BWS Kalimantan I dan Pemkab Melawi Bersinergi Tingkatkan Akses Air Bersih di Desa Batu Buil

Upaya peningkatan akses air bersih di Kabupaten Melawi terus diperkuat melalui sinergi antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I, Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Melawi, serta PDAM Tirta Nadi Kabupaten Melawi. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (25/06) di Kantor BWS Kalimantan I, para pihak membahas rencana pembangunan sistem air baku di Desa Batu Buil, Kecamatan Belimbing, guna mendukung peningkatan pelayanan air minum bagi masyarakat. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Melawi, M. Doliya, yang menyampaikan dukungannya terhadap upaya pengembangan infrastruktur air baku sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.

Pembahasan ini menjadi penting mengingat cakupan pelayanan air minum di Kabupaten Melawi pada tahun 2023 baru mencapai 18,5 persen sehingga masih diperlukan berbagai langkah percepatan untuk memperluas jangkauan layanan. Sejalan dengan target pemerintah daerah untuk meningkatkan cakupan pelayanan hingga 31 persen, ketersediaan infrastruktur air baku yang andal menjadi faktor utama dalam mendukung peningkatan kapasitas pelayanan PDAM sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat akan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi melalui Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR bersama PDAM Tirta Nadi mengusulkan pembangunan sarana air baku dengan kebutuhan debit sekitar 30 liter per detik. Infrastruktur yang direncanakan meliputi pembangunan reservoir sebagai tampungan air sementara dan broncaptering untuk menangkap serta melindungi sumber mata air sebelum dialirkan ke sistem distribusi. BWS Kalimantan I menyambut baik usulan tersebut dan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta para pemangku kepentingan dalam mendukung penyediaan air baku yang berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat Kabupaten Melawi.

Sinergitas BWS Kalimantan I dan Perumdam Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas Kembangkan Layanan Air Baku dan Pemerataan Akses Air Bersih

Upaya peningkatan layanan air bersih di Kabupaten Sambas terus didorong melalui sinergi antara Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I dan Perumdam Tirta Muare Ulakan Kabupaten Sambas. Dalam audiensi yang berlangsung di Kantor BWS Kalimantan I, Pontianak, pada Rabu (24/06), kedua pihak membahas berbagai kebutuhan pengembangan sistem air baku guna mendukung pelayanan air bersih yang lebih andal dan merata bagi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Perumdam turut menyampaikan laporan operasional dan pemeliharaan Sistem Air Baku Sambas yang memanfaatkan sumber air dari Riam Pencarek, serta usulan pembangunan booster air baku untuk meningkatkan pelayanan di wilayah Desa Semantir Kecamatan Teluk Keramat.

 

Selain peningkatan layanan pada sistem yang telah ada, pertemuan tersebut juga membahas aspirasi masyarakat terkait pemerataan akses air bersih. Sejumlah warga yang bermukim di sekitar jalur pipa transmisi menyampaikan harapan agar dapat memperoleh layanan air bersih secara langsung. Selama ini, pipa transmisi yang melintas di dekat permukiman mereka berfungsi menyalurkan air ke wilayah pelayanan lain, sementara sebagian masyarakat di sekitar jaringan tersebut belum terlayani secara optimal. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam perencanaan pengembangan jaringan pelayanan ke depan agar manfaat infrastruktur yang telah dibangun dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

 

Dalam audiensi tersebut, Perumdam juga mengusulkan pembangunan sistem air baku baru untuk melayani Kecamatan Jawai, Jawai Selatan, dan Tekarang. Pengembangan infrastruktur ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan air bersih yang terus meningkat sekaligus memperluas cakupan pelayanan air minum di wilayah yang masih memerlukan dukungan sarana dan prasarana air baku. Melalui koordinasi yang terus dilakukan, BWS Kalimantan I dan Perumdam Sambas berkomitmen memperkuat sinergi dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Sambas

BWS Kalimantan I Laksanakan Normalisasi Sungai Parit Delima untuk Mendukung Pertanian dan Ketersediaan Air

Kubu Raya – Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan pekerjaan normalisasi Sungai Parit Delima di Kabupaten Kubu Raya pada Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya menjaga fungsi sumber daya air dan mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.

 

Bagi masyarakat di kawasan Parit Delima, sungai memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Selain menjadi sumber air bagi lahan pertanian, sungai juga berfungsi sebagai cadangan air yang dapat dimanfaatkan saat musim kemarau. Oleh karena itu, kondisi sungai perlu terus dijaga agar mampu memberikan manfaat secara optimal dan berkelanjutan.

 

Pekerjaan normalisasi dilakukan sepanjang 3,6 kilometer menggunakan excavator long arm. Kegiatan ini meliputi pengangkatan sedimen dan material yang menghambat aliran sungai sehingga kapasitas tampung dan kelancaran aliran air dapat ditingkatkan.

 

Dengan kondisi sungai yang lebih bersih dan lancar, distribusi air menjadi lebih optimal sehingga mampu mendukung kebutuhan air bagi kegiatan pertanian masyarakat. Selain itu, ketersediaan air di Sungai Parit Delima juga berperan sebagai sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada periode musim kemarau yang rentan terjadi di wilayah Kalimantan Barat.

 

Kepala Balai Wilayah Sungai Kalimantan I menyampaikan bahwa kegiatan normalisasi sungai merupakan bagian dari komitmen Kementerian PU melalui BWS Kalimantan I dalam menjaga dan meningkatkan fungsi infrastruktur sumber daya air untuk mendukung kesejahteraan masyarakat.

 

Melalui pelaksanaan normalisasi Sungai Parit Delima, diharapkan kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik, produktivitas pertanian tetap terjaga, serta ketahanan wilayah terhadap berbagai tantangan hidrometeorologi dapat semakin meningkat.

