Publikasi

Berita Balai

Program JIAT Buka Harapan Baru Bagi Petani Desa Cisoka
Balai Berita
15 Oct 2025

Program JIAT Buka Harapan Baru Bagi Petani Desa Cisoka

Desa Cisoka kini merasakan perubahan nyata dalam sektor pertanian berkat hadirnya Program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT). Program ini menjadi angin segar bagi para petani yang selama ini menghadapi tantangan kekeringan dan keterbatasan air untuk mengolah lahan mereka. Maman, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Cisoka, mengenang masa-masa sulit sebelum adanya program ini. “Dulu, kami benar-benar merasakan sulitnya air. Kami hanya bisa menanam padi satu kali dalam setahun karena saluran irigasi tidak mampu memenuhi kebutuhan sawah. Setelah panen, kami terpaksa beralih ke palawija, itu pun bergantung pada air sungai yang letaknya sekitar 200 meter—dan belum tentu ada airnya,” ujarnya. Kini, dengan adanya infrastruktur irigasi yang dibangun melalui Program JIAT, para petani di Desa Cisoka mulai menatap masa depan dengan optimisme. Akses air yang lebih baik membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan intensitas tanam serta produktivitas lahan mereka. Maman menyampaikan harapannya agar keberadaan JIAT dapat terus memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Mudah-mudahan, ke depan kami bisa tanam padi lebih dari sekali, tidak khawatir lagi soal air, dan hasil panen semakin baik untuk mencukupi kebutuhan hidup,” ungkapnya. Program JIAT tidak hanya menjadi solusi teknis atas permasalahan irigasi, tetapi juga menjadi simbol komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di pedesaan. Melalui kerja sama antara pemerintah, kelompok tani, dan masyarakat, Desa Cisoka kini bergerak menuju pertanian yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan.

Penyelesaian Pekerjaan Pasangan Batu Saluran Irigasi No. 42 B.Ta.2 – B.Ta.3 KA: Implementasi Inpres 02/2025
Balai Berita
15 Oct 2025

Penyelesaian Pekerjaan Pasangan Batu Saluran Irigasi No. 42 B.Ta.2 – B.Ta.3 KA: Implementasi Inpres 02/2025

Sebagai tindak lanjut pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi untuk Mendukung Swasembada Pangan, BBWS Cimanuk Cisanggarung telah menyelesaikan pekerjaan pasangan batu pada saluran tersier No. 42, segmen B.Ta.2 – B.Ta.3 KA. Pekerjaan ini dilakukan untuk memastikan sistem distribusi air berfungsi sesuai dengan kapasitas perencanaan dan mendukung efisiensi jaringan irigasi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Selama pelaksanaan pekerjaan, dilakukan koordinasi dan diskusi teknis antara BBWS Cimanuk Cisanggarung dan pihak konsultan guna memastikan setiap tahap pekerjaan pasangan batu sesuai standar teknis. Normalisasi lokal telah diterapkan pada beberapa segmen saluran untuk menjaga keseragaman profil dan meningkatkan kemampuan saluran dalam menyalurkan debit sesuai kebutuhan lahan pertanian di hilir. Penyelesaian pekerjaan ini menegaskan pelaksanaan nyata dari Inpres Nomor 2 Tahun 2025, yang mendorong percepatan rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur irigasi nasional secara terukur dan berbasis data teknis. Pekerjaan pasangan batu ini juga berpedoman pada Peraturan Menteri PUPR Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pengelolaan Jaringan Irigasi, sebagai acuan dalam memastikan fungsi sistem irigasi yang andal dan efisien. Dengan selesainya pekerjaan pasangan batu ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan layanan air pertanian, memperkuat kapasitas jaringan irigasi, serta berkontribusi langsung terhadap pencapaian ketahanan pangan di wilayah kerja Cimanuk–Cisanggarung.

