Setahun Berdampak: 5 Kontribusi Nyata BBWS Citarum Tahun 2025 untuk Rakyat Sejahtera


Kategori : Artikel ,

Tuesday, 13 January 2026


Setahun Berdampak: 5 Kontribusi Nyata BBWS Citarum Tahun 2025 untuk Rakyat Sejahtera

“Sepanjang 297 km air Sungai Citarum mengalir, sepanjang 2025 Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum mengabdi.”

BBWS Citarum melaksanakan fungsinya dengan membangunan infrastruktur sumber daya air yang pada pelaksanaannya tidak hanya membangun infrastruktur, tapi juga mengelola air, mengalirkan air, mengendalikan bencana banjir, menanggulangi bencana, bahkan sampai menggerakkan ekonomi masyarakat.

Mengelola Air untuk Memenuhi Kebutuhan Air Masyarakat

Pengelolaan air diwujudkan salah satunya dengan membangun dan merehabilitasi bendungan. Hingga Desember 2025, progress fisik pembangunan Bendungan Cibeet telah mencapai 9,40% dan Bendungan Cijurey telah mencapai 35,23%. Keduanya diproyeksikan selesai pada tahun 2028. Pembangunan bendungan tersebut ditujukan untuk menyuplai kebutuhan air di wilayah hilir Sungai Citarum.

Selain itu, BBWS Citarum juga merehabilitasi Bendungan Cipancuh yang sempat jebol dan berdampak pada fungsi irigasi serta ketahanan air wilayah sekitar. Rehabilitasi tersebut ditujukan agar fungsinya dapat tetap dirasakan oleh masyarakat.

Mengalirkan Air untuk Mewujudkan Ketahanan Air dan Pangan

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air (P3-TGAI), serta program reguler BBWS Citarum, jaringan irigasi primer, sekunder, tersier, serta Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dibangun, direhabilitasi, dan dimodernisasi. Hal tersebut diperuntukan untuk mewujudkan ketahanan air dan swasembada pangan. 

Pada tahun 2025, saluran irigasi sepanjang 363,96 km dan 91 JIAT yang tersebar di wilayah Jawa Barat telah dibangun dan/atau direhabilitasi. Ketika air mengalir lancar, produktivitas pertanian meningkat, dan pada akhirnya kesejahteraan petani dan masyarakat tercapai. 

Mengendalikan Banjir agar Masyarakat Aman

A long shot of a body of water

AI-generated content may be incorrect.

Sebagai salah satu fungsi pengendalian daya rusak air, BBWS Citarum membangun infrastruktur pengendali banjir, seperti groundsill, pengaman pantai, tanggul, dan saluran pembuang. Pada tahun 2025, 7 (tujuh) Groundsill Sungai Cipamingkis di Kabupaten Bogor dan 8 (delapan) Groundsill Sungai Cipamingkis di Kabupaten Bekasi yang berfungsi untuk mengurangi risiko banjir telah dibangun. 

Ada juga pengaman Pantai Eretan sepanjang 550 (lima ratus lima puluh) meter yang telah dibangun untuk mencegah banjir rob di Kabupaten Indramayu. Tanggul dan saluran pembuang juga dibangun untuk mengendalikan banjir.

Merespons dan Menguatkan untuk Tetap Pulih saat Bencana

Meski kita telah berupaya mengendalikan banjir dengan infrastruktur yang ada, bencana hidrometereologi di musim hujan masih menjadi tantangan dan perlu koordinasi dari seluruh lapisan masyarakat. 

Pada penghujung akhir tahun 2025, bencana hidrometeorologi khususnya banjir dan tanah longsor telah menimpa masyarakat di berbagai daerah Indonesia. Bahkan, bencana masif banjir bandang dan longsor telah melanda Sumatra (terutama Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat). Sebagai bentuk aksi solidaritas, BBWS Citarum telah mengirim dua relawan yang tergabung dalam Relawan Kementerian Pekerjaan Umum untuk hadir dan membantu masyarakat terdampak.

Di wilayah Jawa Barat, bencana banjir, banjir rob, banjir bandang, dan genangan juga telah terjadi, diantaranya di kecamatan Andir, Baleendah, Dayeuhkolot, Rancaekek, dan sebagainya. BBWS Citarum segera merespons bencana tersebut dengan melakukan tinjauan dan penanggulangan melalui Tim Satgas Bencana Banjir. Hal itu dilakukan secara bertahap, termasuk menyurutkan air menggunakan mobile pump, memasang dan memperbaiki tanggul menggunakan bronjong, geobag, dan geobox. 

Menggerakkan Ekonomi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Program P3-TGAI tak hanya membangun dan merehabilitasi saluran irigasi, tapi juga menggerakan perekonomian petani dan masyarakat sekitarnya. Pada tahun 2025 ini, program tersebut telah menyerap 4.965 tenaga kerja di 327 titik lokasi daerah Jawa Barat termasuk petani, tenaga pendamping, dan masyarakat sekitar. Itu bukanlah sekadar angka, tiap-tiap dari mereka menghidupi dan menyejahterakan setiap keluarga. Petani sejahtera, pendapatan daerah pun meningkat.

Dari hulu hingga ke hilir, setiap tetes air yang mengalir di Sungai Citarum itu kami jaga dan kelola agar manfaatnya sampai pada masyarakat.


Galeri Foto