WS Kapuas

Tentang Kami

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I adalah Unit Pelaksana Teknis di Bidang Konservasi Sumber Daya Air, Pengembangan Sumber Daya Air, Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian Daya Rusak Air pada Wilayah Sungai, yang berada dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Type A.

Pengelolaan Sumber Daya Air di Wilayah Sungai Kapuas Provinsi Kalimantan Barat yang meliputi :

  • Perencanaan
  • Pelaksanaan Konstruksi
  • Operasi dan Pemeliharaan

Berita Terkini

antisipasi-banjir-dan-rob-bws-kalimantan-i-perkuat-kolaborasi-penanganan-banjir-kota-pontianak
Antisipasi Banjir dan Rob, BWS Kalimantan I Perkuat Kolaborasi Penanganan Banjir Kota Pontianak
Berita Balai 18-06-2026, 11:55

Dalam rangka mengantisipasi dan meminimalisir dampak banjir yang kerap terjadi akibat curah hujan tinggi dan pasang air laut (rob), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Kota Pontianak yang diselenggarakan di Kantor Wali Kota Pontianak pada Rabu (17/06). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi serta merumuskan langkah-langkah strategis dan terintegrasi dalam upaya pengendalian banjir di Kota Pontianak.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pontianak menyampaikan bahwa Kota Pontianak memiliki karakteristik wilayah yang unik karena dibelah oleh dua sungai besar dan didukung oleh ratusan saluran serta parit yang saling terhubung. Kondisi tersebut menjadikan penanganan banjir dan genangan akibat air pasang memerlukan perhatian serta upaya yang lebih intensif.

"Kota Pontianak dibelah oleh dua sungai dan terdapat ratusan parit kecil sehingga penanganan banjir maupun air pasang memerlukan upaya yang ekstra. Karena penanganannya melibatkan berbagai kewenangan, maka diperlukan kolaborasi yang kuat antarinstansi untuk mencari solusi yang efektif dalam meminimalisir banjir," ujar Wali Kota Pontianak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BWS Kalimantan I menyampaikan komitmen BWS dalam mendukung penanganan banjir di Kota Pontianak melalui berbagai langkah teknis dan kajian yang sedang dilaksanakan. Saat ini, BWS Kalimantan I tengah melaksanakan studi banjir Kota Pontianak secara terintegrasi sebagai dasar penyusunan strategi penanganan yang komprehensif. Selain itu, upaya penanganan cepat juga terus dilakukan melalui pengoperasian pompa pada titik-titik rawan genangan guna membantu mempercepat surutnya air saat terjadi banjir maupun rob.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi risiko banjir serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat Kota Pontianak.

pemeliharaan-berkala-sungai-di-rasau-jaya-i-tingkatkan-kelancaran-aliran-dan-kurangi-risiko-genangan
Pemeliharaan Berkala Sungai di Rasau Jaya I Tingkatkan Kelancaran Aliran dan Kurangi Risiko Genangan
Berita Balai 17-06-2026, 15:50

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan pemeliharaan berkala pada sungai di Desa Rasau Jaya I, Kabupaten Kubu Raya, sebagai upaya menjaga fungsi aliran sungai dan mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman. Kegiatan ini dilakukan pada ruas sungai sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer yang berada di sisi jalan dan berperan penting dalam mengalirkan air dari lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, BWS Kalimantan I menggunakan excavator amfibi untuk mendukung pekerjaan pada area yang tergenang dan sulit dijangkau. Pekerjaan pemeliharaan meliputi pengangkatan sampah, pembersihan tanaman liar yang tumbuh di badan sungai, serta pengerukan sedimen yang menyebabkan pendangkalan dan menghambat aliran air.

Sebelum dilakukan pemeliharaan, kondisi sungai mengalami penyempitan akibat tumpukan sedimen dan vegetasi liar. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, aliran air tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menyebabkan genangan yang berdampak pada banyak rumah warga di sekitar lokasi. Oleh karena itu, normalisasi melalui pemeliharaan berkala menjadi langkah penting untuk mengembalikan kapasitas sungai.

Melalui kegiatan ini, aliran sungai diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sehingga mampu mengurangi potensi genangan maupun luapan air ke permukiman warga. BWS Kalimantan I akan terus melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara berkelanjutan guna menjaga kinerja infrastruktur sumber daya air serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

respon-cepat-penanganan-banjir-dan-genangan-bws-kalimantan-i-pontianak-turunkan-mobile-pump-
Respon Cepat Penanganan Banjir dan Genangan, BWS Kalimantan I Pontianak Turunkan Mobile Pump
Berita Balai 16-06-2026, 15:23

Pontianak – Banjir dan genangan terjadi di sejumlah wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya setelah hujan dengan intensitas sangat lebat mengguyur kawasan tersebut sejak Senin (15/06) malam hingga Selasa (16/06) pagi. Berdasarkan data AWS Maritim Pontianak dari Stasiun Meteorologi Maritim BMKG Kalimantan Barat, curah hujan pada 16 Juni 2026 mencapai kategori sangat lebat, yaitu berkisar antara 100–150 mm per hari.

Tingginya curah hujan tersebut diperparah oleh kondisi pasang air laut (rob) yang menghambat pembuangan air ke sungai dan laut. Selain itu, pendangkalan serta penyempitan pada sejumlah saluran drainase turut menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal sehingga genangan bertahan lebih lama di beberapa lokasi.

