Publikasi

Berita Balai

Bendungan Cipanas: Infrastruktur Multifungsi untuk Ketahanan Pangan dan Kebutuhan Air di Wilayah Layanan
Balai Berita
23 Oct 2025

Bendungan Cipanas: Infrastruktur Multifungsi untuk Ketahanan Pangan dan Kebutuhan Air di Wilayah Layanan

Bendungan Cipanas hadir sebagai salah satu infrastruktur strategis yang dikelola oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung, dengan fungsi multifungsi untuk mendukung ketahanan pangan nasional dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Bendungan ini dirancang untuk menjamin pasokan air irigasi secara stabil bagi lahan pertanian, sehingga produktivitas padi, palawija, dan komoditas hortikultura di wilayah sekitarnya dapat terjaga sepanjang tahun. Selain mendukung irigasi, Bendungan Cipanas juga berperan dalam pemenuhan kebutuhan air baku bagi rumah tangga dan industri di daerah layanan, menjadikannya elemen penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal. Infrastruktur ini memungkinkan distribusi air yang lebih merata, mengurangi risiko kekeringan, dan membantu menjaga kualitas air untuk konsumsi domestik maupun aktivitas industri. Keberadaan Bendungan Cipanas selaras dengan kebijakan nasional, termasuk Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kinerja Pengelolaan Irigasi dan Swasembada Pangan, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menekankan pentingnya pengelolaan air secara terpadu, berkelanjutan, dan adil. Dengan pengelolaan yang profesional, BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan Bendungan Cipanas tidak hanya menjadi penyedia air irigasi yang handal, tetapi juga infrastruktur multifungsi yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat di wilayah layanannya.

Situ Cibalagung, Penopang Kehidupan dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut
Balai Berita
23 Oct 2025

Situ Cibalagung, Penopang Kehidupan dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut

Terletak di Desa Cimurah, Kecamatan Karangpawitan, Situ Cibalagung menjadi salah satu infrastruktur sumber daya air penting di Kabupaten Garut yang berperan menjaga ketahanan air sekaligus mendukung produktivitas pertanian masyarakat. Dengan volume tampungan mencapai 14.652 meter kubik dan luas layanan irigasi sekitar 100 hektar, situ ini menjadi tumpuan bagi ratusan petani dalam mengairi sawahnya, terutama di musim kemarau ketika pasokan air dari hujan berkurang drastis. Fungsi Situ Cibalagung tidak hanya sebagai penyedia air irigasi, tetapi juga berperan dalam pengisian air tanah (recharge area) dan menjaga keseimbangan ekosistem sekitar. Dengan pengelolaan berkelanjutan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung, situ ini membantu mengendalikan aliran air permukaan, menekan risiko kekeringan, dan mempertahankan kelembapan lahan pertanian. Hasilnya, produktivitas padi di wilayah layanan meningkat rata-rata 0,5 hingga 0,8 ton per hektare per musim tanam, berdasarkan estimasi komparatif terhadap daerah irigasi serupa di Kabupaten Garut yang telah mengalami peningkatan efisiensi air irigasi sejak 2023. Selain meningkatkan hasil panen, pengelolaan Situ Cibalagung juga mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Nasional, yang menegaskan pentingnya rehabilitasi, optimalisasi, dan digitalisasi sistem irigasi di seluruh wilayah. Implementasi kebijakan tersebut memperkuat mandat Kementerian Pekerjaan Umum dalam memastikan setiap infrastruktur air, termasuk situ dan embung, dapat memberikan manfaat langsung bagi petani serta mendukung peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menuju tiga kali tanam per tahun. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Garut Tahun 2024, sektor pertanian masih menjadi penyumbang lebih dari 27,4% terhadap PDRB daerah, dan sekitar 65% penduduk di Kecamatan Karangpawitan menggantungkan hidupnya dari aktivitas pertanian. Dengan dukungan Situ Cibalagung, stabilitas ekonomi lokal dapat terus terjaga karena ketersediaan air yang konsisten menekan risiko gagal panen hingga 30% dibandingkan lahan non-irigasi. Keberadaan Situ Cibalagung menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, BBWS Cimanuk Cisanggarung, dan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Melalui pemeliharaan dan optimalisasi fungsi situ sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan Permen Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Penetapan Daerah Irigasi, diharapkan infrastruktur air ini terus menjadi penopang kehidupan, mendukung ketahanan pangan, serta menjaga keseimbangan alam demi masa depan yang lebih hijau dan sejahtera bagi masyarakat Garut.

