Seputar BBWS Citarum
Tindak Lanjut Balai Besar Wilayah Sungai Citarum Keringkan Genangan di Dayeuhkolot
Kategori :
Thursday, 11 December 2025
Hujan deras tanpa henti pada hari Kamis (4/12) mengguyur wilayah Bandung Selatan. Curah hujan yang tinggi ini mengakibatkan debit Sungai Citarum melonjak drastis, mengubah kawasan Dayeuhkolot menjadi genangan air yang menyerupai lautan, dengan ketinggian mulai dari setinggi lutut hingga sebatas pinggang orang dewasa. Akibatnya, akses lalu lintas di wilayah tersebut terputus total, dan penduduk setempat terpaksa bertahan di rumah atau mencari alternatif jalur demi melanjutkan aktivitas.
Setiap kali banjir melanda, warga Dayeuhkolot tetap berusaha menjalani rutinitas seperti biasanya. Banyak yang tetap berangkat kerja dengan menenteng sandal, menggulung celana, dan membawa baju ganti di dalam tas. Beberapa memilih memanfaatkan jasa delman untuk menembus genangan, sementara yang lain nekat menerobos banjir dengan sepeda motor, sebelum akhirnya harus menepi dan mendorong kendaraan yang mogok karena tidak kuat menerjang genangan air.
Situasi yang menghambat ini tidak dibiarkan berlarut-larut. Pada keesokan harinya, Jumat (5/12), penanganan darurat segera dilakukan. Suara deru mesin dari dua mobil pompa milik Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum dengan kapasitas 250 liter/detik, mulai beroperasi di beberapa titik. Petugas bergerak cepat untuk menyedot air genangan dan memindahkannya ke Kolam Retensi Cieunteung. Aksi pemompaan ini bertujuan utama untuk meminimalkan dan mempercepat surutnya genangan di kawasan Dayeuhkolot.
Upaya pemompaan genangan oleh BBWS Citarum untuk mengurangi genangan air merupakan langkah awal untuk mengurangi banjir di kawasan Dayeuhkolot. Bersamaan dengan itu, koordinasi aktif antara pemerintah provinsi dan pemerintah daerah terus dilakukan, memastikan bahwa jalur-jalur vital untuk lalu lintas dan perekonomian warga tetap bisa dilalui, serta warga yang membutuhkan bantuan mendapat akses yang cukup.
Penanggulangan banjir yang efektif menuntut partisipasi antar instansi. Diperlukan kolaborasi harmonis antara pihak pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pelestarian lingkungan. Masa depan Dayeuhkolot yang bebas dari banjir musiman sangat bergantung pada koordinasi strategis antara penguatan dan percepatan pembangunan infrastruktur fisik, serta komitmen berkelanjutan dari masyarakat untuk menjunjung tinggi kesadaran menjaga lingkungan.