Publikasi

Berita Balai

IRIGASI MAKIN ANDAL, PANEN PETANI MAKIN MELIMPAH!
Balai Berita
06 Oct 2025

IRIGASI MAKIN ANDAL, PANEN PETANI MAKIN MELIMPAH!

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung terus berkomitmen meningkatkan layanan irigasi demi mendukung ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah nyata yang sedang dilakukan adalah pelaksanaan kegiatan peningkatan dan rehabilitasi jaringan tersier Daerah Irigasi Rentang di Kabupaten Majalengka, tepatnya pada Saluran Tersier Bjth. 6Kn.Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kualitas Infrastruktur Irigasi dan Ketahanan Pangan Nasional. Fokus utamanya adalah memperbaiki infrastruktur jaringan irigasi agar lebih andal dan memastikan distribusi air ke lahan pertanian berlangsung optimal.Dengan jaringan tersier yang lebih baik, petani akan lebih mudah memperoleh pasokan air sesuai kebutuhan tanam. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, memperluas peluang panen, serta mendukung cita-cita besar bangsa untuk mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan.BBWS Cimanuk–Cisanggarung percaya bahwa sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah kerja.

BENDUNG CIKEUSIK DAN REHABILITASI IRIGASI, PENOPANG SWASEMBADA PANGAN CIREBON
Balai Berita
06 Oct 2025

BENDUNG CIKEUSIK DAN REHABILITASI IRIGASI, PENOPANG SWASEMBADA PANGAN CIREBON

Di Desa Sumber Lor, manfaat rehabilitasi jaringan tersier D.I. Cikeusik kini benar-benar dirasakan oleh para petani. Jika sebelumnya aliran irigasi kerap terputus sehingga air sulit mencapai hilir, kini setelah perbaikan saluran distribusi air menjadi lancar. Musim tanam dapat dijalankan lebih konsisten, produktivitas sawah meningkat, dan risiko gagal panen saat musim kering dapat ditekan. Kehadiran infrastruktur irigasi yang lebih andal memberi ruang bagi petani untuk mengatur masa tanam dengan baik, sekaligus berkontribusi langsung pada ketahanan dan swasembada pangan di tingkat desa maupun kecamatan. Testimoni lapangan dan dokumentasi memperlihatkan perubahan nyata: saluran berfungsi lebih baik dan lahan kembali hijau.Secara lebih luas, Desa Sumber Lor merupakan bagian dari Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, yang dikenal memiliki basis pertanian yang kuat. Menurut data BPS, pada 2023 Kecamatan Babakan mencatat luas panen padi sebesar 1.923 hektare dengan produksi gabah kering panen (GKP) mencapai 15.495 ton. Angka ini menggambarkan peran penting komoditas padi bagi ketahanan pangan lokal. Peningkatan pasokan air irigasi di desa-desa seperti Sumber Lor berpotensi mendorong kenaikan produktivitas rata-rata dan total produksi di tingkat kecamatan, sehingga memperkuat peran Babakan sebagai lumbung pangan daerah.Di skala regional, Bendung Cikeusik sebagai sumber utama irigasi bagi ribuan hektare sawah di Cirebon–Kuningan menjadi bukti pentingnya infrastruktur pengairan. Rehabilitasi jaringan tersier yang terintegrasi dengan pengelolaan bendung hulu serta pelibatan petani dalam pemeliharaan jaringan membentuk sinergi berkelanjutan untuk memastikan air benar-benar menghidupi pertanian. Harapannya, perbaikan teknis ini tidak hanya meningkatkan hasil panen dari tahun ke tahun, tetapi juga mendukung manajemen air yang lebih efisien melalui penjadwalan distribusi, pemeliharaan rutin, hingga pemberdayaan kelompok tani. Pada akhirnya, langkah sederhana mengembalikan aliran air ke hilir memberi dampak besar: sawah terairi optimal, panen lebih pasti, dan ketahanan pangan di Desa Sumber Lor maupun Kecamatan Babakan semakin kokoh.

