Penanganan Terpadu Bencana Hidrometeorologi di Aceh Terus Dipercepat

Berita Balai

Pembersihan material banjir di Kabupaten Pidie Jaya
Pembersihan material banjir di Kabupaten Pidie Jaya

Aceh, 15/1 — Penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh terus dilakukan secara terpadu oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Bencana banjir dan longsor tercatat berdampak pada berbagai infrastruktur strategis, mulai dari jalan dan jembatan hingga sungai serta jaringan irigasi. Berdasarkan data hingga pertengahan Januari 2026, tercatat sebanyak 523 titik terdampak, yang terdiri atas 465 titik banjir dan 58 titik longsor. Kondisi tersebut menyebabkan tanggul jebol, ruas jalan dan jembatan terputus, serta genangan di sejumlah jalur vital. Pemerintah bergerak cepat untuk memastikan keselamatan masyarakat sekaligus menjaga konektivitas wilayah terdampak.

Dalam upaya percepatan penanganan, sebanyak 815 personel dikerahkan di lapangan dengan dukungan lintas sektor. 581 personel dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat, serta melibatkan sekitar 12.000 tenaga kerja konstruksi. Selain itu, sebanyak 1.052 unit alat berat, 269 unit sarana dan prasarana, serta 912 unit bahan pendukung telah dimobilisasi. Seluruh dukungan ini difokuskan untuk membuka akses, menangani titik kritis, dan mempercepat pemulihan infrastruktur terdampak. Data tersebut tercatat hingga 15 Januari 2026.

Pada sektor konektivitas, penanganan jalan dan jembatan nasional menunjukkan hasil signifikan. Seluruh 54 dari 54 titik konektivitas jalan dan jembatan nasional yang terdampak kini telah kembali fungsional. Kondisi ini memungkinkan distribusi logistik dan mobilitas masyarakat kembali berjalan normal. Upaya ini menjadi prioritas utama untuk menjaga aktivitas ekonomi dan pelayanan dasar di wilayah terdampak. Pemulihan konektivitas dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan.

Sementara itu, pada sektor sumber daya air, penanganan terus dilakukan di berbagai lokasi terdampak. Sebanyak 10 dari 14 daerah irigasi yang terdampak bencana telah ditangani, serta seluruh 10 dari 10 bendung terdampak telah selesai ditangani. Selain itu, 21 dari 30 sungai masih dalam proses penanganan untuk mengurangi risiko banjir susulan. Upaya penyediaan air bersih juga terus diperkuat melalui pemasangan sumur bor. Hingga pertengahan Januari 2026, tercatat 8 sumur bor dalam dan 9 sumur bor dangkal telah terpasang, sementara puluhan lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Penanganan darurat juga mencakup pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak di lima kabupaten, yaitu Aceh Tamiang, Aceh Utara, Pidie, Pidie Jaya, dan Bireuen. Sebanyak 30 dari 71 SPAM terdampak telah kembali fungsional, serta 237 sarana dan prasarana pendukung seperti toren, toilet darurat, biofilter, dan mobil tangki air telah terpasang. Selain itu, pembangunan hunian sementara terus dikebut, dengan progres 84 unit di Aceh Tamiang mencapai 96,97 persen dan ditargetkan siap pada 20 Januari 2026. Di Kabupaten Bener Meriah, pembangunan 480 unit hunian sementara masih berada pada progres awal dan ditargetkan selesai pada 15 Februari 2026.

Berita

berita/1a4f477d-fd9c-49f4-bb86-4971162b3178/1768879323.jpg

Penanganan Terpadu Bencana Hidrometeorologi di Aceh Terus Dipercepat

berita/9eba5723-199d-4728-b776-4aeeeb58061c/1768807344.jpg

BWS Sumatera I Bersihkan Bendung Krueng Aceh di Seulimeum untuk Kurangi Risiko Banjir dan Jaga Irigasi

berita/e345f16f-a194-41a1-b5d8-466d17ef4abf/1768793104.png

Kementerian PU Dorong Pemulihan Lingkungan Pascabanjir melalui Rehabilitasi TPA dan IPLT di Aceh Tamiang

berita/1e4b05b9-26d6-4603-aeee-a12cc881d4fb/1768787977.jpg

Percepatan Pembangunan Sumur Bor Pascabanjir Terus Berjalan di Aceh, BWS Sumtera I Selesaikan 4 Titik

berita/ce3fe9f1-0b8f-4eb4-b80b-6533f85702fd/1768462970.jpg

Pemulihan Pascabanjir Aceh Utara Jadi Fokus Kunjungan Dirjen SDA Bersama BWS Sumatera I

berita/06936d9c-2600-44ca-bc8f-a32764916a93/1768449534.jpg

BWS Sumatera I & Dirjen Sumber Daya Air Dampingi Menteri Pertanian pada Grounbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Dampak Bencana Sumatera