Publikasi
Berita Balai
Petani Krangkeng Sambut Harapan Baru dari Pembangunan Irigasi
Kholid, seorang petani asal Desa Krangkeng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, menuturkan kondisi yang selama ini dihadapi para petani di wilayahnya. Menurutnya, persoalan utama yang kerap muncul adalah kekurangan air, terutama saat memasuki masa tanam kedua (MT 2). Akibat terbatasnya pasokan air, petani sering kesulitan mengolah lahan secara maksimal. Bahkan, hasil panen yang didapat pun kerap menurun. Kondisi ini tentu menjadi tantangan besar bagi para petani yang menggantungkan hidup dari hasil sawah mereka. Kini, dengan adanya pembangunan saluran irigasi tersier oleh BBWS Cimanuk–Cisanggarung melalui Program Inpres Nomor 02 Tahun 2025, Kholid bersama petani lainnya menyambut harapan baru. Ia berharap aliran air dapat menjangkau hingga ke ujung persawahan, sehingga produksi pertanian meningkat, kesejahteraan petani lebih terjamin, sekaligus mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Bendung Copong: Dari Sungai Cimanuk Mengalir Harapan Swasembada Pangan
Sejarah Singkat Bendung Copong Bendung Copong dibangun antara tahun 2010 hingga 2014 dengan fungsi utama menaikkan dan mempertahankan tinggi muka air Sungai Cimanuk agar dapat dialirkan ke jaringan irigasi terutama pada musim kemarau. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air+1 Struktur ini menjadi bagian dari Daerah Irigasi (DI) Leuwigoong yang melayani areal pertanian seluas ± 5.313 hektar, mencakup 11 kecamatan di Kabupaten Garut. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air. Bendung ini juga aberbagai bangunan pendukung seperti pintu air banjir, pintu pembilas, pintu pemasok, dan kantong lumpur untuk mengatur distribusi air dan mengelola sedimen. Peran Strategis dalam Ketahanan Pangan Bendung Copong memegang peran vital dalam menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan pertanian. Ia tidak hanya menjadi sumber utama pengairan sawah yang menopang produksi beras di wilayah sekitar, tetapi juga berfungsi sebagai penyeimbang distribusi air agar tetap merata, adil, dan berkelanjutan. Dengan perannya yang strategis, bendung ini menjadi salah satu pilar penting menuju swasembada pangan nasional.
Saluran Tersier B.Si.8-9 Ki Rampung, Petani Indramayu Sambut Harapan Baru
Sobat Cimancis, pembangunan saluran tersier B.Si.8-9 Ki di Kabupaten Indramayu kini resmi rampung melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025. Penyelesaian pekerjaan ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur irigasi tersier, yang selama ini menjadi urat nadi sektor pertanian di wilayah Indramayu. Dengan selesainya saluran tersebut, aliran air ke lahan sawah kini dapat terdistribusi lebih lancar, merata, dan berkesinambungan. Para petani pun mendapatkan akses air yang lebih terjamin untuk mengolah lahan mereka secara maksimal, tanpa lagi menghadapi persoalan kekurangan pasokan pada musim tanam. Tak hanya memperbaiki kualitas hasil panen, hadirnya saluran irigasi ini juga diyakini mampu mendorong peningkatan produktivitas pertanian secara signifikan. Lebih jauh, pembangunan ini menjadi langkah penting dalam mendekatkan cita-cita besar bangsa menuju swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional.
Saluran Tersier Gadung Rampung, Air Irigasi Kian Lancar
Pembangunan saluran tersier Gadung resmi rampung melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Penyelesaian ini menegaskan komitmen nyata pemerintah dalam memperkuat jaringan irigasi, khususnya di wilayah pertanian yang menjadi tulang punggung pangan nasional. Dengan berfungsinya saluran tersebut, distribusi air ke lahan sawah kini berjalan lebih lancar, merata, dan berkelanjutan. Kondisi ini memberi harapan baru bagi petani karena pasokan air yang stabil akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas serta kualitas hasil pertanian. Melalui pembangunan ini, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung kembali menunjukkan perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Infrastruktur sumber daya air yang dibangun tidak hanya menghadirkan manfaat teknis, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya para petani yang menggantungkan hidup pada ketersediaan air.
Update Progres Inpres 02 Tahun 2025 di Kabupaten Majalengka
Hai Sobat Cimancis, kali ini kami hadir dengan kabar terbaru mengenai pembangunan infrastruktur melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 di Kabupaten Majalengka. Program ini tengah berjalan di Daerah Irigasi Kamun dan menjadi bagian penting dalam memperkuat jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas pertanian. Sejumlah pekerjaan saat ini tengah berlangsung di beberapa titik, di antaranya Desa Biyawak Kecamatan Jatitujuh, Desa Balida Kecamatan Dawuan, serta Desa Mandapa Kecamatan Dawuan. Setiap titik pekerjaan memiliki peran strategis dalam memastikan distribusi air ke lahan pertanian semakin lancar, merata, dan berkesinambungan. Melalui pembangunan ini, pemerintah terus menunjukkan komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Untuk detail capaian progres pekerjaan, nantikan informasi lengkapnya di postingan berikutnya. Tetap pantau terus Sobat Cimancis untuk update selanjutnya!
Sumur JIAT Kroya, Solusi Air untuk Pertanian Indramayu
Di tengah tantangan kekeringan yang kerap dihadapi para petani, Sumur JIAT di Desa Kroya, Kabupaten Indramayu hadir sebagai sumber daya air baru yang membawa harapan. Infrastruktur ini dibangun untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung cita-cita besar bangsa menuju swasembada pangan nasional. Dengan adanya sumur ini, lahan pertanian yang sebelumnya rawan kekeringan kini mendapatkan suplai air yang lebih terjamin. Kondisi tersebut memberi dampak langsung bagi petani, mulai dari meningkatnya produktivitas hingga berkurangnya risiko gagal panen akibat keterbatasan pasokan air. Pembangunan Sumur JIAT merupakan salah satu upaya nyata BBWS Cimanuk–Cisanggarung bersama Kementerian PUPR dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, infrastruktur ini tidak hanya menjawab kebutuhan jangka pendek, tetapi juga menjadi investasi penting bagi keberlanjutan sektor pertanian di Indramayu.