Pastikan Layanan Air Baku Sungai Semelagi Tetap Andal, BWS Kalimantan I Rutin Laksanakan Pemeliharaan dan Pengawasan

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak memastikan layanan air baku dari Sungai Semelagi tetap andal untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Kota Singkawang. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat (23/01) melalui pengelolaan Infrastruktur Air Baku (IAB) Semelagi berkapasitas 150 liter per detik, yang menyalurkan pasokan air baku guna mendukung operasional PDAM Kota Singkawang.

Air baku Sungai Semelagi saat ini melayani masyarakat di Kecamatan Singkawang Barat, Singkawang Tengah, Singkawang Selatan, serta sebagian wilayah Singkawang Utara. Infrastruktur ini menjadi salah satu tulang punggung penyediaan air bersih, khususnya bagi kawasan perkotaan di Kota Singkawang.

Untuk menjaga keandalan layanan, BWS Kalimantan I secara rutin melaksanakan pemeliharaan dan pengawasan infrastruktur air baku. Upaya tersebut dilakukan guna memastikan kualitas dan kuantitas air tetap terjaga sehingga distribusi air dapat berlangsung lancar dan berkelanjutan.

Direktur PDAM Kota Singkawang menyampaikan bahwa kapasitas eksisting sebesar 150 liter per detik sangat membantu pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Namun seiring pertumbuhan penduduk dan meningkatnya kebutuhan layanan, PDAM mendorong peningkatan kapasitas debit air baku Sungai Semelagi melalui sinergi berkelanjutan dengan BWS Kalimantan I agar layanan air bersih semakin andal, merata, dan mampu mendukung pembangunan Kota Singkawang ke depan.

Konsultasi bersama Komisi II dan III membahas irigasi pertanian, sumber air baku, serta penanganan isu strategis wilayah Kabupaten Sambas.

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I menerima kunjungan konsultasi dari Ketua dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, serta Ketua, Wakil Ketua, dan anggota DPRD Komisi II dan Komisi III pada Kamis (15/01) di Aula Kapuas, Kantor BWS Kalimantan I. Kegiatan ini menjadi forum koordinasi untuk memperkuat sinergi pengelolaan sumber daya air dan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sambas.

Konsultasi difokuskan pada pembahasan peran masing-masing komisi. Komisi II yang membidangi perekonomian dan keuangan menyoroti sinergisitas saluran irigasi pertanian, sementara Komisi III yang membidangi pembangunan membahas perencanaan dan pengembangan sumber air baku agar mendukung kebutuhan masyarakat.

Sejumlah isu strategis turut dibahas, antara lain abrasi pantai di Desa Matang Danau (Paloh), Desa Kuala, dan Sungai Nyirih (Selakau), pencemaran Danau Sebedang yang berdampak pada kualitas sumber air baku, serta pentingnya keterpaduan pengelolaan saluran irigasi utama dan tersier. Dalam pertemuan ini juga disampaikan usulan pembangunan saluran irigasi di Kabupaten Sambas pada Tahun Anggaran 2026.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BWS Kalimantan I menekankan pentingnya sinkronisasi lintas sektor serta kesiapan perencanaan agar program pengelolaan sumber daya air dapat dilaksanakan secara efektif dan berkelanjutan. Melalui forum konsultasi ini, diharapkan terbangun kesepahaman bersama dalam perencanaan dan penanganan isu strategis sumber daya air di Kabupaten Sambas.

BWS Kalimantan I Tinjau Lokasi Terdampak Banjir di Sekadau, Sanggau, dan Landak

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan monitoring dan peninjauan lapangan pada sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Sekadau, Kabupaten Sanggau, dan Kabupaten Landak pada Sabtu hingga Minggu (10–11 Januari 2026). Kegiatan ini merupakan bentuk respon cepat BWS Kalimantan I terhadap kejadian banjir yang terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang cukup lama, yang berdampak pada aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah.

Peninjauan lapangan dilaksanakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan banjir. Melalui kegiatan ini, tim melakukan pengecekan langsung kondisi wilayah terdampak, pelaksanaan penanganan tanggap darurat di lapangan, serta penyamaan data dan informasi terkait dampak banjir sebagai dasar pengambilan langkah penanganan selanjutnya.

Berdasarkan hasil peninjauan, banjir terjadi akibat meluapnya sungai yang dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan serta adanya kiriman air dari daerah hulu. Kondisi tersebut menyebabkan genangan air di sejumlah wilayah dengan ketinggian mencapai sekitar 50 sentimeter, yang merendam permukiman warga dan badan jalan. Akibatnya, aktivitas masyarakat terganggu, termasuk terhambatnya arus lalu lintas di beberapa titik terdampak.

