Seputar BBWS Citarum
Rehabilitasi Bendungan Cipancuh di Indramayu untuk Stabilitas Lumbung Padi Jawa Barat
Kategori :
Monday, 29 December 2025
Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah penyangga pangan nasional, bahkan memiliki julukan “Lumbung Padi Jawa Barat”. Situasi tersebut membuat Kabupaten Indramayu sangat bergantung pada sistem irigasi yang baik, terawat, dan berkelanjutan. Bendungan Cipancuh menjadi infrastruktur vital bagi pertanian di kawasan Indramayu sebagai penyalur air bagi ketersediaan padi setiap tahunnya.
Bendungan Cipancuh yang terletak di desa Situraja, Kecamatan Gentar, Kabupaten Indramayu merupakan bendungan yang dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda dan beroperasi semenjak tahun 1927. Seiring dengan berjalannya waktu, bendungan ini mengalami permasalahan serius, seperti pendangkalan akibat sedimentasi dan kerusakan pada konstruksi bendungan sehingga muncul rembesan air yang memicu kekhawatiran warga sekitar. Kondisi ini jika dibiarkan memiliki risiko kerusakan yang lebih parah, bukan hanya bagi pertanian di Indramayu namun juga bagi keselamatan warga sekitar bendungan.
Dalam upaya memitigasi dan mengatasi permasalahan tersebut, Balai Besar Wilayah Sungai Citarum melakukan rehabilitasi pada Bendungan Cipancuh. Upaya rehabilitasi Bendungan Cipancuh oleh Balai Besar Wilayah Sungai Citarum dilakukan sejak bulan Agustus 2025. Pekerjaan rehabilitasi yang dilakukan mencakup beberapa aspek teknis, diantaranya perbaikan tubuh bendungan, perbaikan jembatan pelimpah, serta normalisasi saluran.
Keberhasilan rehabilitasi Bendungan Cipancuh tentunya tidak luput dari dukungan pemerintah setempat dan warga sekitar. Dengan kondisi bendungan yang kini lebih aman dan andal, pasokan air irigasi untuk lahan pertanian dapat berjalan lebih stabil, mendukung produktivitas petani, serta menjaga ketahanan pangan di wilayah Indramayu. Sebagai informasi, Bendungan Cipancuh bermanfaat mengalirkan air irigasi untuk 6.314 ha lahan pertanian untuk 4 kecamatan di Kabupaten Indramayu yakni Kecamatan Haurgeulis, Gantar, Kroya dan Anjatan.
Kini, Bendungan Cipancuh yang memiliki “wajah baru” bukan hanya infrastruktur teknis semata, melainkan simbol harapan bagi petani-petani Indramayu untuk senantiasa terus memanen kesejahteraan dari tanah mereka sendiri.