BWS Sumatera I Catat 50 Hari Penanganan Intensif Pascabanjir di Aceh
Berita Balai •
Banda Aceh, 14/1 — Lima Puluh hari pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Kementerian Pekerjaan Umum melalui BWS Sumatera I terus melakukan langkah pemulihan secara terpadu. Sejak fase tanggap darurat, berbagai upaya dilakukan untuk memastikan keselamatan masyarakat dan memulihkan fungsi infrastruktur terdampak. Penanganan difokuskan pada wilayah dengan tingkat kerusakan tinggi dan risiko banjir susulan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi lapangan. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana.
Pada awal kejadian banjir, BWS Sumatera I melakukan aksi cepat dengan mengevakuasi warga dari kawasan terdampak. Evakuasi dilakukan untuk mengurangi risiko keselamatan akibat tingginya debit air dan arus sungai. Tim di lapangan bergerak sigap berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait. Prioritas evakuasi diberikan kepada kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan perempuan. Langkah cepat ini menjadi fondasi penting dalam penanganan darurat banjir.
Upaya pemulihan kemudian dilanjutkan dengan pembersihan akses jalan dan prasarana umum. Lumpur, sampah, serta sisa material banjir yang menutup badan jalan dibersihkan agar mobilitas masyarakat kembali normal. Untuk mempercepat pekerjaan, dikerahkan 2 unit wheel loader, 33 unit excavator, dan 3 unit dump truck. Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan titik-titik prioritas. Kegiatan ini mendukung kelancaran distribusi bantuan dan aktivitas masyarakat.
Selain itu, penyaluran bantuan terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi logistik, air bersih, dan kebutuhan pokok lainnya. Proses penyaluran dilakukan secara terkoordinasi agar tepat sasaran. BWS Sumatera I juga membantu menyalurkan bantuan dari BBWS Pemali Juana, BBWS Serayu Opak, BBWS Mesuji Sekampung, dan BWS Kalimantan IV. Kehadiran bantuan ini menjadi bagian dari pemulihan kondisi sosial masyarakat pascabencana.
Di sektor sumber daya air, berbagai pekerjaan teknis turut dilaksanakan, mulai dari normalisasi dan revitalisasi sungai hingga perbaikan tanggul dan fasilitas irigasi. Salah satu fokus utama adalah revitalisasi Sungai (Krueng) Meureudu yang sempat tertutup lumpur dan material kayu akibat banjir. Melalui pembersihan dan normalisasi, aliran sungai kembali normal pada awal Januari. Pengukuran tampang sungai, elevasi, serta pendeteksian sedimen juga dilakukan bersama Balai Teknik Sungai dan relawan Kementerian PU. Seluruh langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir berulang dan meningkatkan ketahanan wilayah ke depan.
Berita
BWS Sumatera I & Dirjen Sumber Daya Air Dampingi Menteri Pertanian pada Grounbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Dampak Bencana Sumatera
BWS Sumatera I Catat 50 Hari Penanganan Intensif Pascabanjir di Aceh
Sumur Bor Jadi Solusi Cepat Air Bersih Saat Banjir: BWS Sumetara I Bangun 24 Sumur Bor di Aceh Tamiang
Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Perkuat Penyediaan Air Bersih di Aceh Tamiang, Beberapa Sumur Bor Sudah Berfungsi
Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Lakukan Kunjungan Lapangan ke Sungai Tamiang, Didampingi BWS Sumatera I
Menjaga Sungai dengan Vegetasi: Peran Pohon Pelindung Tebing dari Erosi dan Banjir