Publikasi

Berita Balai

Peningkatan Layanan Irigasi Gebang: Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Cirebon
Balai Berita
23 Oct 2025

Peningkatan Layanan Irigasi Gebang: Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Cirebon

Upaya peningkatan layanan irigasi di Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, menjadi bagian dari langkah strategis BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui kegiatan pengelolaan jaringan irigasi yang lebih efisien dan berkelanjutan, pasokan air bagi lahan pertanian kini dapat disalurkan secara lebih stabil, terutama pada musim tanam kedua dan ketiga. Kegiatan peningkatan ini meliputi normalisasi saluran, perbaikan pasangan batu, serta penataan sistem distribusi air agar aliran menuju lahan pertanian lebih optimal. Dengan dukungan sistem operasional dan pemeliharaan yang terukur, layanan irigasi di wilayah Gebang kini mampu menjangkau lebih banyak area sawah produktif dan mengurangi potensi kehilangan air akibat kebocoran atau sedimentasi. Manfaatnya langsung dirasakan oleh para petani. Ketersediaan air yang lebih teratur membuat pola tanam menjadi lebih pasti, produktivitas meningkat, dan potensi gagal panen berkurang. Para petani di Gebang menyampaikan bahwa kehadiran infrastruktur irigasi yang dikelola BBWS Cimanuk Cisanggarung memberi kepastian dalam pengairan dan menumbuhkan semangat untuk mengoptimalkan hasil pertanian di setiap musim tanam. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon tahun 2024, sektor pertanian masih menjadi penyumbang utama PDRB wilayah ini dengan kontribusi sebesar 28,47 persen. Dengan peningkatan layanan irigasi, produktivitas padi diperkirakan dapat meningkat hingga 10–15 persen per musim tanam, sehingga memperkuat cadangan pangan lokal sekaligus menumbuhkan ekonomi desa berbasis pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air, yang menekankan pentingnya pengelolaan air terpadu untuk kemanfaatan masyarakat. Melalui komitmen tersebut, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus memastikan bahwa infrastruktur sumber daya air tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga memberikan dampak sosial-ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kerjanya.

Bendung Seuseupan Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pola Tanam Efisien di Kabupaten Cirebon
Balai Berita
23 Oct 2025

Bendung Seuseupan Dukung Ketahanan Pangan Melalui Pola Tanam Efisien di Kabupaten Cirebon

Bendung Seuseupan menjadi salah satu infrastruktur vital di Kabupaten Cirebon yang berperan besar dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Melalui pengelolaan air yang efisien dan penerapan pola tanam yang tepat, bendung ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat tani di sekitarnya. Dengan sistem irigasi yang terintegrasi, Bendung Seuseupan memastikan pasokan air pertanian tetap stabil sepanjang musim. Hal ini memungkinkan petani untuk menerapkan pola tanam efisien — seperti padi-padi-palawija atau padi-palawija-padi — yang disesuaikan dengan kondisi iklim dan kebutuhan air setiap musimnya. Tak hanya berfungsi sebagai sumber pengairan, keberadaan bendung ini juga mendorong penerapan teknologi pertanian berkelanjutan, memperkuat kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, dan lembaga pengelola sumber daya air. Melalui upaya bersama ini, produksi pangan lokal meningkat, risiko gagal panen dapat ditekan, dan ketahanan pangan daerah semakin tangguh. Ke depan, Bendung Seuseupan akan terus dikembangkan sebagai model pengelolaan air terpadu yang mendukung pertanian modern, efisien, dan ramah lingkungan — menjadikannya simbol komitmen Kabupaten Cirebon dalam mewujudkan kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

BBWS Cimanuk Cisanggarung Lakukan Penanganan Kekeringan di Daerah Irigasi Jamblang untuk Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan
Balai Berita
22 Oct 2025

