Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI) Cabang Kalimantan Barat menggelar Seminar Nasional HATHI 2026 bertajuk "Water Futures; Hydraulics for Sustainable Borneo: Membangun Masa Depan Kalimantan Barat melalui Ilmu Teknik Hidraulik dari Desalinasi Air Laut, Pengelolaan Banjir, Air Baku, hingga Irigasi dan Ketahanan Pangan" di Gedung Konferensi Universitas Tanjungpura, Pontianak, Sabtu (4/7). Seminar yang diselenggarakan secara hybrid, baik luring maupun daring, ini menjadi wadah diskusi mengenai implementasi ilmu teknik hidraulik dalam mendukung pembangunan infrastruktur sumber daya air di Kalimantan Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh unsur pemerintah, akademisi, praktisi, civitas akademika, dan mahasiswa yang bersama-sama bertukar gagasan mengenai tantangan dan peluang pengelolaan sumber daya air. Melalui seminar ini, HATHI mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menghasilkan inovasi dan solusi yang mampu menjawab berbagai isu strategis di bidang sumber daya air.
Sesi pertama menghadirkan Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, M. Tahid, yang memaparkan materi mengenai pengelolaan irigasi di Kalimantan Barat dalam mendukung swasembada pangan. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi talkshow bersama Dr. Eng. Ir. Meddy Danial, S.T., M.T., IPM dan Ir. Arfena Deah Lestari, S.T., M.Eng. yang membahas desalinasi air laut dan rumah garam sebagai salah satu alternatif pemenuhan kebutuhan air dan pengembangan potensi wilayah pesisir. Sesi ini dipandu oleh Ir. Eko Yulianto, S.T., M.T., PMu-SDA.
Sesi kedua menghadirkan Prof. Dr. Hj. Henny Herawati, S.T., M.T., IPM yang membahas upaya menjaga Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas melalui pengendalian tata guna lahan wilayah hulu, serta Dr. Jane Elisabeth Wuysang, M.T. yang mengangkat isu degradasi kualitas air baku dan air tanah akibat perubahan tata guna lahan. Diskusi dipandu oleh Ir. Sumi Harnita, S.T., M.T. Seminar juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang memberikan kesempatan kepada peserta, baik secara luring maupun daring, untuk mengajukan pertanyaan dan berdiskusi langsung dengan para narasumber mengenai berbagai tantangan pengelolaan sumber daya air.
Melalui Seminar Nasional HATHI 2026, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, akademisi, praktisi, dan generasi muda dalam mengembangkan ilmu teknik hidraulik sebagai fondasi pembangunan infrastruktur sumber daya air yang tangguh dan berkelanjutan. Berbagai gagasan yang lahir dari forum ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi pengelolaan sumber daya air serta pembangunan Kalimantan Barat di masa depan.