Publikasi
Berita Balai
PROGRES PEMBANGUNAN SALURAN TERSIER DI DESA BALIDA CAPAI 87,50 PERSEN, PERKUAT PRODUKTIVITAS PERTANIAN MAJALENGKA
Hai Sobat Cimancis! Pembangunan saluran tersier Bba.2 Kn yang berlokasi di Desa Balida, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Majalengka, kini telah mencapai progres sebesar 87,50 persen. Pekerjaan ini merupakan bagian dari program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Saluran dengan panjang 1.336 meter ini dirancang untuk melayani lahan pertanian seluas 25 hektar, yang menjadi sumber penghidupan utama bagi masyarakat setempat. Kehadiran infrastruktur irigasi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air hingga 25 persen dibandingkan kondisi sebelumnya, serta berpotensi menaikkan produktivitas hasil panen padi sebesar 10–15 persen per musim tanam. Dengan tersedianya saluran irigasi yang lebih optimal, petani di Desa Balida dapat mengatur pola tanam dengan lebih baik, mengurangi risiko kekeringan di musim kemarau, dan memperkuat ketahanan pangan daerah. Pembangunan ini menjadi bukti nyata komitmen BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam mendukung kesejahteraan petani melalui pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
SUMUR JIAT SUMBON, WUJUD KOMITMEN BBWS CIMANUK CISANGGARUNG DUKUNG KETAHANAN PANGAN INDRAMAYU
BBWS Cimanuk Cisanggarung terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Desa Sumbon, Kecamatan Kroya, Kabupaten Indramayu. Fasilitas ini menjadi salah satu langkah strategis dalam menyediakan sumber air alternatif bagi sektor pertanian, khususnya di wilayah yang rawan kekeringan. Dengan debit air mencapai 7,5 liter per detik dan jaringan saluran distribusi sepanjang hampir 1 kilometer, Sumur JIAT Sumbon mampu mengairi lebih dari 35 hektar lahan pertanian produktif. Keberadaan infrastruktur ini tidak hanya memperkuat sistem irigasi di tingkat lokal, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian hingga 10–15 persen per musim tanam, berdasarkan estimasi Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR. Kehadiran Sumur JIAT Sumbon menjadi simbol harapan baru bagi para petani di Indramayu. Air yang mengalir dari bumi Sumbon tidak hanya menyuburkan lahan, tetapi juga menumbuhkan semangat dan kesejahteraan masyarakat tani. Melalui program ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pengelolaan sumber daya air berkelanjutan untuk mendukung swasembada dan kemandirian pangan di wilayah kerja Cimanuk–Cisanggarung.
BENDUNG KARET TAWANGSARI, PENJAGA KESEIMBANGAN AIR DAN KETAHANAN PANGAN DI HILIR SUNGAI CISANGGARUNG
Bendung Karet Tawangsari, yang terletak di Kabupaten Cirebon, berperan sebagai salah satu infrastruktur vital dalam menjaga keseimbangan sumber daya air di wilayah hilir Sungai Cisanggarung. Dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, bendung ini berfungsi menahan intrusi air laut agar tidak mencemari sumber air tawar, sekaligus menjaga ketersediaan air irigasi dan air baku bagi masyarakat sekitar. Dengan sistem pengaturan elevasi yang fleksibel, Bendung Karet Tawangsari mampu menyesuaikan debit aliran sesuai kebutuhan, baik untuk pengairan pertanian, suplai air domestik, maupun menjaga kualitas ekosistem sungai. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, keberadaan bendung karet di wilayah pesisir seperti Tawangsari dapat menekan potensi intrusi air laut hingga 70%, sehingga menjaga keberlanjutan pasokan air tawar di kawasan hilir. Peran strategis Bendung Karet Tawangsari tidak hanya sebatas pengendalian air, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi ketahanan pangan dan ketahanan air berkelanjutan di Kabupaten Cirebon. Melalui pengelolaan yang adaptif dan berbasis konservasi, BBWS Cimanuk Cisanggarung terus memastikan bahwa setiap tetes air di wilayah Cisanggarung dapat memberi manfaat optimal bagi pertanian, kehidupan masyarakat, dan kelestarian lingkungan.
Optimalisasi Irigasi Tersier di Indramayu, Dorong Produktivitas Pertanian
Sobat Cimancis, Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas dan Infrastruktur membawa kabar baik bagi petani di Kabupaten Indramayu. Melalui program ini, sawah-sawah yang sebelumnya kurang produktif kini kembali dioptimalkan dengan dukungan jaringan irigasi yang lebih baik. Salah satu langkah nyata adalah optimalisasi saluran tersier dengan cakupan layanan seluas 3.775 hektar. Kehadiran saluran ini memastikan air dapat mengalir merata hingga ke lahan pertanian yang sebelumnya kering. Upaya ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air yang menegaskan pentingnya pengelolaan air demi kemakmuran rakyat. Dengan lancarnya distribusi air irigasi, produktivitas pertanian di Indramayu diharapkan meningkat signifikan. Hal ini turut mendukung swasembada pangan, memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.
Saluran Irigasi Tersier Rampung, Ketahanan Pangan Kian Kuat
Sobat Cimancis, progres pembangunan saluran irigasi tersier kini telah 100% rampung dengan output panjang saluran mencapai 399 meter dan melayani areal pertanian seluas 95 hektar. Pekerjaan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur pertanian di wilayah kerja BBWS Cimanuk–Cisanggarung. Sebelum saluran ini terbangun, lahan pertanian di sekitar lokasi kerap mengalami kekurangan pasokan air, terutama saat musim tanam. Kondisi tersebut membuat produktivitas pertanian belum dapat berjalan maksimal dan menyulitkan petani dalam mengelola lahan mereka. Kini, dengan saluran yang sudah terbangun, distribusi air menjadi lebih lancar, merata, dan efisien. Dampaknya, hasil pertanian meningkat, kesejahteraan petani semakin terdorong, dan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional dapat berjalan lebih baik.
Suara Petani: Saluran Irigasi Bawa Harapan Baru di Indramayu
Masroni, perwakilan Kelompok Tani Kali Anyar, Desa Kali Anyar, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, menyampaikan rasa syukur atas terbangunnya saluran irigasi di wilayahnya. Ia menilai hadirnya infrastruktur ini benar-benar menjawab harapan para petani yang selama ini bergantung pada pasokan air untuk sawah mereka. “Dulu dalam satu tahun kami hanya bisa panen sekali. Sekarang, dengan adanya saluran irigasi ini, air dapat mengalir lancar hingga ke sawah-sawah kami. Alhamdulillah, dalam setahun memungkinkan dua kali panen. Ini sebuah berkah besar bagi kami,” ungkap Masroni penuh rasa syukur. Lebih lanjut, Masroni berharap pembangunan infrastruktur pertanian dapat terus dilanjutkan agar produktivitas petani semakin meningkat sekaligus menopang ketahanan pangan nasional. “Kami para petani sangat berterima kasih kepada pemerintah, khususnya kepada Presiden Prabowo dan Kementerian PU yang telah membantu kami. Semoga pembangunan seperti ini terus dilanjutkan demi kesejahteraan petani dan kemajuan bangsa,” tambahnya.