Tips Mitigasi Bencana agar Tetap Aman saat Banjir


Kategori :

Tuesday, 09 December 2025


Tips Mitigasi Bencana agar Tetap Aman saat Banjir

Pada penghujung akhir tahun 2025 ini, beberapa wilayah di Indonesia mengalami musim hujan yang ekstrem. Curah hujan yang tinggi itu meningkatkan risiko bencana banjir, seperti yang terjadi di beberapa kabupaten atau kota di Jawa Barat yang selama satu dekade terakhir paling banyak mengalami kejadian bencana banjir.

Dalam satu minggu terakhir misalnya, bencana banjir telah terjadi di beberapa wilayah Jawa Barat seperti di Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Karawang Barat. Dalam menghadapi bencana banjir tersebut, kita perlu melakukan mitigasi bencana banjir baik sebelum bencana banjir, saat bencana banjir, maupun sesudah bencana banjir terjadi. 

Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko  dalam menghadapi ancaman bencana. Mitigasi bencana banjir perlu dilakukan agar kita tetap aman saat bencana banjir terjadi. Yuk simak terus artikel ini untuk mengetahui beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai upaya mitigasi bencana banjir.

Tetap Waspada Meski Banjir Belum Terjadi

Meskipun bencana banjir belum terjadi, kita tetap harus bersiap-siaga karena sesuai dengan prediksi Badan Metereologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan ekstrem ini akan berlangsung hingga Januari 2026. Berikut hal yang dapat kita lakukan sebelum bencana banjir terjadi:

-              Memantau informasi cuaca dan peringatan banjir dari sumber resmi

Bagi masyarakat yang berada di Wilayah Sungai Citarum, informasi cuaca termasuk data curah hujan dan tinggi muka air sungai dapat dipantau secara nyata melalui ffws-bbwscitarum.id

-              Menyiapkan tas siaga bencana

Sebagai warga negara wilayah tropis dan rawan bencana, tas siaga bencana menjadi hal yang perlu kita miliki agar siap menghadapi bencana apapun termasuk banjir. Tas siaga bencana ini biasanya berisi makanan, obat-obatan pribadi dan darurat, pakaian bersih, sampai dokumen penting.

-              Menyimpan dokumen penting di tempat yang aman dan tinggi

Hal ini diperlukan apabila dokumen-dokumen penting tidak memungkinkan untuk disimpan di tas siaga bencana.

Ketika Banjir Terjadi, Kita Harus Evakuasi Diri

Hal yang pertama kali kita lakukan ketika bencana banjir terjadi tentunya adalah menyelamatkan diri, keluarga, dan tempat tinggal jika memungkinkan. Ketika air mulai naik dan menggenangi rumah, kita harus memastikan listrik dan gas terlebih dahulu untuk menghindari korsleting. 

Kemudian, kita melakukan evakuasi menuju area yang lebih tinggi, aman, dan tidak berdekatan dengan sumber listrik. Usahakan pula ketika berjalan menuju area evakuasi, kita tidak melawan arah aliran banjir dan mengikuti arahan petugas evakuasi agar tidak terjebak dalam arus banjir yang deras.

Banjir Selesai, Waspada Belum Usai

Bencana banjir termasuk bencana alam yang sulit kita hindari karena berbagai aspek yang menyertainya. Ketika bencana banjir telah terjadi, kita harus tetap waspada dengan melakukan hal-hal berikut ini.

-              Memeriksa aliran listrik aman sebelum masuk rumah kembali

-              Mensterilkan peralatan dan sumber air agar tidak terkena wabah penyakit

-              Mendokumentasikan dan melaporkan kejadian bencana serta kerusakan infrastruktur 

Infrastruktur seperti jalan, jembatan, drainase, dan lainnya seringkali terdampak banjir. Melaporkan kerusakannya penting untuk dilakukan sebagai pemulihan dan pencegahan di masa mendatang. Bagi masyarakat yang berada di Wilayah Sungai Citarum, laporan kejadian bencana dan kerusakan infrastruktur melalui nomor layanan terintegrasi 0821-2117-5600.

Potensi bencana banjir susulan sering kali terjadi, untuk itu kita perlu waspada dan menghindari lokasi rawan banjir yang sebelumnya telah terjadi. Untuk itu kita perlu tetap mengutamakan keselamatan diri dan keluarga. Waspada, tenang, dan jangan lengah, karena itu kunci dalam menghadapi bencana banjir.