Publikasi

Berita Balai

Monitoring Pembangunan Irigasi P3-TGAI di Sumedang, BBWS Cimanuk Cisanggarung Dorong Ketahanan Pangan Desa Paseh Kaler
Balai Berita
15 Oct 2025

Monitoring Pembangunan Irigasi P3-TGAI di Sumedang, BBWS Cimanuk Cisanggarung Dorong Ketahanan Pangan Desa Paseh Kaler

Sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat sistem irigasi dan mendukung ketahanan pangan nasional, Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Bapak Martius, melakukan monitoring langsung ke lokasi kegiatan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Desa Paseh Kaler, Kabupaten Sumedang. Kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan pembangunan jaringan irigasi tersier berjalan sesuai dengan perencanaan teknis dan kualitas pelaksanaan di lapangan. Dalam kunjungan tersebut, beliau meninjau progres pembangunan saluran sepanjang 291 meter yang nantinya akan berfungsi mengairi lahan pertanian seluas 20 hektare. Pembangunan ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat infrastruktur irigasi untuk meningkatkan efisiensi distribusi air ke lahan sawah masyarakat. Melalui pelaksanaan P3-TGAI, BBWS Cimanuk Cisanggarung mendorong peran aktif masyarakat petani dalam kegiatan padat karya, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi teknis irigasi, tetapi juga ekonomi lokal. Berdasarkan data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), program P3-TGAI secara nasional mampu menyerap lebih dari 200 ribu tenaga kerja dan memperbaiki lebih dari 70 ribu hektare lahan irigasi tersier setiap tahun. Dengan adanya pembangunan di Desa Paseh Kaler, potensi peningkatan produktivitas pertanian lokal diproyeksikan mencapai 10–12% per musim tanam. Pembangunan jaringan irigasi ini diharapkan dapat memperlancar distribusi air ke sawah, mengurangi risiko kekeringan pada musim kemarau, serta menjaga kestabilan produksi pangan daerah. Bagi masyarakat petani Paseh Kaler, kehadiran saluran tersier ini menjadi dorongan baru untuk meningkatkan hasil panen sekaligus menekan biaya operasional pengairan yang sebelumnya bergantung pada pompanisasi manual. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional sebagaimana tertung dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Program P3-TGAI serta mendukung visi Kementerian PUPR dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan. BBWS Cimanuk Cisanggarung terus berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap tetes air memberi manfaat nyata bagi kehidupan dan kesejahteraan petani.

Uji Sertifikasi TPM P3-TGAI 2025: BBWS Cimanuk Cisanggarung Siapkan Tenaga Andal untuk Dukung Swasembada Pangan
Balai Berita
15 Oct 2025

Uji Sertifikasi TPM P3-TGAI 2025: BBWS Cimanuk Cisanggarung Siapkan Tenaga Andal untuk Dukung Swasembada Pangan