BBWS Cimanuk Cisanggarung Lakukan Penanganan Kekeringan di Daerah Irigasi Jamblang untuk Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan menjaga produktivitas pertanian di musim kemarau, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melakukan penanganan darurat kekeringan di Daerah Irigasi (DI) Jamblang, Kabupaten Cirebon. Kegiatan lapangan ini dilaksanakan pada tanggal 17, 20, dan 21 Oktober 2025 sebagai bentuk respons cepat terhadap kondisi minimnya pasokan air di lapangan. Kondisi tersebut terjadi karena air dari Bendung Jamblang belum dapat mengalir menuju area pertanian di Desa Tegalkarang, Kecamatan Palimanan, sehingga berdampak pada lahan ladang jagung milik petani setempat. Kekeringan ini mengancam keberlanjutan produksi jagung yang merupakan salah satu komoditas pangan strategis nasional. Menyikapi hal ini, pemerintah desa bersama kelompok tani mengajukan surat permohonan bantuan air kepada BBWS Cimanuk Cisanggarung untuk mendapatkan dukungan dalam penyediaan air pertanian. Sebagai tindak lanjut, BBWS Cimanuk Cisanggarung melaksanakan beberapa langkah teknis di lapangan. Penanganan dilakukan melalui pemasangan sistem sprinkler untuk menyiram tanaman jagung secara merata, serta penyaluran air menggunakan mobil tangki ke lahan yang mengalami kekeringan. Selain itu, digunakan pula mobile flood pump (pompa portabel) yang berfungsi mengambil air dari saluran induk Daerah Irigasi Rentang dan menyalurkannya ke area pertanian Desa Tegalkarang. Seluruh kegiatan ini dilakukan secara terkoordinasi bersama masyarakat dan pemerintah daerah setempat guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman selama masa tanam berlangsung. Upaya yang dilakukan BBWS Cimanuk Cisanggarung ini sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan. Dalam kebijakan tersebut, Presiden menekankan pentingnya optimalisasi jaringan irigasi nasional—termasuk bendung, saluran, pintu air, dan sistem pemompaan—agar distribusi air pertanian dapat berjalan efektif dan efisien, terutama pada daerah terdampak kekeringan. Menurut data Kementerian Pekerjaan Umum, penguatan jaringan irigasi telah mendukung lahan pertanian seluas lebih dari 665.000 hektare dalam tahap awal program peningkatan ketahanan pangan nasional. Infrastruktur irigasi berperan besar dalam menjaga indeks pertanaman (IP), meningkatkan hasil produksi, dan memastikan kesinambungan suplai bahan pangan utama seperti padi dan jagung. Dukungan infrastruktur sumber daya air menjadi salah satu kunci keberhasilan Indonesia dalam mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan penanganan kekeringan di Daerah Irigasi Jamblang, BBWS Cimanuk Cisanggarung menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung sektor pertanian di wilayah kerja sungai Cimanuk Cisanggarung. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan lahan-lahan pertanian—terutama ladang jagung di Desa Tegalkarang—tetap produktif meskipun menghadapi keterbatasan air di musim kering. Langkah ini merupakan bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus memperkuat pencapaian swasembada pangan nasional sesuai amanat Inpres 02 Tahun 2025.

Progres Pembangunan Jaringan Irigasi D.I Leuwigoong Capai 74,4 Persen: Dorong Ketahanan Pangan di Garut
Balai Berita
22 Oct 2025

Progres Pembangunan Jaringan Irigasi D.I Leuwigoong Capai 74,4 Persen: Dorong Ketahanan Pangan di Garut

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan melalui pembangunan infrastruktur irigasi yang andal dan berkelanjutan. Salah satu proyek yang kini tengah berjalan adalah pembangunan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (D.I) Leuwigoong, Kabupaten Garut, yang hingga saat ini telah mencapai progres fisik sebesar 74,4 persen. Pekerjaan ini mencakup pembangunan saluran primer, sekunder, dan tersier yang berfungsi untuk meningkatkan distribusi air ke lahan pertanian di wilayah setempat. Dengan peningkatan infrastruktur ini, sistem pengairan di D.I Leuwigoong akan mampu menyalurkan air secara lebih efisien dan merata. Hal tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko kekeringan pada musim kemarau serta mencegah kelebihan air di musim hujan. Petani pun akan lebih mudah mengatur pola tanam sesuai kebutuhan, sehingga produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan. Secara ekonomi, pembangunan irigasi ini memberikan manfaat langsung bagi petani di Kecamatan Leuwigoong dan sekitarnya. Berdasarkan data BPS Kabupaten Garut tahun 2024, produktivitas padi sawah di wilayah ini mencapai 5,8 ton per hektare, dan diproyeksikan meningkat hingga 10–12 persen setelah jaringan irigasi berfungsi optimal. Peningkatan produktivitas ini akan memperkuat kontribusi Garut terhadap pasokan beras regional di Jawa Barat. Selain berperan dalam peningkatan hasil pertanian, proyek ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, serta sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, BBWS Cimanuk Cisanggarung, dan masyarakat setempat, pembangunan jaringan irigasi D.I Leuwigoong diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertanian di Kabupaten Garut dan wilayah sekitarnya.

