BWS Sumatera I & Dirjen Sumber Daya Air Dampingi Menteri Pertanian pada Grounbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Dampak Bencana Sumatera
Berita Balai •
Aceh Utara, 15/01 — Kepala BWS Sumatera I mendampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU pada kegiatan groundbreaking rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana sumatera di Desa Pintu Makmur, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya pemulihan lahan pertanian yang rusak akibat bencana alam. Rehabilitasi diarahkan untuk mengembalikan fungsi lahan sawah agar kembali produktif. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemulihan ekonomi masyarakat berbasis pertanian. Pemerintah menargetkan pemulihan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Pemerintah terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui percepatan rehabilitasi lahan sawah terdampak bencana di berbagai daerah. Dukungan anggaran sebesar Rp5 triliun telah disiapkan untuk memulihkan fungsi lahan pertanian. Anggaran tersebut juga dialokasikan untuk perbaikan jaringan irigasi yang rusak akibat bencana. Upaya ini bertujuan memastikan petani dapat kembali berproduksi secara optimal. Pemulihan pascabencana diharapkan mampu menjaga keberlanjutan sektor pangan nasional.
Kegiatan groundbreaking ini turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI periode 2024–2029, Siti Hediati Hariyadi, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya. Kehadiran para pemangku kepentingan menunjukkan kuatnya dukungan lintas lembaga terhadap pemulihan sektor pertanian. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai sangat penting dalam pelaksanaan program strategis ini. Koordinasi yang solid diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi di lapangan. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pemulihan pascabencana.
Wakil Gubernur Aceh menyampaikan bahwa banyak sawah milik masyarakat tertimbun lumpur dengan ketebalan lebih dari satu meter, sehingga batas petak sawah tidak lagi terlihat.. Sebagian besar sawah tersebut bahkan berada dalam kondisi hampir panen. Kondisi ini menyebabkan hilangnya hasil produksi dan sumber penghidupan petani. Dampak bencana dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Pemerintah daerah berharap adanya dukungan nyata dari kementerian terkait.
Dalam pemulihan ini, Kementerian PU memegang peran strategis melalui penyediaan dan penguatan sistem irigasi terpadu. Sistem irigasi yang andal menjadi kunci kebangkitan lahan pertanian di Sumatera. Ketersediaan air yang terjamin akan mendorong peningkatan produktivitas petani. Upaya ini dilakukan melalui sinergi lintas kementerian dan pemerintah daerah. Pemerintah berharap manfaat pemulihan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat tani.
Berita
BWS Sumatera I & Dirjen Sumber Daya Air Dampingi Menteri Pertanian pada Grounbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Dampak Bencana Sumatera
BWS Sumatera I Catat 50 Hari Penanganan Intensif Pascabanjir di Aceh
Sumur Bor Jadi Solusi Cepat Air Bersih Saat Banjir: BWS Sumetara I Bangun 24 Sumur Bor di Aceh Tamiang
Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Perkuat Penyediaan Air Bersih di Aceh Tamiang, Beberapa Sumur Bor Sudah Berfungsi
Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Lakukan Kunjungan Lapangan ke Sungai Tamiang, Didampingi BWS Sumatera I
Menjaga Sungai dengan Vegetasi: Peran Pohon Pelindung Tebing dari Erosi dan Banjir