Publikasi

Berita Balai

Peningkatan Saluran Irigasi D.I Cikeusik Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Cirebon
Balai Berita
21 Oct 2025

Peningkatan Saluran Irigasi D.I Cikeusik Dorong Produktivitas dan Kesejahteraan Petani Cirebon

Peningkatan jaringan irigasi di Daerah Irigasi (D.I) Cikeusik, Kabupaten Cirebon, yang dilaksanakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, terus memberikan dampak positif bagi masyarakat tani setempat. Salah satu penerima manfaatnya adalah Pak Rasidin, petani asal Desa Ciledug Tengah, Kecamatan Ciledug, yang mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran distribusi air ke lahan sawah. Ia menyampaikan bahwa kini air irigasi mengalir lebih stabil, tanaman padi tumbuh lebih subur, dan hasil panen meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya. Kegiatan peningkatan saluran irigasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian dan ketahanan pangan nasional. Melalui rehabilitasi dan optimalisasi saluran, BBWS Cimanuk Cisanggarung memastikan aliran air dari sumber utama dapat terdistribusi secara merata hingga ke lahan tersier, sehingga mendukung efisiensi penggunaan air di tingkat petani. Langkah ini juga membantu mengurangi potensi kehilangan air akibat kebocoran atau sedimentasi yang sebelumnya menghambat pasokan irigasi. Dampak nyata dari kegiatan ini tercermin pada meningkatnya indeks pertanaman (IP) dan produktivitas padi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon tahun 2024, rata-rata produktivitas padi sawah di wilayah tersebut mencapai 6,1 ton per hektare, dengan potensi peningkatan hasil panen hingga 10–15% setelah jaringan irigasi diperbaiki (estimasi berbasis pola tanam daerah irigasi teknis). Program ini selaras dengan arah kebijakan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Kedua regulasi tersebut menegaskan pentingnya peran pengelolaan sumber daya air dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BBWS Cimanuk Cisanggarung, peningkatan irigasi D.I Cikeusik diharapkan terus memperkuat fondasi swasembada pangan nasional, sekaligus menjadi wujud nyata komitmen terhadap pembangunan pertanian yang tangguh, berkelanjutan, dan berkeadilan.

BBWS Cimanuk Cisanggarung Hadirkan Dashboard Monitoring untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional
Balai Berita
21 Oct 2025

BBWS Cimanuk Cisanggarung Hadirkan Dashboard Monitoring untuk Dukung Swasembada Pangan Nasional

Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menghadirkan dashboard monitoring sebagai inovasi dalam sistem pengawasan kegiatan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketahanan Pangan. Dashboard ini berfungsi untuk memantau progres kegiatan secara real time di enam kabupaten wilayah kerja, meliputi Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, Sumedang, dan Garut. Hingga 17 Oktober 2025, dashboard mencatat terdapat 322 lokasi kegiatan yang telah berjalan dengan total outcome mencapai 18.937 hektare lahan pertanian yang mendapat manfaat langsung dari berbagai program peningkatan infrastruktur sumber daya air. Data tersebut mencakup kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sumur JIAT, normalisasi saluran, hingga peningkatan bangunan penunjang irigasi di wilayah-wilayah strategis pertanian. Inovasi digital ini tidak hanya mempercepat proses evaluasi dan pelaporan, tetapi juga meningkatkan transparansi dan akurasi data lapangan. Dengan sistem pemantauan berbasis teknologi, setiap progres kegiatan dapat dipantau oleh berbagai pemangku kepentingan secara terintegrasi, mulai dari tahapan pelaksanaan hingga capaian manfaat bagi petani. Langkah ini sejalan dengan semangat transformasi digital Kementerian Pekerjaan Umum dalam mewujudkan tata kelola sumber daya air yang efektif dan berkelanjutan. Penerapan dashboard monitoring juga memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air terpadu. Melalui data yang terintegrasi, BBWS Cimanuk Cisanggarung dapat melakukan analisis kebutuhan air pertanian, proyeksi produktivitas, serta evaluasi terhadap efektivitas pelaksanaan kegiatan di lapangan. Dengan hadirnya dashboard ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mendukung kemandirian dan swasembada pangan nasional. Melalui kolaborasi, inovasi, dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus berupaya memastikan setiap tetes air membawa manfaat bagi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Delegasi Timor Leste Kunjungi Bendung Rentang: Perkuat Kolaborasi Regional Pengelolaan Sumber Daya Air
Balai Berita
20 Oct 2025