Merespons kondisi tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (OP) Sumber Daya Air segera melakukan berbagai langkah penanganan. Upaya yang dilakukan meliputi pendataan dan pelaporan kejadian banjir, identifikasi kebutuhan peralatan dan material penanganan banjir, serta memastikan kesiapan seluruh peralatan pendukung yang tersedia.

Sebagai bagian dari penanganan darurat, BWS Kalimantan I menurunkan dan mengoperasikan Mobile Pump di kawasan Jalan M. Sohor (Parit Tokaya) serta melakukan penyedotan air di kawasan Purnama untuk membantu mempercepat surutnya genangan dan mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat.

Selain penanganan darurat, BWS Kalimantan I juga melaksanakan kegiatan pemeliharaan berkala berupa normalisasi pada beberapa sungai ordo 2 yang terhubung dengan Sungai Kapuas. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas aliran air sehingga dapat mendukung kelancaran drainase dan mempercepat pengaliran limpasan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Seluruh upaya tersebut dilaksanakan melalui koordinasi dan sinergi bersama Pemerintah Kota Pontianak, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, serta instansi terkait lainnya guna meminimalkan dampak genangan maupun limpasan banjir yang terjadi.

Di tengah upaya penanganan yang terus dilakukan, BMKG Maritim Pontianak mengingatkan bahwa potensi banjir rob di wilayah Kalimantan Barat masih perlu diwaspadai. Pasang maksimum air laut diperkirakan masih berlangsung hingga 20 Juni 2026 sehingga masyarakat yang berada di wilayah pesisir, bantaran sungai, dan daerah rawan genangan diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan muka air.

Melalui respons cepat, kolaborasi, dan sinergi lintas instansi, diharapkan dampak banjir dan genangan dapat diminimalkan sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan dengan aman dan lancar

siapkan-685-tpm-untuk-dukung-p3-tgai-dan-ketahanan-pangan-tahun-2026
Siapkan 685 TPM untuk Dukung P3-TGAI dan Ketahanan Pangan Tahun 2026
Berita Balai 12-06-2026, 15:06

Dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I menyelenggarakan kegiatan Penandatanganan Kontrak dan Pelatihan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) yang berlangsung pada Rabu hingga Jumat, 10–12 Juni 2026, di Hotel Aston Pontianak. Kegiatan ini diikuti oleh 685 TPM yang akan mendampingi pelaksanaan program P3-TGAI di wilayah kerja BWS Kalimantan I.

Kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Operasi dan Pemeliharaan III, Sumalianto. Selanjutnya, Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Kasatker OP), Fadiah, menyampaikan bahwa TPM merupakan ujung tombak dan perpanjangan tangan BWS Kalimantan I di lapangan. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan P3-TGAI yang mencapai 1.357 titik, terbesar kedua di Indonesia.

Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat kepada para TPM yang telah terpilih serta berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas dengan profesional dan penuh tanggung jawab dalam mendukung keberhasilan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026.

Selanjutnya dilaksanakan Pelatihan TPM melalui beberapa rangkaian kegiatan, antara lain paparan dan diskusi bersama Kasatker Operasi dan Pemeliharaan (OP), Kepala Seksi Pengamanan Pembangunan Strategis Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Jumriadi Usman, serta penyampaian materi oleh Tim Pelaksana Balai dan Konsultan Manajemen Balai (KMB). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas TPM dalam mendukung pelaksanaan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan kontrak oleh para TPM sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelaksanaan Program P3-TGAI Tahun Anggaran 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan TPM dapat menjalankan tugasnya secara profesional sehingga program dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung ketahanan pangan.

pembangunan-perkuatan-tebing-sungai-raya-dalam-untuk-mendukung-pengendalian-banjir-dan-stabilitas-lingkungan
Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Raya Dalam untuk Mendukung Pengendalian Banjir dan Stabilitas Lingkungan
Berita Balai 11-06-2026, 16:01

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I melaksanakan Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Raya Dalam di Kalimantan Barat sebagai upaya menjaga stabilitas tebing, meningkatkan fungsi drainase, serta mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

Pekerjaan ini dilakukan pada tebing drainase utama Sungai Raya Dalam yang rentan terhadap gerusan aliran air dan potensi longsoran. Melalui pembangunan perkuatan tebing, aliran air dapat mengalir lebih lancar, sekaligus melindungi tebing dari kerusakan akibat erosi yang terjadi secara terus-menerus.

Keberadaan infrastruktur ini juga berperan penting dalam mengurangi risiko banjir dengan menjaga kapasitas saluran tetap optimal. Selain itu, perkuatan tebing berfungsi meningkatkan kestabilan lereng sungai sehingga dapat meminimalkan potensi longsor yang berisiko mengancam permukiman, fasilitas umum, maupun aktivitas masyarakat di sekitarnya.

Pembangunan Perkuatan Tebing Sungai Raya Dalam merupakan bagian dari komitmen Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Wilayah Sungai Kalimantan I dalam menjaga fungsi sungai dan drainase sebagai infrastruktur vital pengendali air. Dengan kondisi tebing yang lebih stabil dan sistem drainase yang berfungsi optimal, lingkungan sekitar menjadi lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang andal, diharapkan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat dalam bentuk peningkatan perlindungan terhadap kawasan sekitar sungai, pengurangan risiko bencana, serta terwujudnya tata kelola sumber daya air yang lebih baik untuk mendukung pembangunan wilayah.

Video

Instagram

Dukung Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak Wujudkan Zona Integritas