Menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan akan meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I terus memperkuat berbagai langkah kesiapsiagaan di wilayah Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga, mengurangi dampak kekeringan, serta mendukung penanganan karhutla melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sebagai bentuk kesiapan di lapangan, BWS Kalimantan I telah menyiapkan posko-posko siaga yang tersebar di sejumlah wilayah kerja. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi dalam memantau kondisi sumber daya air, menerima laporan dari lapangan, serta mempercepat respons apabila terjadi kondisi darurat. Selain itu, pemetaan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun rawan karhutla terus diperbarui sebagai dasar dalam menentukan langkah antisipasi yang tepat.
Tidak hanya itu, BWS Kalimantan I juga menyiapkan berbagai strategi untuk menghadapi potensi El Nino, di antaranya menjaga ketersediaan air melalui pengelolaan sumber daya air secara optimal, mengurangi risiko kekeringan dan karhutla, memperkuat koordinasi institusional dan lintas sektor, serta meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan kondisi hidrologi secara berkala. Kesiapan tersebut turut didukung oleh personel serta aset tanggap darurat yang siap dikerahkan apabila diperlukan guna mendukung penanganan di lapangan.
Menghadapi El Nino membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, BWS Kalimantan I mengajak masyarakat untuk bersama-sama menggunakan air secara bijak, menjaga kebersihan sungai dan saluran air, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan. Melalui kesiapsiagaan, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat, diharapkan dampak El Nino di Kalimantan Barat dapat diminimalkan sehingga masyarakat tetap memperoleh manfaat dari sumber daya air yang berkelanjutan.