Sinergi Membangun Infrastruktur Sumber Daya Air Andal untuk Kesejahteraan dan Ketangguhan Indramayu


Kategori :

Tuesday, 11 November 2025


Sinergi Membangun Infrastruktur Sumber Daya Air Andal untuk Kesejahteraan dan Ketangguhan Indramayu

Pada Senin (10/11), BBWS Citarum ikut serta dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dalam rangka peninjauan sarana dan prasarana infrastruktur serta transportasiKunjungan ini dipimpin oleh Wakil KetuaKomisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan, bersama jajaran anggota DPR RI Komisi V serta perwakilan kementerian Pekerjaan Umum dan lembaga terkait. 

Kunjungan kerja tersebut bukan kali pertama dilakukan, setidaknya sejak 2021, kunjungan kerja dan perhatian yang intensif terhadap Kabupaten Indramayu telah dilakukan. Hal tersebut dipicu salah satunya oleh rusaknya tanggul Bendungan Cipancuh yang dapat menyebabkan risiko banjir besar serta permasalahan banjir rob yang kerap kali terjadi di pesisir Pantai Eretan 

Kabupaten Indramayu merupakan wilayah administrasi yang dilintasi oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) CitarumDAS Cimanuk, dan DAS CisanggarungMembuatnya menjadi salah satu wilayah administrasi yang dikelola oleh dua unit kerja Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) yakni BBWS Citarum dan BBWS Cimancis (Cimanuk-Cisanggarung). 

Permasalahan yang dialami Kabupaten Indramayu turut menjadi perhatian BBWS Citarumterutama terkait rehabilitasi Bendungan Cipancuh dan pembangunan pengaman Pantai Eretan. 

Rehabilitasi Bendungan Cipancuh telah dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum melalui BBWS Citarum sejak 2019 secara bertahap dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. Rehabilitasi tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi BendunganCipancuh terkait keamanan bendungan dan kinerja Waduknya, melancarkan akses jalan inspeksi ke bendungan, serta layanan air irigasi untuk daerah pertanian seluas 6.314 (enam ribu tiga ratus empat belas) yang tersebar di empat kecamatan: Haurgeulis, Gantar, Kroyadan Anjatan. 

Sementara itupembangunan pengaman Pantai Eretan telah berlangsung sejak 2021 dan ditargetkan selesai pada tahun 2028 mendatangPembangunan pengaman pantai berupa konstruksi L-Shaped mini dan Tetrapod ditujukan untuk menanggulangiabrasi yang terjadi di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur. Abrasi Pantai Eretan dan kemunduran garis pantainya yang kini telah mencapai 200 (dua ratus) meter menyebabkan warga pesisir Pantai Eretan menghadapi banjir rob selama puluhantahunPembangunan pengaman pantai ini kemudian dimaksudkan agar banjir rob terkendali dan warga tak khawatir lagi dengan ancaman banjir. 

Selain dua permasalahan utama tersebutpada tahun 2025 iniBBWS Citarum juga membangun dan merehabilitasi infrastuktur sumber daya air lainnyadiantaranya: 

    • Pembangunan Siphon dan Kantong Lumpur Bendung Salamdarma untuk meningkatkan penyediaan air irigasi. 
    • Pembangunan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sepanjang  39,09 (tiga puluh sembilan koma nol sembilankilometer untuk mendukung ketahanan pangan nasional dengan menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. 
    • Pembangunan dan Rehabilitasi Sumur JIAT sebanyak 12 (dua belasuntuk menyediakan sumber air alternatif yang andal  di beberapa wilayah Kabupaten Indramayu yang mengalami kesulitan akses air permukaan. 
    • Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap I dan Tahap II untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung ketahanan pangan nasional. 

Kunjungan kerja yang dilaksanakan menjadi  simbol sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang kuat dan bermanfaat bagi masyarakat IndramayuMelalui pembangunan dan perbaikan berbagaiinfrastruktur seperti bendunganbendungpengaman pantaihingga jaringan irigasi, diharapkan dapat menjaga ketahanan air, meningkatkan hasil pertanian, dan melindungi masyarakat Indramayu dari risiko bencana banjir maupun kekeringan.