Petani Bicara: Wujud Nyata Dukungan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan di Kuningan
Balai Berita
14 Oct 2025

Petani Bicara: Wujud Nyata Dukungan Pemerintah untuk Ketahanan Pangan di Kuningan

Kuningan, Jawa Barat – Pemerintah melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, terus melaksanakan program pembangunan infrastruktur sumber daya air guna mendukung peningkatan hasil pertanian. Salah satunya diwujudkan melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) yang kini dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Desa Ciawigebang, Kabupaten Kuningan. Sebelum adanya program ini, aliran air ke lahan pertanian sering mengalami hambatan. Akibatnya, produktivitas pertanian masyarakat belum optimal. Namun kini, dengan dibangunnya saluran tersier irigasi, air dapat mengalir lebih lancar dan merata ke seluruh areal sawah petani. “Sebelumnya, aliran air ke sawah sering terhambat sehingga hasil panen kurang maksimal. Dengan dibangunnya saluran tersier, kini air dapat mengalir lebih lancar dan diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan di Desa Ciawigebang,”ujar Yayat Hidayat, Kepala Desa Ciawigebang. Pembangunan saluran irigasi ini juga melibatkan masyarakat secara langsung melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Mitra Cai Sri Unggul Mekar). Para petani turut serta dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pengerjaan di lapangan, sehingga rasa memiliki terhadap hasil pembangunan semakin tinggi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Kementerian PUPR atas bantuan program P3TGAI dalam pembangunan saluran tersier yang sangat membantu petani di Desa Ciawigebang untuk mencapai swasembada pangan,”tutur Darji, Ketua P3A Mitra Cai Sri Unggul Mekar. Program P3TGAI tidak hanya memperbaiki infrastruktur irigasi, tetapi juga memperkuat gotong royong dan kemandirian petani dalam mengelola sumber daya air. BBWS Cimanuk Cisanggarung berharap, melalui sinergi pemerintah dan masyarakat, sistem irigasi yang baik akan terus berkelanjutan dan memberi manfaat jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan petani.

PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI CINTAKARYA RAMPUNG: DORONG KETAHANAN PANGAN GARUT LEWAT P3-TGAI
Balai Berita
13 Oct 2025

