Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembangunan infrastruktur sumber daya air berjalan sesuai target, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I mengikuti kegiatan Pemantauan Progres dan Manajemen Risiko yang diselenggarakan oleh Direktorat Kepatuhan Intern secara daring pada Selasa (09/06). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memantau perkembangan pekerjaan secara aktual, mengevaluasi capaian progres, serta mengidentifikasi potensi risiko yang dapat memengaruhi pelaksanaan konstruksi di lapangan.
Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, Kepala Seksi Pelaksanaan, dan Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Kalimantan I Provinsi Kalimantan Barat mengikuti kegiatan dari lokasi Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya. Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai dan Pantai mengikuti kegiatan dari lokasi Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Berembang, Kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaan rapat dari lokasi pekerjaan dilakukan untuk memberikan gambaran kondisi lapangan secara langsung sekaligus mendukung proses monitoring yang lebih efektif.
Dalam arahannya, Plt. Direktur Kepatuhan Intern, Syauqiatul Afnani Rangkuti, menegaskan bahwa kegiatan pemantauan dan manajemen risiko dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap keberhasilan pelaksanaan pekerjaan di seluruh satuan kerja. Ia mengingatkan bahwa semakin besar nilai anggaran suatu pekerjaan, semakin besar pula risiko yang perlu dikelola. Oleh karena itu, setiap satuan kerja diharapkan secara konsisten melakukan mitigasi risiko melalui pemantauan dan evaluasi berkala agar potensi permasalahan dapat diantisipasi sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Direktorat Kepatuhan Intern mendorong penerapan manajemen risiko yang dilakukan secara rutin, termasuk evaluasi mingguan terhadap potensi kendala yang mungkin muncul selama pelaksanaan pekerjaan. Dengan langkah tersebut, setiap temuan maupun permasalahan dapat ditangani secara cepat dan tepat. Diharapkan, upaya pemantauan dan mitigasi risiko yang berkelanjutan dapat mendukung terwujudnya pembangunan infrastruktur sumber daya air yang efektif, akuntabel, tepat mutu, tepat waktu, serta memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.