Publikasi
Berita Balai
Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung Tinjau Monev Pekerjaan Inpres 02 Tahun 2025
Sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas pembangunan infrastruktur sumber daya air, Kepala BBWS Cimanuk–Cisanggarung melaksanakan monitoring dan evaluasi (Monev) pekerjaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 di lapangan. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap pembangunan yang dilaksanakan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam kunjungannya, Kepala BBWS tidak hanya meninjau langsung progres pekerjaan, tetapi juga menyampaikan arahan dan rekomendasi agar seluruh proses berjalan sesuai target. Fokus utama adalah memastikan pembangunan terlaksana tepat mutu, tepat waktu, dan tepat sasaran. Dengan langkah tersebut, hasil pembangunan diharapkan mampu memberikan layanan irigasi yang lebih optimal, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung cita-cita besar dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sumur JIAT Dukung Ketahanan Pangan di Indramayu
Hai Sobat Cimancis, BBWS Cimanuk–Cisanggarung terus mewujudkan ketersediaan air irigasi melalui pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Cikawung, Kabupaten Indramayu. Program ini bagian dari Inpres Nomor 2 Tahun 2025 yang menekankan percepatan infrastruktur pertanian. Beberapa titik sumur yang dibangun meliputi TW.409 Cikawung 1, TW.410 Cikawung 2, TW.411 Cikawung 3, serta TW.413 Cikawung 5. Setiap sumur mampu menghasilkan debit air 7,5 liter per detik dengan cakupan layanan 19–25 hektare lahan sawah. Kehadiran sumur ini sejalan dengan amanat UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, yang menekankan pentingnya pengelolaan air secara berkelanjutan untuk kebutuhan masyarakat, khususnya sektor pertanian. Selain itu, pembangunan Sumur JIAT juga merupakan implementasi PP Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi serta mendukung RPJMN 2025–2029 dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan. Dengan infrastruktur ini, petani Indramayu semakin terbantu dalam menghadapi musim kemarau dan meningkatkan produktivitas pertanian daerah.
SALURAN TERSIER kecil wujudnya, besar manfaatnya
Hai, Sobat Cimancis! Pekerjaan peningkatan saluran tersier BPI. 3 KN 1 yang berada di wilayah Daerah Irigasi (D.I) Kamun, tepatnya di Desa Biyawak, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, kini telah mencapai progres 77,16 persen. Saluran dengan panjang 600 meter ini nantinya akan memberikan manfaat besar bagi para petani, karena mampu melayani lahan pertanian seluas 35 hektare. Kehadiran infrastruktur irigasi yang lebih baik diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan daerah. @kementerianpu @pu_sda #sigapmembangunnegeriuntukrakyat #mengelolaairuntuknegeri #swasembadapangannasional #setahunberdampak #bbwscimancis
Penanganan Bersama Erosi Sungai Cimanuk di Majalengka, Jawa Barat Respon Cepat BBWS Cimanuk Cisanggarung dengan Bupati Majalengka
Penanganan Erosi Sungai Cimanuk di Desa Ampel, Kabupaten Majalengka Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung bersama Bupati Majalengkamelakukan penanganan erosi di Sungai Cimanuk, tepatnya di Desa Ampel, Kecamatan Ligung,Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan hasil survei awal di lapangan,ditemukan kondisi tebing sungai yang mengalami longsor dengan panjang sekitar 250 meter.Kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan lahan pertanian, pemukiman warga, sertainfrastruktur penunjang di sekitar bantaran sungai. Sebagai tindak lanjut, BBWS Cimanuk Cisanggarung bersama dengan Bupati Majalengkamenggelar pertemuan dengan masyarakat setempat. Forum ini membahas langkahpenanganan yang tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan. Dalam pertemuan tersebut, wargaturut dilibatkan dalam memberikan masukan, sehingga rencana yang disusun tidak hanyabersifat teknis, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang terdampak langsung. Upaya ini selaras dengan amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang SumberDaya Air, yang menegaskan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara terpadu,berkeadilan, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga mengacu pada PeraturanPemerintah Nomor 38 Tahun 2011 tentang Sungai, yang mewajibkan adanya perlindungansungai dari kerusakan, termasuk erosi dan longsoran tebing. Dalam konteks mitigasi bencana, penanganan erosi Sungai Cimanuk ini mendukungpelaksanaan Peraturan Kepala BNPB Nomor 4 Tahun 2008 tentang Pedoman PenyusunanRencana Penanggulangan Bencana, di mana peran serta masyarakat menjadi faktor pentingdalam keberhasilan pengurangan risiko. Oleh karena itu, sinergi antara BBWS, pemerintahdaerah, dan masyarakat di lapangan merupakan langkah strategis yang tidak hanyamenyelesaikan permasalahan saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan di masadepan. Melalui kolaborasi ini, diharapkan tercipta sistem perlindungan sungai yang lebih kokoh,berfungsi optimal untuk mengendalikan banjir, serta menjaga ekosistem di sekitar SungaiCimanuk. Ke depan, BBWS Cimanuk Cisanggarung akan terus mengawal proses penanganansecara bertahap, agar hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligusmendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Majalengka.