PANEN RAYA KARANGMULYA: AKHIRI 35 TAHUN GAGAL PANEN MT II, PETANI RAIH HARAPAN BARU
Balai Berita
06 Oct 2025

PANEN RAYA KARANGMULYA: AKHIRI 35 TAHUN GAGAL PANEN MT II, PETANI RAIH HARAPAN BARU

Petani adalah pahlawan sejati dalam mewujudkan swasembada pangan Indonesia. Pada peringatan Hari Tani Nasional (24 September), Gapoktan Tani Makmur di Desa Karangmulya, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, menjadi tuan rumah acara Panen Raya Padi Musim Tanam II. Momentum ini menegaskan bahwa perjuangan petani tidak pernah sendiri. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk–Cisanggarung menerima apresiasi langsung dari Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, sebagai bentuk pengakuan atas kerja cepat, sinergi dengan petani, serta kontribusi nyata dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air untuk sektor pertanian.Selama lebih dari 35 tahun, wilayah Karangmulya kerap dilanda gagal panen pada musim tanam kedua (MT II) akibat kekeringan dan minimnya pasokan air irigasi. Kondisi ini berubah setelah rehabilitasi dan penguatan sistem irigasi dilakukan, memastikan air mengalir secara merata hingga ke petak-petak sawah. Kini, petani mampu menjalankan tanam dan panen MT II dengan lancar, sehingga produktivitas meningkat dan harapan baru kembali hadir.Secara makro, Kabupaten Indramayu pada 2024 mencatat produksi padi sekitar 1,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dari luas sawah 125.442 hektare, menjadikannya salah satu kontributor utama produksi padi di Jawa Barat. Kecamatan Kandanghaur sendiri memiliki peran penting dalam pencapaian tersebut. Kehadiran infrastruktur irigasi yang lebih andal tidak hanya membuka peluang peningkatan hasil panen, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal, menambah pendapatan petani, serta memperkokoh cita-cita swasembada pangan nasional. Panen Raya Karangmulya menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara petani dan pemerintah mampu mengubah sejarah kegagalan menjadi kisah sukses keberlanjutan pertanian.

INPRES 2025 HIDUPKAN KEMBALI 3.775 HEKTARE SAWAH INDRAMAYU UNTUK SWASEMBADA PANGAN
Balai Berita
06 Oct 2025

INPRES 2025 HIDUPKAN KEMBALI 3.775 HEKTARE SAWAH INDRAMAYU UNTUK SWASEMBADA PANGAN

Instruksi Presiden (Inpres) Tahun 2025 menjadi angin segar bagi petani Indramayu. Melalui optimalisasi saluran irigasi tersier seluas 3.775 hektare, sawah-sawah yang sebelumnya kering kini kembali produktif. Upaya ini bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan langkah strategis untuk memperkuat swasembada pangan, memastikan ketersediaan air, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.Sebagai salah satu lumbung padi terbesar di Jawa Barat, Indramayu pada 2023 mencatat luas panen padi sebesar 230.456,96 hektare dengan produksi mencapai 1.424.303,10 ton gabah kering panen (GKP) menurut BPS Jawa Barat. Dengan optimalisasi jaringan irigasi tersier, distribusi air menjadi lebih merata, sehingga lahan-lahan yang sebelumnya sulit terairi kini dapat ikut berkontribusi dalam produksi. Hal ini membuka peluang peningkatan hasil panen secara signifikan dan memperkuat posisi Indramayu sebagai pusat produksi pangan nasional.Dampaknya langsung dirasakan petani. Pada musim hujan tahun 2025, rata-rata hasil panen di Indramayu mencapai 7 ton per hektare. Jika lahan 3.775 hektare yang kini terairi mampu menghasilkan rata-rata 6,5 ton per hektare, maka tambahan produksi sekitar 24.537,5 ton GKP bisa tercapai. Selain meningkatkan suplai pangan, langkah ini juga memberi keuntungan lain berupa fleksibilitas jadwal tanam, pengurangan risiko gagal panen akibat kekeringan, serta efisiensi biaya. Dengan Inpres 2025 sebagai pemicu, optimalisasi irigasi menjadi simbol nyata bahwa ketersediaan air adalah kunci terwujudnya ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.

