Dukung Pertanian Berkelanjutan, BWS Kalimantan I Rehabilitasi D.I.R. Teluk Bayur

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWS Kalimantan I) tengah melaksanakan Rehabilitasi Daerah Irigasi Rawa (D.I.R.) Teluk Bayur di Kabupaten Kubu Raya sebagai upaya meningkatkan keandalan jaringan irigasi dalam mendukung produktivitas pertanian. Pekerjaan ini mencakup rehabilitasi jaringan irigasi sepanjang 35 kilometer yang melayani kawasan pertanian seluas 1.418,82 hektare.

Pelaksanaan rehabilitasi dilatarbelakangi oleh sejumlah permasalahan pada jaringan irigasi, di antaranya sedimentasi saluran yang mengurangi kapasitas aliran air, kondisi jalan inspeksi yang rusak berat sehingga menyulitkan operasi dan pemeliharaan serta aktivitas petani, hingga masih terbatasnya pintu air sebagai pengatur distribusi air sesuai kebutuhan lahan pertanian.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, BWS Kalimantan I melakukan rehabilitasi saluran irigasi guna mengembalikan fungsi, kapasitas, dan efisiensi sistem jaringan air. Selain itu, dibangun jalan inspeksi agar mempermudah kegiatan inspeksi saluran sekaligus meningkatkan akses masyarakat menuju lahan pertanian.

Sebagai pelengkap sistem irigasi, pembangunan pintu air juga dilakukan untuk mengatur keluar masuknya air secara lebih optimal sesuai kebutuhan petani. Melalui rehabilitasi ini, BWS Kalimantan I berharap pelayanan irigasi di D.I.R. Teluk Bayur semakin andal, sehingga mampu mendukung kelancaran aktivitas pertanian, meningkatkan produktivitas lahan, serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kubu Raya.

Pengaman Pantai Teluk Pakedai Dibangun, Abrasi Pesisir Kubu Raya Ditangani

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I terus berupaya memperkuat perlindungan wilayah pesisir melalui pembangunan Pengaman Pantai Teluk Pakedai di Kabupaten Kubu Raya *yang dilaksanakan pada tahun 2026*. Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai langkah mitigasi terhadap abrasi yang terus mengikis garis pantai dan berpotensi mengancam keselamatan masyarakat serta keberadaan berbagai fasilitas di kawasan pesisir.

Abrasi yang terjadi di Pantai Teluk Pakedai apabila tidak segera ditangani dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan, fasilitas umum, maupun infrastruktur yang berada di sekitar pantai. Kondisi tersebut juga berisiko mengurangi fungsi kawasan pesisir sebagai ruang aktivitas masyarakat dan penyangga lingkungan.

Sebagai bentuk penanganan, BWS Kalimantan I membangun pengaman pantai melalui pemasangan tetrapod beton sepanjang 0,1 kilometer. Struktur ini dirancang untuk meredam energi gelombang laut sehingga mampu mengurangi laju abrasi sekaligus menjaga stabilitas garis pantai.

Melalui pembangunan ini, kawasan pesisir seluas sekitar 3 hektare diharapkan dapat terlindungi dari dampak abrasi. Kehadiran infrastruktur pengaman pantai ini menjadi bagian dari komitmen BWS Kalimantan I dalam menjaga kawasan pesisir, melindungi aset masyarakat, serta mendukung keberlanjutan lingkungan dan aktivitas ekonomi di wilayah Kabupaten Kubu Raya.

BWS Kalimantan I Bangun Embung Harapan Mulia untuk Tingkatkan Ketersediaan Air Baku di Kayong Utara

Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (BWS Kalimantan I) melaksanakan Pembangunan Embung Harapan Mulia di Desa Harapan Mulia Lestari, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat pada Tahun Anggaran 2026. Pembangunan embung ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan ketersediaan air baku sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap air bersih yang berkelanjutan.

Keberadaan embung dirancang sebagai sarana penampungan air yang mampu mengoptimalkan pemanfaatan air hujan dan aliran permukaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama saat musim kemarau ketika ketersediaan air cenderung menurun. Infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi dalam menjaga kontinuitas pasokan air baku sekaligus mendukung berbagai aktivitas masyarakat yang bergantung pada ketersediaan air.

Melalui pembangunan Embung Harapan Mulia, BWS Kalimantan I menargetkan terpenuhinya kebutuhan air baku bagi masyarakat di wilayah sekitar sehingga akses terhadap air bersih menjadi lebih mudah dan andal. Selain mendukung kebutuhan sehari-hari, keberadaan embung juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan sumber air yang lebih terjamin.