PEMBANGUNAN SALURAN IRIGASI CINTAKARYA RAMPUNG: DORONG KETAHANAN PANGAN GARUT LEWAT P3-TGAI

Dalam upaya mempercepat terwujudnya swasembada pangan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melalui Program P3-TGAI telah menyelesaikan pembangunan saluran irigasi sepanjang 272 meter di Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, yang kini melayani area pertanian seluas 86 hektare. Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Cimanuk Cisanggarung meninjau langsung lokasi melalui kegiatan P3-TGAI sebagai bentuk komitmen untuk memastikan infrastruktur berfungsi optimal dan memberi manfaat nyata bagi petani setempat.   Secara teknis, saluran sepanjang 272 meter ini dirancang untuk memperlancar distribusi air dari sumber ke jaringan tersier dan petak-petak sawah sehingga aliran menjadi lebih merata dan dapat diatur sesuai kebutuhan tanaman. Pekerjaan P3-TGAI bersifat padat karya dan berbasis peran serta masyarakat — sehingga selain memperbaiki fisik jaringan irigasi, program juga memberdayakan P3A setempat dalam pengelolaan dan pemeliharaan saluran agar fungsi teknisnya bertahan lama. (Pedoman P3-TGAI/Permen PUPR)   Manfaat langsung yang diharapkan mencakup: (1) stabilisasi pasokan air sehingga mengurangi risiko gagal panen pada musim kemarau; (2) peningkatan efisiensi distribusi air sehingga lebih banyak air sampai ke akar tanaman; (3) peningkatan intensitas tanam apabila kondisi air memungkinkan; dan (4) peningkatan pendapatan petani melalui tambahan hasil panen. Dampak sosial-ekonomi tambahan adalah penyerapan tenaga kerja lokal selama pelaksanaan dan penguatan kapasitas P3A dalam pengelolaan jaringan irigasi. Prinsip pelaksanaan yang berbasis masyarakat juga memperkuat keberlanjutan operasi dan pemeliharaan   Dukungan data: menurut dataset produktivitas padi Kabupaten Garut, rata-rata provitas padi di beberapa kecamatan Garut berada di kisaran 6,7 ton per hektare (value contoh 67,3 kw/ha pada data provinsi/kabupaten yang tercatat dalam satuan kwintal/ha → 6,73 t/ha). Jika saluran Cintakarya ini berfungsi optimal sehingga meningkatkan efisiensi pengairan—mengacu pada temuan Ditjen SDA dan kajian P3-TGAI yang menunjukkan peningkatan efisiensi jaringan bisa berada pada kisaran 20–30% dan berpotensi mendorong kenaikan produktivitas 10–15%—maka estimasi konservatif peningkatan hasil panen adalah sekitar 0,67–1,01 ton per hektare (10–15% dari 6,7 t/ha). Untuk cakupan 86 hektare, potensi tambahan produksi gabah kering giling tiap musim tanam diperkirakan ±58–86 ton, yang berarti kontribusi nyata terhadap pasokan pangan lokal dan pendapatan petani. (Perhitungan proyeksi berbasis data provitas dan asumsi efisiensi P3-TGAI)   Landasan hukum dan kebijakan yang relevan antara lain Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan, Peningkatan, Rehabilitasi, serta Operasi dan Pemeliharaan Jaringan Irigasi yang menempatkan percepatan irigasi sebagai prioritas nasional; serta pedoman teknis pelaksanaan P3-TGAI yang diatur dalam Peraturan Menteri PUPR (Pedum P3-TGAI / Permen PUPR) yang mengatur mekanisme swakelola oleh P3A, aspek padat karya, dan tata kelola anggaran. Selain itu, pengelolaan sumber daya air berpegang pada ketentuan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air. Pelaksanaan proyek di Desa Cintakarya merupakan implementasi langsung amanat kebijakan tersebut. Rampungnya saluran irigasi Cintakarya adalah langkah teknis sekaligus sosial: teknis karena memperbaiki distribusi air; sosial karena memberdayakan masyarakat melalui P3-TGAI. Untuk memaksimalkan manfaat yang diproyeksikan, kami merekomendasikan: (1) monitoring operasi pasca-konstruksi (kinerja aliran dan kebocoran), (2) pembinaan berkelanjutan bagi P3A untuk O&M, dan (3) pendampingan teknis-pertanian (varietas & pemupukan) agar peningkatan pasokan air benar-benar terkonversi menjadi peningkatan produktivitas. Dengan langkah-langkah itu, saluran 272 m ini dapat menjadi pemicu nyata peningkatan produksi padi dan kesejahteraan petani di Garut

BBWS CIMANUK CISANGGARUNG HADIRI SOFT OPENING KANTOR UNIT WILAYAH V PJT II: PERKUAT SINERGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI CIREBON
Balai Berita
13 Oct 2025

BBWS CIMANUK CISANGGARUNG HADIRI SOFT OPENING KANTOR UNIT WILAYAH V PJT II: PERKUAT SINERGI PENGELOLAAN SUMBER DAYA AIR DI CIREBON

