Seputar BBWS Citarum
Pembangunan Air Baku Kertasari sebagai Komitmen BBWS Citarum untuk Memenuhi Pasokan Air di Bandung Raya
Kategori :
Wednesday, 07 January 2026
Air baku merupakan air mentah yang belum melalui proses pengolahan dan menjadi sumber utama dalam penyediaan air minum bagi masyarakat. Keberadaan air baku yang memadai dan berkualitas menjadi fondasi penting dalam menjamin ketahanan air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah perkotaan dengan tingkat kebutuhan yang terus meningkat. Oleh karena itu, pengelolaan air baku menjadi salah satu fokus pembangunan infrastruktur sumber daya air di Indonesia.
Sumber air baku dapat berasal dari sungai, danau, waduk, mata air, hingga air tanah. Di Jawa Barat, Sungai Citarum memegang peran strategis dalam menopang kebutuhan air wilayah Metropolitan Bandung. Berdasarkan data dari Pola Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Citarum, Cekungan Bandung saat ini menghadapi defisit air yang cukup signifikan. Total kebutuhan air mencapai 37,25 meter kubik per detik, sementara infrastruktur penyediaan air yang tersedia hanya mampu menyuplai 13,85 meter kubik per detik. Kondisi ini menciptakan defisit sebesar 23,4 meter kubik per detik yang perlu untuk segera diatasi.
Menjawab tantangan tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum menjalin kerja sama melalui Perumda Air Minum Tirta Raharja untuk penyediaan air minum melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dalam kerja sama ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum berperan mendukung penyediaan prasarana air baku melalui program Pembangunan Penyediaan Air Baku Kertasari yang berlokasi di Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Program ini dirancang untuk menambah pasokan air baku sebesar 0,5 meter kubik per detik, dengan alokasi masing-masing 0,25 meter kubik per detik untuk Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Dengan terbangunnya prasarana air baku Kertasari, masyarakat di Kabupaten Bandung dan Kota Bandung diharapkan memperoleh manfaat berupa peningkatan cakupan layanan air minum, pasokan air yang lebih andal, serta berkurangnya ketergantungan pada air tanah.
Ruang lingkup program meliputi pembangunan bendung air baku, jalan akses sepanjang 400 meter, jaringan transmisi air baku sepanjang 6,5 kilometer, dua unit Bak Pelepas Tekan (BPT), dan dua buah jembatan. Seluruh infrastruktur dibangun untuk menjamin kelancaran distribusi air baku menuju instalasi pengolahan air minum. Pekerjaan ini direncanakan berlangsung selama 24 (dua puluh empat) bulan dengan skema Kontrak Tahun Jamak 2025–2027 dan disinkronisasi dengan jadwal pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Perumda Air Minum Tirta Raharja.
Sebagai bentuk komitmen, BBWS Citarum telah melaksanakan penandatanganan kontrak supervisi pembangunan pada Desember 2025. Langkah ini sejalan dengan ASTA CITA Pemerintah periode 2024-2029. BBWS Citarum menegaskan perannya dalam mengelola air untuk negeri dan mewujudkan ketahanan air yang berkualitas bagi generasi mendatang.