 

Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata upaya BWS Kalimantan I dalam mengelola sumber daya air secara berkelanjutan guna mendukung ketahanan pangan, ketahanan air, serta keselamatan masyarakat.

BWS Kalimantan I Percepat Peningkatan Infrastruktur Irigasi di Kabupaten Sambas

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) terus mempercepat pelaksanaan peningkatan infrastruktur sumber daya air di Kabupaten Sambas pada Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan ini mencakup kawasan seluas 1.295 hektar dengan panjang penanganan saluran mencapai 3,50 kilometer, sebagai upaya mendukung optimalisasi sistem irigasi untuk kebutuhan pertanian masyarakat setempat.

Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga kegiatan utama yang sedang dikerjakan, yaitu peningkatan pasangan batu pada saluran irigasi, peningkatan long storage, serta pembangunan pintu air. Peningkatan pasangan batu dilakukan untuk memperbaiki sekaligus meningkatkan kapasitas dan bentuk saluran yang terdampak sedimentasi, sementara peningkatan long storage difokuskan untuk menambah kapasitas tampungan air guna menjaga ketersediaan air sepanjang musim tanam.

Selain itu, pembangunan pintu air menjadi bagian penting dalam sistem pengelolaan air di kawasan tersebut, berfungsi mengatur keluar masuknya air sesuai kebutuhan petani. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus menjaga keseimbangan suplai air agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan pada lahan pertanian.

Ketiga penanganan tersebut merupakan respon terhadap permasalahan utama di lapangan, yakni sedimentasi pada saluran irigasi, kebutuhan peningkatan kapasitas tampungan melalui long storage, serta perlunya pengaturan air yang lebih optimal melalui pintu air. Hingga saat ini, progres pekerjaan telah mencapai 57,667 persen, dan BWS Kalimantan I menargetkan seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh petani dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Sambas.

Antisipasi Banjir dan Rob, BWS Kalimantan I Perkuat Kolaborasi Penanganan Banjir Kota Pontianak

Dalam rangka mengantisipasi dan meminimalisir dampak banjir yang kerap terjadi akibat curah hujan tinggi dan pasang air laut (rob), Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I menghadiri Rapat Koordinasi Penanganan Banjir Kota Pontianak yang diselenggarakan di Kantor Wali Kota Pontianak pada Rabu (17/06). Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antarinstansi serta merumuskan langkah-langkah strategis dan terintegrasi dalam upaya pengendalian banjir di Kota Pontianak.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pontianak menyampaikan bahwa Kota Pontianak memiliki karakteristik wilayah yang unik karena dibelah oleh dua sungai besar dan didukung oleh ratusan saluran serta parit yang saling terhubung. Kondisi tersebut menjadikan penanganan banjir dan genangan akibat air pasang memerlukan perhatian serta upaya yang lebih intensif.

"Kota Pontianak dibelah oleh dua sungai dan terdapat ratusan parit kecil sehingga penanganan banjir maupun air pasang memerlukan upaya yang ekstra. Karena penanganannya melibatkan berbagai kewenangan, maka diperlukan kolaborasi yang kuat antarinstansi untuk mencari solusi yang efektif dalam meminimalisir banjir," ujar Wali Kota Pontianak.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BWS Kalimantan I menyampaikan komitmen BWS dalam mendukung penanganan banjir di Kota Pontianak melalui berbagai langkah teknis dan kajian yang sedang dilaksanakan. Saat ini, BWS Kalimantan I tengah melaksanakan studi banjir Kota Pontianak secara terintegrasi sebagai dasar penyusunan strategi penanganan yang komprehensif. Selain itu, upaya penanganan cepat juga terus dilakukan melalui pengoperasian pompa pada titik-titik rawan genangan guna membantu mempercepat surutnya air saat terjadi banjir maupun rob.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat sehingga mampu menghasilkan solusi yang efektif dan berkelanjutan dalam mengurangi risiko banjir serta memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi masyarakat Kota Pontianak.

Pemeliharaan Berkala Sungai di Rasau Jaya I Tingkatkan Kelancaran Aliran dan Kurangi Risiko Genangan

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melaksanakan pemeliharaan berkala pada sungai di Desa Rasau Jaya I, Kabupaten Kubu Raya, sebagai upaya menjaga fungsi aliran sungai dan mengurangi risiko genangan di kawasan permukiman. Kegiatan ini dilakukan pada ruas sungai sepanjang kurang lebih 1,4 kilometer yang berada di sisi jalan dan berperan penting dalam mengalirkan air dari lingkungan sekitar.

Dalam pelaksanaannya, BWS Kalimantan I menggunakan excavator amfibi untuk mendukung pekerjaan pada area yang tergenang dan sulit dijangkau. Pekerjaan pemeliharaan meliputi pengangkatan sampah, pembersihan tanaman liar yang tumbuh di badan sungai, serta pengerukan sedimen yang menyebabkan pendangkalan dan menghambat aliran air.

Sebelum dilakukan pemeliharaan, kondisi sungai mengalami penyempitan akibat tumpukan sedimen dan vegetasi liar. Saat hujan turun dengan intensitas tinggi, aliran air tidak dapat mengalir dengan baik sehingga menyebabkan genangan yang berdampak pada banyak rumah warga di sekitar lokasi. Oleh karena itu, normalisasi melalui pemeliharaan berkala menjadi langkah penting untuk mengembalikan kapasitas sungai.

Melalui kegiatan ini, aliran sungai diharapkan dapat kembali berfungsi secara optimal sehingga mampu mengurangi potensi genangan maupun luapan air ke permukiman warga. BWS Kalimantan I akan terus melaksanakan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara berkelanjutan guna menjaga kinerja infrastruktur sumber daya air serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.