Selain itu, BWS Kalimantan I bersama BPBD dan instansi terkait melakukan identifikasi kondisi sungai, permukiman warga, serta infrastruktur yang terdampak banjir, sekaligus merumuskan kebutuhan tindak lanjut yang diperlukan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat mendukung penanganan banjir yang lebih cepat, terkoordinasi, dan efektif, serta menjadi dasar perencanaan langkah-langkah penanggulangan banjir ke depan secara berkelanjutan.

BWS Kalimantan I Laksanakan Serah Terima Hasil Pekerjaan P3-TGAI Tahap II

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan kegiatan Serah Terima Hasil Pekerjaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahap II pada Senin (29/12) di Hotel Novotel. Kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI, Kepala Dinas PU penerima bantuan P3-TGAI, jajaran pejabat BWS Kalimantan I, kepala desa, Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), Konsultan Manajemen Balai (KMB), Asisten KMB, serta Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM).

Acara diawali dengan penyampaian laporan Ketua Panitia, Sumalianto. Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP), Fadiah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Program P3-TGAI merupakan bagian dari upaya mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendorong peran aktif P3A dalam pengelolaan irigasi.

Sementara itu, Kepala BWS Kalimantan I, M. Tahid, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi seluruh pihak selama pelaksanaan program serta menekankan pentingnya pemeliharaan saluran irigasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Kegiatan kemudian ditutup dengan sambutan Anggota Komisi V DPR RI, Yuliansyah, yang secara resmi membuka acara dan menyampaikan optimismenya bahwa program ini mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan petani di Kalimantan Barat.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Hasil Pekerjaan sebagai bentuk komitmen BWS Kalimantan I dalam menjamin keberlanjutan pemanfaatan hasil pembangunan sumber daya air.

BWS Kalimantan I Selenggarakan Sosialisasi RAAT Wilayah Sungai Kapuas Tahun 2026

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I menyelenggarakan Sosialisasi Rencana Alokasi Air Tahunan (RAAT) Wilayah Sungai Kapuas Tahun 2026 sebagai upaya mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan, berkeadilan, dan terkoordinasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin (22/12) di Hotel Four Points, Kubu Raya.

Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, jajaran BWS Kalimantan I, perangkat daerah Provinsi Kalimantan Barat, Bappeda, Dinas PUPR, Tim TKPSDA dan Tim Rekomtek, Perumda Air Minum, serta perwakilan badan usaha dan pelaku industri pengguna sumber daya air di Wilayah Sungai Kapuas sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam pengelolaan sumber daya air.

Dalam rangkaian pembukaan kegiatan, laporan pelaksanaan sosialisasi disampaikan oleh PPK Operasi dan Pemeliharaan SDA I, Irvan Hamid. Selanjutnya, dalam sambutannya, Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan SDA, Fadiah, menyampaikan harapan agar kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam penyusunan RAAT di Wilayah Sungai Kapuas dapat terus diperkuat guna mewujudkan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan. Kegiatan Sosialisasi RAAT Wilayah Sungai Kapuas Tahun 2026 kemudian secara resmi dibuka oleh Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I, M. Tahid.

Melalui kegiatan ini, BWS Kalimantan I menyampaikan rencana alokasi air Tahun 2026 beserta ketentuan pelaksanaannya serta membuka ruang diskusi guna menyamakan persepsi antar pemangku kepentingan, sehingga pengelolaan dan pemanfaatan SDA di Wilayah Sungai Kapuas dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Peringati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025, BWS Kalimantan I Laksanakan Upacara Usung Tema Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045

Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan apel pagi pada Senin (22/12) di halaman Kantor BWS Kalimantan I. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pegawai sebagai momentum untuk mengenang semangat, perjuangan, dan pengabdian perempuan Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan.

Apel dipimpin oleh Kepala Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan (Satker OP) BWS Kalimantan I, Fadiah, selaku pembina apel. Dalam amanat Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 dengan tema “Perempuan Berdaya dan Berkarya, Menuju Indonesia Emas 2045”, disampaikan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai penggerak perubahan dalam keluarga, masyarakat, dan pembangunan bangsa. Seluruh pegawai diajak untuk terus mendukung pemberdayaan perempuan agar mampu berkontribusi secara aktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Peringatan Hari Ibu ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menghargai peran dan kontribusi perempuan, serta mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif, setara, dan saling mendukung dalam kehidupan bermasyarakat menuju Indonesia Emas 2045.