Bendung Seuseupan Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pola Tanam Efisien di Kabupaten Cirebon
Balai Berita
23 Oct 2025

Bendung Seuseupan Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pola Tanam Efisien di Kabupaten Cirebon

Bendung Seuseupan merupakan salah satu infrastruktur vital pengairan yang dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWS Cimancis). Bendung ini berlokasi di Kabupaten Cirebon dan berfungsi sebagai pengatur suplai air irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian di wilayah tersebut. Sumber air Bendung Seuseupan berasal dari Sungai Cijuray, yang mengalir ke jaringan irigasi melalui Saluran Induk Jengkelok. Berdasarkan data teknis BBWS Cimancis, bendung ini dilengkapi dengan dua pintu intake yang masih berfungsi dengan baik untuk mengatur distribusi air ke saluran utama. Daerah Irigasi (DI) Seuseupan memiliki luas layanan sekitar 3.832 hektare, dengan jaringan irigasi yang terdiri dari saluran induk sepanjang 6,3 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 22,9 kilometer, sehingga total panjang jaringan mencapai 29,2 kilometer. Sistem ini dirancang untuk mengalirkan air secara efisien ke seluruh area layanan melalui beberapa saluran sekunder utama, yaitu Saluran Sekunder Sumur Kondang, Karang Suwung, Nagrak, Bendungan, Getrak Moyan, dan Tambelan. Jaringan irigasi yang tertata baik ini menjadi tulang punggung distribusi air dari bendung menuju lahan pertanian di berbagai wilayah hilir. Bendung Seuseupan dibangun dengan konstruksi bendung tetap dan memiliki infrastruktur yang dirancang untuk mendukung operasi irigasi sepanjang tahun. Bendung ini telah mengalami beberapa kali rehabilitasi guna meningkatkan efisiensi pengelolaan air dan menjaga keberlanjutan fungsi layanan irigasi. Keberadaannya berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah melalui peningkatan intensitas tanam serta pengaturan tata air yang optimal di setiap musim tanam. Berdasarkan pedoman pengaturan pola tanam di Kabupaten Cirebon, Daerah Irigasi Seuseupan menunjukkan pola budidaya yang beragam sesuai kondisi ketersediaan air. Komoditas utama yang diusahakan antara lain padi, palawija, dan tebu, dengan proporsi yang disesuaikan setiap musim tanam. Pergeseran pola tanam tersebut mencerminkan kemampuan petani dalam beradaptasi terhadap kondisi hidrologi dan distribusi air yang diatur melalui sistem irigasi Bendung Seuseupan. Dengan pengelolaan debit yang tepat dan efisiensi pemanfaatan air melalui dua pintu intake aktif, sistem irigasi ini menjadi salah satu penopang utama produktivitas pertanian di wilayah Cirebon. Optimalisasi operasi bendung secara berkelanjutan juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kinerja Pengelolaan Irigasi dan Swasembada Pangan, yang menekankan pentingnya pemeliharaan infrastruktur serta peningkatan kapasitas layanan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

UPI Kamun, Garda Pengawal Air untuk Ketahanan Pangan di Majalengka
Balai Berita
23 Oct 2025

UPI Kamun, Garda Pengawal Air untuk Ketahanan Pangan di Majalengka

Unit Pengelola Irigasi (UPI) Kamun di Kabupaten Majalengka menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketersediaan air bagi sektor pertanian. Dengan cakupan layanan mencapai 8.462 hektare, wilayah ini menjadi tumpuan ribuan petani yang menggantungkan hidupnya pada sistem irigasi yang efisien dan berkelanjutan. Di bawah koordinasi BBWS Cimanuk Cisanggarung, UPI Kamun menjalankan perannya sebagai garda pengawal air yang memastikan distribusi berjalan merata, tepat waktu, dan sesuai kebutuhan lahan pertanian. Pengelolaan irigasi di wilayah Kamun berfokus pada peningkatan efisiensi pemanfaatan air dan optimalisasi fungsi jaringan irigasi sekunder serta tersier. Melalui kegiatan rehabilitasi saluran dan normalisasi jaringan irigasi, efisiensi distribusi air meningkat signifikan hingga 20–25% dibandingkan sebelum perbaikan, berdasarkan hasil evaluasi internal BBWS Cimanuk Cisanggarung tahun 2025. Hal ini berdampak langsung terhadap peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah layanan, yang kini mencapai 2,8 kali tanam per tahun, mendekati target nasional tiga kali tanam sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Ketahanan Pangan Nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Majalengka Tahun 2024, produktivitas padi sawah di wilayah beririgasi mencapai rata-rata 6,97 ton per hektare, meningkat sekitar 11% dibandingkan kondisi sebelum dilakukan rehabilitasi jaringan. Selain itu, sistem pengaturan air yang lebih terukur juga membantu petani mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau dan mengurangi risiko gagal panen. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan UPI Kamun tidak hanya berperan dalam aspek teknis pengairan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat tani. UPI Kamun juga menjadi contoh penerapan pengelolaan irigasi berbasis partisipasi masyarakat. Melalui kerja sama antara BBWS Cimanuk Cisanggarung, P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air), dan pemerintah daerah, dilakukan koordinasi rutin untuk menyusun jadwal tanam, pengaturan debit, serta pemeliharaan jaringan irigasi. Pendekatan kolaboratif ini sejalan dengan Permen Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Penetapan Daerah Irigasi, yang menegaskan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan sumber daya air. Dengan sistem pengelolaan yang profesional dan berbasis keberlanjutan, UPI Kamun tidak hanya memastikan air mengalir ke sawah, tetapi juga mengalirkan harapan bagi para petani Majalengka. Upaya ini mencerminkan komitmen kuat BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan sumber daya air yang efektif, berkeadilan, dan berkelanjutan.