Kunjungan Menteri Pekerjaan Umum ke Lokasi Rehabilitasi Irigasi Cikeusik: Wujud Perhatian terhadap Ketahanan Pangan
Menteri Pekerjaan Umum melakukan kunjungan kerja ke lokasi Rehabilitasi Irigasi Cikeusik, Kabupaten Cirebon. Kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap penguatan ketahanan pangan nasional melalui peningkatan infrastruktur irigasi. Rehabilitasi Irigasi Cikeusik merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung intensifikasi pertanian di wilayah Kabupaten Cirebon. Melalui perbaikan jaringan irigasi, ketersediaan suplai air pertanian dapat lebih terjamin sehingga produktivitas lahan sawah dapat terus meningkat. Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa upaya rehabilitasi ini dirancang agar tidak mengganggu pelaksanaan Musim Tanam III (MT III). Distribusi air tetap terjaga dengan baik, sehingga kebutuhan petani untuk mengairi lahan tetap terpenuhi secara berkelanjutan. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur irigasi tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik saluran, tetapi juga pada pengelolaan air yang adil dan berkesinambungan. Dengan adanya rehabilitasi ini, diharapkan sistem irigasi di Cikeusik dapat lebih optimal dalam melayani kebutuhan para petani. Upaya tersebut sejalan dengan misi Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung untuk menjaga ketersediaan air, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di Jawa Barat dan sekitarnya. Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi dorongan semangat bagi seluruh pihak yang terlibat, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat, untuk terus bersinergi dalam mewujudkan kemandirian pangan bangsa.
Menteri Pekerjaan Umum Tinjau Sungai Kalibuntu untuk Optimalisasi Pengendalian Banjir
Menteri Pekerjaan Umum melakukan kunjungan kerja ke Sungai Kalibuntu yang melintasi wilayah Kabupaten Cirebon, Kabupaten Brebes, dan Kabupaten Kuningan. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat sistem pengendalian banjir sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi sungai sebagai sumber kehidupan masyarakat. Sungai Kalibuntu memiliki peran vital dalam menampung debit air hujan, terutama pada musim penghujan. Namun, kapasitas sungai yang menurun akibat sedimentasi dan perubahan lingkungan berpotensi meningkatkan risiko banjir di kawasan sekitarnya. Oleh karena itu, optimalisasi fungsi sungai melalui program pekerjaan pengendalian banjir menjadi sangat penting. Menteri Pekerjaan Umum menegaskan bahwa langkah ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam melindungi masyarakat, infrastruktur, serta lahan produktif dari ancaman banjir tahunan. Dengan pengendalian yang lebih baik, Sungai Kalibuntu diharapkan mampu kembali berfungsi optimal sebagai saluran utama yang menyalurkan dan mengendalikan debit banjir. Kementerian Pekerjaan Umum bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung berkomitmen melaksanakan penanganan sungai secara bertahap dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada upaya menjaga keseimbangan lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang. Melalui kunjungan ini, pemerintah meneguhkan tekad untuk terus memperkuat infrastruktur sumber daya air, menjaga keselamatan masyarakat, serta mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan perekonomian di wilayah Cirebon, Brebes, dan Kuningan.