Seputar BBWS Citarum
Sisi Lain Pengaman Pantai Eretan yang Jadi Latar Sinema Film Pangku
Kategori :
Thursday, 13 November 2025
Di tengah deburan ombak yang kencang, dengan suara khasnya, suasana tampak hening ketika Hadi, sopir pick-up pengangkut ikan segar berkeluh dan bertanya, “Aku mau punya anak, kamu mau punya suami?” pada Sartika, ibu tunggal yang mengaisnasib di Pantura (Pantai Utara). Adegan sunyi namun hangat dalam film Pangku yang sedang menjadi sorotan itu tentu tidak akan terjadi tanpa adanya pengaman pantai yang menjadi tempat mereka berpijak.
Di sanalah Pengaman Pantai Eretan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, berdiri kokoh menjadi saksi bisu perjalanan syuting sinema yang membawa 4 (empat) penghargaan di Busan International Film Festival (BIFF) tahun 2025 itu. “Ternyata, bangunan pengaman Pantai Eretan ini dijadikan sebagai salah satu lokasi dalam pembuatan film yang saat ini beredar di Indonesia,” ucap Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum, Marasi Deon Joubert menyambut bangga sinema karya anakbangsa itu.
Pantai eretan merupakan pantai pesisir Jawa Utara yang dikenal memiliki gelombang dan arus laut yang tinggi serta tingkat abrasi yang ekstrem. Selain aktivitas alamnya itu, kebutuhan manusia dalam menggunakan air laut membuat pantai itu kianmengalami kemunduran garis pantai hingga 200 (dua ratus) meter panjangnya. Karenanya, saat terjadi pasang (rob), air laut akan lebih mudah masuk ke daratan dan sulit untuk surut kembali, ia kemudian menggenangi rumah-rumah warga selama berhari-hari.
Karena risiko banjir rob itulah, pembangunan Pengaman Pantai Eretan menjadi perhatian dari berbagai pihak. Sejak tahun 2021, BBWS Citarum telah melaksanakan pekerjaan Pembangunan Pengaman Pantai Eretan Wetan (timur) hingga Pantai EretanKulon (barat) yang kini masih berlangsung dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2028.
Infrastruktur pengaman pantai yang dibangun itu meliputi konstruksi L-Shaped dan Tetrapod. Di tahun 2025 ini, telah berdiri kokoh pengaman pantai L-Shaped sepanjang 500 (lima ratus) meter, melindungi masyarakat pesisir Pantai Eretan. “Saat ini, di tahun2025, kami sedang membangun pengaman pantai sepanjang 500 (lima ratus) meter di pantai Eretan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga di Kandanghaur,” ungkap Marasi Deon. Pengaman pantai L-Shaped itu jugalah yang menjadi latar adeganfilm itu.
Marasi Deon menceritakan bagaimana banjir rob yang terjadi menyebabkan aktivitas warga terganggu dan karenanya ia perlu dikendalikan. “Semoga dengan dibangunnya pengaman Pantai Eretan ini, warga di Kandanghaur dapat melaksanakankehidupannya secara normal tidak lagi terganggu oleh banjir rob yang beberapa tahun menjadi kendala dalam kehidupan mereka,” lanjut Marasi Deon penuh kepedulian. Memang, banjir rob di kawasan itu telah berlangsung puluhan tahun dan kianmemburuk sejak tahun 2014.
Film Pangku tidak hanya mengekspos beratnya kehidupan perempuan di wilayah Pantura, tapi juga menunjukkan bagaimana pengaman Pantai Eretan telah menopang dan melindungi serta memberikan warna-warni kehidupan warga di belahan utara Pulau Jawa itu. Diharapkan, infrastruktur pengaman pantai yang telah terbangun senantiasa dirawat dan dijaga oleh masyarakat sekitar, seperti ia adalah milik mereka, karena keberadaannya adalah pelindung dan penopang kehidupan.