Sebagai bagian dari upaya memperkuat pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2025, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menyelenggarakan rapat lanjutan persiapan kegiatan uji sertifikasi strategis bagi Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM). Kegiatan ini menjadi langkah penting dalam memastikan seluruh tenaga lapangan memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sesuai standar nasional guna mendukung optimalisasi pembangunan infrastruktur irigasi berbasis masyarakat. Rapat yang dipimpin oleh perwakilan dari Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cimanuk Cisanggarung ini membahas teknis pelaksanaan uji sertifikasi, termasuk penetapan kriteria peserta uji. Peserta yang dapat mengikuti uji sertifikasi harus memiliki latar belakang pendidikan relevan dan jabatan kerja yang diusulkan secara resmi oleh BBWS Cimanuk Cisanggarung. Ketentuan ini diberlakukan untuk menjamin seleksi yang objektif, sehingga hanya tenaga yang benar-benar kompeten dan berpengalaman yang dapat mengikuti proses sertifikasi. Adapun peserta yang tidak tercantum dalam surat usulan resmi tidak diperkenankan mengikuti sesi uji pada tahap ini. Pelaksanaan uji sertifikasi TPM ini memiliki manfaat strategis bagi peningkatan kualitas pelaksanaan program P3-TGAI. Dengan tenaga bersertifikat, kegiatan rehabilitasi dan peningkatan jaringan irigasi diharapkan lebih efisien, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, pelaksanaan P3-TGAI yang ditangani tenaga profesional dapat meningkatkan efisiensi jaringan irigasi hingga 25% dan meningkatkan produktivitas pertanian sekitar 10–15% per musim tanam. Jika dikonversi terhadap rata-rata produktivitas padi nasional sebesar 5,4 ton per hektare (BPS, 2024), maka peningkatan sebesar 10% berpotensi menambah produksi sekitar 0,5 ton per hektare, atau setara dengan tambahan 43 ton gabah untuk setiap 86 hektare lahan irigasi yang terlayani. Selain itu, sertifikasi TPM juga menjadi upaya memperkuat tata kelola sumber daya manusia di sektor pengairan. Dengan memiliki standar kompetensi yang jelas, tenaga pendamping mampu memahami aspek teknis seperti survei lapangan, pengawasan mutu pekerjaan, serta pelaporan administrasi. Langkah ini sejalan dengan prinsip good governance dalam pengelolaan proyek padat karya, sekaligus mendukung peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelibatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di setiap daerah irigasi. Pelaksanaan sertifikasi juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan memperkuat kemandirian petani dalam mengelola sistem irigasi desa. Kegiatan ini berlandaskan pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi, serta Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 4 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Kedua regulasi tersebut menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga dan mengelola infrastruktur irigasi melalui pendekatan swakelola, serta menempatkan sertifikasi tenaga teknis sebagai instrumen pendukung profesionalitas pelaksanaan kegiatan. Dengan adanya uji sertifikasi TPM ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan setiap kegiatan P3-TGAI terlaksana sesuai standar teknis dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat tani. Diharapkan, tenaga bersertifikat yang lolos uji nanti dapat menjadi garda terdepan dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional, sejalan dengan visi pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.

BBWS Cimanuk Cisanggarung Lakukan Normalisasi Saluran SB Gegesik untuk Dukung Ketahanan Pangan di Cirebon
Balai Berita
15 Oct 2025

BBWS Cimanuk Cisanggarung Lakukan Normalisasi Saluran SB Gegesik untuk Dukung Ketahanan Pangan di Cirebon

Dalam rangka menjaga kelancaran distribusi air irigasi dan mendukung peningkatan produktivitas pertanian, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melaksanakan kegiatan normalisasi Saluran SB Gegesik di Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam memastikan fungsi saluran irigasi tetap optimal, terutama di wilayah yang selama ini mengalami sedimentasi cukup tinggi akibat endapan lumpur dan pertumbuhan vegetasi liar. Proses normalisasi dilakukan melalui pengerukan dan pembersihan sedimen sepanjang saluran utama yang menghubungkan beberapa area persawahan produktif di Kecamatan Gegesik. Upaya ini bertujuan memperlancar aliran air agar dapat menjangkau lahan-lahan pertanian di bagian hilir secara merata. Berdasarkan data lapangan, kegiatan ini berpotensi mengembalikan fungsi irigasi pada areal seluas lebih dari 120 hektare sawah yang sebelumnya terdampak penurunan debit air. Selain menjaga kelancaran irigasi, normalisasi juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Cirebon Tahun 2024, produktivitas padi di wilayah Gegesik mencapai rata-rata 6,1 ton per hektare. Dengan perbaikan jaringan irigasi yang memadai, produktivitas ini diproyeksikan meningkat hingga 10–15% per musim tanam, setara dengan tambahan produksi sekitar 73 ton gabah dari wilayah pelayanan saluran SB Gegesik. Upaya pemeliharaan saluran irigasi seperti ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menjaga ketahanan pangan sebagaimana diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2020 tentang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta pelaksanaan teknis berdasarkan Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Melalui program ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian dapat terjaga secara berkelanjutan. Dengan air yang mengalir lancar, lahan yang kembali produktif, dan semangat gotong royong masyarakat, kegiatan normalisasi saluran SB Gegesik menjadi fondasi penting bagi terwujudnya ketahanan serta swasembada pangan nasional. BBWS Cimanuk Cisanggarung berkomitmen untuk terus hadir di lapangan, menjaga keseimbangan ekosistem air, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat tani di wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah: BBWS Cimanuk Cisanggarung Dampingi DPR RI Tinjau Lokasi Program Inpres 02 di Indramayu
Balai Berita
15 Oct 2025

