18 Agustus 2026
Dampak bencana lahar dingin Gunung Semeru tahun 2024 masih dirasakan masyarakat, khususnya pada sektor pertanian di Kabupaten Lumajang. Sejumlah infrastruktur sumber daya air, seperti dam dan saluran irigasi, mengalami kerusakan sehingga pasokan air ke area persawahan warga terganggu.
Beberapa daerah irigasi terdampak berada di wilayah Sungai Mujur dan kawasan Pandanarum yang selama ini menjadi sumber pengairan lahan pertanian masyarakat. Kondisi tersebut turut memengaruhi produktivitas pertanian dan aktivitas ekonomi warga.
Menindaklanjuti permohonan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lumajang, BBWS Brantas menerjunkan alat berat berupa excavator guna membantu percepatan pemulihan infrastruktur irigasi terdampak bencana. Langkah ini dilakukan untuk mendukung perbaikan sementara jaringan irigasi agar aliran air menuju lahan pertanian dapat kembali berjalan.
Upaya pemulihan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung ketahanan pangan, menjaga produktivitas pertanian, serta membantu pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Melalui kolaborasi antarinstansi, diharapkan pemulihan infrastruktur sumber daya air dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para petani di wilayah terdampak.
#SigapMembangunNegeriUntukRakyat
18 Agustus 2026
11 Agustus 2026
28 Juli 2026