Embung Kersana: Penopang Ketahanan Air dan Pertanian di Kabupaten Brebes
Balai Berita
23 Oct 2025

Embung Kersana: Penopang Ketahanan Air dan Pertanian di Kabupaten Brebes

Embung Kersana merupakan salah satu infrastruktur sumber daya air strategis yang dikelola oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Embung ini memiliki volume tampung sebesar 124.000 meter kubik, dengan luas genangan mencapai 4,15 hektare dan layanan irigasi seluas 101 hektare. Keberadaannya menjadi sumber air penting yang mendukung kebutuhan irigasi pertanian, terutama pada musim kemarau, ketika debit sungai dan curah hujan menurun signifikan. Secara fungsional, embung ini tidak hanya menampung air hujan dan limpasan permukaan, tetapi juga berperan dalam menstabilkan pasokan air untuk lahan pertanian di sekitarnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Brebes (2024), sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat dengan kontribusi lebih dari 27% terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Dengan adanya Embung Kersana, efisiensi pemanfaatan air meningkat hingga 20%, dan potensi intensitas tanam di wilayah layanan dapat naik dari dua kali menjadi tiga kali tanam per tahun, sesuai dengan pola irigasi teknis yang lebih teratur. Dari sisi sosial, embung ini memberikan manfaat langsung bagi sekitar 250 kepala keluarga petani yang bergantung pada air irigasi di wilayah Kersana. Air yang tersedia tidak hanya dimanfaatkan untuk sawah padi, tetapi juga tanaman hortikultura seperti cabai, bawang merah, dan jagung yang menjadi komoditas unggulan Kabupaten Brebes. Selain itu, fungsi embung turut memperkuat konservasi air tanah, mengurangi risiko kekeringan, serta menekan laju penurunan muka air tanah yang sering terjadi pada musim kering. Pembangunan dan pengelolaan Embung Kersana juga merupakan implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Swasembada Pangan Nasional, serta sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Kedua regulasi tersebut menegaskan pentingnya pembangunan infrastruktur air secara terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Melalui pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung, Embung Kersana bukan sekadar wadah penampungan air, melainkan simbol sinergi antara manusia dan alam. Embung ini memastikan air tetap tersedia sepanjang musim, mendukung produktivitas pertanian, serta menjaga kesejahteraan masyarakat Brebes sebagai bagian dari upaya besar mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Mengenal SIDLACOM: Fondasi Terpadu dalam Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Hai Sobat Cimancis!
Balai Berita
23 Oct 2025

Mengenal SIDLACOM: Fondasi Terpadu dalam Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air Hai Sobat Cimancis!

Tahukah kamu, setiap infrastruktur sumber daya air yang kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat tidak terbangun begitu saja? Ada proses panjang dan terencana di baliknya yang dikenal dengan istilah SIDLACOM — singkatan dari Survey, Investigation, Design, Land Acquisition, Construction, Operation, and Maintenance. SIDLACOM merupakan tahapan terpadu yang menjadi fondasi utama dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air. Proses ini dimulai dari survei dan investigasi untuk memahami kondisi alam serta kebutuhan masyarakat, dilanjutkan dengan tahap perencanaan teknis (design) dan pembebasan lahan (land acquisition). Setelah itu, dilakukan konstruksi secara bertahap hingga akhirnya masuk ke tahap operasi dan pemeliharaan agar infrastruktur tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang. Sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Rehabilitasi Infrastruktur Irigasi, penerapan sistem SIDLACOM menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan proyek-proyek strategis nasional di bidang sumber daya air. Melalui pendekatan ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan bahwa setiap tahapan — mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan — dilaksanakan secara terintegrasi, transparan, dan akuntabel demi menjamin efisiensi penggunaan sumber daya dan keberlanjutan hasil pembangunan. Penerapan SIDLACOM juga berperan langsung dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan memastikan infrastruktur irigasi berfungsi optimal, air dapat didistribusikan secara merata ke lahan pertanian, meningkatkan intensitas tanam, serta menekan risiko gagal panen akibat kekeringan. Hal ini menjadi wujud nyata dukungan BBWS Cimanuk Cisanggarung terhadap program prioritas pemerintah dalam menjamin ketersediaan air untuk produksi pertanian yang berkelanjutan. Melalui penerapan sistem SIDLACOM yang terukur dan berbasis regulasi, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus berkomitmen menghadirkan pembangunan infrastruktur sumber daya air yang tidak hanya kokoh secara teknis, tetapi juga memberikan manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta penguatan ketahanan pangan nasional.