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah: BBWS Cimanuk Cisanggarung Dampingi DPR RI Tinjau Lokasi Program Inpres 02 di Indramayu

Dalam rangka memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung mendampingi Anggota DPR RI dalam kegiatan peninjauan lapangan Program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 di Kabupaten Indramayu. Kunjungan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program percepatan pembangunan saluran irigasi berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat petani di wilayah tersebut. Program Inpres 02 Tahun 2025 merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk mempercepat upaya swasembada pangan nasional melalui penguatan infrastruktur irigasi dan pemanfaatan sumber daya air secara berkelanjutan. Di Kabupaten Indramayu, kegiatan ini difokuskan pada pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi yang melayani ribuan hektare lahan pertanian produktif. Melalui percepatan pembangunan saluran, ketersediaan air bagi areal pertanian diharapkan lebih terjamin, terutama pada musim tanam kedua dan ketiga yang sebelumnya rawan kekeringan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indramayu Tahun 2024, luas lahan sawah mencapai lebih dari 115.000 hektare, dengan produktivitas padi rata-rata 6,3 ton per hektare. Dengan adanya peningkatan jaringan irigasi dari Program Inpres 02, produktivitas pertanian diproyeksikan meningkat hingga 10–15% per musim tanam, yang berarti tambahan potensi produksi mencapai 72.000 ton gabah kering giling per tahun. Peningkatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan regional, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Selain manfaat teknis, pelaksanaan Inpres 02 juga memiliki aspek sosial-ekonomi yang penting. Melalui sistem padat karya dan pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur irigasi turut membuka lapangan kerja lokal dan memperkuat kolaborasi antarinstansi, termasuk pemerintah daerah, BBWS Cimanuk Cisanggarung, serta kelompok tani. Dengan keterlibatan berbagai pihak, program ini menjadi wujud nyata penerapan prinsip “air untuk kemakmuran rakyat” sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Kegiatan peninjauan lapangan ini menunjukkan komitmen bersama antara legislatif, eksekutif, dan masyarakat dalam mempercepat terwujudnya kemandirian pangan nasional. BBWS Cimanuk Cisanggarung akan terus berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, memastikan setiap tetes air memberi manfaat optimal bagi sektor pertanian, dan menjadi pilar penting menuju Indonesia yang tangguh serta berdaulat pangan.

Normalisasi Saluran Pamengkang di Indramayu: Wujud Sinergi untuk Ketahanan dan Swasembada Pangan
Balai Berita
15 Oct 2025

Normalisasi Saluran Pamengkang di Indramayu: Wujud Sinergi untuk Ketahanan dan Swasembada Pangan

