Kementerian PU Waspadai Banjir Susulan, Perbaikan Bendung Pante Lhong Jadi Prioritas
Berita Balai •
Bireuen, 8/1 — Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan kerusakan Bendung Pante Lhong di Kabupaten Bireuen sebagai respons atas dampak banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun. Langkah percepatan ini dilakukan untuk memulihkan fungsi bendung sekaligus mengurangi risiko banjir susulan yang berpotensi mengancam kawasan perkotaan. Kerusakan bendung dinilai berdampak langsung terhadap sistem pengendalian aliran sungai dan keamanan wilayah hilir. Pemerintah menempatkan penanganan infrastruktur sumber daya air sebagai prioritas dalam kondisi darurat tersebut.
Menteri Pekerjaan Umum melakukan peninjauan langsung ke lapangan pada Kamis, 1 Januari, guna melihat kondisi terkini Bendung Pante Lhong dan Sungai Peusangan. Peninjauan ini bertujuan memastikan langkah penanganan yang dilakukan sesuai dengan tingkat kerusakan dan karakter perubahan sungai. Kehadiran Menteri di lokasi juga menjadi bagian dari upaya pengambilan keputusan berbasis kondisi riil di lapangan. Penanganan bendung dinilai membutuhkan perencanaan teknis yang matang agar fungsi jangka panjang tetap terjaga.
Berdasarkan hasil tinjauan, Menteri PU menyampaikan bahwa kondisi sungai mengalami pelebaran yang sangat fenomenal, bahkan beberapa kali lipat dibandingkan kondisi sebelumnya. Perubahan tersebut dinilai signifikan dan memengaruhi kinerja bendung secara keseluruhan. Oleh karena itu, diperlukan desain ulang agar bendung tetap dapat dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Perencanaan teknis akan menjadi dasar utama dalam menentukan pola penanganan lanjutan.
Menteri PU juga menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi banjir susulan apabila perbaikan sungai dan bendung tidak segera dilakukan. Menurutnya, tanpa penanganan yang tepat, Kota Bireuen berisiko mengalami genangan luas akibat ketidakmampuan sungai dan bendung menampung debit banjir. Kondisi tersebut dapat berdampak pada keselamatan masyarakat serta aktivitas sosial dan ekonomi. Pemerintah berkomitmen mengambil langkah antisipatif untuk mencegah risiko tersebut.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum telah lebih dahulu meninjau Bendung Pante Lhong. Peninjauan tersebut dilakukan bersama BWS Sumatera I sebagai bagian dari asesmen awal kerusakan dan kebutuhan penanganan. Hasil tinjauan menjadi dasar koordinasi teknis antara pusat dan daerah dalam percepatan perbaikan. Seluruh rangkaian langkah ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi bendung dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap banjir.
Berita
Menjaga Sungai dengan Vegetasi: Peran Pohon Pelindung Tebing dari Erosi dan Banjir
Kementerian PU Waspadai Banjir Susulan, Perbaikan Bendung Pante Lhong Jadi Prioritas
Pohon Produksi Ramah Lereng Jadi Solusi Kebutuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Penanganan Tanggul Jebol di Lhoksukon Terus Berjalan, BWS Sumatera I Turun Langsung
Koordinasi Pengendalian Banjir dan Irigasi, Bupati Aceh Besar Kunjungi BWS Sumatera I
Infrastruktur Jalan dan Sungai Lawe Alas Gayo Lues Jadi Fokus Kunjungan Menteri PU