Sumur Bor Jadi Solusi Cepat Air Bersih Saat Banjir: BWS Sumetara I Bangun 24 Sumur Bor di Aceh Tamiang

Berita Balai

Pembangunan Sumur Bor di Mesjid Al Ikhlas Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang
Pembangunan Sumur Bor di Mesjid Al Ikhlas Kecamatan Banda Mulia Kabupaten Aceh Tamiang

Aceh Tamiang, 13/1 — Saat banjir melanda, akses masyarakat terhadap air bersih kerap terganggu akibat tercemarnya sumber air permukaan. Kondisi ini mendorong Kementerian Pekerjaan Umum memilih pembangunan sumur bor sebagai langkah tanggap darurat yang cepat dan efektif. Sumur bor dinilai mampu menyediakan air bersih yang lebih aman karena mengambil air dari lapisan tanah dalam. Selain itu, proses pembangunannya relatif singkat dan dapat segera dimanfaatkan warga terdampak. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah menjaga kebutuhan dasar masyarakat saat bencana.

Di Aceh Tamiang, BWS Sumatera I saat ini tengah membangun 24 titik sumur bor di sejumlah wilayah terdampak banjir. Pembangunan dilakukan pada lokasi yang mudah dijangkau masyarakat, seperti dekat permukiman dan fasilitas umum. Keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan warga pada distribusi air tangki. Air yang dihasilkan juga lebih stabil meskipun kondisi lingkungan sekitar masih tergenang. Langkah ini menjadi solusi praktis di tengah keterbatasan infrastruktur pascabencana.

Secara lebih luas, Kementerian PU telah menambah total 57 titik sumur bor yang tersebar di Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Bener Meriah. Penambahan ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang berulang. Setiap titik direncanakan untuk melayani kebutuhan air bersih ratusan warga di sekitarnya. Dengan sebaran yang merata, bantuan air bersih dapat dirasakan lebih cepat dan adil. Program ini juga mendukung pemulihan aktivitas masyarakat sehari-hari.

Dari sisi teknis, sumur bor tanggap darurat dibangun dengan spesifikasi yang menyesuaikan kondisi lapangan. Umumnya digunakan sumur bor dangkal hingga menengah dengan kedalaman sekitar 30 hingga 100 meter, tergantung ketersediaan akuifer. Jenis sumur bor yang digunakan meliputi sumur bor tangan dan sumur bor mesin, dengan casing dan pompa yang dirancang tahan terhadap kondisi darurat. Air yang dihasilkan melewati pengecekan kualitas dasar sebelum digunakan. Dengan spesifikasi ini, sumur bor dapat beroperasi secara aman dan berkelanjutan.

Manfaat utama sumur bor dalam kondisi banjir adalah kecepatan penyediaan air bersih dan kualitas air yang lebih terjaga. Sumur bor tidak bergantung pada air permukaan yang rentan tercemar lumpur dan limbah. Selain untuk kebutuhan darurat, sumur ini juga dapat dimanfaatkan jangka panjang oleh masyarakat. Keberadaannya membantu meningkatkan ketahanan wilayah terhadap krisis air bersih di masa mendatang. Melalui pembangunan sumur bor, Kementerian PU berupaya memastikan bahwa kebutuhan dasar air bersih tetap terpenuhi, bahkan di tengah bencana.

Berita

berita/06936d9c-2600-44ca-bc8f-a32764916a93/1768449534.jpg

BWS Sumatera I & Dirjen Sumber Daya Air Dampingi Menteri Pertanian pada Grounbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Dampak Bencana Sumatera

berita/5ff23cba-1053-4f01-b3f7-861d44374c96/1768376326.jpg

BWS Sumatera I Catat 50 Hari Penanganan Intensif Pascabanjir di Aceh

berita/022b6e0f-2fe5-48e1-8fab-41cf65c72220/1768374749.png

Sumur Bor Jadi Solusi Cepat Air Bersih Saat Banjir: BWS Sumetara I Bangun 24 Sumur Bor di Aceh Tamiang

berita/fe08bee3-d209-41cb-9d68-3e20c9288298/1768208612.png

Kementerian PU melalui BWS Sumatera I Perkuat Penyediaan Air Bersih di Aceh Tamiang, Beberapa Sumur Bor Sudah Berfungsi

berita/ee346b28-4ad6-46a0-81f3-9285294fbd30/1767928808.jpg

Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PU Lakukan Kunjungan Lapangan ke Sungai Tamiang, Didampingi BWS Sumatera I

berita/f2d78e38-0a1f-4c36-a9fb-ca472e4f68ea/1767928589.jpg

Menjaga Sungai dengan Vegetasi: Peran Pohon Pelindung Tebing dari Erosi dan Banjir