Sebagai bentuk sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, apresiasi tinggi disampaikan kepada Anggota DPR RI atas respon cepat dalam menghadirkan alat berat guna mendukung kegiatan normalisasi Saluran Pamengkang di Kabupaten Indramayu. Langkah sigap ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini menghadapi tantangan akibat sedimentasi dan hambatan aliran air pada jaringan irigasi. Kegiatan normalisasi ini merupakan bagian dari upaya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung untuk memastikan distribusi air irigasi tetap lancar dan merata hingga ke lahan-lahan pertanian. Melalui pengerukan sedimen dan pembersihan saluran, kapasitas tampung air dapat kembali optimal, sehingga mampu mengairi area persawahan secara efisien, terutama menjelang musim tanam berikutnya. Proses ini juga dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, aparat setempat, dan masyarakat penerima manfaat. Secara teknis, Saluran Pamengkang memiliki peran penting dalam menunjang sistem irigasi di Kabupaten Indramayu, daerah yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024, luas lahan sawah di Indramayu mencapai sekitar 115.000 hektare, dengan produktivitas padi rata-rata 6,3 ton per hektare. Dengan kelancaran sistem irigasi pasca-normalisasi, potensi peningkatan hasil panen diperkirakan mencapai 10–12% per musim tanam, setara dengan tambahan produksi lebih dari 72.000 ton gabah kering giling (GKG) setiap tahunnya. Selain berdampak pada peningkatan produktivitas, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat tani. Melalui program padat karya dan pelibatan masyarakat lokal dalam kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi, diharapkan terbentuk rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur sumber daya air. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi Nasional. BBWS Cimanuk Cisanggarung terus berkomitmen untuk mengawal upaya perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi di seluruh wilayah kerjanya. Sinergi antara legislatif, instansi teknis, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadirkan air yang adil, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh petani. Dengan normalisasi Saluran Pamengkang ini, langkah menuju swasembada pangan nasional semakin nyata—mengalirkan manfaat tidak hanya bagi lahan pertanian, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat Indramayu secara menyeluruh.

Normalisasi Saluran Irigasi di Desa Panunggul, BBWS Cimanuk Cisanggarung Pulihkan Aliran Air Demi Ketahanan Pangan
Balai Berita
15 Oct 2025

Normalisasi Saluran Irigasi di Desa Panunggul, BBWS Cimanuk Cisanggarung Pulihkan Aliran Air Demi Ketahanan Pangan

Di Desa Panunggul, Kabupaten Cirebon, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus melakukan upaya pemulihan aliran air melalui kegiatan normalisasi saluran irigasi. Setiap ayunan alat berat di lapangan menjadi simbol harapan bagi masyarakat — agar air kembali mengalir, sawah kembali hijau, dan kehidupan petani kembali sejahtera. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi serta mendukung ketahanan pangan di wilayah kerja Cimanuk–Cisanggarung. Pelaksanaan normalisasi difokuskan pada pengerukan endapan sedimen, pembersihan rumput liar, serta perbaikan saluran yang mengalami penyempitan akibat penumpukan material. Dengan dibersihkannya aliran, kapasitas saluran kembali meningkat dan distribusi air ke lahan pertanian dapat berlangsung lancar hingga ke hilir. Proses ini melibatkan tenaga teknis berpengalaman serta penggunaan alat berat untuk mempercepat pemulihan fungsi saluran, terutama menjelang musim tanam mendatang. Bagi masyarakat petani di Desa Panunggul, kelancaran irigasi menjadi faktor vital dalam menjaga hasil panen. Sebelum dilakukan normalisasi, aliran air di beberapa titik kerap terhambat, menyebabkan keterlambatan tanam dan menurunnya produktivitas. Melalui kegiatan ini, diharapkan pola tanam dapat kembali teratur, ketersediaan air lebih stabil, dan hasil panen meningkat secara signifikan. Dengan demikian, kegiatan normalisasi tidak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat berbasis pertanian. Kabupaten Cirebon memiliki luas lahan sawah mencapai 62.438 hektare dengan produktivitas padi rata-rata sebesar 6,08 ton per hektare (BPS, 2024). Dengan berfungsinya kembali saluran irigasi di Desa Panunggul, potensi peningkatan hasil panen dapat mencapai 10–15 persen di wilayah terdampak. Upaya ini berkontribusi langsung terhadap ketersediaan pangan regional, sekaligus mendukung target pemerintah dalam mewujudkan swasembada beras nasional. Kegiatan normalisasi ini berpedoman pada Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi Nasional dan Peraturan Menteri PUPR Nomor 14/PRT/M/2015 tentang Kriteria dan Penetapan Status Daerah Irigasi. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus berkomitmen menjaga keberlanjutan sumber daya air demi kesejahteraan petani dan kemandirian pangan bangsa.