Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Perkuat Penyediaan Air Bersih di Aceh Tamiang, Beberapa Sumur Bor Sudah Berfungsi

Berita Balai

Sumur di Desa Simpang Lhee Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang sudah bisa dinikmati masyarakat
Sumur di Desa Simpang Lhee Kecamatan Manyak Payed Aceh Tamiang sudah bisa dinikmati masyarakat

Aceh Tamiang, 12/1 — Upaya pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang terus menunjukkan hasil positif. Salah satu sumur bor yang dibangun di Kecamatan Manyak Payed, tepatnya di lokasi Masjid Simpang Lhee, kini telah berfungsi dan airnya sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 82 meter dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan dasar air warga sekitar. Keberfungsian sumur ini menjadi langkah awal pemulihan layanan air bersih pasca bencana.

Pengeboran sumur bor ini merupakan bagian dari program Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dalam mendukung penyediaan air bersih. Kegiatan dilaksanakan secara bertahap di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang dengan mempertimbangkan hasil survei geolistrik. Langkah ini dilakukan untuk memastikan titik pengeboran memiliki potensi air tanah yang memadai. Dengan perencanaan yang matang, pengeboran diharapkan memberikan hasil yang optimal dan berkelanjutan.

Selain Kecamatan Manyak Payed, kegiatan pengeboran dan survei geolistrik juga dilaksanakan di kecamatan lain, seperti Banda Mulia, Kuala Simpang, Bendahara, Karang Baru, Seruway, Tenggulun, Bandar Pusaka, dan Tamiang Hulu. Progres pekerjaan di tiap lokasi berada pada tahapan yang berbeda, mulai dari persiapan, pekerjaan geolistrik, hingga pengeboran pilot hole. Beberapa titik pengeboran telah mencapai kedalaman antara 70 hingga lebih dari 100 meter. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara bertahap sesuai kondisi lapangan.

BWS Sumatera I sebagai pelaksana teknis di lapangan terus melakukan pemantauan dan koordinasi agar pekerjaan berjalan sesuai rencana. Mobilisasi alat bor dan truk bor dilakukan secara bergilir ke lokasi-lokasi yang telah ditentukan. Hingga saat ini, sejumlah alat bor telah beroperasi aktif di wilayah Aceh Tamiang, sementara sebagian lainnya dalam tahap persiapan dan pemindahan lokasi. Pendekatan ini dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.

Dengan berfungsinya sumur bor di Masjid Simpang Lhee, diharapkan kebutuhan air bersih warga sekitar dapat segera terpenuhi secara bertahap. Pemerintah berkomitmen untuk terus melanjutkan upaya pemulihan layanan air hingga menjangkau seluruh wilayah terdampak. Penyediaan air bersih menjadi kebutuhan mendasar yang harus segera dipenuhi demi mendukung aktivitas dan kesehatan masyarakat. Langkah ini diharapkan memberikan dampak nyata bagi pemulihan kehidupan warga Kabupaten Aceh Tamiang.

Berita

berita/fe08bee3-d209-41cb-9d68-3e20c9288298/1768208612.png

Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Perkuat Penyediaan Air Bersih di Aceh Tamiang, Beberapa Sumur Bor Sudah Berfungsi

berita/ee346b28-4ad6-46a0-81f3-9285294fbd30/1767928808.jpg

Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Lakukan Kunjungan Lapangan ke Sungai Tamiang, Didampingi BWS Sumatera I

berita/f2d78e38-0a1f-4c36-a9fb-ca472e4f68ea/1767928589.jpg

Menjaga Sungai dengan Vegetasi: Peran Pohon Pelindung Tebing dari Erosi dan Banjir

berita/6093d48c-1120-4c6e-aa23-fa84578169de/1767837059.png

Kementerian PU Waspadai Banjir Susulan, Perbaikan Bendung Pante Lhong Jadi Prioritas

berita/f6905050-4bd8-4d73-ab17-1c984f29331f/1767674974.jpg

Pohon Produksi Ramah Lereng Jadi Solusi Kebutuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

berita/dd0b9f6c-b81d-41e3-aaf3-831d38feb079/1767574887.jpg

Penanganan Tanggul Jebol di Lhoksukon Terus Berjalan, BWS Sumatera I Turun Langsung