Delegasi Timor Leste Kunjungi Bendung Rentang: Perkuat Kolaborasi Regional Pengelolaan Sumber Daya Air

Dalam upaya memperkuat kerja sama pengelolaan sumber daya air (SDA), Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menerima kunjungan strategis dari delegasi Republik Demokratik Timor Leste ke Bendung Rentang, Kabupaten Majalengka. Kegiatan ini menjadi forum penting bagi kedua negara untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait pengelolaan infrastruktur air, konservasi lingkungan, serta peningkatan efisiensi irigasi di sektor pertanian. Kunjungan ini disambut langsung oleh jajaran BBWS Cimanuk Cisanggarung bersama perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Dalam agenda tersebut, delegasi Timor Leste mendapatkan penjelasan teknis mengenai penerapan Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) yang telah diimplementasikan di wilayah kerja BBWS Cimanuk Cisanggarung. Sistem ini dinilai efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan air hingga 20–30% pada lahan sawah, berdasarkan hasil kajian lapangan dari Ditjen SDA dan Balai Litbang Irigasi. Selain teknologi irigasi hemat air, kunjungan ini juga menyoroti Workshop Pengolahan Sampah (WPS) sebagai salah satu inovasi berbasis pemberdayaan masyarakat yang dijalankan BBWS Cimanuk Cisanggarung. Melalui pendekatan ini, pengelolaan sampah di sekitar badan air dapat dikonversi menjadi produk bernilai ekonomi, sekaligus mengurangi potensi pencemaran yang dapat memengaruhi kualitas air irigasi. Delegasi juga meninjau langsung area bendung untuk mempelajari sistem pengendalian sedimentasi, yang menjadi salah satu tantangan utama dalam pemeliharaan infrastruktur sumber daya air. Bendung Rentang sendiri merupakan salah satu bendung utama di Wilayah Sungai Cimanuk–Cisanggarung, dengan fungsi vital dalam mengairi sekitar 87.000 hektare lahan pertanian di Kabupaten Indramayu, Majalengka, dan sekitarnya. Infrastruktur ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penyediaan pasokan air yang stabil bagi petani. Dengan peningkatan efisiensi dan pengelolaan yang berkelanjutan, produktivitas pertanian di wilayah layanan diperkirakan dapat meningkat antara 5–10% per musim tanam, berdasarkan estimasi teknis yang merujuk pada proyek sejenis di wilayah Priangan Timur. Kegiatan ini selaras dengan amanat Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan dan Rehabilitasi Infrastruktur Sumber Daya Air serta Peraturan Presiden Nomor 120 Tahun 2022 tentang Penataan Daerah Aliran Sungai. Melalui kunjungan ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung menegaskan komitmennya dalam memperkuat diplomasi teknis di bidang sumber daya air serta mendukung upaya bersama menuju ketahanan dan swasembada pangan regional yang berkelanjutan.

Bendungan Malahayu: Penopang Ketahanan Air dan Pangan di Kabupaten Brebes
Balai Berita
20 Oct 2025

Bendungan Malahayu: Penopang Ketahanan Air dan Pangan di Kabupaten Brebes

BBWS Cimanuk Cisanggarung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan sumber daya air melalui optimalisasi fungsi Bendungan Malahayu di Kabupaten Brebes. Bendungan yang dibangun sejak tahun 1930 ini memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan masyarakat, terutama sebagai sumber utama air irigasi pertanian di wilayah Brebes bagian selatan. Bendungan Malahayu berkapasitas tampung sekitar 14,2 juta meter kubik dan menjadi penyuplai utama bagi Daerah Irigasi (D.I.) Malahayu yang mencakup layanan seluas kurang lebih 2.600 hektare lahan pertanian (data BBWS Cimanuk Cisanggarung, 2024). Ketersediaan air dari bendungan ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Brebes, yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi dan hortikultura terbesar di Jawa Tengah. Selain berfungsi untuk irigasi, Bendungan Malahayu juga memiliki manfaat penting sebagai sarana konservasi sumber daya air, pengendali banjir musiman, serta penyedia potensi wisata air dan edukasi lingkungan bagi masyarakat sekitar. Pengelolaan bendungan dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan aspek teknis, ekologi, dan sosial, agar keberadaannya dapat terus memberikan manfaat lintas sektor. Dari sisi ketahanan pangan, peran Bendungan Malahayu sangat vital dalam mendukung program swasembada pangan nasional, sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 dan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Melalui pengelolaan air yang efisien, bendungan ini memastikan air irigasi tersedia sepanjang musim tanam, sehingga indeks pertanaman dapat ditingkatkan hingga dua kali tanam per tahun di sebagian besar wilayah layanan. Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, BBWS Cimanuk Cisanggarung bertekad menjaga keberlanjutan Bendungan Malahayu sebagai infrastruktur vital yang tidak hanya mengairi sawah, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi kesejahteraan masyarakat dan ketahanan pangan bangsa.

