Seputar BBWS Citarum
Kuatkan Perekonomian Desa, Program P3-TGAI BBWS Citarum Tahun 2025 Serap 4.965 Tenaga Kerja
Kategori : Artikel ,
Wednesday, 14 January 2026
“Masyarakat mendapatkan pekerjaan di desanya masing-masing, selain mendapat lapangan pekerjaan, saluran irigasi juga menjadi lebih bagus,” ujar Imah Soemah dengan gembira. Satu kalimat yang menggambarkan beragam manfaat besar dari Program Percepatan dan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGAI).
Imah adalah Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) salah satu program P3-TGAI yang dilaksanakan di Desa Tanjung dan Desa Cicende, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang. Di usianya yang masih berkepala dua itu, selama 45 hari pekerjaan berlangsung Imah senantiasa semangat mendampingi dan membimbing para petani dalam membangun irigasi yang kuat, andal, dan berkelanjutan.
Program P3-TGAI merupakan program padat karya untuk meningkatkan saluran irigasi melalui pembangunan, peningkatan, dan rehabilitasi jaringan irigasi. Program ini melibatkan petani secara langsung, mulai dari perencanaan sampai pelaksanaan konstruksi irigasi. Karenanya, hasilnya sesuai dengan kebutuhan para petani dan manfaatnya pun sangat terasa oleh masyarakat karena berhasil meningkatkan produktivitas pertanian dan menggerakkan perekonomian.
Selama tahun 2025, melalui program P3-TGAI Tahap I dan II, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum telah menyerap 4.965 tenaga kerja termasuk Imah sebagai tenaga pendamping, petani, dan masyarakat sekitar di 327 titik lokasi wilayah Jawa Barat. Tiap-tiap tenaga kerja tersebut bukan hanya sekedar angka, tapi bukti roda perekonomian bergerak. Lebih jauh, hasil panen yang dihasilkannya telah mendukung swasembada pangan nasional.
Program P3-TGAI juga tak hanya membawa lapangan pekerjaan, peningkatan saluran, tapi juga kegembiraan, seperti yang diungkapkan oleh Ibrina, perwakilan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Sobat Cai dari Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung pada Serah Terima Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II Tahun 2025 (22/12).
“Untuk para petani itu (mereka) sangat-sangat gembira sekali. Kenapa sangat gembira? Karena untuk peredaran air di wilayah Sukamaju mungkin khususnya, itu sangat-sangat sekali sering adu fisik mungkin ya untuk mendapatkan air yang cukup ke para petani, Tapi setelah adanya pembangunan saluran irigasi P3-TGAI Sobat Cai untuk petani yang ada di wilayah desa Sukamaju itu sangat-sangat terbantu sekali.” terang Ibribna.
Sukarnya air dan minimnya pengairan yang baik masih menjadi tantangan para petani khususnya di Jawa Barat dalam mengelola dan meningkatkan produktivitas pertanian. Kini, melalui saluran irigasi sebagai output dari P3-TGAI, sawah dapat teraliri dengan baik, pola musim panen menjadi teratur, dan hasil panen bisa meningkat.
Manfaat yang besar itu membawa harapan bagi petani dan masyarakat sekitarnya, untuk keberadan P3-TGAI yang berkesinambungan. “Semoga bisa mendapatkan kesempatan untuk di program P3-TGAI ini di tahun-tahun selanjutnya,” ujar Imah. Begitu pula dengan Ibirina yang mengatakan, “Mudah-mudahan di tahun 2026, 2027 sampai seterusnya, ya mudah-mudahan program ini bisa bertahan dan berkesinambungan.”
Setiap tahunnya, program P3-TGAI hadir bukan sekadar membangun saluran irigasi, tetapi menumbuhkan harapan, menguatkan perekonomian, menghidupkan kesejahteraan yang nyata bagi petani dan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan swasembada pangan nasional.