cidawolong dan Kedunghurang serta pembangunan tanggulrumah pompadan pintu air. 

Pada Maret 2025, banjir besar di Karawang terjadi akibat luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet, yang menyebabkan aliran balik (backwaterke SP Cidawolong dan KedunghurangSekitar 120 hektar sawah dan ribuan rumah di desa KarangligarMulyajayaMekarmulya, dan Wana Kerta terendam banjir. 

Peristiwa itu telah menyebabkan kerugian material yang signifikanmengganggu aktivitas warga, dan menimbulkan dampak sosial serta ekonomi yang luas di wilayah terdampakUntuk itupenanganan banjir SP Cidawolong dan Kedunghurang dilakukanmelalui kolaborasi lintas instansi dengan tiga konsep penanganan utamayaitu normalisasi SP SP Cidawolong dan Kedunghurangpembangunan tanggulserta pembangunan rumah pompa dan pintu air.  

Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum sejak Juli 2025 melakukan pembangunan pintu air dan pembangunan rumah pompa yang dibangun di titik pertemuan Sungai Cibeet dan SP Cidawolong sertaKedunghurang. Pekerjaan lanjutan, normalisasi saluran pembuangan, dan pembangunan tanggul akan dilaksanakan di tahun mendatang. 

Pada pelaksanaannyakolaborasi lintas instansi itu juga melibatkan sosialisasi dan konsultasi bersama konsultan, Kepala Desa, Camat, Komando Rayon Militer (Koramil)Kepolisian Sektor (Polsek)serta masyarakat setempat  

Di balik proses teknisterdapat kendala dan tantangan yang dihadapidiantaranya progres pembebasan lahan dan kesulitan akses mobilitasPembebasan lahan sebagai bentuk ganti rugi direncanakan selesai di pertengahan November 2025. Sementara ituakses jalan desa sempit, sehingga mobilisasi alat berat maupun material tidak dapat dilakukan melewati jalan desaAkses yang memungkinkan untuk dilewati adalah melewati Resindakawasan terpadu eksklusif di Karawang. 

Untuk mengatasinyaPemprov Jawa Barat turun tangan menindaklanjuti kendala kesulitan akses mobilitas tersebut dengan meminta izin akses rencana jalan akses. Sementara ituPemkab Karawang menunjukkan komitmennya melalui percepatanpembebasan lahan.  

Selain tiga konsep penanganan sebelumnya, BBWS Citarum juga mengusulkan perkuatan dan peninggian tanggul Sungai Cibeet untuk hasil yang lebih maksimalMeski begitulangkah yang kini sedang berjalan tetap difokuskan pada upaya penangananpaling mendesak agar masyarakat dapat segera merasakan manfaatnyaDiharapkan kolaborasi yang solid ini dapat menciptakan wilayah yang lebih aman dari risiko banjir secara berkelanjutan.