Suara Desa Ciawigebang: Infrastruktur Air Hadirkan Harapan Baru bagi Petani Kuningan
Balai Berita
20 Oct 2025

Suara Desa Ciawigebang: Infrastruktur Air Hadirkan Harapan Baru bagi Petani Kuningan

Peningkatan infrastruktur sumber daya air terus memberikan dampak positif bagi masyarakat di tingkat desa. Hal ini disampaikan oleh Kuwu Desa Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, yang menuturkan perubahan signifikan setelah dilaksanakannya berbagai program pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung. Menurutnya, perbaikan saluran irigasi yang sebelumnya rusak kini membawa manfaat besar bagi para petani dalam mengelola lahan secara lebih produktif dan berkelanjutan. Ketersediaan air irigasi yang stabil memungkinkan petani memperluas masa tanam dan meningkatkan intensitas pertanian. Jika sebelumnya hanya dapat menanam satu kali setahun, kini sebagian besar petani mampu melaksanakan dua hingga tiga kali musim tanam, bergantung pada kondisi lahan dan curah hujan setempat. Dampak ini turut memperkuat ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Kuningan, yang memiliki luas baku sawah mencapai 15.347 hektare (BPS Kabupaten Kuningan, 2024). Selain pembangunan fisik, program pemerintah seperti Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) juga membuka ruang bagi pemberdayaan masyarakat petani. Melalui program berbasis padat karya ini, petani dilibatkan langsung dalam proses pembangunan saluran tersier, sehingga tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga meningkatkan rasa memiliki terhadap infrastruktur yang mereka gunakan. Kuwu Desa Ciawigebang menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan sektor pertanian. “Air bukan hanya kebutuhan, tapi sumber kehidupan bagi desa kami. Dengan adanya perbaikan irigasi ini, kami semakin optimistis bisa mencapai swasembada pangan di tingkat lokal,” ujarnya. Upaya tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 mengenai Penyelenggaraan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Melalui komitmen tersebut, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus berperan sebagai garda terdepan dalam mendukung pengelolaan sumber daya air berkelanjutan demi mewujudkan ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Tinjau Rehabilitasi Irigasi di Desa Ciawigebang: Wujud Sinergi Menuju Swasembada Pangan
Balai Berita
20 Oct 2025

Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Tinjau Rehabilitasi Irigasi di Desa Ciawigebang: Wujud Sinergi Menuju Swasembada Pangan

Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung melakukan kunjungan lapangan ke Desa Ciawigebang, Kabupaten Kuningan, untuk meninjau pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam memastikan bahwa pembangunan infrastruktur sumber daya air berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui dukungan BBWS Cimanuk Cisanggarung, saluran irigasi sepanjang 280 meter kini siap mengalirkan air ke lahan pertanian seluas 74 hektare yang dikelola oleh kelompok tani di Desa Ciawigebang. Rehabilitasi ini dilakukan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat, sehingga selain memperbaiki jaringan irigasi, kegiatan ini juga membuka lapangan kerja dan menumbuhkan rasa kepemilikan terhadap infrastruktur yang dibangun. Bagi para petani, keberadaan saluran yang berfungsi optimal membawa perubahan nyata. Air yang mengalir secara teratur memungkinkan peningkatan indeks pertanaman (IP), sehingga petani dapat menanam hingga dua kali dalam setahun. Kondisi ini berkontribusi langsung terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan mendukung pencapaian program swasembada pangan nasional di wilayah Kabupaten Kuningan, yang memiliki luas baku sawah mencapai 15.347 hektare (BPS Kabupaten Kuningan, 2024). Kepala Balai menyampaikan bahwa kegiatan P3-TGAI merupakan bentuk nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memperkuat sistem irigasi nasional. Melalui pendekatan padat karya, program ini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memberdayakan petani agar mampu mengelola air secara efisien dan mandiri. Pelaksanaan kegiatan ini berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Dengan landasan kebijakan tersebut, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus memperkuat komitmennya dalam menjaga keberlanjutan air pertanian dan mendukung terwujudnya ketahanan pangan yang berkeadilan di wilayah kerja Cimanuk Cisanggarung.