Normalisasi Sungai: Upaya BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan
Balai Berita
22 Oct 2025

Normalisasi Sungai: Upaya BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam Menjaga Ketahanan dan Swasembada Pangan

Dalam mendukung ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung terus melaksanakan program normalisasi sungai di wilayah kerjanya. Kegiatan ini bertujuan menjaga agar aliran sungai tetap lancar, aman, dan berfungsi optimal sebagai sumber air bagi irigasi pertanian serta pengendalian banjir di kawasan hilir. Normalisasi sungai dilakukan melalui beberapa tahapan teknis, antara lain pengerukan sedimentasi, pelebaran alur sungai, perkuatan tanggul, serta penataan bangunan pengatur air. Upaya ini tidak hanya difokuskan pada aspek pengendalian banjir, tetapi juga untuk memastikan pasokan air irigasi bagi sektor pertanian tetap terjaga sepanjang tahun. Dengan demikian, petani dapat mengatur pola tanam secara lebih efisien, meningkatkan produktivitas, serta mengurangi risiko gagal panen akibat kekeringan. Sebagai instansi pelaksana di bawah Kementerian Pekerjaan Umum, BBWS Cimanuk Cisanggarung aktif melakukan kegiatan normalisasi di beberapa sungai utama seperti Sungai Cimanuk, Cisanggarung, dan anak-anak sungainya. Kegiatan ini juga mendukung sistem irigasi pada daerah pertanian strategis seperti Rentang, Jamblang, dan Ciwaringin, yang menjadi penopang utama produksi pangan di wilayah timur Provinsi Jawa Barat. Langkah ini sejalan dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kinerja Pengelolaan Irigasi dan Swasembada Pangan, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Kedua regulasi tersebut menegaskan pentingnya pengelolaan air secara terpadu, berkeadilan, dan berkelanjutan dalam mendukung kedaulatan pangan nasional. Dalam pelaksanaannya, BBWS Cimanuk Cisanggarung turut melibatkan masyarakat melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan kelompok lokal lainnya. Keterlibatan ini tidak hanya memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga fungsi jaringan irigasi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian sumber daya air. Normalisasi sungai memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain mengurangi risiko banjir dan kekeringan, mencegah erosi tebing, menjaga kualitas air dan ekosistem daerah aliran sungai (DAS), serta meningkatkan produktivitas pertanian. Melalui langkah ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus berkomitmen menghadirkan tata kelola air yang mendukung terwujudnya pertanian berkelanjutan, ketahanan pangan, dan kesejahteraan masyarakat.   “Air Terjaga, Pangan Terjamin” BBWS Cimanuk Cisanggarung — Mengalirkan Air, Menyuburkan Harapan

Situ Sukarame: Harmoni Alam dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut
Balai Berita
22 Oct 2025

Situ Sukarame: Harmoni Alam dan Ketahanan Pangan di Kabupaten Garut

Situ Sukarame yang terletak di Desa Sukarame, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan masyarakat setempat. Sebagai salah satu sumber daya air penting, situ ini dimanfaatkan untuk irigasi pertanian serta kebutuhan warga, sehingga keberadaannya langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat sekitar. Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung secara aktif mengelola Situ Sukarame dengan pendekatan yang berkelanjutan, memadukan konservasi lingkungan dan optimalisasi fungsi sumber daya air. Pengelolaan ini meliputi pemeliharaan kualitas air, pengaturan debit untuk irigasi, serta perlindungan ekosistem sekitar situ agar tetap lestari. Keberadaan Situ Sukarame mendukung distribusi air bagi lahan pertanian lokal, sehingga petani dapat menanam padi, palawija, atau komoditas lain secara lebih optimal sepanjang tahun. Dengan pasokan air yang terjamin, produktivitas pertanian meningkat, risiko gagal panen berkurang, dan ketahanan pangan di tingkat desa pun semakin terjaga. Pengelolaan Situ Sukarame juga sejalan dengan kebijakan nasional, termasuk Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kinerja Pengelolaan Irigasi dan Swasembada Pangan, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menekankan pentingnya pengelolaan air secara terpadu, berkelanjutan, dan berkeadilan. Dengan keindahan dan fungsinya yang vital, Situ Sukarame menjadi simbol harmoni antara alam dan kehidupan masyarakat. Melalui pengelolaan yang profesional, BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan sumber daya air ini tetap produktif, mendukung ketahanan pangan, dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga Kabupaten Garut.