WS Kapuas

Tentang Kami

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I adalah Unit Pelaksana Teknis di Bidang Konservasi Sumber Daya Air, Pengembangan Sumber Daya Air, Pendayagunaan Sumber Daya Air dan Pengendalian Daya Rusak Air pada Wilayah Sungai, yang berada dan bertanggung jawab kepada Direktur Jenderal Sumber Daya Air Departemen Pekerjaan Umum yang merupakan Type A.

Pengelolaan Sumber Daya Air di Wilayah Sungai Kapuas Provinsi Kalimantan Barat yang meliputi :

  • Perencanaan
  • Pelaksanaan Konstruksi
  • Operasi dan Pemeliharaan

Berita Terkini

bws-kalimantan-i-dampingi-peninjauan-komisi-v-dpr-ri-dorong-percepatan-pembangunan-turap
BWS Kalimantan I Dampingi Peninjauan Komisi V DPR RI, Dorong Percepatan Pembangunan Turap
Berita Balai 23-04-2026, 14:50

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I mendampingi Anggota Komisi V DPR RI, Boyman Harun, dalam kegiatan peninjauan lapangan di kawasan Jalan Parit Haji Husin I, Kota Pontianak, pada Rabu (22/04). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi parit yang menjadi urat nadi kawasan tersebut, sekaligus meninjau titik-titik yang kerap terdampak banjir. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam merespons keluhan masyarakat terkait genangan yang masih sering terjadi di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Boyman Harun menyampaikan bahwa pembangunan turap di Parit Haji Husin I akan segera direalisasikan dan menjadi prioritas penanganan. Ia menekankan pentingnya percepatan pembangunan turap guna mengurangi risiko banjir yang selama ini terjadi, sehingga ke depan tidak ada lagi genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan Parit Haji Husin I. Langkah ini diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan kenyamanan warga.

Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid menjelaskan bahwa kawasan Parit Haji Husin I memang mengalami banjir secara rutin, dengan frekuensi minimal tiga kali dalam setahun. Kondisi tersebut memberikan dampak yang cukup luas, baik terhadap kehidupan sosial maupun aktivitas ekonomi masyarakat setempat. Oleh karena itu, BWS Kalimantan I menyatakan komitmennya untuk mendukung dan memprioritaskan pembangunan turap sebagai langkah percepatan penanganan banjir, sehingga permasalahan yang selama ini dirasakan masyarakat dapat segera tertangani secara lebih optimal.

bws-kalimantan-i-perkuat-kesiapan-hadapi-karhutla-2026-dalam-apel-kesiapsiagaan-nasional
BWS Kalimantan I Perkuat Kesiapan Hadapi Karhutla 2026 dalam Apel Kesiapsiagaan Nasional
Berita Balai 17-04-2026, 16:55

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I turut ambil bagian dalam Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Barat, Kamis (16/4). Kegiatan ini dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia, Djamari Chaniago, serta dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan lembaga terkait.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq, pimpinan BNPB dan BMKG, serta Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan bersama jajaran Forkopimda Kalimantan Barat. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam menghadapi ancaman Karhutla.

Dalam arahannya, Menko Polhukam menegaskan pentingnya kesiapsiagaan yang berkelanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial. Perhatian pemerintah terhadap penanggulangan bencana Karhutla dinilai sangat besar, sehingga capaian yang telah diraih perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui koordinasi yang solid antar seluruh pihak. Kalimantan Barat juga disoroti sebagai wilayah dengan potensi Karhutla yang cukup tinggi sehingga membutuhkan langkah pencegahan yang lebih optimal dan terintegrasi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, BWS Kalimantan I terus berperan aktif dalam mendukung pengelolaan sumber daya air, khususnya dalam menjaga ketersediaan air di wilayah rawan sebagai langkah mitigasi Karhutla. Partisipasi dalam apel kesiapsiagaan ini menjadi wujud komitmen BWS Kalimantan I untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna menghadapi musim kemarau dan meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan di tahun 2026.

bws-kalimantan-i-berpartisipasi-dalam-rakor-strategi-mitigasi-dan-penanggulangan-dampak-kemarau-2026
BWS Kalimantan I Berpartisipasi dalam Rakor Strategi Mitigasi dan Penanggulangan Dampak Kemarau 2026
Berita Balai 13-04-2026, 16:48

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I turut berpartisipasi dalam Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi dan Penanggulangan yang diselenggarakan secara daring pada Senin (13/04), sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan dalam pengelolaan sumber daya air di tingkat nasional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan menghadapi musim kemarau tahun 2026, khususnya untuk mengantisipasi dampak musim kemarau panjang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.

Rapat koordinasi tersebut diawali dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Plh. Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Adenan Rasyid, yang menegaskan pentingnya penguatan mitigasi terpadu melalui perencanaan yang komprehensif dan kolaboratif. Ia juga menekankan perlunya pemantauan intensif terhadap ketersediaan air, pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipatif, kesiapsiagaan sarana dan prasarana, serta penguatan koordinasi lintas sektor guna memastikan respons yang cepat, tepat, dan efektif dalam menghadapi dinamika kondisi di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, BWS Kalimantan I mengikuti seluruh rangkaian pembahasan secara aktif bersama para peserta dari berbagai instansi, meskipun kegiatan dilaksanakan secara daring. Forum ini menjadi wadah strategis untuk berbagi informasi, menyelaraskan langkah, serta memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan efektivitas upaya mitigasi dan penanggulangan dampak musim kemarau.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan dapat dirumuskan langkah-langkah konkret yang tidak hanya bersifat responsif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan bersama serta memperkuat ketahanan sektor sumber daya air dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau panjang tahun 2026.

Video

Instagram

Dukung Balai Wilayah Sungai Kalimantan I Pontianak Wujudkan Zona Integritas