Pembangunan ini merupakan bagian dari komitmen BWS Kalimantan I dalam mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Dengan tersedianya Embung Harapan Mulia, diharapkan ketahanan air di Kabupaten Kayong Utara semakin meningkat serta mampu mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Perkuatan Tebing Sungai Pinoh untuk Kawasan yang Lebih Aman dan Tangguh

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I terus melaksanakan pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui pekerjaan Perkuatan Tebing Sungai Pinoh di Kabupaten Melawi pada tahun 2026. Pekerjaan ini dilakukan sebagai upaya mengurangi potensi erosi pada tebing sungai yang dapat mengancam keamanan kawasan, serta melindungi sarana dan prasarana di sekitarnya.

Penanganan dilakukan melalui pembangunan perkuatan tebing sepanjang 0,1 kilometer dengan menggunakan turap baja tipe W325 Type A sepanjang 10 meter berkekuatan K-700. Konstruksi tersebut dirancang untuk meningkatkan stabilitas tebing, mengurangi risiko gerusan, serta menjaga fungsi sungai agar tetap berjalan dengan baik. Saat ini, pekerjaan masih terus dilaksanakan sesuai tahapan konstruksi yang telah direncanakan.

Setelah rampung, pembangunan ini diharapkan mampu memberikan perlindungan bagi kawasan seluas 3 hektare, sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat erosi yang dapat berdampak pada infrastruktur maupun aktivitas masyarakat di sekitar Sungai Pinoh. Kehadiran perkuatan tebing juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan kawasan terhadap dinamika aliran sungai.

Melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air yang berkelanjutan, BWS Kalimantan I berkomitmen menghadirkan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dan lingkungan. Upaya ini menjadi bagian dari langkah menjaga fungsi sungai sekaligus mendukung terciptanya kawasan yang lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan.

Lindungi Kawasan Purnama II dari Risiko Erosi, BWS Kalimantan I Bangun Perkuatan Tebing Parit Tokaya

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I terus memperkuat infrastruktur sumber daya air melalui pembangunan Perkuatan Tebing Drainase Utama Kota Pontianak di Jalan Purnama II (Parit Tokaya) pada tahun 2026. Pekerjaan ini dilaksanakan sebagai upaya mengatasi potensi erosi pada tebing drainase utama yang dapat membahayakan jalan serta sarana dan prasarana di kawasan tersebut.

Penanganan dilakukan melalui pembangunan perkuatan tebing sepanjang 100 meter menggunakan turap beton sepanjang 6 meter yang diperkuat dengan tiang pancang sepanjang 9 meter. Konstruksi ini dirancang untuk meningkatkan stabilitas tebing, mengurangi risiko gerusan, serta menjaga fungsi drainase utama agar tetap bekerja secara optimal.

Saat ini, proses pembangunan masih terus berlangsung dengan tetap mengedepankan mutu pekerjaan agar hasil yang diperoleh dapat memberikan perlindungan yang optimal. Setelah rampung, infrastruktur ini diharapkan mampu melindungi kawasan seluas 3 hektare, sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan dan mengurangi potensi kerusakan infrastruktur di sekitar Jalan Purnama II (Parit Tokaya).

Melalui pembangunan ini, BWS Kalimantan I berkomitmen menghadirkan infrastruktur sumber daya air yang andal dan berkelanjutan. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat sistem drainase perkotaan, mengurangi risiko erosi, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui lingkungan yang lebih aman, tangguh, dan nyaman.

BWS Kalimantan I Perkuat Fungsi Sungai Jawi melalui Kegiatan Pemeliharaan Berkala

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I melalui Satuan Kerja Operasi dan Pemeliharaan Sumber Daya Air (OP SDA) melaksanakan pemeliharaan berkala Sungai Jawi yang berada di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Kegiatan ini dilakukan pada ruas sepanjang 1,2 kilometer sebagai bagian dari upaya menjaga kapasitas dan fungsi sungai agar tetap optimal dalam mengalirkan air, khususnya saat musim hujan.

Pemeliharaan dilaksanakan menggunakan excavator long arm PC 200 untuk mengangkat sedimen, membersihkan endapan lumpur, serta mengendalikan vegetasi yang menghambat aliran sungai. Penggunaan alat tersebut memungkinkan pekerjaan dilakukan secara lebih efektif, terutama pada bagian sungai yang memiliki kedalaman dan akses yang terbatas.

Melalui kegiatan ini, kapasitas tampung Sungai Jawi diharapkan kembali optimal sehingga aliran air menjadi lebih lancar, risiko genangan dan banjir dapat diminimalkan, serta fungsi sistem drainase di kawasan Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya tetap terjaga. Selain itu, pemeliharaan berkala juga berperan dalam mengurangi sedimentasi, menjaga kualitas lingkungan sungai, serta mendukung keberlanjutan infrastruktur sumber daya air.

BWS Kalimantan I terus berkomitmen melaksanakan operasi dan pemeliharaan sungai secara berkelanjutan sebagai langkah preventif dalam menjaga kinerja infrastruktur sumber daya air. Dukungan dan kepedulian masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai juga menjadi bagian penting agar fungsi Sungai Jawi dapat terus memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat dalam jangka panjang.