Sebagai wujud komitmen dalam memperkuat koordinasi antarinstansi dalam pengelolaan sumber daya air, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung menghadiri Soft Opening Kantor Unit Wilayah V Perum Jasa Tirta II (PJT II) pada Rabu (9/10) di Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara BBWS Cimanuk Cisanggarung dan PJT II sebagai mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan pengelolaan air di wilayah Cimanuk Cisanggarung. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung menyampaikan apresiasi atas peresmian kantor baru PJT II Unit Wilayah V. Keberadaan kantor baru ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi lapangan dan memperkuat peran PJT II dalam menjalankan tugasnya sebagai BUMN pengelola sumber daya air di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Sinergi antara BBWS Cimanuk Cisanggarung dan PJT II menjadi sangat penting dalam mendukung operasional waduk, bendung, dan jaringan irigasi utama yang melayani ribuan hektare lahan pertanian di wilayah kerja bersama. Kerja sama antara kedua lembaga selama ini telah terbukti memberikan dampak positif bagi pengelolaan air di Jawa Barat bagian timur. Berdasarkan data PJT II (2024), sistem irigasi yang dikelola bersama melalui Daerah Irigasi (D.I.) Jatiluhur dan Rentang telah berkontribusi terhadap penyediaan air bagi lebih dari 240.000 hektare sawah produktif di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan sekitarnya. Peningkatan koordinasi kelembagaan diyakini dapat memperkuat efisiensi distribusi air dan mengoptimalkan potensi sumber daya air dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional. Selain aspek teknis, kolaborasi ini juga berorientasi pada pelestarian lingkungan sungai dan pengendalian pencemaran air di wilayah Cimanuk Cisanggarung. Melalui kegiatan rutin seperti program Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GNKPA), pemantauan kualitas air, serta normalisasi daerah aliran sungai (DAS), BBWS Cimanuk Cisanggarung dan PJT II berupaya menjaga keseimbangan ekosistem sungai dan waduk agar tetap berfungsi optimal. Upaya tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan pentingnya pengelolaan terpadu dan berkelanjutan antar-instansi pengelola air. Melalui peresmian kantor baru PJT II Unit Wilayah V ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung berharap sinergi antara lembaga pemerintah dan BUMN pengelola air semakin solid dalam menjaga keberlanjutan fungsi sumber daya air. Kolaborasi strategis ini menjadi pilar penting dalam mendukung implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi Nasional, sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk mewujudkan ketahanan air dan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

TINJAU LOKASI INPRES 02 TAHUN 2025 DI INDRAMAYU: WUJUD SINERGI PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN
Balai Berita
13 Oct 2025

TINJAU LOKASI INPRES 02 TAHUN 2025 DI INDRAMAYU: WUJUD SINERGI PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN

Sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur irigasi nasional, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung mendampingi Anggota DPR RI dalam kegiatan peninjauan lapangan pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 di Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dalam memastikan ketersediaan air irigasi bagi sektor pertanian. Peninjauan ini menyoroti beberapa titik pekerjaan pembangunan saluran irigasi yang tengah dilaksanakan di wilayah Indramayu, yang merupakan salah satu lumbung padi utama di Provinsi Jawa Barat. Melalui Program Inpres 02 Tahun 2025, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus mempercepat penyelesaian jaringan irigasi tersier dan sekunder untuk mendukung pengairan lahan produktif di kawasan pertanian intensif. Pembangunan ini tidak hanya berfungsi memperlancar distribusi air, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan sistem irigasi yang andal dan efisien. Secara teknis, pembangunan saluran irigasi di Kabupaten Indramayu ditujukan untuk meningkatkan efisiensi distribusi air hingga 25 persen, serta memperluas cakupan layanan irigasi bagi ribuan hektare lahan pertanian. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR, 2024, peningkatan efisiensi irigasi dapat berdampak langsung pada kenaikan produktivitas hasil panen sebesar 10–15 persen per musim tanam. Dengan produktivitas rata-rata padi di Indramayu mencapai 6,3 ton per hektare (BPS, 2024), maka potensi tambahan hasil panen mencapai 630–945 kilogram gabah kering giling (GKG) per hektare setiap musim tanam. Kunjungan kerja ini juga menjadi momen penting dalam memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah pusat, BBWS, serta kelompok tani penerima manfaat. Selain meninjau fisik saluran, para pemangku kepentingan juga berdialog langsung dengan petani untuk menyerap aspirasi dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Diharapkan, keberadaan infrastruktur irigasi yang lebih baik mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat daya saing sektor pertanian di wilayah Indramayu. Program Inpres Nomor 02 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi Nasional menjadi payung hukum pelaksanaan kegiatan ini. Instruksi tersebut menegaskan pentingnya percepatan pembangunan, rehabilitasi, dan peningkatan jaringan irigasi sebagai bagian dari strategi nasional menuju kemandirian pangan. Melalui sinergi antara Kementerian PUPR, pemerintah daerah, dan masyarakat, BBWS Cimanuk Cisanggarung berkomitmen terus mendukung terwujudnya sistem irigasi yang transparan, efisien, dan berkelanjutan demi tercapainya Swasembada Pangan Nasional.