PROGRES PEMBANGUNAN SALURAN TERSIER DI DESA MANDAPA CAPAI 67,12 PERSEN, DORONG EFISIENSI IRIGASI DAN KEMANDIRIAN PANGAN MAJALENGKA
Balai Berita
06 Oct 2025

PROGRES PEMBANGUNAN SALURAN TERSIER DI DESA MANDAPA CAPAI 67,12 PERSEN, DORONG EFISIENSI IRIGASI DAN KEMANDIRIAN PANGAN MAJALENGKA

Hai Sobat Cimancis! Pembangunan saluran tersier di Kabupaten Majalengka melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 02 Tahun 2025 terus menunjukkan perkembangan positif. Di Desa Mandapa, Kecamatan Dawuan, pekerjaan Saluran BLT.8 KR 1 kini telah mencapai progres 67,12 persen. Infrastruktur irigasi dengan panjang 2.056 meter ini dirancang untuk mendukung pengairan lahan pertanian seluas 25 hektar, yang akan memberikan manfaat langsung bagi Kelompok Tani Lolorong dan masyarakat sekitar. Kehadiran saluran tersier ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air irigasi hingga 20–30 persen, dibandingkan kondisi sebelum adanya saluran permanen yang memadai. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (Ditjen SDA) Kementerian PUPR, peningkatan efisiensi jaringan tersier dapat berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas hasil panen sebesar 10–15 persen per musim tanam. Dengan asumsi produktivitas padi di Majalengka saat ini mencapai rata-rata 6 ton per hektar, maka potensi tambahan hasil panen dapat meningkat hingga 15–22 ton gabah kering giling dari total luas layanan 25 hektar. Selain memberikan manfaat ekonomi bagi petani, pembangunan saluran ini juga mendukung keberlanjutan sistem pertanian lokal melalui pengaturan air yang lebih merata dan stabil, terutama di musim kemarau. Upaya ini sejalan dengan komitmen BBWS Cimanuk Cisanggarung dalam mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang efisien, adaptif, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani, pembangunan saluran tersier di Desa Mandapa menjadi bagian penting dari langkah strategis menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Majalengka.

BBWS CIMANUK CISANGGARUNG LAKUKAN SURVEI LAPANGAN UNTUK MITIGASI EROSI SUNGAI CIMANUK DI DESA AMPEL
Balai Berita
06 Oct 2025

BBWS CIMANUK CISANGGARUNG LAKUKAN SURVEI LAPANGAN UNTUK MITIGASI EROSI SUNGAI CIMANUK DI DESA AMPEL

Menindaklanjuti kunjungan bersama Bupati Majalengka pada lokasi gerusan Sungai Cimanuk di Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung melaksanakan survei pengukuran lapangan sebagai langkah awal mitigasi dan penanganan erosi. Kegiatan ini bertujuan memperoleh data kondisi aktual tebing sungai, tingkat keparahan erosi, serta perubahan morfologi alur sungai yang terjadi akibat dinamika aliran. Pengukuran dilakukan menggunakan Total Station dan GPS Geodetik dengan metode poligon terbuka lepas sepanjang kurang lebih 300 meter. Metode ini memungkinkan pengumpulan data dengan tingkat akurasi tinggi terhadap penampang melintang, jarak horizontal, elevasi permukaan tanah, serta bentuk kontur di sekitar tebing sungai. Hasil survei tersebut menjadi dasar penting dalam proses perencanaan teknis desain konstruksi pengaman tebing di titik lokasi gerusan. Melalui survei ini, BBWS Cimanuk Cisanggarung berupaya memastikan setiap langkah penanganan erosi dilakukan secara tepat sasaran dan berbasis data ilmiah, sehingga dapat mengurangi risiko longsor, melindungi lahan produktif masyarakat, serta menjaga stabilitas aliran Sungai Cimanuk secara berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan komitmen BBWS untuk memperkuat mitigasi bencana berbasis pengelolaan sumber daya air terpadu di wilayah kerja Jawa Barat bagian timur.